Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Konferensi pers (S2)



Livia menemui pria misterius dan tampak mengenakan topeng mirip Joker itu. Pria itu tampak menyembunyikan dirinya di dalam gelap. Dia disebut sebagai Mr. K oleh anak-anak buahnya.


" Ada apa kamu kemari nona Livia?" tanya Mr. K


" Aku memang suka pada Bryan, tapi bukan untuk menghancurkan nya! aku tidak suka cara anda ! " teriak Livia marah pada Joker yang sedang duduk di kursi putar


" Tidak tahu diri, aku sudah membantumu untuk dekat dengannya dan kamu malah memarahiku?" Mr. K mencekik leher Livia dengan kasar dan erat.


" Akh! kamu sudah gila ya! apa yang kamu lakukan? kamu mau membunuhku ?" tanya Livia sambil berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman si Joker.


Aku seharusnya tidak terlibat dengannya, dia gila. Ada dendam apa dia dengan keluarga Aditama sampai-sampai dia ingin menghancurkan Bryan dan kakak nya.


Pria yang disebut Mr. K itu melepaskan cekikan nya pada leher Livia. Gadis itu kesakitan memegang lehernya dan mulai ketakutan dengan pria misterius yang bekerjasama dengannya itu.


" Lakukan saja peranmu dengan baik! kamu ingin Bryan kan? aku sudah memberimu jalan untuk mendapatkan nya. " Mr. K tersenyum tipis


" I-iya itu benar, tapi aku tidak mau melihat Bryan terluka. Kamu tidak boleh melukainya " pinta Livia


" Dia terluka atau tidak, kamu tidak ada urusan nya dengan itu. Dia adalah urusanku, dan kamu urus saja urusan mu " ucap Mr. K itu dengan nada sinis dan dingin


" Bolehkah aku tau kenapa Mr. K ingin menghancurkan keluarga Aditama?" tanya Livia


Tanpa bicara, Mr. K langsung menatap tajam gadis yang ada di depannya itu. Livia gemetar ketakutan melihat mata pria bertopeng dan misterius itu.


" Kalau kamu mau hidup, lebih baik kamu jangan banyak bicara " Mr. K memegang tangan Livia dengan keras.


" Ba-baik "


Gawat, aku sudah terlibat dalam semua ini. Aku tidak bisa mundur, orang ini benar-benar tidak main-main.


Bryan Alvaro Aditama, aku akan mengambil kembali apa yang menjadi milikku. Apa yang telah kamu rebut bertahun tahun lalu dariku, akan ku rebut semuanya darimu. Termasuk kehidupan mu.


Entah kenapa Livia merasa tidak asing dengan tatapan mata Mr. K, ia seperti melihat seseorang di dalam diri Mr. K. Livia pergi meninggalkan tempat yang tertutup itu dengan hati yang gelisah. Ia berharap bahwa Bryan tidak akan disakiti oleh pria yang dipanggil Mr. K itu.


.


.


Seorang pria paruh baya menghampiri Mr. K yang sedang duduk, ia tersenyum.


" Bagus keponakan ku, kamu sudah melakukan hal yang benar. Kamu harus merebut semua milik Bryan atau menghancurkan nya "


" Iya, aku akan melakukan keduanya paman " jawab Mr. K, dengan senyuman licik terukir di bibirnya


🍂🍂🍂


Alma masih berada di kamarnya, ia baru berhenti menangis setelah meluapkan kesedihan nya. Tiba-tiba perutnya berbunyi keras, minta diisi.


KRUKKK


" Sayang, kamu lapar ya? maafkan Mama ya sayang, mama menangis dan buat kamu sedih. Bahkan kamu belum makan dari tadi pagi. Mama egois sekali, ayo kita keluar kamar dan cari makanan di dapur " tangan Alma sudah menyentuh pegangan pintu dan hendak membukanya namun ia tiba-tiba berhenti.


Alma kembali berfikir, bagaimana jika Bryan masih ada di luar? ia masih tidak mau melihat wajah suaminya itu. Kemarahan nya masih belum reda.


" Sayang, kamu tahan ya sebentar lagi. "


KRUYUK...


Perut sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, Alma dan bayinya benar-benar lapar. Diam-diam Bryan masih berada di depan pintu kamar itu, ia mendengar semua yang dikatakan oleh Alma di dalam kamar.


" Ah! aku lapar, dan aku tiba-tiba mau soto buatannya. Tapi kalau aku keluar nanti aku melihatnya, aku masih tidak mau melihatnya! " gerutu Alma memegang perutnya dengan wajah sedih. Alma terlihat serba salah.


Bryan mendengar semuanya celoteh istrinya, ia pun pergi ke dapur dan membuatkan soto dengan bahan-bahan yang tersedia. Ia hanya bisa membuat soto ayam. Bi Asih menawarkan bantuan untuk Bryan, namun pria itu menolaknya. dan ingin membuatkannya sendiri untuk Alma.


" Apa Alma mulai ngidam? seperti yang dikatakan di buku " gumam Bryan sambil mengaduk-aduk soto yang ada di dalam panci, ia mencicipi rasanya.


Setelah selesai membuat soto, Bryan segera pergi dari rumahnya agar Alma mau keluar dari kamarnya dan makan makanannya.


Alma sayang, aku akan menyelesaikan semua masalahnya. Aku akan segera kembali. ucap Bryan dalam hati nya sebelum pergi dari rumah, ia memandangi kamar nya.


.


.


Dari dalam kamar Alma mulai mencium aroma masakan yang menggugah seleranya, aroma khas soto seperti yang ia inginkan.


" Siapa yang memasak soto? apa ini halusinasi ku saja ya?" gumam Alma kebingungan.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke ponsel Alma, ia langsung mengambil ponselnya yang ada di atas ranjang. Pesan dari Bryan untuknya.


Sayang, aku pergi keluar dulu. Aku akan bertemu Andre. Jangan lupa makan, kamu tidak satu tubuh lagi.


" Bagus, kamu memang harus pergi dulu saat ini Bryan. Karena aku sedang tidak mau melihat mu " Alma langsung membuka pintu kamarnya, ia mendengar suara mobil yang pergi, keluar dari garasi rumahnya itu.


Wanita itu melihat kepergian suaminya dari balik jendela, sembari mendoakan keselamatan nya walaupun ia masih marah pada suaminya.


" Seharusnya malam itu kamu mengirimiku pesan seperti ini, agar aku tidak menunggu mu Bryan. Aku rasa Tuhan memberikan ujian ini untuk menguji seberapa besar ikatan cinta kita. " gumam Alma sedih


Perut Alma sudah tidak bisa dikondisikan, anaknya sudah meminta makan dari tadi pagi. Ia pun segera pergi ke dapur dan melihat Bi Asih sedang membersihkan bekas memasak yang berantakan.


" Loh? tumben kok bi Asih masaknya berantakan gini hehe " Alma tertawa kecil melihat barang-barang dapur ada di mana-mana, bahkan cairan cairan dan bumbu dapur berceceran di mana-mana


" Saya tidak memasak nyonya, tuan lah yang memasak " jawab Bi Asih sambil tersenyum


" Bryan yang memasak?" tanya Alma tak percaya, ia pun langsung melihat ke arah panci yang berisi soto ayam yang ia inginkan.


" Iya nyonya, katanya nyonya mau makan soto. Lalu tuan langsung membuatkannya sendiri, ketika saya menawarkan bantuan pada tuan untuk membuatkannya, tuan tidak mau. Katanya nyonya mau soto buatannya, seperti nya tuan tau kalau nyonya sedang ngidam " ucap Bi Asih sambil membereskan barang-barang di dapur yang berserakan itu, meletakkan nya ketempat yang seharusnya. Bi Asih takjub karena Bryan cukup pintar memasak, hanya satu kali melihat resep ia langsung bisa membuat masakan yang enak.


Ngidam? aku?


Alma langsung terdiam melihat soto yang ada di panci, beberapa saat kemudian ia langsung menuangkan soto ke dalam mangkuk dan menyajikan nya bersama nasi.


Bryan, ternyata kamu mendengar nya.


Wanita hamil itu terharu dengan sikap suaminya, yang masih sempat-sempatnya membuatkan makanan untuknya. Tanpa bicara apa-apa padanya, Alma juga tau kalau Bryan sengaja pergi dari rumah agar ia bisa makan dengan leluasa tanpa ada dirinya.


Bi Asih terkejut melihat Alma yang makan soto sambil menangis. " Nyo-nyonya, nyonya kenapa?" tanya Bi Asih cemas


" Tidak apa-apa bi, hanya saja soto ini rasanya sangat enak " jawab Alma sambil menyeka air matanya, ia tersenyum dan melahap soto yang ada di mangkuknya bersama nasi yang hangat. Keinginan nya untuk makan soto buatan suaminya terwujud.


Bryan, walaupun kita sedang ada masalah tapi kamu masih tetap memperhatikan ku dan anak kita. Alma menatap soto yang ia makan dengan haru.


Bi Asih tersenyum lebar melihat Alma sangat menyukai soto buatan Bryan. Bahkan sampai menghabiskan soto itu sampai satu panci.


" Alhamdulillah... kenyang " Alma memegang perutnya dan tersenyum lebar setelah menghabiskan semua soto di dalam panci nya.


Sayangku seperti nya sangat menyukai masakan Papa nya. Alma mengelus perutnya sambil tersenyum lembut.


🍂🍂🍂


Leon tidak bisa tinggal diam saat melihat berita tentang Bryan, ia meminta izin pada Laura untuk menemui dan berbicara pada Bryan. Kelvin yang mengetahui pembicaraan Leon dan Laura tentang Bryan, ingin ikut dengan Leon untuk bicara dengan papanya.


" Om, aku mau ikut nemuin Papa "


" Kelvin.. lebih baik om saja yang temuin Papa kamu " ucap Leon menolak


" Tidak bisa om, aku harus bicara sama papa sekarang juga. Izinkan aku ikut om " pinta pria kecil itu pada Leon


" Om, kumohon " Kelvin memohon dengan mata yang berkaca-kaca.


Aku harus bicara sama Papa sekarang juga.


" Baiklah, Laura kamu dan Naina ke rumah Alma ya dan temani dia. Aku dan Kelvin akan menemui Bryan " ujar Leon


Alma membutuhkan seseorang untuk menenangkan dirinya. Aku tidak mau dia sendirian disaat seperti ini. Aku akan meminta penjelasan dari Bryan yang sejelas-jelasnya


" Iya sayang " jawab Laura setuju


Laura mengajak Kayla dan Naina ke rumah Alma untuk menemani nya, karena Bryan mengirimkan pesan pada Laura untuk menjaga Alma.


Sementara itu Kelvin dan Leon pergi menemui Bryan yang sedang berada di salah satu stasiun TV. Disana Bryan dan Andre tampak sedang mengurus masalah pemberitaan yang terjadi antara ia dan Livia.


" Leon, Kelvin kenapa kalian ada disini?" tanya Bryan heran


Leon langsung memukul wajah Bryan, tanpa bicara lebih dulu. Dari dulu tangannya gemas ingin melakukan nya, sekarang ia punya alasan untuk memukulnya. Bryan jatuh tersungkur ke lantai, pria itu tampak marah.


" Pak presdir, apa bapak baik-baik saja?" tanya Andre sambil mengulurkan tangannya pada Bryan untuk membantunya.


" Kelvin, kamu jangan tiru adegan barusan ya " Leon tersenyum santai pada Kelvin setelah memukul Bryan.


" Apa-apaan kamu?!" Bryan langsung berdiri dan menatap Leon dengan marah


" Kamu yang apa-apaan? apa kamu selingkuh lagi dari adikku?" tanya Leon dengan suara yang meninggi, tangannya menarik kerah baju Bryan.


" Tenang dulu, aku bisa jelaskan semuanya. Foto itu tidak benar dan aku disini untuk mengkonfirmasi semuanya " jelas Bryan dengan sikap yang tenang dan santai


Melihat reaksi Bryan, Leon yakin kalau Bryan memang tidak seperti yang dituduhkan oleh media. Rasanya tidak mungkin Bryan yang sangat mencintai Alma dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan cinta wanita itu akan berselingkuh lagi. Leon melepaskan tangannya dari baju Bryan.


" Baiklah, aku yakin ada penjelasan di balik semua ini " Leon menatap Bryan dengan tajam


" Ya memang ada, tapi kenapa kamu membawa Kelvin kemari?" tanya Bryan sambil melirik ke arah Kelvin


" Aku kesini mau bicara sama Papa, berdua saja pa " ucap Kelvin dengan sorot mata yang tajam pada Papa nya.


" Oke, mari kita bicara. " Bryan tersenyum pada putra sulungnya itu.


Ayah dan anak itu berbicara di salah satu tempat yang sepi di stasiun televisi. Sebuah ruangan yang tidak ada siapa-siapa disana.


Kelvin melihat Papa nya dengan tatapan tajam, penuh keseriusan, ada harapan juga di dalam matanya saat melihat Bryan. Harapan bahwa semua berita tentang Papa nya itu tidak benar.


" Kelvin mau bicara apa sama Papa?" tanya Bryan lembut


" Papa, foto yang tersebar itu tidak benar kan? Papa tidak mengkhianati Mama kan?" tanya Kelvin penuh harapan


Bryan tersenyum mendengar pertanyaan anaknya itu, ia merasa bahwa anaknya masih percaya padanya. Dan Bryan senang akan hal itu.


" Itu tidak benar Kelvin " jawab Bryan sambil tersenyum tipis


" Sudah aku duga, Papa tidak mungkin mengkhianati Mama dan mengkhianati kami. Pasti perempuan itu yang menggoda Papa kan? syukurlah " Kelvin yang polos langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bryan, ia merasa lega dengan jawaban Bryan


" Terimakasih sudah percaya pada Papa, Kelvin " Bryan memeluk anaknya itu dengan perasaan haru


" Eh apa apaan ini? kenapa aku di peluk?! Papa!" teriak Kelvin kaget


Bryan segera melepaskan pelukannya, ia tersenyum senang dengan kepercayaan anaknya. " Tapi Papa jangan senang dulu, Papa sudah buat Mama dan adik bayi sedih jadi Papa harus memperbaiki semuanya agar Mama tidak marah lagi "


" Iya tentu saja, kamu percaya saja sama Papa. Papa tidak mungkin mengkhianati kalian " jawab Bryan sambil mengelus kepala anaknya.


Anakku mempercayaiku, syukurlah.


" Jangan kecewakan kami lagi ya pah, apalagi menyakiti Mama. Aku tidak mau keluarga kita kembali tercerai berai, aku tidak mau Mama dan Naina sedih. Aku tidak mau keluarga kita hancur " ucap Kelvin sambil menunduk sedih


" Itu tidak akan terjadi nak, keluarga kita akan selalu utuh. Papa tidak akan membiarkan keluarga kita hancur, tidak akan pernah hancur lagi. Kita akan bersama selamanya " kata Bryan penuh keyakinan


Seperti nya Papa benar-benar tidak ada hubungan dengan wanita yang ada di foto itu. Tidak ada salahnya memberi Papa kesempatan.


Kelvin mengeluarkan tangannya yang terkepal, menunjukkan nya pada Bryan. " Janji?"


" Kok janjinya kaya gini? harusnya pake kelingking kan?" tanya Bryan heran


" Itu janji antar perempuan pah, kita kan pria. Jadi janjinya seperti ini " Kelvin tersenyum


Bryan tersenyum, ia mengikuti gerakan Kelvin. Kedua tangan mereka saling tos dengan tangan terkepal. " Papa sudah janji ya "


" Iya, papa janji nak. "


" Janji apa? sebutkan!" ujar Kelvin tegas


" janji akan selalu menjaga keutuhan keluarga kita dan tidak akan pernah mengecewakan Mama mu, kamu dan adik-adik mu "


" Cap jempol!" Kelvin menunjukkan jempolnya ke arah Bryan


" Baiklah, jempol " Bryan menautkan jempolnya pada jempol Kelvin yang kecil, keduanya sama-sama tersenyum.


Karena gemas dengan tingkah anaknya, Bryan pun mencubit pipi Kelvin. Bryan selalu merasa kalau Kelvin seperti orang dewasa, namun melihat sikapnya yang seperti ini ia yakin bahwa Kelvin masihlah anak-anak yang menggemaskan.


" Aw ! papa, sakit " gerutu Kelvin sambil memegang pipinya yang baru saja di cubit sang papa


" Ternyata kamu masih anak kecil " Bryan tersenyum


" Apa? aku bukan anak kecil pa, aku sudah besar!" seru Kelvin kesal


" Baiklah baiklah, kamu sudah besar. Karena pembicaraan kita sudah selesai, mari kita keluar dari sini. Papa harus membereskan masalah " kata Bryan pada Kelvin


" Iya Pa ayo " Kelvin tersenyum dan menaruh kepercayaan pada papa nya itu.


Pada hari itu dan saat itu juga, Bryan langsung mengadakan konferensi pers untuk membantah semua tuduhan masyarakat tentang perselingkuhan nya di hadapan media, para wartawan dari berbagai stasiun TV dan semua orang.


Semua orang melihat siaran langsung konferensi pers yang di adakan oleh Bryan, termasuk Alma dan Laura yang sedang ada di rumah Alma.


Bryan, Livia, Nico dan Andre untuk duduk di hadapan para wartawan. Sebelum nya Bryan mengancam pada Nico dan Livia agar mengklarifikasi berita tentang foto itu dengan pembatalan kerjasama mereka.


" Disini saya Bryan Alvaro Aditama akan mengklarifikasi dan mengatakan beberapa hal


tentang kebenaran foto yang saat ini sedang menjadi pencarian terpanas. Saya menyangkal semua tuduhan dan berita tentang perselingkuhan itu. Dan disini saya juga menghadirkan orang-orang yang bersangkutan untuk menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi " jelas Bryan tegas


Nico dan Livia menjelaskan rentetan kejadian semalam di klub milik Nico. Livia dengan malu-malu menjelaskan kepada semua orang bahwa memang ia yang mencium Bryan dalam keadaan tidak sadar, bukan Bryan yang menggodanya. Dan Livia menegaskan kepada semua orang kalau ia dan Bryan tidak memilki hubungan apa-apa selain rekan bisnis.


Andre juga bersaksi tentang kejadian semalam, mengkonfirmasi semuanya dihadapan media kalau Presdir nya itu tidak punya hubungan apa-apa dengan Olivia Sierra.


Terakhir, Bryan mengambil mikropon dan bicara di depan media pada istrinya yang masih merajuk di rumah.


" Alma, apa kamu melihatnya? apa kamu dengar, kan? aku sudah membawa bukti dan fakta ke hadapan mu. Aku benar-benar tidak berselingkuh darimu, aku hanya mencintai mu dan anak-anak kita selamanya. Jadi jangan marah lagi padaku ya sayang " Bryan menatap kamera seperti sedang menatap istrinya.


Semua wartawan di ruangan itu merasa terharu dengan sikap Bryan, yang disebut sebagai bucin istri. Mereka berbisik-bisik mulai membicarakan Bryan yang sangat mencintai istrinya.


***


Di rumah Alma, Laura dan Alma melihat siaran langsung itu. Alma terharu melihat Bryan yang bersungguh-sungguh menjelaskan semua kesalahpahaman. Bahkan pria itu sampai memanggil semua wartawan, menyewa stasiun Tv, memberhentikan semua media yang menggosipkan nya, juga membawa saksi dan bukti bahwa dirinya tidak menyentuh wanita lain dengan sengaja.


" Bryan kamu sudah benar-benar bucin!" gumam Laura sambil tersenyum senang melihat adiknya begitu berani, pertama kalinya ia melihat Bryan bersikap seperti ini pada wanita dan ditujukan hanya untuk Alma saja


Hati Alma merasa lega dan bersyukur karena suaminya tidak berselingkuh darinya, namun ia masih kesal karena Bryan berbohong padanya.


...---***---...