
Pov
Kelvin Keira
...🍀🍀🍀...
Ghina dan kedua temannya melihat lihat sekali lagi ke arah pintu keluar dari pasar malam itu. Mereka ingin memastikan bahwa Kelvin benar-benar ada disana dan jalan-jalan bersama Keira.
"Flor, Lo ngaco deh! mama mungkin orang kaya Kelvin ada disini?" Ghina melirik kesana kemari dan tidak melihat ada sosok Kelvin ataupun Keira yang dituduhkan temannya itu
"Gue yakin Ghin, sumpah deh gue tadi tuh lihat si anak kelas satu temennya si Naina, sama si Kelvin lagi pegangan tangan sambil pegang boneka" kata Flora yakin seratus persen
"Lo halu ah, tuh mana si Kelvin nya? gak ada kan? paling Lo salah lihat kali" ucap Lena berusaha meyakinkan Flora
"Apa iya ya gue salah lihat?" Flora menggaruk kepalanya dan terlihat bingung sendiri, karena ia yakin kalau ia melihat Kelvin ada disana.
"Iya Lo salah lihat, orang kaya kaya si Kelvin gak mungkin datang ke tempat kaya gini" ucap Ghina yakin
"Ya Lo bener juga sih', Ghin" jawab Flora setuju
"Udah ah cabut yuk, besok kita ada ujian. Harus bangun pagi!" ajak Ghina pada kedua temannya itu
"Yuk!"
Aku yakin deh tadi aku lihat si Kelvin sama anak kelas satu itu. Flora melirik lirik ke arah sekitarnya.
Flora masih yakin dengan hatinya sendiri kalau ia benar-benar tidak salah lihat, tapi keberadaan Kelvin dan Keira tiba-tiba menghilang seolah ditelan bumi. Ternyata Keira dan Kelvin bersembunyi di belakang rumah hantu yang ada di pasar malam itu.
"Huuhh.. akhirnya mereka pergi juga" ucap Keira sambil mengelus dadanya, merasa lega.
"Kenapa sih kita harus sembunyi?" tanya Kelvin heran
"Pokoknya kita gak boleh ketahuan mereka"jawab Keira
Bisa bisa aku dijadikan perkedel oleh penggemar Kelvin di sekolah. Habislah aku kalau itu terjadi, kehidupan sekolah ku yang damai akan berakhir. Keira cemas kalau semua orang tau ia adalah pacar Kelvin, maka ia akan diganggu oleh semua orang.
"Lalu hubungan kita? apa kamu berencana merahasiakan nya juga?" tanya Kelvin penasaran
"Iya, aku tidak mau mereka tau hubungan kita"
"Apa kamu takut pada mereka?" tanya Kelvin
"Tidak, bukannya aku takut. Tapi, aku begini karena aku cemas. Pokoknya kita rahasiakan dulu hubungan kita ya?" Keira membujuk Kelvin untuk merahasiakan hubungan nya dari orang-orang di sekolah
"Gak mau" Kelvin menolak dengan wajah dinginnya
"Please Vin, kita rahasiakan dulu ya!" pinta Keira sambil menatap pacarnya dengan mata yang berbinar-binar
"Gak mau. Kalau kamu cemas sama cewek-cewek itu, aku bisa mengatasi mereka untuk gak gangguin kamu" ucap Kelvin penuh percaya diri
Kalau hubungan ku dan Keira dirahasiakan, si Damar kunyuk itu pasti akan terus nempel sama Keira. Kelvin cemburu memikirkan Damar yang selalu bersama-sama dengan Keira.
"Please Vin, kita bisa kasih tau orang-orang nanti tapi jangan sekarang ya"
Itu karena kamu terlalu populer Vin, makanya aku kaya gini.
"Aku akan setuju, tapi ada syaratnya"
"Ya, apa itu?" tanya Keira bersemangat
"Orang-orang yang dekat dengan kita harus tau hubungan kita" Kata Kelvin sambil menyilangkan batangannya di dada
"Oke, aku akan kasih tau Naina, Nisha dan Kak Theo juga" jawab Keira setuju
"Kasih tau si Juna sama si Damar juga" ucap Kelvin tegas
"Kenapa mereka juga dikasih tau? mereka kan gak deket sama aku?" tanya Keira mengernyitkan dahinya
"Mereka kan selalu bareng-bareng sama kamu dan Naina, jadi kalian juga cukup dekat. Pokoknya kasih tau mereka juga, kalau enggak aku akan kasih tau semua orang di sekolah kalau kita pacaran!" ancam Kelvin pada pacarnya
"I-iya iya.. aku akan kasih tau mereka juga"
Ini perasaanku aja atau emang Kelvin marah aku dekat sama Juna dan Damar?
Akhirnya mereka sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka untuk sementara waktu. Sebenarnya Kelvin juga tidak suka kalau hubungan pribadinya di umbar ke publik, sama hal nya seperti Keira. Tapi itu pengecualian untuk Damar yang juga ada hati untuk Keira. Kelvin merasa menang, ia tersenyum puas karena ia berhasil menyatakan cinta nya pada Keira tanpa ada hambatan. Dan yang lebih membuatnya senang lagi, Keira juga sangat menyukainya.
Kelvin mengantar Keira pulang ke rumahnya dengan selamat. Dengan hati yang berbunga bunga, pasangan yang baru jadian itu terlihat malu-malu dan enggan untuk berpisah.
"A-aku pulang ya" Kelvin nervous
Kalau aja ini bukan malam, aku akan lebih lama sama kamu Kei.
"I-iya, hati hati ya" jawab Keira gugup
Kenapa sih ini harus malam? harusnya ini siang! aku masih mau lama-lama sama Kelvin.
"Oke Assalamualaikum, sampai ketemu besok. Aku jemput kamu ya" kata Kelvin pada pacarnya itu
"Waalaikum salam, iya aku tunggu" jawab Keira sambil tersenyum lebar, ia memegang boneka kelinci dari Kelvin dengan erat
"Oke" ucap pria itu sambil berjalan ke arah tempat motornya terparkir. Tiba-tiba saja sebuah kecupan mendarat ke pipi nya. Kelvin langsung membeku dengan tindakan pacarnya itu. Tangannya memegangi pipi yang di kecup oleh Keira.
"Ini balasan untuk yang tadi. Aku masuk dulu, kabarin aku kalau kamu udah sampe rumah" Keira langsung berlari dan melambaikan tangannya pada Kelvin.
Keira masuk ke dalam rumahnya dengan wajah yang merona. Keira memeluk boneka kelinci itu dengan gemas dan menciumnya."Aku cinta kamu Kelvin, aku sangat cinta!!" gumam nya pada boneka kelinci itu
Kelvin juga merasakan hal yang sama, ia naik motornya dengan perasaan berbunga-bunga. Memang jatuh cinta itu sejuta rasanya.
🍁🍁🍁
Di rumah keluarga Aditama.
"Nai, kamu masih belum tidur?"tanya Alma pada anak gadis nya yang masih makan makanan manis di sofa ruang tamu sambil nonton drama kesukaan nya
"Hehe, bentar lagi ya ma. Tanggung nih, sebentar lagi akan terbongkar siapa orang tua kandung Tae Ri!" seru Naina yang masih fokus nonton drakor sambil makan kue coklat dengan santai
"Ckckck...besok kamu ada ujian jangan sampai terlambat bangun. Mama gak akan bangunin kamu ya" kata Alma mengingatkan
"Iya ma, aku gak akan terlambat. Bentar lagi juga bersambung kok film-nya" ucap Naina sambil melihat ke arah televisi nya dengan santai
"Sayang, Naina... kalian belum tidur?" tanya Bryan yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia berjalan menghampiri anak dan istrinya yang sedang duduk di sofa.
"Iya sayang, Naina lagi nonton drama kesukaan nya. Ya udah aku temenin nonton juga deh" jawab Alma sambil tersenyum
Bryan duduk di samping istrinya dan ikut nonton drama yang tidak ia mengerti itu. Selagi menunggu Naina nonton drama, mereka juga mengobrol tentang Kelvin yang belum pulang.
"Oh ya sayang, tumben ya anak sulung kita belum pulang jam segini?" tanya Alma sambil melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam
"Tenang aja sayang, anak sulung kita sedang menikmati masa mudanya. Kamu gak usah cemas" Bryan merangkul bahu istrinya, tersenyum tipis menenangkan Alma dari kecemasan nya pada Kelvin
"Iya Mama tenang aja, kak Kelvin gak kenapa-napa kok. Malah pas pulang dia bakalan senyum-senyum sendiri lihat deh" Naina tersenyum lebar, ia sangat menantikan melihat wajah kakaknya saat kakaknya pulang nanti. Naina tidak sabar ingin menggoda kakaknya itu.
Kali ini giliran aku yang godain kakak, lihat aja ya kak!
"Memangnya kakak kamu kenapa Nai?" tanya Alma dengan wajah polosnya, ia bingung melihat ke arah Bryan dan Naina yang senyum-senyum sendiri
Mereka kenapa ya?
CEKRET
Nah itu pasti kak Kelvin. ucap Naina sambil beranjak dari sofa nya, begitu mendengar suara pintu yang terbuka.
"Assalamualaikum" ucap Kelvin sambil berjalan ke arah ruang tengah, tangannya memegang dua boneka.
Loh? kok lampunya masih nyala? apa mereka belum pada tidur?. Kelvin bingung melihat lampu ruang tengah rumahnya yang masih menyala
"Waalaikum salam" jawab Alma, Bryan dan Naina menyambut kepulangan Kelvin
"Kalian belum pada tidur?" tanya Kelvin sambil menggigit bibir bagian bawahnya, ia menahan senyumnya.
Alma terlihat bingung, seperti apa yang dikatakan oleh Naina kalau Kelvin akan senyum-senyum sendiri.
Aneh, kenapa Kelvin terlihat malu-malu begitu?
"Akhirnya pohon ribuan tahun itu berbuah juga, selamat ya kakak" kata Naina sambil mendekati kakak nya dengan senyum jahil dibibir nya
"Loh selamat apa Nai?" tanya Alma bingung
"Gimana Vin? kamu gak ditolak kan? kamu pasti diterima kan? kamu kan anak papa, tidak akan yang bisa menolak ketampanan kamu dari gen papa" ucap Bryan sambil menepuk pundak putra sulungnya dengan bangga, penuh percaya diri. Sekalian memamerkan dirinya bahwa ia adalah tampan dan ketampanan Kelvin menurun darinya
"Ninaina..kamu yaa!!!" Kelvin melihat sebal ke arah adiknya yang sedang menggodanya itu
Aku sudah menduga akan jadi seperti ini. Ninaina dia benar-benar deh!
"Apa? aku cuma ngasih selamat aja kok. Ma, mama kakak udah pacaran loh" Naina terdengar dan bersembunyi di belakang mama nya, ia takut melihat mata Kelvin yang seperti sudah menyalakan laser kearahnya
Rasain loh kak! sebentar lagi mama akan nyembur kamu. Naina menjulurkan lidahnya ke arah kakak nya. Kelvin menatapnya dengan tajam.
"Beneran?!! Kelvin kamu sudah punya pacar? siapa dia? apa mama kenal sama dia?! apa dia cantik?! mama harus kenalan sama dia! mungkin saja dia akan menjadi menantu mama suatu saat nanti" Alma tersenyum dan sudah membayangkan begitu jauh, kalau ia akan segera punya cucu.
Alma tersenyum senang karena akhirnya ada juga gadis yang bisa meluluhkan hati anak nya yang dingin sedingin es batu di kutub utara itu.
Ya Allah apa dosaku sehingga keluarga ku seperti ini semua?. Kelvin melihat orang tua dan adiknya yang tersenyum senang, heboh mengetahui kalau Kelvin pacaran dengan seorang gadis
"Menantu??! mama berfikir terlalu jauh. Udah lah, aku cape mau tidur besok ujian" Kelvin ingin menyudahi semuanya, pria itu berjalan menuju ke arah kamarnya
"Tunggu dulu! siapa gadis yang sudah mencuri hatimu itu? mama harus tau!" Alma memegang tangan Kelvin, matanya berbinar-binar menatap anaknya itu.
"Benar, kami harus tau siapa gadis itu!" kata Bryan semangat
Aku pikir anakku tidak tertarik pada wanita, tapi syukurlah dia normal. Bryan sempat mengira sikap Kelvin yang dingin pada wanita sejak kecil adalah bentuk penyimpangan pada dirinya. Atau dia memiliki perasaan suka pada pria, alias gay.
Ya Allah tolonglah aku. Kelvin terlihat bingung dan pusing dengan banyak pertanyaan yang diberikan oleh orang tuanya. Ditambah lagi Naina yang terus mengompori nya, dan membuatnya tambah kesal.
"NINAINA!! KAMU.......!!!!!!" teriak Kelvin yang amarahnya meledak.
Mengetahui kakak nya yang akan ngamuk itu, Naina langsung berlari menuju ke kamarnya" Kaburrr.. ada gunung es meletuss...!!!"
...---***---...