Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Paris menjadi saksi



Selina dan Alma pun berkenalan sebagai rekan yang akan bekerja sama. Rupanya Selina adalah model di JJ modelling, dengan tubuhnya yang bagus dan wajahnya yang cantik, tidak heran kalau Selina masih terpakai menjadi model.


Alma dan penata rias pun segera membantu Selina untuk memakai pakaian nya. Gaun berwarna merah, tampak anggun dipakai oleh Selina. Alma tidak menyangka kalau ternyata Selina pergi ke Paris dan menjadi model di perusahaan Mike.


Dia cantik banget, pantes aja dia bisa jadi model terkenal meskipun memiliki skandal. Kenapa Bryan tidak suka pada wanita cantik luar biasa seperti ini?.


" Hey, kamu sedang mengejekku ya?" tanya Selina ketus


" Pertanyaan anda aneh sekali Bu Selina, darimana anda tau saya sedang mengejek anda " Alma tidak senang


" Pasti kamu senang melihat hidupku yang sekarang, dan kamu sedang mengejekku di dalam hatimu " Selina tersenyum sinis


" nona Selina, anda harus bersikap sopan pada Bu Alma. Beliau adalah desainer penting di perusahaan kita " bisik Lisa pada Selina


Bisa gawat kalau Bu Alma membatalkan kontrak kerjanya bersama perusahaan JJ modelling, pak Mike sudah bersusah payah untuk membuatnya jadi desainer baju baju di perusahaan ini. Bisa kacau!


" Apa anda tau isi hati saya Bu Selina? saya memang sedang memikirkan sesuatu tentang ada di pikiran dan hati saya. Tapi saya sedang memuji anda, anda sangat cantik " Alma tersenyum melihat Selina dari ujung kepala sampai ujung kakinya.


" Jadi kamu mengakui nya juga kan? kalau aku cantik " kata Selina sambil tersenyum penuh percaya diri


" Iya, tapi hanya wajah anda saja yang cantik " ucap Alma sambil menatap tajam pada Selina


JLEB


Kata-kata Alma terdengar oleh model lainnya yang sedang berias di ruangan itu.


" Haha, dia memang pantas diperlakukan seperti itu "


" Sudah untung pak Mike masih mau bekerja sama dengannya, karirnya sudah mau hancur pun masih saja sombong " bisik seorang model


" Rasakan itu, itu akibat nya sombong dan jadi pelakor " ucap seorang wanita sambil melirik kesal pada Selina


Selina seperti sedang terkena karmanya. Wanita itu mengepal tangannya , ia menahan kesal pada Alma dan orang-orang yang membicarakan nya. Selina tidak menyangka, gadis yang terlihat polos lugu dan dulu akan ketakutan saat melihatnya. Sekarang sudah berubah menjadi wanita dewasa yang anggun dan pemberani. Bukan lagi Alma yang kekanakan dan mudah menangis.


Ternyata 7 tahun itu sudah mengubah dirinya. Sialan! aku iri padamu Alma.


***


.


.


Setelah memastikan semuanya sudah siap, Alma dan Lisa bersiap di belakang panggung bersama para model yang akan memperagakan baju.


" 10 menit lagi acaranya akan di mulai, semoga semuanya lancar ya Bu Alma " ucap Lisa


" Ya, semoga respon nya baik " Alma tersenyum


" Itu pasti Bu Alma, baju baju desain Bu Alma sangat bagus " kata Lisa yakin


Bu Alma keren sekali, masih muda cantik, baik hati, dan pintar. Pak Bryan beruntung sekali. batin Lisa kagum pada Alma


Tanpa sengaja salah satu model terjatuh dari salah satu anak tangga yang ada dipanggung. Alma kaget melihatnya.


" Kamu tidak apa-apa? apa kamu terluka?" tanya Alma cemas


" Kaki saya.. uh.." wanita itu kesakitan


Beberapa orang datang untuk menolong wanita itu, kaki nya terkilir dan tidak bisa melanjutkan acaranya.


" Bagaimana ini? apa kamu bisa berdiri Via?" tanya Lisa cemas


" Saya.. saya tidak bisa maafkan saya " jawab Via, model yang kakinya terkilir itu.


" Aduh bagaimana ini Bu Alma! mana acaranya tinggal 5 menit lagi ! dimana kita bisa mencari model pengganti secepat itu " Lisa terlihat panik dan bingung


" Gimana kalau kamu saja yang jadi modelnya? 5 menit kan sudah cukup untuk ganti baju " tanya Alma memberi saran


" Saya tidak bisa Bu, saya kan mengatur acara ! saya juga MC " jawab Lisa


Bagaimana ini? Via kan model dari baju utama


Lisa melihat ke arah Alma dan tersenyum, ia seperti nya memiliki ide.


***


Beberapa saat kemudian, para model tampil di depan panggung dan memperagakan beberapa gaya. Memamerkan baju dan kecantikan mereka. Mike dan beberapa tamu pentingnya duduk di bangku paling depan untuk melihat para model yang tampil itu.


Kini giliran Selina yang tampil, ia memakai gaun yang agak menantang. Semua mata memandangnya. Selina memang cantik dan elegan memakai gaun rancangan Alma.


PROK


PROK


PROK


" Pak Mike, busana yang dipakai oleh para model mu sangat bagus. Setelah ini saya ingin bertemu dengan desainer nya " ucap Sharla ( salah seorang teman Mike ) desainer terkenal di Paris


" Boleh, akan saya kenalkan anda pada desainer nya nanti " jawab Mike sambil tersenyum ramah


Sudah kuduga ini akan sukses, responnya melebihi yang kuduga. Setelah ini foto-foto para model ku akan terpampang di majalah mode di Paris. Baju desain Alma juga akan menjadi terkenal.


" ok Ladies anda gentleman, now we will see the main model of JJ modeling company!! " Kata Lisa kepada para tamu yang hadir disana


Alma masih berada dibelakang panggung, ia memakai baju rancangan nya sendiri. Baju yang tampak indah, tidak terlalu seksi. Gaun yang dipakai nya adalah gaun berwarna merah maroon. Jantung Alma berdegup kencang, ia takut Bryan akan melihatnya memakai gaun yang agak terbuka itu.


Ya Allah..semoga Bryan tidak ada disini. Terakhir aku memakai gaun seperti ini, dia mengamuk dan merobek gaun yang ku pakai ke pesta waktu itu. Aku tidak bisa membayangkan kalau dia akan marah melihatku memakai gaun seperti ini di depan umum. Aku sebenarnya tidak mau melakukan nya,tapi ini darurat demi pekerjaan.


Alma berjalan dengan perasaan gugup menyusuri karpet merah, ia berusaha tersenyum untuk menutupi rasa gugupnya. Semua kameraman mengarah ke arah nya dan memotret nya. Alma dengan kakunya berusaha bergaya layaknya seperti model lainnya.


Ayo Alma senyum. Jangan tegang, ini adalah acara besar. batin Alma meneguhkan hatinya


Mike tercengang dan sampai berdiri saat melihat model itu adalah Alma.


Alma? kenapa dia ada disana dan memakai baju itu? apa maksudnya ini?


" Wow.. she's very beautiful " ucap seorang pria bule menatap Alma dengan terpesona


" Really, sungguh kecantikan yang eksotis " kata Sharla kagum


Semua mata terpana pada Alma dan gaun yang dikenakan nya. Alma melambaikan tangannya ke kamera dengan kaku. Alma terkejut saat melihat seorang pria yang berada di ujung ruangan itu menatapnya dengan tajam dan berjalan ke arah Alma.


Bryan? mati aku! dia melihatnya dan dia berjalan kesini. Aku harus segera pergi! Atau dia akan menyeret ku. Alma segera berbalik dan berjalan kembali menuju ke belakang panggung.


Lisa heran melihat Alma yang begitu terburu-buru ke belakang panggung, wajahnya tampak panik. Lisa pun segera mengatakan kalimat penutupan acara peragaan busana itu.


" Beraninya si Mike membuat wanita ku berdiri di depan sana dengan pakaian minim seperti itu. Seperti nya ada yang mau mati disini! " gerutu Bryan marah


Kekesalan Bryan bertambah saat melihat para pria di ruangan itu yang menatap Alma dengan tatapan yang lapar. Bryan benci dan cemburu melihatnya, ia murka karena hanya ia yang boleh melihat Alma dengan tatapan seperti itu.


Mike melihat Bryan sudah berada di depannya dan menatapnya dengan marah. Mike kaget melihat wajah Bryan yang tampak marah itu. Bryan seperti akan meledak.


" Bryan .."


Apa dia marah? Aku lupa kalau dia itu posesif pada Alma. Celaka!


" Aku akan membereskan mu nanti, Mike !" Bryan menunjuk pada Mike dengan kesal.


****


Alma sudah berada di belakang panggung, ia tampak panik dan berusaha mengganti bajunya dengan cepat. Tapi bajunya sulit dilepaskan. Para model disana melihatnya dengan keheranan, termasuk Selina.


Bagaimana ini? ini susah dilepas!


Selina yang berjalan menuju ke luar, berpapasan dengan Bryan. Hatinya masih merasa senang saat melihat mantan suaminya itu.


" Bryan, kenapa kamu ada disini? apa kamu kesini mau bertemu dengan ku?" tanya Selina


" Kami ngehalu ya?! " kata Bryan sinis. " Kamu lihat Alma?" lanjut Bryan bertanya


" Alma ya? dia ada tuh di ruang ganti. " jawab Selina malas


Dia seperti nya sangat mencintai Alma. Padahal dia sudah lebih lama bersama ku. Ternyata waktu pun gak bisa buat kamu berpaling darinya, Bryan.


Bryan berjalan dengan langkah besar menuju ke ruang ganti. Di sana terlihat Alma yang masih kesulitan membuka resleting bajunya. Bryan sudah menatapnya dengan tajam dan berdiri tepat dibelakang nya.


" Bry.. Bryan!" teriak Alma kaget


Bagaimana nasib baju ku ini? ini kan di rancang dari desain utama milikku. Aku tidak bisa membiarkan nya merobek baju ini.


" Kenapa kamu kaget? kaya lihat hantu aja. Kamu mau buka baju itu ya? kayanya kamu kesusahan deh, mau aku bantu? " Bryan tersenyum, tapi matanya menunjukkan kemarahan.


Beraninya kamu memakai baju seperti itu di depan umum! di depan pria lain, lihat bagaimana aku akan menghukum mu.


" A-aku tidak butuh bantuan mu, aku akan melepas nya sendiri "


Tolong tinggalkan aku sendiri.


GLEK


Alma menelan ludahnya, jantungnya berdegup kencang ketika Bryan berjalan menuju ke arahnya. Bryan memegang resleting belakang gaun yang dipakai oleh Alma.


" apa yang kamu lakukan? " tanya Alma


" Biar aku bantu buka kan baju nya, kamu seperti nya kesulitan "


" Aku cuma mau bantu kamu kok " Bryan berbisik di telinga Alma, tubuh mereka berdekatan satu sama lain. Membuat jantung keduanya berdegup dengan kencang.


Padahal ini bukan pertama kalinya mereka berdekatan. Tapi, jantung mereka masih saja berdebar-debar.


SRET


Bryan menarik sedikit resleting gaun yang dipakai Alma. Alma kaget, lalu membalikkan tubuhnya ke depan Bryan dan menghentikan tangan Bryan yang sedang menarik resleting gaun nya.


GREP


" Bry.. Bryan sudah cukup! jangan lakukan ini! " ujar Alma malu dan takut pada sosok Bryan yang tersenyum itu. Senyuman yang menakutkan dan menyeramkan baginya.


Entah apa lagi yang akan di lakukan si gila ini kalau aku tidak menghentikan nya.


" Kenapa? bukannya kamu suka memakai baju seperti ini di depan orang banyak? biar para pria itu terus melihatmu. Bukankah itu bagus?" tanya Bryan sambil tersenyum sinis


" Tidak ! aku tidak suka !" Alma menggeleng


" Benarkah kamu tidak suka?" tanya Bryan sambil mengangkat tubuh Alma ke atas meja, Bryan memegang pinggul kecil gadis itu.


KYAAA !!


" Bryan apa yang kamu lakukan di ruang tunggu wanita? bagaimana jika ada yang datang kemari? kamu.. " Alma mendorong-dorong tubuh Bryan


" Tenang saja, pintunya sudah ku kunci kok. Ah.. atau kamu mau aku membuka pintunya, lalu para pria diluar sana akan melihatmu lagi?' tanya Bryan dengan tatapan mata yang tajam pada Alma


Hanya aku yang boleh melihat keindahan mu Alma. Tapi sekarang para pria itu juga tau keindahan dirimu.


" Cukup! hentikan! baiklah baiklah, aku minta maaf aku tidak akan mengulangi nya lagi. Ini yang pertama dan terakhir! kamu jangan marah lagi ! " seru Alma memohon


" Oh seharusnya kamu katakan itu dari tadi Almahyra, kamu ingat peringatan dariku tapi kamu melanggarnya. Maka dari itu, kamu juga harus tau konsekuensi nya " Tangan Bryan memegang dagu gadis itu, kini keindahan wajah Alma tampak di mata Bryan.


Alma menepis tangan Bryan, tubuhnya gemetaran ketakutan. Alma takut kalau Bryan akan melakukan sesuatu padanya seperti 7 tahun yang lalu.


Seperti nya aku membuatnya takut.


Bryan menjauh dari Alma, dan melepaskan nya. " Fine, aku tunggu di luar, kamu harus sudah mengganti baju mu. Kalau kamu masih memakai baju itu, aku akan merobek nya di depan orang banyak biar kamu malu " ucap Bryan sambil tersenyum jahil


" I-iya " jawab Alma patuh


Bryan kalau sedang cemburu, tampak menyeramkan.


Beberapa menit kemudian, setelah Alma selesai mengganti bajunya. Bryan yang sudah menunggu di luar, segera menggandeng tangan Alma dan membawa wanita itu keluar dari gedung tempat acara peragaan busana itu. Padahal acaranya belum selesai, dan banyak yang mencari Alma karena desain busana nya yang indah.


" Aishh.. si Bryan ini. " gerutu Mike yang kesal pada Bryan karena membawa Alma pergi begitu saja.


Akhirnya Mike lah yang menangani para tamu yang hadir, dan mengatur pertemuan tamu tamu penting itu dengan Alma.


❤️❤️❤️


Tak terasa hari sudah malam, sudah seharian Alma berada di acara fashion show perusahaan JJ itu.


***


Bryan membawa Alma kesebuah tempat, tak lupa ia memakaikan kain dan menutupi mata Alma dengan kain itu. Bryan menggandeng tangan Alma, mereka berjalan ke sebuah taman yang tak jauh dari menara Eiffel.


" Bryan kita mau kemana sih? kenapa mata ku ditutup begini?" tanya Alma kebingungan


" Pegang saja tanganku erat-erat, jangan sampai kamu jatuh " ucap Bryan sambil tersenyum. Lalu, tiba-tiba saja Bryan melepaskan pegangan tangannya dari Alma.


" Kamu mau ngerjain aku lagi? kamu masih marah ya Bryan?" tanya Alma sebal


" Ini hukuman untukmu, Alma terus jalan lurus ke depan !" seru Bryan


" Bryan, aku akan buka penutup mataku nih. " ancam Alma sebal


" Jangan dulu, berjalan lah 3 langkah ke depan. Baru kamu boleh buka mata mu "


Bryan menunggu Alma di depannya, ia tersenyum lebar. Menantikan Alma melihat surprise yang sudah ia siapkan untuknya.


Tap, Tap, tap, Alma melangkah ke depan dengan hati-hati. Bryan pun memberi aba-aba pada Alma untuk membuka penutup matanya. Alma terpana melihat apa yang ada di sekeliling nya. Begitu banyak bunga mawar berwarna ungu bertebaran. Setiap jalan nya di kelilingi oleh karpet merah. Alma semakin kaget lagi saat menyadari kalau ia berada di depan menara Eiffel yang megah dan indah, yang termasuk 7 keajaiban dunia itu.


Di kelilingi lampu yang gemerlapan, membuat malam itu semakin indah.


" Bryan ! apa semua ini?" tanya Alma terpana


Di hadapan semua orang yang lewat, Bryan memainkan gitar di depan Alma. Ia menyanyikan sebuah lagu romantis dan suara pria itu terdengar indah. Diiringi senyuman menawan milik Bryan. Bryan menjadi pusat perhatian semua orang disana, bahkan ada yang sampai memvideo kan nya.


🎵🎵🎵🎶


...Dengarkanlah wanita pujaanku...


...Malam ini akan kusampaikan...


...Hasrat suci kepadamu dewiku...


...Dengarkanlah kesungguhan ini...


...Aku ingin, mempersuntingmu...


...Tuk yang pertama dan terakhir...


...Jangan kau tolak dan buatku hancur...


...Ku tak akan mengulang tuk meminta...


...Satu keyakinan hatiku ini...


...Akulah yang terbaik untukmu.....


...Akulah yang terbaik untukmu.....


Alma terpana sampai tak bisa berkata kata. Pria tampan di depannya itu menyanyikan lagu indah untuknya. Hatinya berdebar untuk ke sekian kalinya. Matanya berkaca-kaca, saking terharunya, lagu itu meresap ke dalam hatinya.


Dia sudah menyiapkan semua ini untukku? Bryan..orang yang tidak romantis itu menyiapkan semua ini?


Setelah selesai menyanyi, Bryan menyimpan gitar nya di kursi taman, ia berjalan mendekati Alma. Semua orang disana merasa tersentuh dengan tindakan romantis Bryan pada Alma.


" Aku tidak tau kamu bisa bermain gitar dan menyanyi "


" Apa kamu terpesona padaku sekarang Alma?" tanya Bryan


" Aku selalu terpesona padamu "


" Jumlah mawar ini adalah 2.555, hari ini tepat 7 tahun saat kamu meninggalkan ku, bunga ini adalah penebusan 2.555 hari itu. Setiap hari aku akan memberikan mu bunga yang kamu sukai, perasaan ku tidak akan pernah layu seperti bunga bunga itu. Karena setiap harinya aku akan selalu memberikan mu bunga yang baru dan masih segar, seperti perasaan ku padamu yang setiap hari nya semakin kuat dan tidak pernah pudar oleh waktu. Aku bisa pastikan aku akan jatuh cinta padamu setiap hari " jelas Bryan sambil menatap wanita yang ada di depannya itu dengan penuh cinta


Tes, tes, tes.


Air mata mengaliri pipi Alma, tangan nya menutup mulutnya. Ia sangat terharu dengan kejutan dari Bryan. Sampai ia menangis, 7 tahun lamanya ia pergi meninggalkan Bryan, selama 7 tahun itu perasaan nya juga tidak pernah pudar pada Bryan. Dan Bryan pun merasakan hal yang sama. Cinta mereka tak lekang oleh waktu, sekali cinta tetaplah cinta. Ketulusan hati Bryan telah sampai pada hati Alma.


" Hey kenapa kamu malah menangis?" tanya Bryan


" Bodoh! aku tidak menangis..hiks "


Aku tidak pernah menyangka kalau Bryan akan seromantis ini. Padahal dia tidak pernah menunjukkan perasaan nya di depan orang banyak.


" Baiklah kalau begitu aku akan mengatakan inti dari kejutan ku hari ini, Will you marry me Almahyra?" Bryan memulai adegan intinya, ia berlutut dan membuka kotak cincin yang ada di depannya itu. Sebuah cincin berlian yang indah berwarna ungu, terlihat disana.


" uuunchh.. so sweet !!"


" Accept !! accept !! "


" terima terima !!" teriak para penonton yang melihat adegan lamaran romantis itu


Alma mengambil kotak cincin itu dan menutup nya lalu ia mengembalikan nya para Bryan. Bryan dan orang orang yang lewat disana bingung melihatnya.


" Alma apa kamu menolak ku?" tanya Bryan ketakutan


" Bodoh! siapa yang bilang? kalau kamu melamar ku, harusnya kamu pasangkan cincinnya di jariku. Kenapa aku harus memasang nya sendiri?!" ucap Alma


Bryan tersenyum, ia mulai paham dengan maksud Alma. Wajahnya terlihat lega, Bryan memasangkan cincin berlian itu di jari manis Alma.


Syukurlah cincinnya pas.


" Jadi kamu menerima ku? kamu mau menikah denganku? jawab! " Bryan memegang tangan Alma


" Aku kan sudah pakai cincin mu.. jadi.. "


" Jawab yang benar Alma!"


" Aku tidak mungkin menolak mu Bryan " jawab Alma


" Aku mencintaimu " Bryan tersenyum manis


" Aku juga mencintaimu "


Bryan menarik Alma kedalam pelukannya. Mereka berdua tampak bahagia. Semua orang disana bertepuk tangan, ikut merasa bahagia dengan acara lamaran Bryan.


Dan kota Paris, menjadi saksi cinta dimana Bryan menyatakan perasaan nya.


...--***--...