Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 16. Balap motor



Kelvin, Ghina dan ketiga temannya memasuki ruangan kelas X a. Disana terlihat Naina, Risya dan Juna sedang duduk di bangku seusai menyelesaikan tugas piket mereka. Naina terkejut karena Kelvin datang ke kelasnya bersama Ghina CS.


"Kakak?" tanya Naina menyapa kakaknya, ia langsung berdiri dari tempatnya duduk.


Risya tak hentinya menatap Kelvin, dengan tatapan terpesona. Dalam hatinya Risa mengagumi ketampanan pria itu.


Apa dia adalah Kelvin? aku tau waktu kecil dia memang tampan, tapi sekarang dia makin tampan.


"Hai Vin" sapa Juna ramah


"Kamu belum pulang Nai, syukurlah.. ada yang mau ngomong sama kamu" ucap Kelvin dengan nada suara yang datar seperti biasanya. Kelvin mengabaikan Juna yang menyapanya.


Sial! aku di cuekin. gerutu Juna dalam hatinya.


Tubuh Ghina dan ketiga temannya terlihat gemetar, mereka melangkah maju ke depan Naina.


"Naina, kami mau minta maaf sama kamu" ucap Ghina lebih dulu, dengan wajah bersalah nya.


"Aku juga minta maaf sama kamu. Kami sudah salah paham sama kamu" ucap seorang teman Ghina yang ada dibelakang Ghina.


"Maaf, maksud kakak kakak gimana ya? kalian minta maaf untuk apa?" tanya Naina tidak paham.


"Jelaskan Ghina!" ujar Kelvin


"Kami yang sudah mengunci kamu di toilet dan menyiram kamu dengan air bekas pel!" jelas Ghina dengan cepat dan ketakutan.


Duh gimana nih? gimana kalau si Naina sama kaya si Kelvin yang gak mau maafin aku.


Juna dan Naina tercekat mendengar penjelasan dari Ghina. Atau mungkin pengakuannya? awalnya Naina kesal mendengarnya. Ghina cs yang penuh penyesalan itu meminta maaf dengan sungguh-sungguh pada Naina.


"Jadi kalian yang udah jahilin si Naina? bener bener deh kalian" gerutu Juna kesal.


"Nai, kamu mau maafin mereka ya? kalau kamu gak mau maafin mereka, aku juga gak akan maafin. Aku akan langsung bawa mereka ke kantor guru" ucap Kelvin tegas


Serem nih si Kelvin kalau ngamuk. batin Juna melihat Kelvin yang marah dan tegas.


"Aku gak papa kok, aku maafin. Dan kakak jangan nakut-nakutin kakak kakak kaya gitu dong." ucap Naina yang tidak mau memperpanjang masalah.


Ghina cs tersenyum senang mendengar Naina sudah memaafkan mereka.


"Kamu maafin mereka gitu aja?" tanya Kelvin kesal


"Semua orang berhak dapat kesempatan kak, dan kak Ghina juga ketiga kakak ini sudah menyesali perbuatannya. Itu sudah cukup Kak." kata Naina


"Kamu selalu saja pemaaf" gumam Kelvin


"Makasih banget ya Naina, sekali lagi maafkan kami. Kami benar-benar menyesal, Kelvin makasih ya" kata Ghina senang


Aku selamat. ucap Ghina lega


Segera setelah itu, Gina CS pergi dari kelas 10 a dan bergegas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing karena sudah lewat jam pulang sekolah.


"Kamu.. kak Kelvin kan?" tanya Risya pada Kelvin


"Iya, kamu siapa?" tanya Kelvin dingin


"Kakak, aku lupa ngasih tau kakak. Ini Risya kak, dia sekelas sama aku" ucap Naina memperkenalkan Risya


DEG!


Kelvin langsung merubah ekspresi datarnya menjadi ekspresi yang dingin, ketika mengetahui bahwa wanita cantik yang ada disamping adiknya itu adalah Risya. Kelvin terlihat tidak suka dengan kehadiran gadis itu, meskipun tersenyum manis, Kelvin tetap saja merasa tidak nyaman. Kelvin tak ragu menunjukkan ketidaknyamanan nya di depan Naina pada Risya.


Loh loh? kok Si Kelvin ini kaya mengabaikan si Risya? Sebenarnya ada hubungan apa mereka dengan Risya? Apa mereka sudah saling kenal sebelumnya?. Juna melihat ke arah Kelvin yang memalingkan wajahnya dari Risya.


"Udah lama ya gak ketemu kak Kelvin, gimana kabar kakak?" Risya tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya, mengajak Kelvin untuk berjabatan tangan.


Pria genius itu mengabaikan Risya, tatapannya sinis pada Risya. Ia malah menarik tangan adiknya.


"Aku mau bicara sebentar!" seru Kelvin.


"Iya kak.. Juna, Risya bentar ya" ucap Naina pada kedua temannya itu.


Kakak kenapa sih? kasihan Risya sedih. Naina melihat Risya menunduk sedih, dan wajahnya memelas.


Kelvin membawa Naina keluar kelas, mereka bicara jauh dari kelas X-A. Naina terheran-heran dengan sikap kakaknya pada Risya.


"Kakak mau ngomong apa sih?" tanya Naina


"Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalaku ini. Tapi aku cuma mau nanya satu hal aja"


"Apa kak?"


"Kamu berteman dengannya?" tanya Kelvin


"Maksud kakak Risya?" tanya nya balik


"Ya, gadis yang ibunya sudah hampir membuat Mama meninggal" jawab Kelvin


"Kakak, Risya tidak bersalah, Risya itu baik kak.. dia berbeda dengan tante Selina"


"Darimana kamu yakin dengan semua itu? buah jatuh tidak jauh dari pohonnya Nai!"


"Kakak selalu berpikiran negatif pada orang lain, Kakak kan bisa lihat sendiri perbedaannya Risya dan ibunya." Naina membela Risya


"Haa.. kamu yang selalu berpikiran positif pada orang lain. Kamu harusnya berpikir sedikit negatif kepada orang-orang di sekitarmu, apa maksudnya gadis itu mendekatimu. Apa maksudnya gadis itu datang kemari Setelah sekian lama menghilang. Dia pasti punya maksud tersembunyi, Nai" Jelas Kelvin dengan penuh keyakinan


"Aku percaya Risya itu baik kak dan dia tidak punya maksud jahat. Dia bahkan meminta maaf padaku atas kesalahan tante Selina." kata Naina


"Kamu ini benar-benar mirip dengan mama..Kalian selalu melihat sesuatu dari luar, sama sekali tidak waspada! Kalian selalu berfikir positif untuk semua hal" Kelvin bergumam kesal sendiri, ia pun memegang tangan adiknya.


"Bukankah bagus untuk selalu baik pada orang lain kak? mama juga selalu bilang untuk memberikan kesempatan kedua. Lagipula, yang salah itu adalah Tante Selina, Risya tidak tau apa-apa" jelas Naina


"Nai dengarkan aku! kamu jangan lupa, kalau Tante Selina dan Risya adalah penyebab mama dan papa berpisah selama bertahun-tahun. Merekalah yang membuat mama dan hidup kita kesulitan" Kelvin menatap tajam pada adiknya itu.


Naina juga tidak bisa berkata apa-apa karena apa yang dikatakan kakaknya adalah fakta. Namun, ia memiliki pendapatnya sendiri bahwa Risya temannya tidak bersalah.


"Nai.. dengarkan aku, tidak semua orang yang terlihat baik di luar itu baik. Aku takut dia memendam kemarahan karena tante Selina yang dimasukan ke dalam rumah sakit jiwa. Aku.. tidak mau kamu kenapa-napa Nai, setelah kehilangan Albry.. kamulah satu-satunya saudara yang aku punya."


"Kakak.. kakak juga adalah satu satunya saudara yang aku punya. Tapi, aku percaya pada penilaian ku sendiri. Kalau Risya itu baik ,dan kakak.. Tante Selina sudah meninggal"


Kelvin tersentak mendengar nya. Ia pun terdiam, adiknya itu sangat keras kepala jika diingatkan. Setelah mengingatkan nya, Kelvin hanya tersenyum dan mengelus kepala adiknya penuh kasih sayang.


"Aku memang tidak bisa menang darimu, kamu memang keras kepala seperti mama. Baiklah, kalau Risya macam-macam padamu, kamu harus beritahu aku" kata Kelvin sambil tersenyum


Kalau begini aku hanya bisa mengandalkan si Juna, atau Keira. Karena mereka yang paling dekat dengan Naina di kelas. Aku tidak bisa selalu menjaganya, karena kami beda kelas. Naina yang polos akan mudah dikelabui.


"Iya kakak, kakak tenang saja" Naina tersenyum dan memeluk kakaknya dengan perasaan haru betapa kakak nya sangat mempedulikan nya.


Aku tau kakak sangat sayang padaku, tapi aku akan baik-baik saja. Aku bisa menjaga diriku sendiri, dan aku percaya Risya baik.


Kelvin tersenyum lembut, ia membalas pelukan adiknya. Lalu Naina melepaskan pelukannya." Ayo pulang Nai" ajaknya


"Aku ada kerja kelompok kak, kakak pulang duluan saja" ucap Naina


"Kamu mau kerja kelompok dimana?" tanya Kelvin


"Gak tau, aku mau nonton Juna sama Damar balapan dulu hehe" Naina menjawab pertanyaan kakaknya dengan senyuman polos


"Nonton balapan motor??!!" tanya Kelvin kaget


Kelvin awalnya marah karena Naina akan menonton balapan motor bersama Juna. Akhirnya setelah di jelaskan baik-baik oleh Keira dan Damar, Kelvin pun memberikan izin untuk adiknya itu dengan berat hati.


"Tenang aja Vin, Naina gak akan kenapa-napa kok cuma nonton doang" kata Damar


"Ya, udah gitu kita mau belajar bareng" kata Juna


"Hadiah balapan motornya apa?" tanya Kelvin


"Hah??"


Juna dan Damar melirik kaget saat seorang Kelvin Aditama menanyakan hadiah balapan motor yang akan di hadiri oleh Juna dan Damar.


...****...


Akhirnya Kelvin juga ikut menemani Naina dan teman-teman nya ke arena balapan. Naina merasa kalau kakaknya ini terlalu berlebihan sampai mengikutinya bersama teman-teman nya. Terlebih lagi Kelvin selalu menjadi pusat perhatian semua orang yang melihatnya.


"Kebetulan aku lagi gabut, ya udah ikut aja kesini deh" jawab Kelvin santai


Naina memakan lollipop coklat yang ada di tasnya, ia melihat arena balapan yang luas dan di depannya. Risya duduk di sebelahnya, dan di sebelah Kelvin juga ada Keira disana. Sementara Juna dan Damar sedang bersiap di arena balap untuk ikut balapan motor.


Drett..


Drett..


🎶🎶


Ponsel Kelvin berdering, ia mendapatkan telpon dari Theo. "Vin, Lo dimana?"


"Gue di arena balapan motor"


"Ngapain lo disana?"


"Nemenin Naina sambil lihat balapan motor, oh ya disini juga ada si Juna" kata Kelvin memanasi


"Share lock, gue mau kesana sekarang juga" kata Theo langsung semangat


"Cih, kalau soal Naina aja Lo garcep banget. Oke gue share lock"


"Tumben Lo baik"


"Banyak omong, Lo mau kesini gak?" tanya Kelvin


Kayanya seru nih kalau si Juna sama si Theo ada disini.


"Mau lah!"


Theo segera bergegas pergi setelah mendapatkan share lock dari Kelvin. Ia pergi mengendarai motornya untuk pertama kalinya. Bahkan Theo tidak memakai kacamata seperti biasanya. Penampilan nya terlihat keren.


Sementara itu di tempat balapan motor, Kelvin melihat papan hadiah yang ada di dekat sana. Juara 1 mendapatkan uang 10 juta, juara 2 mendapatkan uang 5 juta, dan juara tiga mendapatkan hp keluaran terbaru.


Kelvin terlihat melamun melihat papan hadiah itu. Haruskah aku ikutan saja? kalau aku belikan langsung dia pasti tidak akan terima, kan?


"Kelvin, kamu lagi apa?" tanya Keira sambil membawa 2 cup air minum di tangannya


"Gak apa-apa"


"Nih, aku beliin air minum" Keira tersenyum dan memberikan satu cup yang dibawa nya itu. Kelvin langsung mengambilnya.


"Thanks.Oh ya Kei, kamu udah ngomong sama Theo, Naina dan Nisha tentang pekerjaan kamu?" tanya Kelvin sambil meneguk air dingin dalam cup itu.


"Belum, aku lagi nunggu waktu yang tepat" jawab Keira


"Sebaiknya kamu cepat-cepat kasih tau, kamu tau kan kalau Naina ngambek nya suka lama." Kelvin mengingatkan


"Aku tinggal kasih kue coklat atau kue stoberi aja, pasti ngambeknya langsung ilang deh" Keira tersenyum yakin


"PFut.. kamu benar juga" Kelvin tertawa


"Ya kan?"


"Ya kamu bener"


"Vin, apa kamu udah gak marah lagi sama aku kan?" tanya Keira


"Kapan aku marah sama kamu?" tanya Kelvin


"Kamu mengabaikan ku beberapa hari ini"jawab Keira sedih


"Aku tidak marah, aku hanya kecewa karena kamu tidak membagi masalah kamu dengan ku, ah..dan tentu saja dengan teman-teman yang lain juga" jelas Kelvin


"Jadi kamu tidak marah kan?"


"Tidak"


"Kita baikan?"tanya Keira


"Gak usah baikan, toh kita juga ga marahan" Kelvin tersenyum lembut. Keira juga tersenyum melihat Kelvin masih memakai gelang pemberian nya waktu kecil.


Aku harus buatkan lagi Kelvin, Naina, Nisha dan kak Theo gelang yang baru. Gelang yang lama sudah terlihat kusam, dan jelek.


Risya melihat Kelvin dan Keira dari kejauhan. Risya tidak percaya melihat Kelvin bisa tertawa saat bersama Keira. Dalam sekali lihat saja Risya bisa merasakan kalau Kelvin dan Keira memiliki hubungan dengan perasaan lebih dari teman biasa.


"Kamu heran ya lihat kak Kelvin yang dingin, bisa senyum dan ketawa gitu?" tanya Naina yang melihat Risya terus menatap Kelvin dan Keira.


"Ah.. iya.. hehe" jawab Risya sambil tersenyum


"Hanya sama Keira saja kakak bersikap seperti itu. Keira sangat spesial untuk Kakak, dari kecil aku udah tau kalau kakak menganggap Keira istimewa"


"Apa kak Kelvin suka sama dia?" tanya Risya penasaran


"Hem.. entahlah, kakak jarang mengutarakan isi hatinya. Dari dulu kan kakak cuek orangnya, tapi yang jelas, Keira itu di mata kakak sangat berbeda dengan gadis lain" jawab Naina sambil tersenyum


"Oh gitu ya"


Bagaimana ini? ini semakin menarik saja. Aku gangguin hubungan Naina dan Juna, atau gangguin hubungan nya Keira dan Kelvin ya? Aku kan cantik, aku pasti bisa merebut semua perhatian semua cowok di sekolah. Aku kan lebih cantik dari Naina dan Keira, aku pasti bisa dong menaklukkan Juna dan Kelvin. Batin Risya percaya diri


Tak lama kemudian, Theo datang ke bangku penonton yang ada di arena balapan itu dengan napas yang terengah-engah.


"Kak Theo?" Kata Keira dan Naina bersamaan


"Ternyata kalian ada disini.. huuuhhh" kata Theo sambil tersenyum melihat Naina.


"Lo udah dateng? pinjem kunci motor Lo, dong" kata Kelvin pada temannya itu.


"Lo mau ngapain?" tanya Theo


"Sini aja, sama helm Lo gue pinjem"


Theo melemparkan kunci motornya pada Kelvin dan helm yang ia pegang. Naina dan Keira bingung kenapa Kelvin meminta kunci motor dan helm milik Theo? mau kemana dia?


Theo duduk disamping Naina, wajahnya tampak berkeringat. Naina pun memberikan sebotol air minum pada Theo.


"Kakak, habis darimana sih? kaya buru-buru gitu?" tanya Naina heran


"Gak darimana mana kok, aku cuma pengen cepat kesini. Lihat balapan motor sama kamu, kamu gak keberatan kan?" tanya Theo


"Gak papa, semakin banyak orang kan semakin seru" jawab Naina senang


Mana bisa aku biarin kamu terus berduaan sama si trouble maker itu.


Risya semakin tidak menyukai Naina dan iri pada Naina karena ia disukai oleh dua pria tampan sekaligus. Risya merasa kalau dirinya lebih baik segalanya dari Naina.


***


Juna, Damar dan Kelvin turun ke arena balap dan bersiap dengan motor mereka. Juna merasa tidak enak karena harus berhadapan dengan Kelvin.


"Wah, Lo ikut juga Vin"


"Kenapa emang?"


"Gue gak enak sama si Naina kalau gue ngalahin Lo "


"Haa.. pede banget Lo, belum tau hasil akhir aja udah sombong." kata Kelvin


"Habisnya Lo kelihatan amatiran" kata Juna mengejek


"Oh ya, Lo belum lihat ke atas sana. Lihat baik-baik, adik gue lagi sama siapa" Kelvin menyeringai, keusilan nya di mulai.


Juna melihat ke bangku penonton, kepalanya langsung terasa panas melihat Naina dan Theo duduk bersebelahan. Mereka terlihat mengobrol dengan akrab.


Kenapa dia ada disitu?! sialan!


"Jun, konsen!" seru Damar dan kedua temannya yang lain.


"Oke" jawab Juna sambil menyalakan motornya.


1.... 2.... 3...... MULAI!!!


...---***---...