
...🍀🍀🍀...
Begitu mendengar menantunya mual-mual dan muntah, Alma menjadi bersemangat. Dia segera pergi ke rumah Kelvin bersama pak Jeffry untuk menemui Keira saat itu juga. Sementara itu Viona lah yang menawarkan diri untuk menjaga Naina di rumah sakit bersama dengan Sonya.
"Kenapa ya Tante, mama buru-buru gitu sampai gak pamit dulu sama aku?" tanya Naina sambil memakan buah potong yang ada di mejanya.
"Kak Alma, mau ke rumah kakak kamu" jawab Viona sambil membantu Naina memotong buah.
"Kenapa mama kesana?" tanya Naina bingung, karena Kelvin dan Keira pasti pergi bekerja dan tidak ada di rumah.
"Katanya Keira sakit, jadi mama kamu mau lihat kesana"
Begitu mendengar kakak iparnya sakit, Naina langsung ternganga, "Kak Keira sakit? sakit apa Tante?!"
"Tante gak tau Nai, tapi saat mama kamu bilang Keira sakit.. kok dia gak keliatan cemas ya. Dia malah senyum-senyum" Viona menceritakan saat dia bertemu dengan Alma di depan rumah sakit sebelum wanita dua anak itu pergi ke rumah Keira. Viona heran karena Alma malah terlihat bahagia mendengar Keira sakit.
"Masa sih Tante, mama kaya gitu? memangnya sakit apa yang menyenangkan?" gumam Naina yang ikut berfikir, karena katanya Alma bahagia mengetahui Keira sakit.
****
Ting tong!
Bel masuk rumah berbunyi, Kayla segera membuka pintu rumah sederhana yang berlantai kan satu itu.
"Assalamualaikum" ucap Alma sambil tersenyum, di belakangnya ada seorang wanita memakai kacamata, memakai jas putih dengan stetoskop di telinganya.
"Waalaikumsalam, Tante Alma? kenapa Tante Alma bisa ada disini?" tanya Kayla mengerutkan keningnya melihat Alma datang bersama seorang dokter.
"Kay, dimana kakak ipar mu?" tanya Alma semangat, sambil masuk ke dalam rumah bersama dokter itu
"Kakak ipar ada di kamar, Tan" jawab Kayla sambil menunjuk ke arah pintu kamar Keira. Kayla menutup pintu rumah itu dan mempersilahkan Alma juga sang dokter untuk duduk di sofa terlebih dahulu.
Alma tidak sabar, dia melangkah ke arah kamar Keira. Kemudian Keira duluan membuka pintu kamarnya, dia bertanya siapa yang datang pada Kayla?
"Mama? kenapa mama bisa ada disini?" tanya Keira heran
"Keira sayang, kamu gak apa-apa kan? apa yang kamu rasakan nak? tubuh kamu berat? kamu pusing, kamu mual?"
"Iya ma, aku pusing dan aku mual. Tapi, aku gak apa-apa kok ma. Ini cuma masuk angin aja" Keira tersenyum di depan mama mertuanya
"Benarkah?? kamu pusing dan mual-mual?!" Alma berteriak bahagia.
Apa aku akan benar-benar jadi nenek? tapi bukankah itu artinya aku sudah tua?. batin Alma bahagia
Ini perasaan ku aja atau emang mama kelihatan seneng?. Batin Keira bingung melihat mama mertuanya terlihat bahagia
Kenapa Tante Alma kelihatan senang ya?. Kayla juga melihat ke arah Alma dengan tatapan bingung.
Alma sendiri sedang menatap Keira dengan tatapan berbinar-binar. Dia segera menyuruh dokter untuk memeriksa menantunya itu. Keira sudah berbaring di ranjang, disampingnya sudah duduk Alma, dokter dan Kayla juga.
"Eh, ma.. aku gak apa-apa kok ma. Gak usah diperiksa, aku cuma masuk angin kok" Keira tersenyum canggung, dia benar-benar merasa kalau tubuhnya baik-baik saja.
"Sayang, apa susah nya tinggal diperiksa aja? ayo Bu dokter, tolong di cek ya" pinta Alma pada dokter itu dengan tidak sabar.
Dokter wanita itu memeriksa Keira, memegang pergelangan tangannya dan perutnya dengan stetoskop. Kemudian dokter itu mengeluarkan sesuatu di tas hitam yang dibawanya.
"Dari gejalanya sih itu benar, tapi untuk hasil akurat dan memastikan nya, boleh tes lagi pakai ini" Dokter wanita itu menyerahkan sebuah testpack pada Keira.
Kayla dan Keira tercengang melihat nya. "Tapi ini gak mungkin dokter, saya baru menikah empat belas hari" Keira tidak percaya di kira hamil oleh dokter dan mama mertuanya, sedangkan usia pernikahan nya dan Kelvin masih belum lama.
Kalau kakak ipar hamil, itu berarti wow! tokcer banget makhluk tampan berdarah dingin itu. bibir Kayla membulat
"Sayang kenapa kamu bicara seperti itu? mungkin kamu dan Kelvin sama-sama subur, makanya bisa cepat punya anak. Coba tanya aja sama Bu dokter, itu tidak menutup kemungkinan kan dok?" tanya Alma dengan wajah cerahnya
"Itu benar, apalagi pada saat kalian menikah.. kamu kan baru beres menstruasi?" tanya Bu dokter.
"Iya itu benar" jawab Keira dengan wajah bingung nya, dia masih memegang Testpack itu.
"Ya sudah, ayo cobalah sayang untuk memastikan nya!" seru Alma sambil tersenyum dan penuh harapan
Walaupun dia bingung, Keira tetap melakukan apa yang diminta oleh dokter dan mama mertuanya. Di dalam kamar mandi itu, Keira terlihat bingung dan berfikir.
"Apa aku hamil? kalau aku hamil lalu bagaimana? tapi masa sih aku hamil secepat ini?" tanya Keira sambil menunggu Testpack nya.
Dua menit kemudian...
Keira keluar dari kamar mandi, dia membawa tes pack nya. Alma dan Kayla menatapnya dengan penasaran. "Gimana nak, hasilnya?" tanya Alma tak sabar
"Garis dua, ma..." jawab Keira dengan senyum bahagia di bibirnya, wajah nya terlihat bahagia. Dia menunjukkan Testpack itu pada Kayla dan Alma.
Aku benar-benar hamil? aku hamil anak Kelvin...Keira memegang perutnya, dia menatap nya dengan penuh rasa bahagia.
"Alhamdulillah..ya Allah!!" Alma begitu bahagia melihat garis dua ada di Testpack milik Keira.
"Alhamdulillah Tante, benar-benar harus dua.. kak Kelvin hebat juga ya. Pasti dia bekerja siang dan malam kan?" tanya Kayla menggoda kakak iparnya itu
Alma dan Keira tertawa mendengar candaan Kayla. Mereka terlihat bahagia dengan kehamilan Keira. Dokter pun meresepkan vitamin untuk Keira, dia berpesan agar Keira hati-hati dalam beraktivitas karena kehamilan nya baru trimester awal.
"Kita tidak tau berapa usia kandungan nya, maka dari itu harus dipastikan dengan melakukan USG. Nah.. kalau Bu Keira masih mual-mual, cobalah makan makanan yang manis atau makan yang membuat Bu Keira merasa lebih baik. Banyak istirahat, dan jika ada keluhan datang lah ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan ya" saran dokter itu pada Keira dengan senyum ramahnya.
"Makasih ya dokter" kata Alma
Kayla pun mengantar dokter itu sampai ke depan pintu rumah. Sementara Alma berada di kamar bersama Keira.
"Kelvin, Naina sama papa kamu harus tau berita baik ini. Mama akan segera memberitahukan nya pad mereka" Alma bahagia, dia tidak sabar ingin membagikan kabar bahagia ini pada keluarga nya.
"Jangan dulu ma! Biar aku yang kasih tau Kelvin, mama boleh kasih tau yang lainnya"
"Hem.. iya mama ngerti, kamu pasti mau Kelvin tau nya dari kamu kan? oke deh, mama akan merahasiakan ini dulu" Alma tersenyum bahagia, dia memeluk menantunya seolah sedang memeluk putrinya sendiri. "Makasih ya Kei karena kamu sudah membuat mama menjadi calon nenek dan selamat juga karena kamu akan segera menjadi ibu. Jaga baik-baik cucu mama ya"
Keira membalas pelukan hangat dari ibu mertuanya."Makasih ma, insyaallah aku akan menjaga cucu mama dengan sangat baik" Keira tersenyum bahagia dan memeluk mamanya.
Ya Allah.. terimakasih karena aku mempunyai ibu mertua yang baik seperti mama Alma, juga papa mertua seperti papa Bryan. Kasih sayang orang tua yang tidak pernah lengkap, aku dapatkan dari keluarga baruku. Kelvin, terimakasih karena kamulah...baru aku menemukan keluarga sehangat ini.
"Sayang, bilang sama mama kamu mau makan apa? atau kamu mau dibelikan apa?" tanya Alma pada menantunya
...---***---...