Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 120. Menantu? cucu?



...🍀🍀🍀...


Kayla menemani Keira yang berada di rumah sendirian. Mereka sudah terlihat akrab, Kayla menyukai kakak iparnya itu. Karena Keira satu satunya wanita yang bisa membuat Kelvin tunduk dan menurut.


"Oh ya kak, kakak hebat banget loh bisa buat kak Kelvin si makhluk dingin itu bertekuk lutut! gimana sih caranya?" tanya Kayla sambil memakan buah anggur yang ada di atas meja.


"Gak ada caranya, hanya saja aku pantang menyerah" kata Keira sambil menyalakan tv dengan remote control, niatnya mau nonton drama Korea bersama Kayla.


"Apa kakak yang ngejar-ngejar kak Kelvin duluan? mana mungkin si pria berdarah dingin itu akan mengejar wanita" Kayla menebak nebak bagaimana bisa kakak nya yang dingin itu jatuh cinta semudah itu.


"Hem.. ya bisa dibilang begitu sih. Aku lah yang berjuang lebih dulu" jawab Keira malu-malu, "Aku bahkan mengajaknya berteman dengan nilai ujian kenaikan kelas" Keira teringat masa kecilnya dengan Kelvin


"Wah...itu si persis kaya cerita Oh Hani sama Baek Seung Joo dong, si cewek berjuang lebih dulu buat dapatin hati si cowoknya" Kayla jadi teringat drama Korea yang pernah dia tonton.


"Playfull Kiss kan?" tanya Keira sambil tersenyum mendengar nama nama pemeran dalam drama itu.


"Eh kakak tau? kakak udah nonton juga?"tanya Kayla semangat jika itu menyangkut drama Korea


"Pemerannya Jung So Min sama si Kim Hyuun Joong kan?" tanya Keira dengan senyuman manisnya.


"Mantap! si kakak ternyata benar-benar penggemar drakor seperti yang kak Naina bilang" Kayla tersenyum lebar


"Iya dong, aku kan selalu nonton drama sama Naina. Kami satu server" Keira menyetel drama Korea di televisi YouTube nya.


"Sekarang kakak juga satu server sama aku ya" Kayla


"Oke, yuk kita nonton drakor" ajak Keira pada adik iparnya.


"Mau nonton apa kak?" tanya Kayla penasaran


"Gimana kalau nonton he's beautiful aja yuk! tiba-tiba kangen sama drama itu" kata Keira semangat


"Boleh kak" jawab Kayla sambil tersenyum


Mereka pun nonton drama Korea berdua di rumah Kelvin. Namun Keira tidak fokus menonton drama nya karena dia terus bolak-balik ke kamar mandi.


UWEKKK!! uwekk!!


"Aku kenapa sih? padahal aku sudah minum obat, aku juga sudah makan. Seharusnya aku sudah baikan, tapi aku masih saja mual-mual walau gak muntah" Keira memegang perutnya, dia benar-benar merasa tubuhnya sangat tidak nyaman.


"Kakak! kakak gak apa-apa kan? kak aku telpon kak Kelvin ya?" tanya Kayla sambil mengetuk pintu kamar mandi yang dimasuki oleh Keira. Kayla cemas melihat Keira bulak balik ke kamar mandi.


KLAK


"Gak usah Kay, aku mau tiduran aja. Kepalaku pusing banget, kamu nonton drama nya sendiri aja ya" Keira memegang kepalanya wajahnya tampak pucat


"Ih kakak! nanti aku dimarahin kak Kelvin kalau gak jagain kakak. Aku panggil dokter Haris aja ya kak"


"Gak apa-apa, aku cuma butuh tidur. Kay, aku tidur dulu ya. Kabarin kalau ada apa-apa sama Naina" Keira berjalan menuju ke kamar nya dengan langkah yang pelan.


Kayla melihatnya dengan cemas, dia tak bisa diam saja melihat kakak iparnya yang seperti itu. Dia memutuskan untuk menelpon Kelvin.


"Kak Kelvin benar, kak Keira ini sangat keras kepala. Aku telpon kak Kelvin saja deh" ucap nya sambil meraih ponsel di saku celana nya.


Tut..


Tut...


Nomor yang anda hubungi tidak menjawab, cobalah beberapa saat lagi..


3 kali Kayla menelpon Kelvin dan jawabannya masih sama.


"Kenapa gak diangkat-angkat ya? Apa kak Kelvin sibuk?" Kayla bingung karena Kelvin tak mengangkat telpon darinya.


***


Kelvin sendiri sedang berada di rumah sakit bersama Alma. Dia menanyakan apa yang akan dibicarakan dokter Firlan tentang operasi adiknya.


"Besok juga sudah bisa di lakukan asalkan pak Kelvin siap dan tentunya dalam keadaan sehat" Firlan yakin


"Saya sangat sehat wal'afiyat dok, jadwalkan saja operasi untuk Naina" jawab Kelvin sambil tersenyum


"Baiklah, saya akan jadwalkan operasi besok jam sepuluh pagi. Namun sebelum itu bapak harus menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan dulu" jelas Firlan pada Kelvin


"Iya dok" Kelvin mengangguk setuju, demi kesembuhan adiknya dia rela melakukan apapun. Sekalipun harus kehilangan nyawa.


Setelah Kelvin selesai melakukan pemeriksaan kesehatan dan dia ditanyakan benar-benar sehat, siap untuk operasi. Alma dan Kelvin keluar dari ruangan itu, disana masih ada Juna yang belum pergi. Juna bersama Ardi, sekretaris nya.


"Juna, kok kamu masih ada disini? bukannya kamu harus segera pergi ke Australia?" tanya Alma pada calon menantunya, dia tau kalau Juna memiliki proyek di Australia


Juna terlihat bingung, dia tak bisa meninggalkan Naina walau hanya dua hari saja di Australia "Tante, gimana saya bisa pergi kesana. Naina kan mau operasi besok, saya gak bisa meninggalkan Naina sendirian"


"Juna, Lo anggap kami ini apa? Naina gak sendirian, ada kita keluarganya yang bakal jagain dia" kata Kelvin pada Juna.


"Tapi..." Juna ragu dan bingung, diantara pekerjaan dan Naina. Naina jelas lebih penting dari pekerjaan nya, tapi dia juga sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan nya karena dia banyak menghabiskan waktunya berada di rumah sakit.


"Juna, Naina akan baik-baik saja. Kamu lakukan saja pekerjaan kamu nak. Lagipula kamu bisa pulang lusa kan?" Alma tersenyum pada Juna, dia meminta Juna pergi saja ke Australia untuk pekerjaan nya.


Kasihan Juna, dia pasti bingung. batin Alma sambil memandang ke arah Juna yang diam saja.


Gimana ini? mana bisa aku meninggalkan Naina disaat dia membutuhkan aku. Dia kan mau operasi, tapi pekerjaan ku juga menanti. Aku tidak bisa terus menerus meninggalkan pekerjaan ku pada Ardi. batin Juna dilema


"Kalau kamu mau menghubungi Naina saat kamu sedang disana, kamu kan bisa video call dia" Alma memberi saran pada Juna


"Mama bener, udah Lo pergi aja" kata Kelvin


"Saya akan bicara dulu dengan Naina, Tante" ucap Juna sambil menghela napasnya


"Baiklah kalau begitu kamu bisa temui dia" jawab Alma dengan senyuman ramah di bibirnya.


"Ardi, tunggu dulu disini" ucap Juna pada sekretaris itu, meminta nya tunggu diluar


"Baik pak" jawab Ardi patuh


Juna masuk ke dalam ruangan Naina, sementara itu Kelvin membuka ponselnya untuk menelpon Farel dan mengabarinya kalau dia akan sedikit terlambat untuk meeting.


"Kayla? kenapa dia nelpon aku sampai 3 kali? apa ada apa-apa sama Keira?" tanya nya cemas melihat notifikasi panggilan di ponselnya


"Vin, ada apa nak? apa kamu baik-baik saja?" tanya Alma melihat wajah cemas Kelvin


"Ini Kayla nelpon aku ma" Kelvin hendak memencet tombol panggilan di ponselnya pada Kayla.


"Ada apa Kayla nelpon kamu? oh ya, ngomong-ngomong mama gak lihat Keira? dia langsung berangkat kerja ya?" tanya Alma, baru menyadari kalau Keira yang biasanya suka ke rumah sakit dulu sebelum bekerja, tidak ada disana.


"Hari ini dia gak kerja ma, dia lagi sakit" jawab Kelvin sambil menghubungi Kayla adik sepupunya yang dia mintai tolong untuk menemani Keira di rumah


"Sakit? Keira sakit apa Vin?" tanya Alma cemas pada Kelvin


"Dia mual-mual, pusing, terus tadi pagi dia muntah-muntah juga.. aduh si Kayla kenapa telpon ku gak diangkat-angkat?" gerutunya sambil terus menelpon Kayla


"Mual-mual? muntah? pusing??!!" Alma mengulang kata-kata anaknya dan tiba-tiba saja wanita paruh baya itu tersenyum lebar.


Apa ini adalah berita baik?


"Kelvin! kamu gak usah telpon Kayla! mama yang akan ke rumah lihat menantu dan cucu mama" kata Alma semangat dan bahagia.


"Iya udah mama tolong cek Keira ya. Eh apa mama bilang??menantu dan cucu??!" Kelvin tersentak kaget dengan omongan mama nya.


Alma langsung berlari terburu-buru, dia tak sabar untuk bertemu dengan menantunya. Sementara Kelvin berdiri mematung dengan wajah bingung.


...---****---...


Mau lanjut? komen dulu yes 🤧🤗😍