Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Malam di Paris



Jika hubungan Bryan dan Alma selangkah menuju akhir bahagia dan ujung penantian, maka hubungan Leon dan Laura selangkah menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Kini mereka tidak bicara formal lagi, saling memanggil nama satu sama lain. Kehadiran Kayla juga menambah kedekatan diantara kedua nya.


Siang itu Leon yang belum mulai bekerja lagi di kantornya, menjemput Laura dan Kayla di depan sekolah mereka. Sekalian menjemput Kelvin dan Naina juga.


" Eh, ada om Leon " kata Naina menyapa


Ngapain om Leon kesini ya? apa dia mau ketemu Tante Laura dan Kayla?


" Om ganteng !" Kayla memeluk Leon dan tersenyum manis pada pria itu.


" Leon?" Laura heran melihat Leon ada di depan sekolah


kenapa dia ada disini?


" Hai anak-anak, hai Laura. Aku bosan di rumah terus. Dan aku juga baru mulai bekerja kembali besok. Jadi, aku kemari dan ingin mengajak kalian semua jalan-jalan " mata Leon celingukan kesana kemari, pria itu tampak gugup. Bahkan telinga nya sampai memerah.


" Aku sama Naina gak ikut ya om, soalnya kita mau di jemput sama pak Jeffry " kata Kelvin


" Eh, bukannya kita mau dijemput sama Tante Laura, kak?" tanya Naina


" Enggak, Tante Laura jemput Kayla aja Nai " Kelvin tersenyum seolah mengisyaratkan sesuatu.


" Oh gitu ya " jawab Leon


Om Leon kelihatan jelas kalau dia ada rasa sama Tante Laura. Syukurlah om Leon sudah bisa ngelupain Mama.


Beberapa menit kemudian, pak Jeffry datang menjemput si kembar. Setelah melihat si kembar di jemput, Laura, Leon dan Kayla pergi untuk jalan-jalan bertiga. Mereka tampak bahagia, seperti keluarga yang lengkap.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah hampir seharian perjalanan dari Jakarta ke Paris, Alma, Bryan, Mike dan Lisa sudah turun dari pesawat dan mereka sampai di depan hotel mewah yang tak jauh dari menara Eiffel. Pemandangan di hotel itu sangatlah indah.


Hari itu sudah malam, terlihat lampu yang gemerlapan dari menara Eiffel.


" Pak Mike, anda pintar sekali memilih hotel nya ya " Alma takjub melihat pemandangan yang ada di sekitar nya.


" Terimakasih pujian nya Bu Alma, saya sengaja memilih hotel ini karena memang letaknya cukup dekat dengan tempat fashion show nya " kata Mike


Bryan terlihat sebal, mendengar Alma berbincang dengan Mike. Tangan Bryan menggenggam tangan Alma, dan ia berdiri di tengah-tengah Mike dan Alma. Bryan mendorong Mike menjauh dari Alma.


" Bryan, apa apaan sih kamu?" bisik Alma pada Bryan, ia merasa tak enak pada Mike


" Kamu tidak bisa melihat situasi nya?!" Bryan terlihat sebal


Untunglah aku ikut kemari, kalau tidak. Alma ku akan terus berdekatan dengan pria lain.


Kenapa dengan Bryan? apa dia cemburu padaku? dasar kekanakan. batin Mike


" Tenang saja, aku tidak tertarik dengan kekasih teman ku " Mike tersenyum


" Hentikan senyuman mu itu!" seru Bryan pada Mike


" Dasar kamu ini Bryan !"


Mike hanya tersenyum melihat kelakuan Bryan. Mereka pun sampai di depan kamar masing-masing. Kamar Alma berada ditengah-tengah antara kamar Bryan dan Mike.


Kamar nomor 401, 402, dan 403, dan Lisa di kamar 404.


" Wah.. awalnya aku ingin memesan kamar nomor 401 itu, ternyata sudah ada yang memesannya lebih dulu dariku. Hebat sekali ya orang itu, bergerak sangat cepat " Mike memuji Bryan


Apa? jadi Bryan sudah tau keberangkatan ku ke Paris dan dia sudah merencanakan semua ini? kenapa dia pura-pura kaget saat aku akan ke Paris? bagaimana bisa dia tau semua jadwalku? aku kan sudah menyuruh Viona untuk merahasiakan nya. Alma kaget dan kebingungan karena tau kalau Bryan sudah merencanakan ini dari awal.


" Haa.. apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh CEO Aditama grup. " Bryan membanggakan dirinya


" Ya, ya tidakkah kamu berfikir kalau bucin mu sudah kelewatan? " Mike membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya.


KLAK


" Bagus sekali ya, ternyata kamu sudah merencanakan semuanya dan kamu masih pura-pura kaget saat aku bilang aku akan berangkat ke Paris, seolah olah kamu tidak tau apa-apa " Alma mengerucutkan bibirnya, wajahnya cemberut


" Eh.. itu.. ya aku memang tau "


" Sudahlah aku mau istirahat "


" Hey, Alma kamu marah?" tanya Bryan sambil memegang tangan Alma


" Aku tidak marah hanya sebal saja padamu yang membodohi ku ! huh !"


Alma masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Bryan. Bryan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, pria itu tampak senyum-senyum sendiri.


" Haa..bagus, semuanya tinggal menunggu besok "


🎢🎢


Ponsel Bryan berdering tak jauh dari tempat nya rebahan. Sebuah video call dari Ny. Delia. Bryan langsung mengangkat nya.


" Papa!!" teriak Naina semangat sambil melambaikan tangannya pada Bryan.


" Naina, Kelvin kalian belum tidur ini udah malam loh?" tanya Bryan cemas


" Anak-anak maksa nih pengen video call sama kamu dan Alma. Katanya mereka cemas, ingin tau kamu dan Alma sudah sampai belum disana " ucap Ny. Delia


" Aku dan Alma baru saja sampai Ma, kalian jangan khawatir ya "


" Papa, Mama mana? " tanya Kelvin


" Mama kalian ada di kamar sebelah "


" Kenapa kalian tidak tidur sekamar?" tanya Naina polos


" Nai, papa sama Mama kan belum resmi menikah jadi belum boleh tidur berdua. Kamu ngaco deh " kata Kelvin pada adiknya itu


" Oh iya ya haha " Naina tertawa kecil


" Oh ya Bryan, semoga berhasil ya " Ny. Delia tersenyum. " Kali ini kamu tidak boleh melepaskan kesempatan!"


" Iya pa, papa semangat ya " kata Kelvin dan Naina mendukung Papa nya itu


" Iya kalian tenang aja ya, saat pulang Papa dan Mama akan segera bersatu" Bryan tersenyum


Setelah lama video call bersama Ny. Delia dan kedua anaknya. Bryan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Malam itu sudah jam 9 malam. Bryan baru ingat kalau Alma belum makan malam.


39 menit kemudian..


Tok,tok,tok


Bryan mengetuk pintu kamar Alma, setelah ia membersihkan dirinya. Dan bermaksud mengajak gadis itu makan malam.


KLAK


" Bryan? ada apa?" tanya Alma sambil membuka sedikit pintu kamarnya, ia seperti menutupi tubuhnya


" Kita makan malam di luar yuk, itu pun kalau kamu tidak lelah " ajak Bryan


" Aku belum makan malam sih, bisa kamu tunggu 5 menit lagi. "


" Kenapa?" tanya Bryan


" Aku baru saja selesai mandi " jawab Alma


" Baiklah "


KLAK


Alma menutup pintunya, lalu Bryan mendorong pintu itu.


" Kamu serius mau menyuruhku menunggu di luar sini?" tanya Bryan sebal


" Kamu bisa kembali ke kamarku dan menunggu ku disana !" Alma mendorong pintu untuk menutupnya, tapi Bryan mendorong pintu untuk membukanya.


" Aku tidak mau, aku mau menunggu di kamar mu !"


" Tidak boleh ! aku malu !" seru Alma panik


Gawat, barang-barang ku di atas kasur masih belum di bereskan. Kalau dia lihat, aku malu.


Tenaga Bryan yang kuat berhasil mendorong pintu itu, Alma terdorong dan hampir jatuh. Bryan menangkapnya dan mereka jatuh berpelukan di lantai. Tubuh Alma berada di atas tubuh Bryan, berada dalam pelukan nya.


" Bryan! kamu ini ya, sudah kubilang kan.." Alma terlihat kesal. Ia mendongakkan kepalanya melihat ke arah Bryan. Alma merasa situasi seperti ini pernah terjadi sebelumnya.


Kenapa dia melihat ku seperti itu? dan wajahnya memerah seperti udang rebus.


Wajah Bryan memerah, ia tersipu malu saat menyadari kalau Alma hanya memakai kimono handuk, belahan dada wanita itu terlihat jelas karena tubuh mereka saling berdekatan dan menggoda Bryan. Membuat pikiran nya yang suci menjadi liar dan kotor.


Rambut panjang Alma yang basah tergerai, menambah kecantikan nya. Wajah Alma tampak bersinar di matanya.


Hentikan pikiran kotor mu itu Bryan. Kamu dan dia belum resmi. Belum sah!


" Bryan, apa kamu demam?" tanya Alma yang kaget merasakan suhu tubuh Bryan yang tidak biasa.


" Kamu! cepat pakai baju mu yang benar !" seru Bryan sambil memalingkan wajahnya


Sial! dia sangat cantik. Aku tidak tahan. Bryan, kamu masih punya rasionalitas. Setelah menikah baru boleh melahapnya.


" Kamu sendiri yang memaksa masuk, aku kan sudah bilang kalau aku habis mandi. Baiklah kamu tunggu disini. Aku akan ganti baju di kamar mandi " ucap Alma sambil mengambil pakaian nya yang ada di atas ranjangnya, dan berjalan masuk ke kamar mandinya.


Bryan duduk di sudut ranjang itu, ia masih membayangkan sosok Alma dengan kimono handuk yang baru saja ia lihat. Alma terlihat seksi, kulit putih mulus nya terlihat indah, rambutnya yang panjang menambah keindahan. Pikiran Bryan mulai melayang kemana-mana.


Bryan jadi teringat waktu mereka awal menikah kontrak dulu, Alma dan Bryan pernah terjatuh ke bathtub bersama. Dan itulah saat pertama kali Bryan memeluk tubuh mungilnya. Setelah dipikir pikir lagi olehnya, Alma sama sekali tidak berubah. Tubuh mungilnya masih sama, hanya saja ia semakin cantik dan menggoda meskipun sudah melahirkan 2 orang anak.


Beberapa menit kemudian, Alma keluar dari kamar mandi. Ia sudah berganti baju, dan menyisir rambutnya. Tanpa riasan make up di wajahnya ia berkata bahwa ia sudah siap untuk makan malam bersama.


" Kamu serius mau pergi seperti itu?" tanya Bryan


" Kita kan cuma makan malam, apa aku harus dandan juga?" tanya Alma sambil melihat ke cermin


" Tidak perlu, tidak dandan pun kamu sudah cantik. Malah aku suka kalau kamu berjalan keluar tanpa make up " Bryan tersenyum melihat wajah cantik dan natural wanita itu.


" Bryan.. kamu..." Alma terlihat malu dengan pujian dari Bryan


Dia bilang aku cantik?


" Kelak kalau kita menikah, aku hanya ingin kamu berdandan cantik di depanku. Karena hanya aku yang boleh melihatnya "


" Me-menikah?" Alma terlihat gugup


" Kamu masih saja gugup, ayo pergi !" Bryan mengelus kepala Alma dengan lembut


Mereka berdua pun pergi makan malam bersama di luar hotel itu. Malam di Paris masih sangat ramai, banyak orang yang masih berlalu lalang di jalanan. Gemerlap lampu di malam hari menghiasi kegelapan malam, tampak indah dan berkilau. Menara Eiffel terlihat jelas dari depan hotel itu.


" Kita mau makan dimana nih?" tanya Alma sambil melihat lihat ke arah sekitar nya


" Alma, kamu sudah benar-benar lapar?" tanya Bryan


" Iya, memangnya kenapa?" tanya Alma


" Tidak apa "


Uh padahal tadinya aku ingin mengajaknya jalan-jalan dulu. Tapi dia sangat lapar.


Kenapa Bryan terlihat kesal? apa dia ingin mengajakku hal lain?


Alma yang peka seperti nya tau isi hati Bryan. Maka dari itu, Alma mengajak Bryan untuk jalan-jalan di pinggiran kota yang indah itu, sambil mencari makanan.


Malam itu adalah malam indah yang mereka habiskan berdua di Paris, mereka tidak hanya jalan-jalan, tapi juga makan makanan yang belum pernah mereka coba sebelum nya.


" Tak terasa waktu berlalu, ini sudah jam 11 malam. Mari kita kembali kamu pasti lelah dan ngantuk " ucap Bryan pada Alma


" Jangan dulu pergi, aku masih mau melihat malam disini. Sama kamu " Alma tersenyum sambil memakai permen kapas nya


Ini pertama kalinya Alma berinisiatif mengajakku jalan bersama. Aku juga ingin sekali bersamanya lebih lama lagi, tapi ini sudah malam. Aku tidak mau dia lelah untuk menghadiri fashion show baju nya besok.


" Tidak, kita harus segera kembali ke hotel. Kamu akan ngantuk besok , aku tidak mau kamu terlalu lelah " Bryan beranjak dari tempatnya duduk


" Benarkah kamu mau mengajakku kembali ke hotel sekarang? apa kamu tidak mau menghabiskan waktu mu dengan ku?" Alma memegang tangan Bryan


Bryan terkejut dengan tindakan Alma yang berinsiatif menggenggam tangannya.


" Kamu jangan menggoda ku terus dong " Bryan terlihat malu


" Kapan aku menggoda mu? aku tidak pernah melakukan nya tuh!' Alma melepaskan tangannya yang menggenggam Bryan


" Kamu selalu menggoda ku setiap waktu, tadi waktu di kamar hotel juga kamu menggoda ku memakai pakaian seperti itu. Dan waktu dulu di bathtub juga kamu... "


" Di bathtub?" Alma kebingungan, wajah polosnya terlihat cantik di mata Bryan


Apa maksudnya di bathtub?


" Wajahmu yang seperti ini lah yang menggodaku, bagaimana bisa aku menahan godaan mu Alma?"


CUP


Bryan lagi-lagi mencium pipi Alma dengan lembut dan tiba-tiba. Beberapa orang disana melihat mereka dengan tatapan yang tidak biasa. Berbisik-bisik dalam bahasa Prancis dan mendoakan semoga Bryan dan Alma bahagia karena mereka tampak cocok.


Bryan tampak senang dengan orang-orang yang melihat ke arahnya, ia tak malu sama sekali dengan tindakan nya itu.


" Kamu! apa yang kamu lakukan di depan umum dasar mesum?!" Alma terlihat kesal dan malu di lihat orang banyak.


" Karena kamu yang berinisiatif duluan, ayo kita nikmati malam ini. Jangan salahkan aku kalau besok kamu akan lelah " Bryan tersenyum tipis


Eh? Apa maksud senyuman nya itu? dia tidak merencanakan hal yang erotis bukan?


" Apa maksud mu? kamu mau merencanakan apa? kita belum menikah !" Alma melindungi tubuhnya dengan tangannya


" Dasar bocah kecil! apa yang kamu pikirkan di dalam kepala mu itu?" tanya Bryan sambil menyentil kening Alma dan tertawa kecil


" Aw sakit tau!" Alma memegang keningnya, dan mengerucutkan bibirnya


" Sekarang kucing kecilku terlihat seperti kucing galak. Imutnya .." Bryan malah tersenyum melihat Alma yang kesal itu.


Alma dan Bryan berjalan sambil bergandengan tangan, tak lupa mereka berfoto di depan menara Eiffel. Setengah jam kemudian, saat duduk di kursi. Alma tertidur pulas di bahu Bryan.


" Kamu selalu tidur di mana saja, dasar.. sama sekali tidak waspada. Ckckck " gumam Bryan pada wanita yang tidur di bahunya itu


Bahkan wajahnya yang tertidur pun sangat imut, tidak terbayang kalau setiap bangun di pagi hari aku akan melihat wajah cantik nya. Aku bisa gila.


Bryan menggendong Alma sampai ke hotel. Saat sudah sampai di lorong kamar, Bryan melihat Mike berada di depan pintu kamar Alma.


Bryan sambil menggendong nya seperti itu dengan penuh perhatian. Dia benar-benar sudah jatuh cinta. Mike tersenyum melihat pemandangan di depannya itu


" Ngapain kamu di depan kamar istriku?" tanya Bryan ketus


" Woi woi santai dulu bro. Tadinya aku ingin mengajak nya makan malam tapi sepertinya dia tidak ada di kamarnya.Ternyata dia sedang pergi bersama mu. Ya sudah, aku mau kembali ke kamarku " Mike tersenyum


Mike kembali ke kamarnya. Bryan melihat nya dengan tatapan tidak senang, ia cemburu pada Mike. Bryan membuka pintu kamar Alma, dan meletakkan wanita itu di ranjangnya. Menyelimuti tubuhnya dengan selimut hangat.


" Selamat tidur kucing kecil ku " Bryan mencium kening Alma dengan lembut


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Keesokan harinya, pagi itu Alma sudah bangun karena ia memasang alarm. Ia terlihat buru-buru menyisir rambutnya sambil bercermin.


" Untung saja aku memasang alarm, kalau tidak aku pasti kesiangan !"


Di depan pintu kamar Alma, Mike dan Lisa sudah Alma untuk segera berangkat ke acara fashion show. Mike heran karena Bryan tidak terlihat, padahal biasanya ia akan menempel pada Alma saat ia tau kalau Alma bersama pria lain.


" Maaf, saya tidak terlambat kan?" tanya Alma pada Mike


" Tidak Bu Alma, ayo kita cepat pergi. 15 menit lagi acaranya akan di mulai " ucap Mike


" Iya pak " jawab Alma cepat


Bryan kemana ya? kok dia tidak kelihatan pagi ini.


Lisa, Mike dan Alma naik ke mobil Mike dan berangkat menuju ke tempat fashion show JJ modelling. Mengetahui Alma belum sarapan pagi, Mike memberikan Alma sebungkus roti untuk mengganjal perutnya.


Alma berterimakasih atas kebaikan Mike padanya.


Sesampainya di gedung fashion show itu, Alma dan Lisa mengecek semua model yang akan mengikuti acara fashion show itu. Para model itu memeragakan baju yang di desain oleh Alma. Mike juga tampak puas dengan baju rancangan Alma yang tampak elegan dan berkelas, Mike semakin kagum pada Alma.


" Semuanya sudah hadir ya?" tanya Alma


" Sudah Bu Alma " jawab Lisa


Senangnya, akhirnya mimpiku menjadi desainer terwujud juga. Sekarang aku bisa melihat model papan atas memakai baju hasil desain ku.


" Oh ya bu Alma, saya lupa ada satu model lagi yang belum datang !" ujar Lisa mengingat sesuatu


" Siapa?" tanya Alma


Baru saja dibicarakan model yang di maksud oleh Lisa datang ke ruang para model itu.


" Maaf saya terlambat "


Suara yang tidak asing ini. Alma melihat ke arah suara itu.


" Bu Selina?" tanya Alma kaget


" Kamu?"


Kedua wanita itu saling bertatapan satu sama lain.


...---***---...


Hai Readers! mohon maaf author belum bisa mengabulkan crazy up lagi di karenakan mengerjakan 2 novel yang lain juga πŸ˜‚ jadi belum keburu crazy up


Jangan lupa like jempolnya ya kalau udah baca πŸ™πŸ˜Š