
Segala yang ada didalam hidupnya terlihat sempurna. Terlahir dari keluarga kaya, cantik dan cerdas, tapi dia bodoh dalam cinta. Maura harus menerima kenyataan pahit, bahwa tidak semua yang ada di dalam hidupnya sempurna. Fantasinya tentang kehidupan pernikahan bahagia bersama kekasihnya, musnah sudah. Dalam sekejap semua cinta menjadi kebencian!
Cinta rupanya menjadi alasan ketidaksempurnaan. Sang suami yang tak lain adalah kekasih yang sudah menjalin cinta dengannya selama 4 tahun, tiba-tiba berubah dimalam pernikahan mereka.
Bara Rahadian, tak ada angin tak ada hujan, pria itu memperlakukan Maura dengan berbeda. Tak cukup membawa wanita lain ke atas ranjang pengantin mereka, pria itu juga memperlakukannya seperti babu. Hingga fakta lain terungkap atas sikap Bara, bahwa Bara memiliki dendam pada ayah Maura.
Dendam apakah yang membuat Bara sangat membenci Maura?
Apakah Maura akan meluluhkan Bara kembali dengan cintanya? Ataukah dia memilih menyerah?
*****
"Lepaskan aku Bar! Apa yang kamu lakukan?!" Ujar Maura pada seorang pria yang menarik tangannya dengan kasar itu.
Mereka berdua masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang mewah. Kemudian Bara mendorong Maura ke ranjang dengan kasar. Hingga gadis itu terbaring diatasnya.
"Bara!" Pekik wanita itu yang berusaha bangkit dari ranjang. Namun, kedua tangan pria bernama Bara itu sudah menguncinya hingga Maura tidak bisa kemana-mana.
Maura menatap Bara dengan tatapan berkaca-kaca. Dia selalu mencintai Bara dan segalanya telah diberikan kepada Bara. Namun apa yang diberikan Bara padanya? Hanya cinta palsu dan penderitaan, apalagi setelah mereka menikah. Di malam pertama pernikahan mereka, suaminya itu berubah dan Maura tidak tau apa penyebabnya.
"Kenapa? Kamu tidak suka aku bermain dengan pria lain? Apa kamu cemburu?" Maura mendesis sinis, air matanya terlihat menggenang di bawah mata. Akan tetapi, gadis itu masih berusaha terlihat tegar di luar.
Bara tersenyum sinis, dia menaikkan bahu dan alisnya setelah mendengar perkataan Maura,"Hah! Apa kamu bilang? Cemburu? Aku? Apa kamu bercanda? Rasa cemburu hanya dimiliki oleh orang yang memiliki perasaan cinta, kau tau aku tidak memilikinya untukmu!" Bara memegang kedua pipi Maura dengan keras, kedua kakinya mengunci tubuh mungil Maura yang berontak.
Kekejaman Bara tidak hanya disitu saja, tidak hanya menyiksa tubuhnya. Tapi juga mental dan hatinya, itu yang lebih terluka.
"Kalau kamu tidak mencintaiku, kenapa tidak lepaskan saja aku? Apa susahnya?" Tanya Maura memberanikan dirinya. Terlihat dirinya sangat lelah dengan sifat Bara.
Mau tau kelanjutannya?? Tunggu releasenya besok ya.. jangan lupa Fav, komen, vote dan gift ny readers😀😀