Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Menengok Dede bayi?



Sepulang sekolah, Theo kembali menemui Naina di kelasnya. Pria itu menyapa Naina dengan ramah, dan senyuman malu-malu. Naina membalas senyuman nya dengan ramah.


Saat sedang menunggu jemputan Pak Jeffry, Kelvin terus menempel pada Naina terlebih lagi saat ada Theo yang juga sedang menunggu jemputan nya di depan sekolah.


" H-hai, Naina! hai Kelvin.. " sapa Theo malu-malu


" Hai kak Theo " jawab Naina ramah


Kelvin tidak membalas sapaan Theo, ia malah memalingkan wajahnya dari Theo.


Aku salah apa ya? kenapa aku merasa kalau saudara kembar Naina memusuhi ku? Theo kebingungan melihat wajah Kelvin yang sama sekali tidak bersahabat dengannya.


" Kakak, kak Theo nyapa kakak tuh harusnya dijawab dong !" Tangan Naina menyentuh Kelvin menyuruh kakaknya membalas sapaan dari Theo


" Ya, hai juga " jawabnya dingin


Berani-beraninya dia mengajak anak kecil menikah? langkahi dulu aku sebelum kamu melakukan nya. Kelvin menatap tajam Theo yang tersenyum ramah padanya.


Tak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti di depan Theo. Dan keluarlah seseorang dari mobil itu, seseorang berjas putih dan rapi.


" Theo, kamu sudah nunggu lama ya?" tanya pria berjas dokter itu pada Theo


" Gak kok pa, belum lama. Oh ya Naina, Kelvin, ini papa aku. Pah, kenalin ini teman-teman aku " ucap Theo mengenalkan sang papa pada si kembar.


Si kembar tampak kaget melihat pria yang dipanggil Theo sebagai papa nya itu.


" Om Ian?!!" ucap Naina dan Kelvin kompak, menatap Ian dengan tatapan terpana


Ternyata, kak Theo anaknya om Ian.


Ternyata si kacamata anaknya om Ian? batin Kelvin


" Eh, Naina Kelvin?" tanya Ian dengan senyuman ramahnya.


" Papa kenal Naina dan Kelvin?" tanya Theo pada Ian papanya


" Iya, mereka adalah anak-anak nya om Bryan sahabat papa itu loh yang pernah datang ke rumah " ucap Ian pada Theo


" Apa benar?" Theo terlihat senang mengetahui kalau ternyata papa nya dan papa Naina bersahabat baik.


Sebenarnya Ian ingin mengobrol lama dengan si kembar, namun ia tidak bisa lama-lama karena ada operasi di rumah sakit.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Malam itu semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, namun hanya Bryan yang belum pulang. Setelah bercerita tentang keseharian mereka di sekolah pada ibunya.


Kelvin kembali pada aktivitas nya bermain game, Naina mengerjakan PR MTK nya dan Alma mendengarkan musik klasik untuk bayinya. Wanita hamil itu tampak duduk santai di sofa setelah menerima pesan dari suaminya bahwa ada sedikit masalah di kantor dan dia akan sedikit terlambat karenanya.


🎢🎢


Dreet.. Dreet..


Telpon Alma bergetar dan berdering, ia segera mengangkatnya. Telpon itu dari suaminya.


" Assalamualaikum cintaku " ucap Bryan mesra


" Waalaikum salam, ya sayang?" Alma tersenyum manis mendengar nya.


" Sayang aku lagi dijalan pulang, kamu mau titip sesuatu? anak-anak mau titip makanan juga?" tanya Bryan perhatian


" Aku tanya anak-anak dulu ya. " jawab Alma " Naina, Kelvin kalian mau makan sesuatu gak? papa kalian lagi di jalan mau pulang."


Kelvin dan Naina langsung menengok ke arah Mama nya. Mereka terlihat berfikir sebentar lalu dengan kompak mereka menjawab " Martabak manis !"


" Wah kakak ikut ikutan aja nih " gerutu Naina


" Kamu tuh yang ikut ikutan, aku emang mau martabak kok " ucap Kelvin tak mau kalah


Alma pun bicara lagi pada suaminya lewat ponsel yang sedang ia pegang.


" Kamu dengar kan anak-anak mau martabak manis " ucap Alma


" Ya, anak-anak mau martabak. Kamu dan anak kita yang masih diperut mau makan apa?" tanya Bryan sambil menyetir


" Hm.. tiba-tiba aku ingin kue cucur " jawab Alma dengan nada manja


" Baiklah, akan aku belikan. " Bryan tersenyum mendengar permintaan istrinya itu.


" Eh tapi kan malam begini pasti pedagang kue cucurnya sudah tutup. Tidak usah deh "


" Meskipun sudah tutup, aku akan membukanya untuk kamu. Istriku sedang ngidam, mana bisa aku biarkan " jelas Bryan


" Ka-kamu.." Alma tersenyum, wajahnya merona mendengar kata-kata suaminya yang menyentuh hati


" Kenapa dengan suaramu itu? apa kamu terpesona lagi padaku?" tanya Bryan dengan nada menggombal


" I-itu.. Sayang cepat pulang, aku menunggumu di kamar malam ini " ucap Alma lalu cepat-cepat menutup telpon nya.


Dia tidak dengar, kan? dia dengar tidak ya? gumam Alma di dalam hatinya.


Bryan yang sedang menyetir jadi senyum senyum sendiri dan menjadi tidak fokus. Ia pun memberhentikan mobilnya di sebuah toko martabak.


" Dasar, dia selalu membuatku berdebar-debar setiap waktu " gumam Bryan


Bryan tersenyum gemas, ia keluar dari mobilnya dan segera memesan martabak manis yang diinginkan oleh si kembar, dan kebetulan disana juga ada penjual kue cucur keliling yang baru saja pulang ke rumahnya.


" Pak, jangan dulu pulang ! saya mau beli kue cucurnya dong!" ujar Bryan pada seorang pak tua penjual kue cucur keliling


" Boleh aja pak, mau beli berapa?" tanya pak tua renta itu, dengan nada yang ramah. Ia menurunkan benda dagangannya yang terlihat seperti kotak yang berat.


Melihat dagangan pak tua itu belum habis, Bryan tersenyum dan merasa sedikit iba dengan si pak tua ini. Ia pun memutuskan untuk membeli semua kue cucur nya.


Kasihan sekali, pria setua bapak ini masih berjualan sampe malam. Pasti karena dagangan nya belum habis. begitulah pikir Bryan di dalam hatinya.


" Bapak serius mau beli semuanya? ini banyak loh pak " tanya Pak tua dengan wajah yang kaget dan setengah tidak percaya


" Saya serius pak, istri saya sedang ngidam. Kayanya dia sanggup makan semua kue cucur ini " Bryan duduk jongkok di trotoar, menyaksikan si pak tua itu membuat kue cucur dengan beberapa bahannya yang tersisa.


Mata si pak tua itu mulai berkaca-kaca, ia tak menyangka akan ada seseorang yang berbaik hati membeli semua kue cucur nya.


" Istri bapak lagi ngidam? anak ke berapa pak?" tanya si pak tua itu sambil membungkus beberapa kue cucur yang sudah matang.


" Iya pak, anak ketiga. Sebenarnya hamil anak kedua sih, karena anak pertama kami kembar " jawab Bryan semangat


" Wah beruntung sekali ya bapak. Pasti bapak sangat bahagia karena memiliki keluarga yang lengkap " ucap pak tua itu sambil tersenyum


" Benar, mereka adalah segalanya bagi saya. Saya pernah kehilangan mereka selama 7 tahun, dan saya tidak akan kehilangan mereka lagi "


" Kehilangan? kenapa bisa pak?" tanya Pak tua penasaran


Tanpa sadar Bryan jadi menceritakan semua masa lalu nya pada si bapak tua pedagang kue cucur itu. Pak tua itu pun berpesan agar Bryan selalu menjaga keluarga nya baik-baik.


" Masalah itu selalu ada pak, apalagi pada orang yang sudah berumah tangga. Ujian dan cobaan pada pasangan suami istri pasti ada ada saja, kalau kata istri saya tuh suka ada orang ketiga alias setan yang menganggu pernikahan dan datang dari mana saja. Namun, saya berharap bapak dan keluarga bapak bisa terhindar dari masalah, kalau pun ada masalah keluarga bapak dan bapak bisa melewati setiap godaan dan ujian. " jelas pak tua itu menasehati Bryan.


" Setelah mendengar nasihat bapak saya jadi merasa sedikit cemas dan tenang. Terimakasih atas nasihatnya pak, terimakasih juga sudah mendengarkan curhatan saya " ucap Bryan tulus


" Sama sama pak. Saya hanya mengingatkan saja kalau kita harus mempertahankan dan memperjuangkan apa yang sudah kita dapatkan. Memperlakukan nya dengan baik dan hati-hati. Keluarga adalah harta yang berharga dalam hidup ini pak" jelas pak tua itu ramah.


Tak lupa juga pak tua itu menjelaskan tentang perjuangan seorang wanita, seorang ibu dan seorang istri. Membuat Bryan teringat pada Alma dan anak-anak nya di rumah. Bagaimana Alma berjuang seorang diri membesarkan anak-anak nya? melahirkan seorang diri, terluka, tanpa ada dia disisinya.


Setelah selesai transaksi kue cucur, Bryan memberikan uang lebih kepada pak tua itu untuk anak dan istrinya di rumah. Terakhir, pak tua itu mendoakan agar Bryan dan keluarga nya selalu dilindungi oleh Allah SWT, dijauhkan dari marabahaya.


Mendengar nasihat dan doa dari si pak tua, Bryan semakin ingin memanjakan istri dan anak-anaknya. Seperti nya rasa cinta nya itu bertambah pada istrinya.


" Aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi Al, kita hanya akan bahagia. Dan jika kamu menangis, kamu hanya bisa menangis karena bahagia. Aku akan membuatnya jadi begitu " ucap Bryan penuh kesungguhan, sambil menatap foto keluarga yang terpampang di depan mobilnya.


Semua urusan beli membeli sudah selesai, Bryan dengan garcep nya tancap gas menuju ke rumahnya. Beberapa menit kemudian Bryan pulang ke rumahnya, tak lupa mengucapkan salam. Ditangannya ada 2 keresek berisi makanan yang sudah dibelinya.


Kelvin dan Naina memburu makanan itu dengan sigap, membukanya dan memakannya dengan perlahan. Tampak sangat menikmati martabak manis yang memilik rasa coklat itu.


" Yee..papa bawa martabak. Makasih ya papa " ucap Naina sambil tersenyum manis pada papanya, bibirnya belepotan kena coklat.


" Makasih pa " ucap Kelvin yang singkat padat dan jelas seperti biasanya.


" Siap Pah!" jawab Naina dan Kelvin kompak.


Alma mengambil handuk kecil dan mengusap keringat yang ada di kening suaminya. Ia melihat Bryan tampak lelah berbeda dari biasanya. Mereka berdua duduk di sofa.


Bryan tampak sangat lelah, apa masalah di perusahaan


" Tidak apa sayang, ini kue cucur nya " ucap Bryan sambil tersenyum dan menyerahkan keresek berisi kue cucur yang banyak itu pada istrinya.


" Sayang, ini banyak sekali. Kita makan berdua saja ya " Alma melihat kue cucur yang banyak memenuhi keresek itu.


" Berdua? kamu dan anak kita maksudnya?" tanya Bryan sambil tersenyum di wajah lelahnya


" Tidak ! bertiga, kita makan nya bertiga. Kamu, Dede bayi dan aku " ralat Alma


" Ya ayo, aku ke kamar dulu ya mau mandi. Badanku bau " ucap Bryan sambil beranjak dari sofanya.


" Tunggu dulu " Alma mengendus bau badan suaminya yang berkeringat itu. Tiba-tiba tangan Alma memeluk Bryan tanpa sadar, memeluk tubuh yang penuh keringat itu.


Baunya sangat enak.


" Sa-sayang apa yang kamu lakukan? aku bau loh " ucap Bryan


" Aku suka bau ini, kamu jangan mandi ya " Alma terus menempel pada suaminya, entah kenapa ia menyukai bau badan suaminya itu.


Bau Bryan sangat enak.


" Apa?!" Bryan tampak kaget dengan keanehan istrinya itu, apa ini namanya ngidam? atau kah ada hal yang lain? begitulah pikir nya.


.


.


Beberapa menit sudah berlalu, si kembar yang sudah selesai menghabiskan 1 bungkus martabak manis. Dan sudah pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi, cuci muka seperti biasanya. Keduanya malah ketiduran di sofa ruang tamu saat sedang membersihkan bekas martabak yang mereka makan.


Tak tega membangunkan si kembar, Bryan mengangkat tubuh Naina dan membawanya ke kamarnya. Hal yang sama ia lakukan juga pada Kelvin.


" Selamat tidur anak-anak ku " ucap Bryan pada si kembar yang tertidur lelap di ranjang mereka masing masing, ranjang yang bersampingan.


Tiba-tiba aku jadi teringat kata-kata pedagang cucur itu. Keluarga adalah harta yang berharga. Itu benar.


" Sayang, anak-anak sudah tidur?" bisik Alma pada Bryan


" Sshh.. iya mereka sudah tidur lelap. " jawab Bryan pelan-pelan


" Syukurlah .." Alma tersenyum lega


" Kalau begitu, bagaimana kalau kita tidur juga? " tanya Bryan sambil memegang pinggul istrinya


" Iya hehe kita tidur " jawab Alma polos


Kenapa kok ada yang beda ya? ajakan tidurnya seperti mengarah ke arah yang lain.


Bryan menggendong istrinya yang sedang hamil besar itu, ke kamarnya. Merebahkan tubuh istrinya dengan hati-hati ke ranjang mereka.


" Kebetulan aku belum mandi, sayang " Bryan tersenyum, lalu mengecup pipi Alma dengan lembut. Tatapannya mulai menggoda, menunjukkan ke arah lain.


" Lalu kenapa? kita kan akan tidur " tanya Alma polos


" Ya, kita akan tidur " jawab Bryan sambil tersenyum menggoda


Haa.. apa yang dia lakukan? kenapa tangannya masuk ke dalam bajuku. Ah!


" Bry, katanya mau tidur? kenapa tanganmu meracau kemana-mana?!" tanya Alma sambil memegang tangan suaminya yang tidak bisa di kondisikan


" Sayang, hari ini boleh ya? aku mau menengok anak kita " ucapnya pada perut istrinya yang membuncit.


" Eh? menengok? maksudnya?" tanya Alma gagal paham


" Aku sudah menahannya selama 5 bulan, jadi aku mau itu. Ian bilang tidak apa-apa kok, asal aku pelan-pelan.." Bryan tampak seperti kehausan, atau mungkin kelaparan. Sudah 5 bulan Bryan menahan diri dari berhubungan intim dengan istrinya.


Alma terkejut melihat bagian bawah suaminya yang terlihat mengeras, membutuhkan pelepasan. Merasa kasihan dengan Bryan, ia pun setuju untuk melakukan nya.


" Hm.. baiklah, pelan-pelan ya sayang nengok nya " Alma tersenyum lebar, seraya merangkul leher suaminya.


" Iya sayang " Bryan mulai membuka baju dan celananya, mencium wajah istrinya dengan lembut.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam..


Hubungan itu tidak berlangsung lama seperti biasanya, hanya berlangsung 1 jam saja, walaupun Bryan sudah banyak menahan diri. Namun ia tampak berhati-hati saat melakukan nya, takut melukai ibu dan anak mereka yang masih berada di dalam kandungan.


" Sayang, tidak ada yang terjadi kan? anak kita tidak apa-apa? apa kamu sakit?" tanya Bryan sambil memegang perut istrinya. Kini mereka berbaring berdampingan.


" Tenang saja tidak apa-apa " jawab Alma sambil tersenyum " Tapi, apa kamu baik-baik saja?"


Bryan sangat menghargai ku, ia takut aku dan bayi ku terluka. Dia sudah banyak menahan diri, padahal biasanya dia seperti binatang buas.


" Aku? kenapa kamu tanya begitu?" tanya Bryan sambil mengambil air minum yang berada di meja nya dan langsung meneguknya.


" Ka-kamu, maksudku apa kamu puas?" tanya Alma


" Kamu mau jawaban yang bohong atau jujur?" tanya Bryan sambil menyunggingkan senyumnya


" Bryan, aku tidak bercanda !"


CUP


MUACH


Bryan mencium kening istrinya, tersenyum hangat lalu berkata " Itu sudah cukup istriku. Terimakasih untuk malam ini. Sekarang beristirahat lah aku mau mandi " ucap Bryan yang akan beranjak dari tempat tidurnya


" Jangan mandi! kamu tidak boleh " Alma menarik tangan suaminya dengan tatapan manja


" Kenapa? kamu mau beralasan lagi kalau kamu suka bau ku?" tanya Bryan


" Aku tidak beralasan. Aku memang suka bau mu, mandinya besok subuh saja. Malam ini aku mau tidur di peluk dengan tubuh telanjang dada kamu " ucap Alma manja


" Alma, kamu kenapa? aku bau loh! aku bau! " tanya Bryan tercengang melihat perubahan Alma.


Apa ini salah satu hormon kehamilan? atau ngidam? mengapa Alma menjadi aneh seperti ini? bau keringat ku pun disebut enak?


" Iya kamu bau, tapi entah kenapa aku suka bau mu. Aku suka juga melihat otot otot dada mu " Alma tersenyum dan memeluk suaminya seperti memeluk guling.


Bryan tak bisa berbuat apa-apa selain patuh pada keinginan istrinya. Mereka berbaring dengan posisi yang berpelukan. Alma terus menciumi bau badan Bryan, dan menyentuh otot-otot dadanya. Biasanya istrinya itu pemalu, kenapa sekarang ia terlihat agresif. Tapi Bryan menyukai istrinya yang berinisiatif ini, meksipun permintaan nya aneh ingin mencium bau keringat dan memegang otot otot dadanya.


" Sayang.."


" Hmm?" jawab Alma


" kamu belum tidur sayang?" ucap Bryan sambil membelai rambut panjang istrinya


" Belum, aku masih belum bisa tidur. Oh ya bagaimana masalah mu di perusahaan apa sudah terselesaikan? sebenarnya ada masalah apa?" tanya Alma cemas


" Masalahnya ada seseorang yang membobol informasi perusahaan dan membocorkan nya ke pihak luar. Seseorang ini meretas data pribadi perusahaan, dan dia berinisial sebagai Mr.K. Aku tidak tau siapa dia dan apa tujuan nya. Yang jelas semua yang dilakukan nya menimbulkan kekacauan internal di perusahaan. " jelas Bryan resah


" Lalu, apa Mr. K ini sudah ditemukan?" tanya Alma penasaran


" Belum, besok aku membutuhkan bantuan Kelvin untuk menemukan peretas itu. Kelvin kan jago melacak sesuatu. " ucap Bryan


" Iya sayang, Kelvin pasti bisa melakukan nya. Anak kita genius, turunan dari Papa nya. " Alma memenangkan suaminya " Semua nya akan baik-baik saja sayang "


" Iya, semuanya akan baik-baik saja. Karena kamu dan anak-anak ada di sisiku dan aku merasa tenang " Bryan memeluk istrinya itu


Semoga saja semuanya baik-baik saja.


" Oh ya Bry, aku mau bilang sesuatu! hari ini Naina dilamar hehe " Alma tersenyum


" Dilamar? siapa yang berani melamar putri Bryan Alvaro Aditama?!" sontak saja Bryan kaget mendengar nya.


...---***---...


Mau author crazy up? lanjut ke chapter selanjutnya? jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like dan komennya ya. Yang mau kasih gift bunga pun boleh kok. πŸ™πŸ˜Š