Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Prewedding



Hati Alma berdebar-debar saat Bryan memegang tangannya. Namun, akal sehatnya mulai kembali. Ia menepis tangan Bryan.


" Alma.. "


" Kamu tidak akan berhasil membujukku dengan cara seperti ini. Aku hanya tersenyum pada pak Mike demi profesionalitas pekerjaan, tapi kamu tidak hanya tersenyum pada wanita lain, kamu juga menggodanya bahkan tukeran nomor dengan nya. Tindakan mu keterlaluan Bryan " Alma terlihat serius, hatinya masih marah pada Bryan.


Mengingat Bryan yang dulu pernah ada jejak dan riwayat playboy. Bryan memang menggali lubang nya sendiri, kali ini Bryan sudah keterlaluan. Walaupun hanya bercanda, tapi seharusnya Bryan tidak melakukan itu.


" Aku salah, aku minta maaf. Aku cuma ingin membuat kamu cemburu. Aku hanya bercanda " Bryan terlihat menyesal


" Sejujurnya aku takut Bryan, aku takut kamu kembali ke sifat lama mu. Aku takut dan sedikit meragukan mu, jika kita menikah nanti apakah kamu tidak akan bosan padaku? atau nanti kamu akan berselingkuh dariku jika hal itu terjadi?" tanya Alma ketakutan


" Hey hey ! kenapa pembahasan nya jadi kesitu? aku tidak akan melakukan nya Alma. Apa kamu masih tidak percaya padaku? " tanya Bryan sambil memegang tangan Alma dan menatap wanita itu dengan serius


" Melihat tingkah mu pada wanita itu, aku jadi ragu lagi padamu " kata Alma sambil beranjak dari sofanya


" Aku hanya mencintaimu Alma, sungguh ! "


" Kata-kata mu bukanlah jaminan kalau di masa depan kamu tidak akan melakukan hal yang sama, Bryan " Alma menatap tajam Bryan


Ah tidak! Alma benar-benar marah. Bryan panik melihat Alma yang benar-benar marah padanya


" Aku minta maaf ya Alma, aku sadar kalau aku salah "


" salah mu dimana?" tanya Alma


" Aku sudah menggoda wanita itu, tebar pesona, meminta nomornya, tapi aku sungguh tidak menyimpan nomornya kok Aku melakukan nya hanya untuk membuatmu cemburu. Alma please.. sorry " Bryan menundukkan kepalanya dan berharap agar di maafkan


" Sekali lagi "


" Apa?"


" Sekali lagi kalau kamu mengulangi hal ini, aku akan benar-benar marah padamu. Ini benar-benar yang terakhir, Bryan " ucap Alma tegas


" Kamu mau memaafkan ku?" tanya Bryan dengan mata yang berbinar-binar


Bodohnya diriku, membuat kamu marah dan cemburu. Padahal sudah jelas selama ini kamu hanya mencintai ku seorang, tapi aku malah melakukan hal kekanakan seperti ini. Kamu sangat bodoh Bryan, ada orang yang mencintai mu dan menerima mu yang seperti ini. Dan kamu malah tidak percaya padanya.


" Iya iya. Sudahlah kembali ke kamar mu, ini sudah malam " Alma mulai tersenyum


GREP


Tangan Bryan menarik tubuh Alma kedalam pelukannya.


" Bryan.."


" Terimakasih Alma "


" Untuk apa? untuk memaafkan mu? atau untuk apa?" tanya Alma sambil tersenyum dan memeluk balik Bryan


" Terimakasih untuk tidak meninggalkan ku, setelah semua yang ku lakukan padamu di masa lalu dan sekarang "


" Karena aku mencintai mu Bryan, makanya aku selalu sabar menghadapi mu. Kalau kamu sekali lagi menyakiti hatiku atau membuatku kecewa, aku akan kabur lagi dari mu dan tidak akan pernah kembali " jelas Alma


" Jangan dong, tempat mu kembali itu sekarang adalah aku. Kamu tidak bisa dan tidak boleh kabur dariku " kata Bryan tegas


" tergantung sikap kamu nya, kalau kamu bersikap baik dan menurut. Aku akan tinggal disisi mu, kalau kamu nakal lagi aku akan meninggalkan mu " Alma tersenyum


" Oke oke, aku akan bersikap baik padamu dan anak-anak kita. Aku janji tidak akan nakal lagi, kamu juga harus menjaga kesetiaan mu padaku. Jangan melirik pria lain lagi "


Alma hanya tersenyum menjawabnya. Bagaimana bisa Alma tertarik pada pria lain sedangkan semua isi kepala dan hati nya hanya ada Bryan saja? Apakah Bryan tidak tau betapa dalam cinta Alma padanya?


Bahkan Leon orang yang selalu ada disisi nya selama bertahun-tahun saja kalah oleh Bryan, pria yang ia cintai dan sudah menyakiti nya itu.


Bagi sebagian besar orang cinta adalah jalan menuju kebahagiaan. Namun, apa yang dialami Alma tidak semuanya ke arah bahagia. Saat ia jatuh cinta pada Bryan, ia melewati banyak ujian kesabaran.


Hadirnya Selina, Bryan yang memiliki banyak wanita dan tidur dengan banyak wanita, perceraian mereka yang menyakitkan baginya. Mungkin jika Alma adalah wanita lain, ia tidak akan menerima Bryan kembali bersamanya. Bryan merasa beruntung karena Alma masih mau menerima dirinya dan semua masa lalu kelam nya yang berhubungan dengan banyak wanita.


Sekalipun Alma tidak merasa bahwa dirinya bodoh karena menerima kembali Bryan. Karena cinta tak pernah salah, walau semua orang bilang kalau cinta yang ia rasakan adalah pembodohan. Alma merasa tidak ada salahnya mempercayai Bryan sekali lagi dan ia ingin memulai nya dari awal dengan Bryan.


Pernikahan mereka yang sesungguhnya tanpa ada surat kontrak.. 💒


🍂🍂🍂


Setelah pasangan yang sudah lamaran itu berbaikan, Bu Delia dengan semangat ingin segera bertemu dengan wali Alma yang tak lain adalah ibu Leon. Untuk membicarakan tanggal pernikahan yang cocok untuk Alma dan Bryan.


" Jadi kapan katanya Mama bisa ketemu Mama angkat kamu Al?" tanya Bu Delia


" Besok Mama bisa ketemu sama Mama Widya kok " jawab Alma


" Syukurlah " Bu Delia terlihat senang. " Mama mau ketemu sama beliau besok ya "


Banyak yang harus dipersiapkan nih. Lebih cepat lebih baik.


" Hehe boleh Ma " jawab Alma


Hari itu Bryan mengantar Alma pun kembali ke rumah mereka bersama si kembar. Dan membantu membereskan barang-barang mereka.


" Kamu pasti lelah, biar aku saja yang melakukan nya " kata Bryan


" Tidak usah, kamu duduk saja " kata Alma merasa tak enak


" Biar aku saja ya, kamu saja yang duduk dan temani anak anak. " Bryan tersenyum.


Kebetulan hari ini hari terakhir ku libur, besok aku pasti akan sibuk setelah kembali ke kantor.


" Baiklah "


Bryan membereskan barang-barang Alma ke kamarnya. Sementara si kembar sedang bermain di halaman depan, Alma menghampiri mereka.


" Kak, bosen nih " kata Naina


" Kenapa?"


" Ini kan hari libur, kita jarang jalan-jalan. " Naina cemberut


" Kalian mau jalan-jalan?" tanya Alma


" iya Ma ,aku mau. Jalan-jalan yuk ! " Naina semangat


" Kita harus tanya papa kalian dulu, dia bisa atau tidak. Mama pergi tanya Papa kalian dulu "


Kalau di pikir pikir, anak-anak, aku dan Bryan belum pernah jalan-jalan bersama.


Alma masuk kembali ke dalam rumah, ia melihat Bryan ada di kamarnya. Pria itu benar-benar sedang membereskan barang-barang nya dari koper. Bahkan melipat pakaian nya.


Ya ampun, aku berharap apa sih dari pria yang bahkan belum pernah melipat pakaian nya sendiri.


Alma tersenyum saat melihat Bryan yang ceritanya sedang melipat pakaian nya, malah mengacak-acak pakaian nya. Wanita itu duduk di samping Bryan.


" Apa kamu sudah selesai melipatnya?" tanya Alma


" Sudah " jawab Bryan dengan kepercayaan diri yang tinggi, memperlihatkan hasil dari melipat baju nya


" Lain kali aku tidak akan menyuruh mu melakukan nya, ini yang terakhir " Alma tersenyum


" Apa aku salah melipatnya?" tanya Bryan polos


" Ini namanya bukan melipat, tapi menumpuk. " jawab Alma


" Lain kali aku akan belajar melipat pakaian yang baik dan benar, aku juga akan belajar menyetrika pakaian, dan mencuci pakaian juga "


" kenapa kamu bersemangat ingin melakukan hal tidak pernah kamu lakukan sebelum nya?" tanya Alma


" Aku ingin menjadi suami dan ayah yang sempurna untukmu dan anak-anak, agar kalian tidak bisa meninggalkan ku " jawab Bryan penuh keyakinan


Entah kenapa aku merasa kalau akan ada seseorang yang merebut Alma dariku. Apa itu karena mimpi buruk semalam?


" kamu tidak usah belajar semua itu, cukup jadi dirimu sendiri saja. Bagiku kamu sudah sempurna, kamu kan bisa memasak. Pria yang memasak itu sangat seksi dan aku suka " Alma memuji pria yang ada disampingnya itu


" Benarkah? ternyata kemampuan memasak ku ada gunanya juga ya, Oh ya ngomong-ngomong soal masak, aku akan memasak makan siang untuk mu dan anak-anak " ucap Bryan sambil beranjak dari ranjang yang ia duduki


"Jalan-jalan? Kapan?"


" Hari ini, sekarang " jawab


" Kalau hari ini sih aku bisa, baiklah " Bryan tersenyum


" Aku akan bersiap dulu "


MUACH!


Kecupan dari Bryan mendarat di kening Alma. " Bryan kenapa kamu tiba-tiba..."


" Aku tunggu kamu diluar ya, aku juga akan bantu anak-anak bersiap " Bryan tersenyum manis


Hari itu Alma, Bryan dan kedua anak mereka jalan-jalan bersama ke Dufan. Mereka bermain seharian dan tampak bahagia. Bryan terlihat seperti ayah pada umumnya, ia menggendong si kecil Naina di pundaknya. Ia memanjakan kedua anaknya. Mereka bercanda tawa seperti keluarga normal.


Akhirnya mimpi Naina dan Kelvin untuk memiliki keluarga yang utuh akan segera tercapai. Saat mereka sedang beristirahat di sebuah bangku panjang.


" Apa kalian lelah?" tanya Bryan pada Alma dan si kembar


" Aku sudah cukup naik wahana nya, kepala ku pusing Pa " jawab Naina sambil memegang kepalanya


" Padahal tadi kamu paling semangat loh " Bryan heran


" Sayang, kamu tidak mau muntah kan?" tanya Alma cemas


" Tidak Ma, aku cuma pusing aja kok. Tapi aku seneng banget hari ini. Nanti kalau sudah besar dan aku kesini lagi aku mau naik wahana yang lain khusus orang dewasa ! " Naina tersenyum bahagia, baginya naik wahana disana adalah tantangan untuknya.


Tanpa disangka dan tanpa diduga oleh Alma dan Bryan. Yang muntah bukanlah anak bungsu mereka, tapi anak sulung mereka.


Huwekkk Huwekkk


Perutku sakit sekali seperti di kocok kocok. Kelvin memegang perutnya.


" Kelvin ! kamu kenapa nak?!" tanya Alma panik


Kelvin muntah setelah naik wahana alap-alap ( wahana roller coaster untuk anak-anak ), wajah Kelvin sangat pucat. Di sepanjang perjalanan pulang, Naina malah menertawakan dan mengejek kakak nya yang ternyata tidak bisa naik rollercoaster. Dari luar Kelvin tampak sempurna, ternyata dia memiliki kelemahan.


" PFutt.. kakak, aku gak tau kalau kakak takut naik alap-alap, harusnya kakak bilang dong " Naina tertawa


" Aku gak takut tuh ! " Jawab Kelvin kesal


" Naina udah dong jangan ngejek kakak kamu terus. Kelvin kamu mau minum lagi nak?" tanya Alma cemas


" Enggak ma "


" Kamu udah baikan Vin?" tanya Bryan sambil menyetir mobilnya.


" Iya udah gak apa-apa " jawab Kelvin


" Beneran nih? kita ke rumah sakit aja ya?" tanya Alma


" Gak usah Ma, kita pulang aja " jawab Kelvin malas


Setelah seharian bermain, Kelvin dan Naina tertidur di dalam mobil. Bryan dan Alma menggendong mereka dan menidurkan mereka di ranjangnya.


Bryan dan Alma merasa bahagia, karena aku sekarang mereka tampak seperti keluarga. Sebelum pulang ke rumahnya, Bryan mengatakan bahwa ia sangat bahagia jalan-jalan bersama Alma dan kedua anak mereka.


" Kamu bahagia hari ini?" tanya Alma sambil tersenyum


" Ya, bukan bahagia lagi. Tapi sa-ngat bahagia. "


" Syukurlah, kamu terlihat seperti Papa sungguhan "


" Aku memang papa mereka kan "


" Bukan begitu maksudku, tapi sekarang kamu lebih dewasa Bry "


Aku pikir kamu tidak akan berubah, tapi ternyata firasat ku tidak salah.


" Haa.. aku jadi tidak ingin berpisah dengan mu, tapi sebentar lagi kita akan menikah jadi aku harus bersabar "


" Iya itu kamu tau, ya sudah cepat sana pulang meskipun kamu enggan" Alma tersenyum


Bryan meninggalkan Alma dengan wajah yang sedih. " Huu .. lagi-lagi aku hanya bisa memeluk guling. Sabar Bryan.. tinggal beberapa hari lagi " gumam nya pada dirinya sendiri


🍂🍂🍂


Waktu pun berlalu dengan cepat, setelah pertemuan Bu Delia dan Bu Widya ( ibu Leon ) tentang rencana pernikahan Alma dan Bryan berjalan lancar. Mereka sudah menentukan tanggal yang tepat untuk pernikahan Alma dan Bryan.


Bryan sibuk di kantor, begitu juga dengan Alma yang sekarang menjadi desainer yang semakin terkenal di luar negeri. Maka dari itu Leon, Laura dan Bu Delia lah yang berinisiatif untuk membantu persiapan pernikahan mereka.


Selagi mempersiapkan pernikahan Alma dan Bryan,Leon dan Laura menjadi semakin dekat karena mereka sering menghabiskan waktu bersama.


" Leon, gimana sama yang ini?" tanya Laura sambil menunjukkan beberapa desain untuk dekorasi pelaminan pernikahan Alma dan Bryan


" Boleh juga, ini bagus tapi warna nya menurutku harus diubah " Leon tersenyum


" Benarkah ini bagus? lalu warnanya warna apa ?"


" Alma suka warna ungu, jadi dekorasi gedung pernikahan nya harus ada warna ungu " jelas Leon


Deg, Laura terdiam sejenak. Hatinya merasa tidak nyaman saat Leon mengetahui banyak tentang apa yang disukai dan tidak disukai oleh Alma.


" Iya, Alma suka warna ungu " jawab Laura sambil tersenyum tipis


Laura kamu kenapa sih? kenapa kamu cemburu sama calon adik ipar kamu sendiri? Leon sekarang udah jadi kakak nya. Mereka kakak adik, tapi kenapa kamu masih cemburu.


" Laura kamu jangan salah paham! aku tau kesukaan nya Alma karena aku sudah kenal dia sejak lama, bukan karena ada perasaan lain padanya. Dia sekarang kan adikku " jelas Leon yang sudah mengerti saat melihat wajah Laura yang cemburu.


" Iya Leon aku ngerti kok, gak papa "


Inilah yang Laura suka dari Leon. Selalu jujur dan tidak ada yang disembunyikan. Kebaikan dan kelembutan hatinya tidak dibuat-buat, bahkan selama ini Laura memperhatikan Leon tidak pernah dekat dengan wanita lain selain dirinya. Leon sangat membatasi dirinya dengan wanita lain meskipun ada wanita lain yang mendekati dirinya.


🌷🌷🌷


Tibalah hari saat dimana foto prewedding Alma Bryan akan dilakukan. Bryan sudah bersiap dengan setelan jas nya yang berwarna hitam, tampak Maco dan tampan.


" Alma, kamu udah siap belum?" tanya Bryan pada Alma yang sedang berada di balik tirai berwarna putih


" Bryan, kamu sabar dong. Calon pengantin kamu harus kelihatan sempurna " ucap Bu Delia yang juga ada dibalik tirai itu.


SREKK


Tirai itu pun terbuka, terlihat Alma yang sudah memakai gaun cantik dan panjang berwarna ungu.Dengan rambut yang disanggul, juga ada bando bunga mawar ungu terpasang di kepalanya. Wajahnya tersenyum lebar, terlihat lesung pipinya yang indah, menambah keindahan di wajah cantik nya.


Bryan yang tadinya kesal karena menunggu Alma cukup lama, kesalnya jadi hilang saat melihat calon pengantinnya sangat cantik. Seakan dunia berhenti saat itu juga. Bryan dibuat terpana oleh gadis itu.


" Cantik sekali Bu Alma." puji seorang penata rias yang ada disana


" Bry.. Bryan.. maaf ya nunggu lama?" Alma tersenyum


" Mau dua tahun juga gak papa kok, aku gak nyesel kalau hasilnya sempurna seperti ini. " Bryan tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Alma.


" Bryan kamu ngomong apa sih?" tanya Alma


" Wah.. Bryan kamu udah jadi bucin ya " Bu Dellia tersenyum


" Udah ma, Bryan malu " Bryan terlihat malu-malu


Ini pertama kalinya Bryan merasa bahagia saat akan menikah. Dulu saat pertama kali menikah dengan Alma, ia berpura-pura bahagia di depan semua orang. Saat pernikahan keduanya juga, ia tidak bahagia dengan Selina dan terpaksa. Tapi saat Bryan akan menjalani pernikahan nya dengan Alma, pria itu tampak bahagia. Bu Delia sangat senang melihatnya.


Bryan dan Alma pun melakukan sesi foto prewedding di sebuah taman yang dulu pernah mereka datangi bersama. Salah satu tempat kenangan mereka, tempat mereka kencan untuk pertama kalinya. Bu Delia, dan si kembar yang melihat sesi foto prewedding itu sangat senang melihat kebersamaan kedua orang tua mereka.


Pah, seandainya Papa disini. Papa bisa melihat betapa bahagianya Bryan dan Alma. Seperti kata Papa, mereka memang ditakdirkan bersama Pa. Bu Delia tersenyum melihat sesi foto prewedding anak dan calon menantunya yang tampak mesra itu


...---***--...