Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Pernyataan cinta Leon



Kedua bodyguard suruhan Bryan itu segera melapor pada Bryan, tentang apa yang dilakukan Selina.


Sontak saja Bryan tercengang mendengar nya, Jason bersama dengan Selina? rasanya tidak mungkin. Dan ia tak percaya, Bryan meminta kepada bodyguard nya untuk mencari bukti Jason dan Selina yang sedang berada di hotel.


" Jason dan Selina bersama? bagaimana bisa? " gumam Bryan yang malam itu sedang menuju ke rumahnya. Ia menyetir sendiri.


Seharusnya aku menyelidiki nya sejak dulu. Ternyata Selina adalah wanita nakal.


Sesampainya di rumah, Ny. Delia menyambut anaknya dengan gembira. Ia langsung menceritakan pertemuannya dengan Alma dan si kembar di TK tempat Risya bersekolah.


Risya menyambut Bryan dengan pelukan manja, namun Bryan menatapnya dengan penuh kebingungan.


Bagaimana jika itu benar? bagaimana jika Risya bukan putriku? lalu siapa ayahnya?


" Papa, tidur sama aku yuk. Aku mau tidur sama papa "


"Biasanya kamu tidur sama nenek? kenapa mau tidur sama papa?" tanya Bryan sambil memeluk Risya, dan tersenyum hangat. Pikiran nya masih kemana-mana.


Di satu sisi, Bryan mungkin akan senang kalau Risya ternyata bukan putrinya dan Alma juga kedua anaknya anak menerimanya, tapi disisi lain ia akan sangat kecewa dan sakit hati ketika tau Risya yang ia besarkan dengan kasih sayang, bukanlah putrinya. Semua nya akan terungkap besok, saat hasil tes DNA keluar.


Untuk memastikan semua berjalan aman, para bodyguard Bryan menjaga Ian dan hasil tes itu di rumah sakit.


" malam ini Risya mau tidur sama papa, papa temenin Risya ya ?" Risya dengan mata polosnya, berusaha membujuk Bryan


" Dari tadi dia rewel terus tuh pengen tidur sama kamu, sampai nunggu kamu malam-malam begini " kata Ny. Delia


" Makasih ma udah mengasuh Risya, padahal ibunya sendiri tidak peduli " ucap Bryan tulus


" Ini tugas mama sebagai neneknya, kamu jangan bilang makasih " Ny. Delia tersenyum tulus


Kalaupun Risya bukan cucuku, aku juga akan tetap menyayanginya.


Malam itu Bryan tidur bersama Risya, sebelum tidur Risya bercerita banyak tentang hal yang terjadi di sekolahnya. Risya menceritakan pertemuannya dengan anak kembar yang genius dan cantik, yaitu Kelvin dan Naina.


Bryan berfikir, bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini? putrinya dan Selina, dan anak nya dari Alma bisa sekolah di sekolah yang sama. Mungkin ini sudah takdirnya.


" Sudah ceritanya ya, sekarang kamu tidur ya sayang " Bryan mengelus putri nya itu dengan lembut


" Senang deh bisa tidur sama papa, kalau tidur sama mama pasti suka dimarahin kalau aku cerita kaya gini, sama om Jason juga aku suka "


" Kamu suka juga sama om Jason?"


" iya, dia baik banget sama aku pah. Dia suka beliin aku mainan, ceritain sama aku dan Kayla dongeng sebelum ia tidur kalau dia lagi ada di rumah. Ya gitu deh " Risya tersenyum senang


Kenapa aku tidak sadar? selama ini Jason bersikap sangat baik pada anakku. Bukankah dia sangat tidak menyukai ku? kenapa dia sangat baik pada Risya?


Kecurigaan Bryan terhadap hubungan Jason dan Selina semakin kuat. Apalagi jika dihubungkan dengan Risya. Setelah Risya tertidur lelap, ia pergi keluar kamar dan melihat kakaknya masih mondar-mandir di tengah rumah, dengan wajah gelisah.


" Kayaknya kakak lagi nunggu seseorang?" tanya Bryan cemas, sambil berjalan menuruni tangga.


" Iya Bryan, Jason baru saja sembuh dan katanya dia lembur. Aku khawatir padanya "


" Dia lembur? kakak tidak khawatir kalau dia melakukan sesuatu yang lain di luar sana?" tanya Bryan curiga


Apa aku beritahu saja bukti nya pada kak Laura, kalau malam ini Jason bersama Selina? tidak, kak Laura tidak akan percaya. Dia harus melihat langsung kelakuan asli suaminya itu tepat di depan matanya. Dan nanti aku akan menunjukkan itu padanya.


" Dia sudah berubah Bryan ! kamu jangan bicara sembarangan tentang suamiku. " Laura marah dan membela suaminya


" Ya, aku hanya berpendapat saja kak. Coba kakak telpon dia sekarang, apa dia mengangkat nya?" tanya Bryan sambil menyilangkan tangannya di dada.


" Dia..dia.. dari tadi dia tidak mengangkat telponnya " jawab Laura cemas


Bryan tau, dengan sifat kakaknya yang mudah luluh itu akan mudah baginya terbujuk dengan rayuan Jason. Jika benar dugaan nya kalau Jason dan Selina memiliki hubungan, maka Bryan harus membongkar nya di depan semua orang walaupun hal itu harus menyakiti Laura.


Laura adalah istri yang setia, lembut, penyabar dan penyayang. Ia bahkan memaafkan Jason yang 2 kali pernah ketahuan selingkuh di belakangnya. Lalu apa ia akan memaafkan jika ia tau Jason memiliki anak dengan Selina, selingkuhannya itu?


Laura masih menunggu suaminya pulang, menelpon nya puluhan bahkan ratusan kali. Tapi, suaminya malah bersenang-senang dengan wanita lain di dalam hotel.


Memang ada sedikit kecurigaan di hati Laura untuk Jason, dalam hatinya ia berkata


" haruskah aku mengikuti nya setiap kali ia lembur?"


🍂🍂🍂


Seperti nya Alma akan pulang kemalaman dari kantornya karena sibuk memeriksa dokumen di ruang kerjanya, ia bahkan menghubungi Mia untuk menjaga anak-anak nya dulu.


" Mi, maaf ya tolong jagain dulu anak-anak. Aku pulang agak terlambat "


" Ya gak papa Al, santai aja. Anak anak lagi main tuh. " jawab Mia


" Apa? mereka belum tidur? ini udah jam setengah sembilan malam "


" Katanya bentar lagi mereka tidur. Ngomong-ngomong tadi papa nya si kembar datang kemari, dia bawa hadiah banyak. Bahkan main sama Naina dan Kelvin. "


" Apa? dia datang kesana? " tanya Alma kaget


" Kamu tidak tahu? Naina sampai udah fasih bilang Papa sama si brengsek itu. Biasanya kan Naina itu cuma akrab sama pak Leon " Mia mengernyitkan dahinya keheranan


"Aku akan ceritakan semuanya nanti, tolong ya jaga anak anak dulu. Aku putus dulu telponnya, ada telpon dari kak Leon " kata Alma buru-buru.


" Oke ! semoga kencannya sukses ya, jangan lupa PJ nya " Mia menggoda Alma


*PJ : Pajak Jadian


" Apaan sih Mia? kencan apa?" kata Alma heran dan kebingungan.


Tut..


Setelah memutuskan telpon dari Mia, saat itu juga Alma langsung mengangkat telpon dari Leon.


" Halo, iya kak?"


" Alma, sekarang naik ke lantai paling atas gedung kantor kamu "


" Apa?"


Tut.. Tut...Tut..


" Eh? kenapa langsung di tutup? kak Leon ini.. dasar! lantai atas gedung kantor?"


Alma yang kebingungan. Segera mengambil tas nya, ia berjalan menaiki tangga menuju ke lantai paling atas gedung itu. Karena lift sudah tidak beroperasi, hanya ia saja yang berada di kantor itu untuk lembut sendirian.


Tak, tak, tak, terdengar suara sepatu Alma memenuhi sepanjang jalan. Berjalan melangkah, hampir sampai menuju ke lantai paling atas gedungnya.


KLAK


Alma membuka pintu yang menuju ke lantai paling atas gedung nya itu, saat ia membukanya. Banyak kelopak bunga bertebaran dari atas, dan mengenai tubuhnya.


Alma terpaku dan takjub melihat kelopak bunga yang berwarna warni itu bertebaran dari atas. Ia tersenyum manis.


" Apa ini? " gumam Alma pelan


Saat itulah Alma melihat ke atas, tempat bunga itu berasal. Sebuah helikopter tak jauh dari tempatnya berdiri. Ada 3 orang yang berada di dalam helikopter itu. Alma tercengang di buatnya, saat melihat Leon ada di dalam helikopter itu.


" Kak Leon?" Alma terpana melihat kehadiran Leon yang turun dari helikopter nya.


Ini saatnya Alma. Aku harus mengungkapkan semua sekarang.


CEO dari Maxton grup itu membawa sebuket besar, bunga mawar ungu di tangannya. Penampilan nya tampak berbeda dari biasanya. Pria itu tersenyum dan berjalan menghampiri Alma.


Di sepanjang jalan itu, ada lilin bercahaya yang menyinari gelapnya malam itu. Menuju ke satu tempat, sebuah meja dan kursi khusus untuk dua orang.


" A-apa ini kak Leon?" Alma ternganga dengan apa yang ada di depannya. Begitu mengejutkannya.


" Dinner romantis, hanya kita berdua. "


" Dinner romantis?"


Leon tersenyum, dan menyodorkan buket bunga itu ke depan Alma. Wajahnya terlihat malu-malu, Alma baru pertama kali melihat wajah Leon yang seperti itu.


" Ini bunga untuk kamu Al "


Ya Allah, semoga dia suka dengan apa yang sudah ku siapkan malam ini


Deg, hati Alma tersentak. Di saat seperti ini, ia malah ingat pada Bryan. Yang dulu pernah memberinya bunga untuk pertama kali. Meskipun bukan dengan cara romantis tapi hal itu masih membekas di hati Alma. Ia merasa berdosa, karena memikirkan Bryan di depan Leon.


Alma, kamu ngapain sih? kenapa kamu teringat dia? kamu benar-benar. Stop mikirin dia!


Setelah menyingkirkan pikiran nya tentang Bryan. Alma segera mengambil buket bunga itu dan tersenyum pada Leon. Mereka berjalan menuju ke arah kursi yang dan meja yang sudah tersedia di depan mereka.


Leon dengan gentle, menarik kursi untuk Alma. Gadis itu pun duduk di kursi. Perlakuan yang tidak pernah ia dapatkan dari pria manapun. Memang benar kata Mia, pria lembut dan hangat seperti Leon sangat jarang di dunia ini.


Makanan sudah tersedia di meja, makanan ala Indonesia. Cumi hitam kesukaan Alma ada disana, 2 gelas berisi minuman mineral juga sudah tersedia. Di tengah meja itu ada hiasan lilin berbentuk love, yang terkesan sebagai simbol dari makan malam romantis.


" Kak Leon aku kaget banget tau "


" Ya, aku juga kaget. Kenapa aku bisa menyiapkan semua ini untuk kamu? " Leon tersenyum, padahal hatinya sedang berdebar saat itu.


Saat sedang melahap makanan, dan hampir menghabiskan nya. Barulah Leon bergerak, ia menghampiri Alma dan berlutut di depan ibu dari dua anak itu.


" Kak Leon.. "


Mendadak Alma menjadi gugup saat tangan Leon memegang tangannya. Alma bisa merasakan tangan Leon yang gemetar.


" Alma, aku mencintaimu. Aku juga menyayangi anak-anak mu " Leon menatap Alma dengan penuh keberanian. Terlihat cinta dan ketulusan dari sorot matanya. Alma terpana, ia mendadak membeku karena terkejut.


" Apa maksud kakak? kakak melamar ku?" tanya Alma kaget


" Tidak! tidak! kamu salah paham Al, ini bukan lamaran. Aku ingin mengatakan perasaan ku padamu, agar lebih jelas. Dan agar kamu tau, maukah kamu menjalin hubungan denganku?" tanya Leon


" Maksud Kakak pacaran?" tanya Alma untuk memastikan


" Iya, tapi arah pacaran ini menuju ke arah pernikahan dan tentunya aku sangat serius.Aku ingin kita mengenal lebih dalam lagi, aku ingin status yang jelas dalam hubungan kita " Leon menatap wanita itu dengan penuh harapan. Berkali-kali dahinya terlihat berkerut, cemas dan resah menunggu jawaban Alma.


Aku belum bisa melamar kamu, jika aku melamar kamu. Kamu pasti kaget, jadi kita mulai pelan-pelan saja.


Alma terdiam seperti sedang berfikir. Kata-kata Mia terngiang di pikiran nya, sudah lama Leon menunggunya. Sudah waktunya juga Alma membuka hatinya untuk masa depan bersama orang yang lebih baik seperti Leon.


Pikirkan siapa yang selalu bersamamu selama 6 tahun terakhir ini? siapa yang membantu mu saat kamu kesusahan Al? kamu bisa kan melihat cinta kak Leon untukmu? dia tulus mencintai mu. Bukalah hatimu untuknya, berikan dia dan hatimu kesempatan untuk memulai hubungan yang baru. Anak-anak mu juga menyukai nya bukan? Aku ingin kamu bahagia Alma.


Wanita itu menelan ludah, Leon seperti nya sedang deg degan menunggu jawaban dari Alma. Ia sudah bersiap-siap untuk di tolak.


" Kak, aku mau "


" Apa?"


" Aku mau kak " jawab Alma sambil tersenyum


Tidak ada salah nya memulai hal yang baru. Kak Leon pria yang baik, dia juga bisa menjadi papa yang baik untuk si kembar.


" Kamu serius? kamu menerimaku? kamu mau menjadi kekasihku?" Leon memincingkan matanya, ia tak percaya dengan jawaban yang ia dengan, tangannya menggenggam tangan Alma.


Setelah 6 tahun menunggu, akhirnya kamu melihatku juga Al.


Mereka pun akhirnya resmi menjalin hubungan. Lalu bagaimana dengan Bryan? jika ia mengetahui semua ini. Akankah dia menyerah?


Mereka masih dalam suasana romantis.


Malam itu Leon memakaikan gelang berbentuk mawar ungu di tangan cantik Alma. Gelang yang hanya khusus dibuat untuk Alma.


" Ini adalah tanda resmi, kamu sudah menjadi kekasihku dan kita sudah menjalin hubungan. "


" Gelangnya cantik sekali kak " Alma melihat gelang yang dipakai di tangan kirinya itu.


" Tidak secantik senyum mu " kata Leon lembut


" Kenapa kakak sangat terburu-buru mengatakan cinta padaku?" tanya Alma


" Terburu-buru apanya? aku sudah menunggu selama belasan tahun "


" Apa? kenapa belasan tahun? lama sekali?" tanya Alma kaget


" Apa kamu sungguh tidak tau aku sudah menyukai mu dari kecil? saat kamu melamar ku dengan cincin plastik, aku sudah jatuh hati padamu "


" APA? lama sekali.." Alma kaget mendengar nya, begitu lama Leon sudah menyukainya. Dan terlalu lama bagi Alma untuk menyadarinya.


" Tapi syukurlah, penantian ku terbayarkan. Kamu sudah mulai membuka hatimu untukku, aku sangat berterimakasih. Aku berjanji akan memperlakukan mu dan anak anak dengan baik " Leon mencium punggung tangan wanita itu dengan lembut, menatapnya dengan hangat penuh kasih.


Alma tersenyum dan tersentuh dengan perhatian Leon padanya.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya, Bryan menerima telpon dari Ian yang memberitahukan kalau hasil tes DNA sudah keluar hasilnya.


Pagi itu Bryan langsung pergi ke rumah sakit dan bertemu dengan sahabatnya itu.


" Aku tidak menyangka, aku sudah cek berkali-kali. Dan hasilnya tetap sama, Bryan. Gila ya si Selina ! " kata Ian dengan wajah cemas


" Bagaimana hasilnya?"


" kamu baca saja sendiri, tapi jangan kaget ya "


Bryan membuka amplop yang dipegang nya itu, ia membaca secarik kertas yang ada di sana. Akhirnya Bryan menemukan kebenaran pahit tentang Risya. Bryan meremas kertas itu dengan wajah yang kecewa dan marah. Andre dan Ian melihat kemarahan di wajah Bryan.


" Sialan Selina! beraninya dia menipuku, menjebak ku selama bertahun-tahun "


Risya. Ternyata dia bukan putriku, dia yang ku rawat dan ku besarkan selama ini ternyata anak orang lain.


Berbekal tes DNA Risya, juga foto-foto Selina dan Jason yang bermesraan. Bryan memantapkan hatinya untuk membongkar semuanya di depan Laura dan keluarga nya.


" Andre, persiapkan semua nya !"


" Apa Presdir yakin?" tanya Andre ragu


" Bagaimana pun juga kebenaran harus diungkapkan. Kakak ku harus tau semua kenyataan ini. Bahwa kemungkinan besar ayah kandung dari Risya adalah suaminya sendiri " begitulah kesimpulan yang sudah di ambil oleh Bryan.


Dirinya merasa bodoh karena selama ini hanya diam saja, disaat semuanya akan terkuak sekarang penyesalan itu apakah sudah terlambat baginya mendapatkan kembali Alma?


...---***---...