
Pov Keira Kelvin
🍀🍀🍀
Sementara itu di Jakarta..
Persiapan pernikahan Keira dan Kelvin belum berlangsung, karena kesibukan mereka mempersiapkan pesta ulang tahun perusahaan A-Tech. Padahal tanggal pernikahan sudah ditentukan, tapi keduanya sama-sama belum punya waktu untuk mempersiapkan nya.
Keduanya sama-sama sulit bertemu ataupun berkencan. Waktu berduaan mereka hampir tidak ada karena kesibukan masing-masing. Keira juga sibuk dengan pekerjaan nya, begitu pula dengan Kelvin yang harus memonitoring segala hal berkaitan dengan perayaan pesta ulang tahun itu yang akan diadakan beberapa hari lagi.
"Lyla, bisa tolong antar ini ke kantor Presdir?" tanya Melinda, ketua tim bagian perencanaan tempat dimana Keira ditugaskan. Melinda memberikan sebuah dokumen pada Lyla
"Maaf Bu, bisa suruh Keira dulu? soalnya saya masih harus memfotokopi beberapa berkas" ucap Lyla sambil melirik ke arah Keira, dan mengedipkan sebelah matanya.
Kenapa Lyla seperti itu? apa dia sakit mata?
"Aku?" Keira keheranan dan menunjuk pada dirinya sendiri dengan bingung.
"Ya sudah Keira, kamu saja yang antar ini ke kantor Presdir ya. Saya minta tolong banget" kata Melinda yang masih sibuk menyalin data di komputer nya.
Keira mengambil dokumen dari tangan Melinda dan dia melihat ke arah Lyla yang masih tersenyum padanya.
"Kei, jangan lupa bawa kotak bekal nya" bisik Lyla pada sahabat nya itu
Gadis itu tersenyum mendengar bisikan dari Lyla, dia mengerti apa maksud Lyla menolak mengantar dokumen itu ke kantor Kelvin.
"Lyla, kamu tau aku bawa kotak bekal?" tanya Keira berbisik pada Lyla
"Iya aku tau. Cepat antarkan sama pak Kelvin sana! sudah lama kalian tidak bertemu kan?" tanya Lyla sambil tersenyum tulus untuk kebahagiaan temannya itu
"Makasih Lyla" Keira tersenyum pada sahabatnya yang sangat pengertian itu.
Lyla benar-benar memiliki kemiripan dengan Naina dalam hal sikap. Mereka polos, lugu dan ceria. batin Keira
Keira pun masuk ke dalam lift, ditangannya ada dokumen dan juga ada kantong berisi kotak bekal. Gadis itu senyum-senyum karena dia akan bertemu dengan Kelvin setelah 2 hari lamanya mereka tidak bertemu.
Saat turun dari lift, Keira melihat Sherly sudah berada di depan ruangan Kelvin. Sherly yang tidak tahu apa-apa tentang ikatan pertunangan Keira dan Kelvin masih saja berusaha mendekati Kelvin.
"Ngapain kamu disini?" tanya Sherly sambil melihat sinis ke arah Keira dari atas sampai bawah. Tangannya memegang map berwarna biru.
"Bukan urusan mu" jawab Keira dingin
"Kamu masih saja tidak menyerah ya untuk menggoda Presdir. Tapi dengan tampang kamu ini, kamu tidak akan berhasil" Sherly merasa dirinya lebih cantik dan elegan dibandingkan dengan Keira. Dia sangat percaya diri bahkan Kelvin menyukainya.
"Ngomong apaan sih kamu? ngerasa wow banget ya, kamu?" tanya Keira sinis pada mantan saudara tirinya itu.
"Kamu jangan mimpi jadi Cinderella deh, Kelvin itu selera ceweknya pasti sangat tinggi"
"Oh ya? selera tinggi? contohnya seperti siapa?" tanya Keira yang ingin tau seberapa narsis nya wanita bernama Sherly itu
Cewek ini kepedean nya maksimal. Halu. Keira mengejek Sherly dari dalam hatinya
"Ya, kaya aku ini lah. Kelvin genius tampan yang sempurna, gak mungkin lah mau seperti Upik abu sama kamu. Yang memakai pakaian tidak bermerek, jadi jangan mimpi kalau kamu bakalan jadi anggota keluarga Aditama" Sherly mengejek Keira yang memakai pakaian murah dan tidak bermerek itu.
Namun Sherly terkejut melihat sebuah kalung berbentuk bintang terpasang di leher Keira.
Kenapa bisa pulang kalung berlian? gak mungkin, itu pasti imitasi. Mana mungkin dia mampu membeli barang mahal seperti itu.
Benar-benar halu nya tingkat tinggi. Keira kamu adalah tunangan Kelvin dan calon istrinya, kamu harus percaya diri. ucap Keira dalam hatinya
"Gak mungkin lah, kalau itu terjadi berarti selera nya rendah" Sherly tertawa sinis mengejek Keira
"Apa kamu dengar semuanya Vin?" tanya Keira sambil membuka pintu kantor Presdir perusahaan A-Tech itu.
"Selera ku yang rendah, atau orang yang mengatakannya itulah yang rendahan?" tanya Kelvin sambil menatap tajam ke arah Sherly
Kelvin terlihat berdiri di sana, dia tersenyum sinis memandang ke arah Sherly. Sherly terkejut, karena dia baru tau kalau Kelvin ada disana.
Sejak kapan Kelvin ada disana? apa dia mendengarkan semua pembicaraan ku dan si kampungan ini?. Sherly mengepalkan tangannya dengan kesal.
Lihatlah dia, dia terlihat kesal. Keira menatap Sherly dengan tatapan mengejek.
"Kelvin, aku kesini mau membicarakan soal perusahaan mama ku" ucap Sherly sambil menyerahkan dokumen itu pada Kelvin, dia ingin mengalihkan pembicaraan.
Aku harus berbaik baik dulu pada Kelvin, agar dia bisa menyelamatkan mama. Karena pak Bryan sudah angkat tangan dan menarik semua modal nya.
"Mau apa?" tanya Kelvin sinis
Perusahaan papa? apa yang terjadi pada perusahaan papa?. batin Keira dengan mata yang membulat, dia keheranan melihat Sherly yang terlihat sedih membicarakan masalah perusahaan.
"Bisakah kita bicara di dalam" pinta Sherly
"Bicara saja disini!" seru Kelvin dingin
"Aku tidak mau bicara di depannya" Sherly menatap sinis ke arah Keira.
"Tapi aku mau tunangan mu mendengar apa yang kamu katakan, aku tidak mau menyembunyikan apapun darinya" Kelvin memegang tangan Keira, dia ingin Keira mendengarkan pembicaraan nya dan Sherly.
Kenapa Kelvin ingin aku mendengarkannya?
"Tunangan?" tanya Sherly sambil melihat ke arah jari manis Keira, disana tersematkan cincin berlian berwarna biru.
Jadi mereka sudah bertunangan?
"Calon istriku harus tau urusan semua calon suaminya. Cepat katakan! ini jam makan siang ku" titah Kelvin dengan tatapan tajamnya pada Sherly
Sherly kesal, marah dan sedih mengetahui fakta tentang pertunangan Keira dan Kelvin. Namun, dia mengesampingkan dulu semua emosinya karena menyelamatkan dirinya dan ibu nya dari hutang hutang yang melilit mereka adalah hal yang penting sekarang.
Tanpa bantuan pinjaman uang dari perusahaan besar, Sherly dan ibunya Bu Novi tak akan bisa bertahan. Hutang itu mereka buat sendiri dengan berfoya-foya dan akhirnya mereka membuat perusahaan Almh. papa Keira diambang kebangkrutan.
Sherly meminta bantuan pada Kelvin agar mau menolongnya meminjamkan uang untuk membayar hutang perusahaan dan hutang hutang pribadi Sherly dan ibunya.
"Perusahaan papa terlilit hutang? bagaimana bisa perusahaan besar itu bangkrut?!" Keira terlihat marah mendengar perusahaan papa nya diambang kebangkrutan
"Kei, tenanglah dulu.." ucap Kelvin pada tunangan nya.
"Jadi, kamu pasti akan membantuku kan?" tanya Sherly percaya diri
"Aku akan berikan uang untuk melunasi semua hutang kalian. Tapi..." Kelvin tertawa sinis pada Sherly, entah apa yang ada di kepalanya itu.
"Tapi??"
"Serahkan semua aset yang hampir kalian miliki itu pada Keira" ucap Kelvin tegas
"A-Apa?!!" Keira dan Sherly tersentak kaget mendengar ucapan Kelvin yang meminta agar Sherly menyerahkan perusahaan itu atas nama Keira.
...---***---...