Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
6 tahun kemudian



Semuanya mungkin sudah berubah dalam 6 tahun, selama 6 tahun Alma dan kedua anak kembar yang ia lahir kan itu tinggal menetap di negara Australia.


Alma dibantu oleh Mia sahabatnya, mengasuh kedua anak itu. Di waktu waktu tersulit nya, ia bersyukur karena memiliki Mia dan Leon disisinya. Seperti sebuah keluarga yang utuh, meskipun tidak ada Bryan disisinya.


6 tahun sudah berlalu, kini kedua anak yang dulunya hanyalah benih dari cinta satu malam Bryan-Alma, tumbuh dengan baik dengan penuh cinta dari Alma, Mia, dan Leon.


****


Di sebuah taman bermain, Alma sedang duduk dan melihat kedua anaknya sedang bermain dengan teman-teman mereka.


" Ma, sini ma naik ayunan juga sama aku yuk !' ujar Naina (usia 5 tahun anak perempuan Alma ), memiliki rambut panjang, wajah yang cantik, kulit putih bersih.


" Tidak sayang, mama disini aja " jawab Alma sambil tersenyum. Penampilan Alma sudah berubah, dulu ia sangat suka memiliki rambut yang panjang, kini rambutnya hanya sebahu.


" Ma, lihat aku ! aku bisa manjat ke sini " kata anak laki-laki sambil melambaikan tangannya ke arah Alma. Namanya adalah Kelvin, wajahnya tak berbeda jauh dengan wajah Bryan.


Terkadang Alma selalu mengira kalau Kelvin adalah Bryan, karena saking miripnya wajah mereka.


Alma tersenyum senang memandangi kedua anaknya yang sedang bermain dengan nyaman itu. Tak lama kemudian, Leon, dan Mia datang menghampiri nya.


" Ternyata kamu disini Al?" tanya Leon ramah


" Kakak sudah datang?" tanya Alma


Naina dan Kelvin langsung berlari dan memeluk Leon dengan gembira.


" Wah ada om Leon " kata Naina senang


" Iya, om baru pulang dari Jepang. Langsung kesini buat nemuin kalian. Om juga bawa oleh oleh buat kalian. " Leon tersenyum ramah dan tampak dekat dengan kedua anak kembar itu.


Leon pun diajak bermain oleh kedua anak itu, mereka bertiga tampak gembira seperti anak dan ayah yang sedang bermain bersama.


" Kamu tidak lihat itu Al?" tanya Mia


" Apa Mi?" tanya Alma


" Mereka terlihat seperti keluarga bukan. Lebih tepatnya, ayah dan anak "


" Mia jangan bicara sembarangan "


" Al, ini sudah 6 tahun loh. Masa kamu tidak melihat perasaan kak Leon sama kamu? atau kamu masih belum bisa melupakan dia?" tanya Mia


Alma terdiam mendengar nya.


" Dia pasti sudah hidup bahagia sama wanita itu, kamu juga harus bahagia. Anak-anak kamu butuh sosok ayah yang sebenarnya, karena itu bukalah hati kamu untuk pak Leon, Al. Apa sih kurangnya pak Leon? dia menerima kamu apa adanya Al. Jadi kenapa kamu gak terima dia?"


" Kamu bicara apa sih Mi? bahkan pak Leon saja tidak mengatakan cinta nya padaku, jadi kenapa aku harus buka hati ku untuk nya?" tanya Alma heran


" APA? jadi dia belum nyatain cintanya sama kamu?" tanya Mia setengah berbisik pada sahabatnya itu.


Mia terlihat senang melihat respon Alma, sekarang Alma sudah peka terhadap perasaan Leon padanya. Alma tidak menganggap Leon sebagai kakak nya lagi. Apakah itu artinya Alma mulai membuka hatinya?


" Aku akan buat dia nyatain cintanya ke kamu "


" Mia, kamu ngomong apa lagi sih? tidak mungkin pak Leon menyukai ku. Aku seorang janda dengan dua anak "


" Dia suka kamu Al, percaya deh"


Benar-benar kemajuan yang luar biasa. Dulu Alma sangat cuek pada pak Leon. Sekarang dia sedikit peka. Aku tinggal mendorong mereka agar lebih dekat.


Wajah Alma memerah mendengar perkataan Mia. Ia terlihat malu. Mungkinkah ia mulai memiliki perasaan pada Leon? Leon memang selalu ada untuknya, saat ia kesulitan selama 6 tahun. Menemaninya, membantu nya bangkit dari keterpurukannya. Bahkan menyayangi kedua anak nya dengan tulus.


" Oh ya, bukan kah kamu ada undangan ke perusahaan desain di Jakarta? kamu akan menghadirinya bukan?" tanya Mia


" Entahlah "


Bagaimana jika aku kembali kesana, dan aku bertemu dengan dia? Aku belum siap.


" Ini sudah waktunya kamu kembali Al, kamu bisa kembali dengan percaya diri. Sekarang kamu kan desainer terkenal Navin "


" bukan itu yang aku khawatir kan, Mia "


" Apa ini soal dia lagi?" tanya Mia


" Iya, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengannya lagi. Kalau dia melihat anak-anak, apa yang akan dia pikirkan. Apalagi Kelvin sangat mirip dengannya, bagaimana jika keluarga Bryan tau tentang anak-anak dan mengambil mereka dariku ?"


" Kamu berfikiran terlalu jauh, itu hanya ada di drama-drama TV " Mia tersenyum sedikit


" Bukankah itu biasanya terjadi di drama-drama, Mi.. drama-drama yang terkadang sesuai dengan realita "


" Benar juga. Aku tau kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu. Hidupmu memang seperti sinetron di televisi. Kamu menikah kontrak, punya mertua kejam, bercerai, lalu hamil dan melahirkan di luar negeri. Pengalaman hidupmu bisa dijadikan novel " jelas Mia sambil tersenyum dan sedikit tertawa


" Mia, aku tidak bercanda " Alma mengerucutkan bibirnya


" Aku juga tidak. Saran ku, jika kamu bertemu dia lagi, kamu harus hadapi dia. Jangan melarikan diri, jika dia tanya siapa ayah anak itu kamu jawab jujur saja. Tidak baik menutupi kebenaran "


" Jika kebenaran itu bisa menghancurkan sebuah keluarga? bagaimana?" tanya Alma serius


" Maksud mu pernikahan nona Selina dan pak Bryan?" tanya Mia


" Hmm.. "


" Tidak perlu karena kamu juga, pernikahan mereka sudah mau hancur Al. Lihat ini " Mia menunjukkan sesuatu di ponselnya pada Alma. Alma tercengang melihatnya.


...Berita menghebohkan !...


...Bryan, CEO Aditama grup menggugat cerai istrinya Selina, karena model Selina tetangkap berselingkuh di sebuah kamar hotel dengan sutradara ternama bernama xxxxxx...


Bryan bercerai dengan Selina? tapi kenapa? bukankah mereka saling mencintai? kenapa juga Selina berselingkuh?


" Iya, pernikahan nya sudah hancur tanpa kamu masuk ke dalam hidup mereka. Baguslah dia selingkuh dari kamu, lalu diselingkuhi juga. Itu namanya karma " Mia terlihat senang


Alma terdiam mendengar nya. Memang sudah saatnya ia pergi ke Indonesia, negerinya sendiri. Sudah saatnya ia membangun hidup yang baik disana, dengan kedua anaknya. Terlebih lagi, perusahaan nya yang ada di Jakarta tidak bisa terus menerus di urus oleh orang lain.


🍂🍂🍂


Setelah 6 tahun berlalu, bukan kehidupan Alma saja yang berubah, tapi juga kehidupan Bryan.


Di rumah keluarga Aditama.


Terdengar keributan di tengah rumah, Ny. Delia melempar barang-barang dan memecahkan barang-barang di rumah. Belum lagi diluar terlihat banyak wartawan yang mengerumuni rumah itu untuk mengemis informasi untuk dijadikan berita.


PRANG


BRAK


BRUK


" Kurang ajar kamu Selina ! ternyata aku telah salah memilihmu sebagai istri untuk Bryan !" Ny. Delia berteriak histeris sambil melempar barang-barang apa saja yang ada di meja, ke arah Selina.


" Ma, tenang mah. Jangan bertengkar di depan anak-anak !" kata Laura berusaha menenangkan ibunya.


Terlihat 2 orang anak perempuan, melihat pertengkaran itu.


" Risya, Kayla kalian ke pergi main aja sama bi Inah gih di belakang " kata Laura pada kedua anak kecil itu membujuk.


" Tante Laura, nenek.. mama sama papa bertengkar ya?" tanya Risya dengan wajah polosnya, dan terlihat sedih.


" Ma, udah mah " kata Jason yang juga terlihat cemas melihat pemandangan itu, berusaha menghentikan ibu mertuanya.


Sialan! kenapa Selina bisa berselingkuh dengan sutradara itu? beraninya dia. Malam ini aku harus menemui dia.


Beruntung nya Selina berhasil menghindar dari Ny. Delia, dan lemparan nya.


" Sudah cukup, kalau anda melakukan ini lagi saya akan laporkan anda ke kantor polisi !" kata Selina mengancam


" Jadi ini sifat mu yang sebenarnya? dasar wanita jal*ng ! beraninya kamu berselingkuh dari anak ku " Ny. Delia terlihat marah


" Apa saya saja yang harus disalahkan? kenapa anda tidak bertanya kepada anak mama sendiri? selama 6 tahun pernikahan kami, apa dia selalu melaksanakan kewajiban nya? apa dia mengganggap ku sebagai istrinya? tidak pernah, jadi jangan salahkan aku yang berselingkuh. " kata Selina dengan senyuman sinis nya.


Bryan hanya cuek menyaksikan pertengkaran itu, ia tak berkomentar apa-apa..Dan hanya tersenyum dingin melihat keduanya


" Ternyata aku benar-benar salah memilih menantu ! " seru Ny. Delia kesal.


Ny. Delia mengusir Selina, namun wanita itu terlihat sangat cuek dan berkata pada mertuanya itu untuk mengurus anaknya dengan Bryan dulu. Bryan juga tidak membelanya sama sekali. Wajahnya terlihat dingin, meskipun ibunya terus mengomel padanya. Seperti nya hati nya sudah mati.


" Kamu juga ! kenapa kamu diam saja? mama, bisa kena darah tinggi gara-gara kamu dan istri kamu itu ! "


" Terus? suruh siapa mama memaksa ku menikah dengannya? jangan salah kan aku untuk tindakan mama " kata Bryan dingin


" Kenapa kamu bersikap dingin terus seperti ini? mama ingin Bryan yang dulu ! Bryan yang semangat ! " Ny. Delia menangis


" Bryan yang dulu sudah mati ma " pria itu tersenyum pahit


Ny. Delia stress karena Bryan, anak kesayangan nya itu selalu menghabiskan waktunya di luar, kadang ia tidak tidur dan tidak makan. Begitu pula dengan istrinya yang selalu bermalam di luar. Seakan-akan tidak ada kehidupan dan kebahagiaan pada anaknya lagi.


Kali ini Ny. Delia sudah benar-benar kalah telak oleh kehidupan Bryan yang sudah ia hancurkan. Memaksa pernikahan anaknya 6 tahun yang lalu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Dan mengusir Alma, wanita yang dicintai anak nya itu adalah penyesalan terbesarnya.


" Seharusnya saat itu mama tidak mengusir Alma, Bryan seperti ini karena salah mama juga. " gumam Ny. Delia sambil memegang dadanya yang sesak


" Akhirnya mama sadar, mama menyesal kan sudah mengambil satu satunya kebahagiaan Bryan dan mengubah hidupnya? " tanya Laura sambil merangkul Ny. Delia yang sedang menangis sedih.


" Iya mama menyesal. Sekarang semuanya sudah terlambat Laura.. sudah terlambat. Bryan anak mama mungkin tidak akan kembali seperti dulu " Ny. Delia menangis, hatinya pedih melihat kehidupan Bryan yang sudah hancur itu.


" Ini mungkin belum terlambat ma, mari kita pertemukan Bryan dan Alma kembali. " Laura tersenyum


" Bagaimana caranya? kita bahkan tidak tau dimana dia berada "


Laura juga terlihat bingung setelah mendengar ucapan ibunya itu. Ia berfikir.


****


Bryan kembali menghabiskan waktu senggang nya di rumah yang dulu ia tempati bersama Alma. Taman yang ada di depan rumah itu masih sama, setiap hari Bryan selalu menyuruh orang untuk membersihkan rumah itu meskipun rumah itu jarang ia tinggali. Rupanya pria itu masih terjebak dengan masa lalu nya, atau penyesalan kah yang ada di dalam dirinya untuk Alma?


Bayang-bayang Alma, masih menghantuinya meskipun waktu sudah berjalan maju begitu cepat. Walaupun ia sudah menikahi Selina dan memiliki satu orang putri, hidupnya tetap tak lengkap. Hatinya masih milik seseorang yang pernah menjadi istri kontraknya itu.


Namun, meski Bryan sudah mati rasa pada Selina. Tapi, ia menyayangi anak perempuan nya itu. Dan selalu memanjakannya.


" Haaa... ini benar-benar karma untuk mu Bryan. Karma karena dulu kamu seorang playboy. Karma karena kamu selalu berbohong dan menyakitinya. Wajar, dulu dia meninggal ku yang bodoh ini, Andre benar seandainya saja waktu itu aku tidak mengambil cara itu. Seandainya saja waktu itu aku mengejar mu .. Aku pikir aku bisa melupakan mu, nyatanya tidak.."


Bryan merebahkan dirinya di kursi, menutupi wajah nya dengan satu tangannya. Air mata mengalir deras, di tengah tengah suasana sepi rumah nya itu. Kejadian masa lalu terlintas di bayangan nya.


#FLASHBACK


6 tahun yang lalu..


Hari pertunangan Bryan dan Selina..


Bryan yang sedang berada ditengah kerumunan orang orang yang memberi selamat padanya. Terkejut melihat Andre berlari dengan wajah paniknya, menghampiri bos nya.


" Ada apa dengan wajahmu?" tanya Bryan


" Pak, nona Alma baru saja dari sini dan dia pergi sambil menangis.." jawab Andre


" APA?"


PRANG


Bryan kaget sampai menjatuhkan gelas yang ia pegang, lalu ia pun pergi bersama Andre meninggalkan pesta pertunangan itu. Mereka menaiki mobil Bryan. Semua orang keheranan melihat Bryan yang terburu buru.


" Kamu tau kemana dia pergi Andre?" tanya Bryan


" Saya tidak tahu pak " jawab Andre " Ah tapi saya dengar, pak Leon mengatakan pada supir taksi untuk mengantarkan mereka ke bandara "


" Bandara? bersama si Leon itu?" mata Bryan membulat, kaget.


Sesampainya di bandara, lagi-lagi Bryan terlambat. Ia sudah mengerahkan semua koneksi nya, bahkan menghabiskan banyak yang untuk menemukan ke negara mana Alma dan Leon pergi. Mungkin, karena Leon menggunakan pesawat pribadi. Jadi tidak ada yang bisa melacak keberadaan mereka.


" Sial ! lagi-lagi aku terlambat ! aku terlambat Andre " tangan Bryan memegang kepalanya, terlihat kekesalan pada dirinya.


Saat itu, aku pikir dia akan menghentikan pertunangan ku. Namun setelah mendengar penjelasan dari Andre. Aku yakin bahwa Alma telah salah paham padaku. Mengira bahwa aku melupakan nya, mungkin dimatanya aku masihlah Bryan si cassanova dan tidak tegas.


" Saya sudah bilang pak, cara ini tidak akan berhasil membuat nona Alma kembali pada anda. Malah setelah ini mungkin nona Alma akan semakin menjauh dari bapak. "


Nasehat Andre membuatku terdiam. Aku tidak bisa menyangkalnya, penyesalan ini. Mungkinkah sudah terlambat? Jika aku melihatnya lagi, aku akan mengejarnya, menggenggam nya, dan memperbaiki semua nya.


#END FLASHBACK


Bryan menghela napas panjang, dan mulai menyeka air matanya.


" Tuhan, rindu ini benar-benar siksaan " Bryan melihat foto pernikahan nya dengan Alma masih terpajang di dinding tengah rumah nya


🍂🍂🍂


Perth, Australia..


🏡 Alma


.


.


Kedua anak kembar Alma, sedang bermain di tengah rumah. Yang perempuan sibuk dengan buku buku nya, dan yang laki-laki sibuk dengan gadget nya. Sementara sang ibu, sedang memasak untuk makan malam di dapur.


" Naina, Kelvin, udahan dulu ya baca buku sama main gadgetnya. Ini udah mau waktunya makan malam loh " kata Alma sambil memindahkan makanan ke meja makan


" Iya bentar lagi ma, tanggung " sahut Kelvin yang masih sibuk dengan gadget nya.


" Sini ma, Nai bantuin " Naina menghampiri ibunya dan membantu ibu nya memindahkan makanan


Alma tersenyum cerah, mengelus kepala putrinya dengan lembut.


Kelvin nampak serius dengan gadgetnya, entah apa yang ia lihat disana. Tiba-tiba ia tersenyum dan berkata kepada ibu dan adiknya.


" Ma ! Nai ! ayo kita pulang ke Indonesia " ujar Kelvin semangat


Alma dan Naina saling melihat satu sama lain, keheranan melihat Kelvin yang begitu bersemangat. Dan tidak dingin seperti biasanya.


Bryan Alvaro Aditama, aku ingat nama kamu. Ha, tunggu saja kamu. Kelvin senyum-senyum sendiri.


Ada apa kah dengan Kelvin?


...---***----...