Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Surprise



🍂🍂🍂


Sambil menggendong Kayla, Leon memutuskan untuk menetap di negaranya sendiri nya. Apakah ini artinya Leon mulai membuka hatinya untuk seseorang?


Laura melihat Leon sambil tersenyum, wanita satu anak itu masih tidak percaya kalau kata-kata nya berpengaruh untuk Leon. Padahal sebelumnya Leon sangat keras kepala untuk pergi ke luar negeri.


Mereka bertiga pergi ke parkiran. Tepat saat itu, Laura, Leon dan Kayla berpapasan dengan Selina, Jason dan Risya. Anehnya, hati Laura merasa biasa saja melihat mantan suami dan selingkuhan nya itu berada di depannya. Ia tidak semarah dulu.


Namun, Jason terlihat tidak senang melihat Laura dan Kayla berada di dekat Leon. Pria itu menatap Leon dengan wajah sinis.


Kenapa Laura dan Kayla bisa bersamanya dan akrab dengan nya? bukankah pria itu yang memukul ku sebelumnya?


" Hai Kayla, hai Laura " Jason menyapa mantan istri dan anaknya itu


Ngapain sih dia pake nyapa segala?. Laura hanya menatap sinis ke arah Jason, Selina dan Risya.


Kayla juga terlihat cuek pada Jason, dan tak membalas ayah kandungnya itu saat menyapanya, sama hal nya dengan Laura. Leon mengenali Jason, sebagai mantan suami Laura yang sebelumnya bersikap kasar pada Laura.


" Om Leon, ayo kita pergi !" ajak Kayla pada Leon dengan sikap manjanya


" Iya ayo sayang " jawab Leon ramah


" Ma, om aku laper. Ayo kita makan siang bersama, aku mau ke CFC ya !" ajak Kayla semangat


" Iya ayo kita ke CFC dulu " jawab Laura sambil tersenyum dan mengelus rambut Kayla.


Laura, Kayla dan Leon pergi begitu saja. Seolah menganggap Jason, Selina dan Risya adalah angin lalu. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil Laura dan terlihat bahagia.


Disisi lain, Jason merasa hatinya tidak nyaman. Ada rasa iri, dan cemburu melihat kebahagiaan Laura dan Kayla bersama Leon. Mungkinkah Jason tidak ingin Laura dan Kayla bahagia? ataukah ada penyesalan dihatinya sudah mengkhianati Laura dan Kayla?


Mustahil, bagaimana bisa Laura dan Kayla tersenyum seperti itu dengan orang asing? bukankah mereka hanya tersenyum saat berada di dekatku? apa mereka sudah melupakan ku? Kenapa anakku sendiri mengabaikan ku?. Ada perasaan terluka di hati Jason.


" Jason, ayo dong! pesawat kita udah mau take off nih. Kita bisa terlambat " ucap Selina sembari menggandeng tangan Risya.


Bryan, seandainya aku bisa melihat mu untuk yang terakhir kali nya. Tapi, itu semua mustahil kan? tidak ada jalan untukku kembali, aku harus menjalani hidupku.


Selina dan Jason yang sudah jadi pasangan suami istri itu, masih saja memikirkan orang lain di dalam hati mereka.


" Ya, ayo " jawab Jason dengan wajah yang sedih


" Tidak ada jalan untuk kita kembali Jason, semua sudah terlambat, kita harus melupakan semuanya. " kata Selina yang hatinya merasa sedih


Jason terdiam. Selina, Risya dan Jason pun pergi meninggalkan negara itu.


🍂🍂🍂


Di rumah keluarga Aditama, Alma tampak sedang memasak menyiapkan makan siang bersama Bi Inah dan Ny. Delia. Mereka tampak senang memasak bersama.


" Alma seharusnya kamu diam saja, biarkan Mama dan Bi Inah yang memasak "


" Tidak apa apa Ma, aku sudah lama tidak memasak disini " Alma tersenyum, ia tampak sedang mengiris bahan-bahan untuk di masak


" Mama senang kamu sudah mau memanggilku Mama " Ny. Delia sedang mengatur piring di meja


" Iya ma "


" Terimakasih ya Alma kamu sudah mau menerima Bryan kembali. Setelah semua yang sudah kami lakukan padamu di masa lalu. Mama, sangat malu. Seperti nya maaf saja tidak cukup "


" Ma, jangan bilang begitu. Itu kan sudah masa lalu, dan sudah lama berlalu. Aku sudah memaafkan semuanya, dan melupakan semuanya. Aku dan Bryan memutuskan untuk memulai lembaran baru dan melupakan masa lalu, aku harap Mama tidak memikirkan masa lalu lagi ya. Mari kita hidup bahagia bersama, Ma " Alma tersenyum tulus.


Mata Ny. Delia mulai berkaca-kaca, ia terharu dengan sikap dan kebesaran hati Alma. Padahal dulu Ny. Delia lah yang paling menyakiti Alma, dan berusaha memisahkan Bryan dan Alma. Bahkan Ny. Delia juga membuat Selina menikah dengan Bryan, meskipun saat itu ia tau kalau Bryan masih mencintai Alma.


Jika dulu aku tidak bodoh, dengan salah pilih menantu. Hal buruk pada Bryan dan Alma tidak akan terjadi. Aku bahkan menyakiti cucu cucuku juga karena dosa ku di masa lalu. Tapi, aku akan menebus nya sekarang.


" Terimakasih Alma, mau kah kamu menjadi putri Mama?"


" Ma, kenapa tiba-tiba?" tanya Alma kaget sampai terperangah


" Kamu jadi putri ku saja ya, jangan jadi menantuku " Ny. Delia tersenyum hangat


" Itu tidak boleh terjadi Ma, dia akan tetap jadi menantu Mama " kata Bryan yang tiba-tiba muncul di dapur.


" Sayang sekali kalau anak sebaik Alma menjadi menantu Mama, mama akan mengadopsi nya saja " Ny. Delia tersenyum menggoda


" Aku tidak mau Ma ! kalau Mama membuat nya menjadi anak Mama, maka aku akan menjomblo seumur hidupku " Bryan tersenyum


" Apa? haha " Ny. Delia dan Alma menertawakan Bryan.


Setelah makanan sudah tersaji di meja makan, semua orang berkumpul di meja makan dan duduk disana. Bersiap-siap untuk melahap makanan yang sudah tersedia.


" Ini pasti masakan Mama " ucap Naina sambil memakan ayam goreng ditangannya dengan lahapnya. " nyam nyam "


" Wah, ternyata Naina sangat mengenal masakan Mama nya ya " kata Ny. Delia


" Tentu saja nek, Mama kan paling jago masak " Kelvin tak kalah memuji ibunya itu


" Kelvin bisa aja deh " Alma tersenyum menanggapi pujian dari anaknya itu


" Oh ya Bryan, Alma kapan pesta pernikahan kalian akan digelar. Kita harus merencanakan nya dulu kan?" tanya Ny. Delia semangat


" PFutttt.!!" Bryan menyemburkan minuman yang di minumnya " Ohok ohok "


" Pesta pernikahan?" Alma juga terlihat kaget


" Kenapa kalian kaget gitu? umur kalian sudah tidak muda lagi loh. Apa kalian belum berencana kapan akan menikah?" tanya Ny. Delia menatap tajam pada Alma dan Bryan


" Itu.. sebenarnya Ma.." Alma terlihat bingung


" Mama kenapa sih nanyain ini? aku kan belum melamar nya dengan benar " Bryan terlihat malu


" Apa? kamu belum melamar Alma? bagaimana bisa anak Mama begitu lamban? kalau Alma di rebut orang lain, jangan menyesal ya Bryan !" ujar Ny. Delia pada anak bungsunya itu


" Papa ini gimana sih? benar loh kata nenek, kalau Mama keburu direbut orang gimana? Mama, kan banyak yang suka " ucap Naina polos. Bryan terlihat cemas mendengar kata-kata Naina.


" Udah udah, kita makan dulu aja ya. Skip dulu ngomongin tentang ini " Alma tersenyum canggung


Bryan melamun dan tampak sedang memikirkan sesuatu.


Itu benar, aku tidak boleh menunda-nunda lagi untuk melamar Alma secara resmi. Seperti nya besok adalah waktu yang tepat.


🌷🌷🌷


Keesokan harinya..


Alma sudah bersiap-siap membawa kopernya, karena ia akan melakukan perjalanan bisnis bersama dengan perusahaan JJ modelling, selama 3 hari di Paris. Dan menghadiri acara fashion JJ modelling.


Alma pun menitipkan si kembar pada Ny. Delia dan Bryan yang berada di rumah keluarga Aditama, karena Mia yang biasanya ia titipkan anak-anak masih pergi bulan madu.


" Maaf ya Ma, aku titip anak-anak "


" Gak usah sungkan sayang, kita kan keluarga. Mereka juga cucu cucu Mama " Ny. Delia dengan senang hati mengurus kedua cucunya


" Mama tenang saja, jangan khawatir kan kami. Kami akan jadi anak baik " kata Naina


" Iya ma, tenang saja kalau Naina nakal aku akan memukul kepalnya " Kelvin tersenyum


" Kelvin kamu tidak boleh begitu nak " Alma tersenyum tipis


" hehe, bercanda ma "


" Kalian jangan menyusahkan nenek, papa dan Tante Laura ya. 3 hari lagi Mama pulang. Kalian baik-baik ya, kalau kalian kangen Mama kalian bisa telpon Mama kapan saja " kata Alma kepada kedua anaknya itu. Alma memeluk Naina dan Kelvin sebelum ia pergi.


Pak Jeffry yang dulu pernah melayani Alma, diberi tugas oleh Bryan untuk mengantarkan Alma ke bandara. Alma juga sudah bilang pada Bryan tentang keberangkatan nya ini, dan anehnya Bryan terlihat santai, biasa aja.


" Bu Alma, kita sudah sampai di bandara " ucap Pak Jeffry sambil memberhentikan mobilnya


" oh iya pak "


Alma turun dari mobil itu, ia mendorong kopernya. Di depan bandara sudah ada Mike dan sekretaris nya yang bernama Lisa menunggu nya.


" Selamat pagi pak Mike, Bu Lisa " Alma menyapa kedua orang itu dengan ramah


" Selamat pagi Bu Alma." kata Lisa dan Mike bersamaan


" Ayo kita berangkat, Bu Alma. Para model ku sudah menunggu di Paris " ajak Mike. Alma menjawab Mike dengan senyuman


Setelah di lihat-lihat, Alma terlihat sangat cantik apalagi kalau dia tersenyum. Ah apa yang kamu pikirkan Mike.


" Iya pak "


Bryan, kamu serius tidak akan menghubungi ku? aku sudah mau berangkat dan kamu tidak menelpon ku sama sekali? awas kamu ya. Alma bergumam kesal di dalam hatinya, hingga tanpa sadar raut wajahnya juga tampak kesal.


" Ada apa Bu Alma? apa anda kesal akan sesuatu?" tanya Mike yang heran melihat Alma yang cemberut


" Kesal? tidak pak, saya tidak apa-apa haha. Ayo kita berangkat pak, pesawat nya sudah mau take off " Alma tertawa kecil


Bryan, kamu kemana sih?. Hati Alma resah memikirkan Bryan yang masih belum menghubungi nya juga.


Mike, Alma dan Lisa naik ke dalam pesawat yang akan segera lepas landas itu. Alma sudah duduk di tempat duduk nya. Ia melihat seseorang tertidur di sampingnya.


Loh, kenapa orang lain yang duduk di samping ku? harusnya Bu Lisa atau pak Mike kan?. Alma heran melihat orang yang tertidur dengan koran di wajahnya itu.


" Bu Alma, kami duduk di samping anda. " ucap Lisa yang duduk di kursi yang bersampingan dengan Mike.


" Iya Bu Lisa " Alma tersenyum


Padahal aku berharap duduk di dekat wanita itu dan mengobrol banyak tentang nya dan Bryan, tapi seseorang sudah memesan kursi itu lebih dulu. batin Mike sebal melihat seseorang yang duduk di samping Alma.


Alma duduk di samping pria yang sedang tertidur itu, lalu ia pun melihat ponselnya sebelum pesawat lepas landas. Alma terlihat kesal saat melihat ponselnya.


Seriusan? tidak ada satupun telpon dari kamu? baiklah, kalau itu mau kamu.


" Nona yang cantik kenapa kamu cemberut gitu? apa ada yang membuatmu kesal?" tanya si pria yang masih menindih wajahnya dengan koran


" Anda bertanya pada saya pak?" tanya Alma


" memangnya siapa lagi yang duduk di samping ku, tentu saja kamu "


" Ya saya sedang kesal dengan seseorang " jawab Alma sebal


" Siapakah dia? apa saya boleh tau?" tanya pria itu penasaran


" Saya tidak akan bilang pada anda pak " jawab Alma malas


" loh kenapa?"


" Karena anda tidak sopan. Saya tidak akan bicara dengan orang yang tidak sopan, menutupi wajahnya saat berbicara dengan orang lain. " kata Alma menasehati


" Jadi kalau saya membuka penutup wajah ini, nona akan berbicara dengan saya siapa pria yang membuat anda kesal itu?"


Pria? kenapa dia mengatakan pria? perasaan aku tidak bilang orangnya pria atau wanita deh? kenapa pria ini terlihat aneh?


" Tentu saja, anda harus memiliki etika saat berbicara dengan orang lain dan tindakan ini sangat tidak sopan " gumam Alma kesal


" Begitu ya? lalu bagaimana dengan tindakan ini?" terlihat seringai di bibir pria itu.


Pria itu melempar koran yang menutupi wajahnya, lalu dengan berani pria itu mencium bibir Alma. Alma sangat terkejut, saat pria disampingnya itu membuka penutup wajahnya dan mencium nya secara tiba-tiba.


" Surprise !!" 😁 Bryan tersenyum lebar saat melihat wajah Alma yang tercengang sampai membeku itu.


" Bry.. Bryan!" Alma setengah berteriak, karena kaget melihat Bryan di sisi nya.


" Apa kamu masih kesal kucing kecilku?" tanya Bryan


" Kamu mengagetkan ku! kenapa kamu bisa ada disini? dan kamu..." Alma terlihat kebingungan


" Seperti nya aku berhasil membuat mu kaget ya " Bryan tersenyum senang melihat wajah Alma yang kaget bercampur bingung itu.


Rencana Andre memang top markotop. Baiklah Andre, kamu akan dapat bonus bulan ini. Tunggu sampai aku pulang, haha jika itu pun kalau kamu masih hidup.


Membicarakan tentang Andre, Andre tampak sedang kelabakan di perusahaan Aditama. Ia mengatur kembali jadwal jadwal penting Bryan yang sudah acak-acakan karena Bryan yang memutuskan pergi bersama Alma ke Paris.


" Ah ! pak Presdir! pekerjaan anda sedang menumpuk begini dan anda malah meninggalkan nya pada saya ! belum lagi jadwal jadwal penting anda ! sekarang aku menyesal telah memberikan saran itu pada anda pak. Seharusnya anda suruh saya mati saja !!"


Andre pusing sampai mengacak-acak rambutnya yang sebelumnya tertata rapi itu. Andre semakin pusing melihat banyaknya file yang menumpuk di atas meja kerja Presdir.


****


" Bukankah kamu ada rapat penting dengan Klien, dan ini.. kamu mau kemana?" tanya Alma heran


" Tentu saja aku harus mengikuti istriku kemana pun dia pergi. Pekerjaan bisa di handel oleh Andre. "


" Kamu melimpahkan tanggungjawab mu para Andre? Presdir macam kamu yang workaholic, bisa percaya pada orang menghandle pekerjaan mu?" tanya Alma tak percaya


" Ya ini memang pertama kalinya dalam hidupku aku melakukannya, demi kamu aku bisa melakukan apapun." Bryan memeluk Alma dengan lembut


" Apa yang kamu lakukan di tempat umum begini?" Alma terlihat malu " Kamu sebaiknya kembali ke kantor mu !"


" Tidak bisa, pesawat nya juga sudah lepas landas. Jadi terpaksa deh aku ikut saja dengan mu " Bryan tersenyum


" Kamu ini ya, kamu berhasil membuatku terkejut. Aku hampir saja merutuki mu di dalam hatiku "


" Kenapa? ah karena aku tidak menghubungi mu ya? apa kau menunggu ku menghubungi mu?" goda Bryan pada Alma


" Iya itu benar. " jawab Alma mengaku


" Kemajuan bagus, sekarang kamu tidak menyangkalnya " Bryan terlihat senang


" seharusnya kamu bilang padaku kalau kamu mau ikut denganku "


" Kalau aku mengatakan nya padamu lebih dulu, kamu tidak akan merasa surprise dong? " Bryan tersenyum


Dan lagi, aku tidak mau Alma bepergian dengan Mike berduaan saja. Mike juga pria, bisa saja dia memanfaatkan kesempatan.


Mike melihat ke arah Alma dan Bryan, ia terkejut karena ternyata yang memesan kursi di samping Alma adalah Bryan.


" Dasar, dia memang benar-benar kekanakan " gumam Mike sambil tersenyum melihat Bryan


Dia tidak pernah sampai seperti ini pada wanita. Dulu pada Selina pun dia tidak pernah begini sampai meninggalkan pekerjaan nya, seperti nya Bryan sangat mencintai Alma.


Setelah 30 menit berlalu, Alma terlihat mengantuk. Kepalanya terantuk beberapa kali ke jendela yang ada di sebelah kirinya. Matanya sayup-sayup mulai tertutup.


" Alma, apa kamu lapar? " Bryan yang sudah mengupas kan apel untuk Alma, melihat Alma tertidur. " Haa..dasar "


Bryan tersenyum dan menyentuh tubuh gadis itu, membuat kepalanya bersandar di bahunya. Bryan juga memeluknya dengan lembut.


Tidurlah dengan lelap. Karena dalam dua hari ke depan, kamu tidak akan bisa tidur selelap ini lagi. Kamu akan terkejut oleh ku setiap harinya.


Bryan mengelus kepala Alma dengan lembut dan penuh cinta. Mereka pun sama-sama tertidur dengan posisi berpelukan.


Bersambung...


...--***--...


Hai Readers! jangan lupa like, komen nya ya 😊😊 kasih gift 🌷 juga boleh