Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 36. Juna tuan muda



...🍀🍀🍀...


Pak Kusno keluar dari ruangan kepala sekolah, ia terkejut melihat pak Farid yang menangis sedang bersama Naina.


"Kakek? kakak gak apa-apa?" tanya Naina cemas melihat pak Farid yang menangis setelah menyebutkan nama neneknya yang sudah tiada


"Tuan besar, apa tuan besar baik-baik saja? apa tuan besar sakit? maafkan saya sudah meninggalkan tuan terlalu lama?" tanya Kusno sambil menatap Pak Farid dengan khawatir


"Iya, bapak ini gimana sih kenapa kakek ditinggal sendiri? tadi kakek jatuh dari kursi rodanya!" ujar Naina pada pak Kusno yang meninggalkan Pak Farid sendirian.


"Tuan jatuh dari kursi roda?!!" Kusno terlihat panik dan memeriksa tubuh pak Farid apakah ada luka


"Sudahlah jangan panik, aku baik-baik saja. Anak cantik ini yang sudah menolongku, jadi aku tidak apa-apa" Pak Farid tersenyum memandang ke arah Naina.


Melihat anak ini, aku seperti melihat Delia waktu masih muda. Dia juga galak, pemberani tapi polos.


"Terimakasih ya de, sudah menolong tuan besar" Kusno menundukkan sedikit badannya pada Naina


"Gak apa-apa kok, orang lain juga pasti akan melakukan hal yang sama kalau jadi aku. Bapak gak usah nunduk kaya gitu, maaf ya pak sudah menegur bapak" ucap Naina sopan.


"Woy! angry cat, Lo lama lama banget sih? abis pup lo ya?" tanya Juna dari kejauhan pada Naina


"Apaan sih malu-malu in aja kamu?! jangan teriak teriak!" Naina kesal pada Juna yang berteriak padanya


Juna menghampiri Naina yang sedang bersama pak Kusno dan pak Farid disana.


"Opa? kok opa ada disini?" tanya Juna pada kakeknya, Juna sedikit terkejut tau kakeknya ada di sekolahnya.


"Iya Jun, Opa disini habis ketemu sama om kamu" jawab Pak Farid


Opah? kakek ini opahnya Junjun? batin Naina sambil melirik ke arah Pak Farid dan Juna


Setelah itu pak Farid mengajak Naina untuk mampir ke rumahnya bersama Juna. Pak Farid ingin menceritakan tentang Almh Bu Delia. Naina pun naik motor bersama Juna menuju ke rumah Juna.


"Harusnya Lo tolak aja permintaan Opah gue, gak papa kok" ucap Juna yang sedang menyetir motornya, Naina berada di Jok belakangnya


"Kenapa sih kamu kayak gak mau aku ke rumah kamu? ada apa di rumah kamu?" tanya Naina penasaran karena Juna terlihat seperti tidak mau ia ke rumahnya.


"Gak ada apa-apa kok, baik-baik aja di rumah gue" jawab Juna


Aku cuma gak mau kamu tau kalau aku adalah orang yang menyedihkan.


"Ya udah kalau begitu gak papa dong aku main ke rumah kamu. Kan Opa kamu yang ngajak nya, dia kenal sama Almh nenek ku dan aku mau tau cerita nya" ucap Naina penasaran dengan hubungan almh. neneknya dengan kakeknya Juna. Tanpa sadar Naina senyum-senyum sendiri.


"Lo lagi mikirin apa? Lo senyum-senyum gitu?" tanya Juna sambil melirik Naina dari spion motornya


"Kok kamu tau aku lagi senyum? apa kamu punya mata dibelakang kepala mu?" tanya Naina dengan wajah polosnya


"Bodoh! gue lihat dari spion motor!" jawab Juna sambil tersenyum senyum sendiri


"Oh dari spion motor.." gumam Naina yang malu sendiri


Imut banget kamu Nai.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah Juna yang besarnya seperti istana. Banyak penjaga di rumah itu, Naina sampai takjub melihat ketatnya penjagaan di rumah Juna.


Naina tidak menyangka kalau dibalik penampilan Juna yang urakan, Juna adalah anak orang kaya.


"Tidak disangka kamu yang seperti ini adalah anak konglomerat! Rumah mu kayak istana di negeri dongeng? woah benar-benar kamu ya Junjun! apa mungkin kamu seorang pangeran dari negeri asing?gak mungkin kan kamu yang seperti ini pangeran??" Naina takjub melihat luasnya rumah Juna seperti istana.


"Udah, ayo masuk ah!" ajak Juna pada Naina


Tuh kan dia pasti bakalan kaya gini. Apa yang kamu lihat ini bukan istana Nai, tapi kuburan yang sepi.


Beberapa pelayan menyambut Juna dengan sopan dan memanggilnya tuan muda. Naina semakin takjub, merasa kalau ia sedang berada dalam dunia novel atau drama Korea.


"Selamat datang tuan muda, nona muda.." sambut para pelayan sambil membungkukkan setengah badan mereka.


Aku pikir sebutan tuan muda hanya ada di film atau di novel novel, ternyata ini nyata. Sebenarnya siapa Juna? apa dia benar-benar pangeran?. Naina melirik ke arah Juna dengan mata penuh pertanyaan


"Woy! malah ngelamun, ayo masuk!" seru Juna melihat Naina yang memandanginya sambil melamun


Naina masuk ke dalam rumah yang bak istana kerajaan itu, ia duduk di sofa dan berhadapan dengan pak Farid. Sementara itu Juna pergi ke lantai atas ke kamarnya untuk ganti baju.


Pak Farid meminta salah seorang pelayan untuk membuatkan minuman dan membawa camilan untuk Naina.


"Naina, kamu suka minuman apa? camilan nya juga suka camilan apa?" tanya pak Farid dengan senyuman ramah di wajah keriput nya.


"Gak usah kakek, ngerepotin" jawab Naina


"Bi Iyam, ambilkan kue stoberi sama kue coklat minumnya susu coklat dingin" ucap Juna pada salah satu pelayannya itu. Juna baru saja selesai berganti baju dari kamarnya.


Juna tau makanan sama minuman kesukaan ku? batin Naina keheranan


"Baik tuan muda" jawab Bi Iyam, salah satu pelayan di rumah Juna. Bi Iyam dan seorang pelayan segera pergi ke dapur untuk melaksanakan perintah tuan mudanya.


Pak Farid tersenyum tipis, baru pertama kali ia melihat cucunya begitu peduli pada seseorang bahkan sampai tau makanan dan minuman kesukaannya. Pak Farid bisa merasakan kalau Naina spesial untuk Juna.


Naina juga adalah wanita pertama yang dibawa Juna ke dalam rumah nya. Pak Farid duduk dengan santai, ia membicarakan tentang masa lalu nya dengan Bu Delia.


Bahwa pak Farid pernah menjadi tunangan Bu Delia. Naina terkejut karena Almh. neneknya memiliki masa lalu seperti ini. Juna juga tidak kalah terkejutnya, waktu kecil Juna ingat kalau kakeknya pernah bilang kalau pak Farid pernah bercerita padanya tentang cinta pertamanya yang tidak pernah bisa ia lupakan meski sudah menikah dengan neneknya.


Jadi cinta pertama kakek itu adalah Almh. nenek nya Naina? kok bisa kebetulan gini?


"Jadi, kakek benar-benar pernah bertunangan sama nenek ku?!" tanya Naina terkejut, karena baru pertama kali mendengarnya.


"Iya, dia adalah cinta pertama Opa. Tapi, itu adalah masa lalu" jawab Pak Farid sambil senyum-senyum sendiri."Oh ya, kapan nenek Naina meninggal? apa sudah lama?" tanya Pak Farid


"Nenek sudah meninggal 8 tahun yang lalu kek" jawab Naina yang tiba-tiba teringat neneknya yang sudah tiada


"Apa penyebabnya? apa Delia sakit?" tanya pak Farid penasaran


"Iya kakek, nenek meninggal sakit kanker" jawab Naina


Pak Farid sempat tertegun mendengar bahwa cinta pertama nya sudah tiada. Hatinya sedih karena wanita itu sudah meninggal lebih dulu darinya. Padahal pak Farid sangat ingin menemuinya.


Delia ternyata kamu sudah lebih dulu meninggalkan dunia ini. batin


"Kamu boleh panggil Opa, panggilnya Opah aja ya?"


"Apa boleh?" tanya Naina senang, karena selama ini ia tidak punya kesempatan untuk memanggil seseorang dengan sebutan Opa. Sebab kedua kakeknya dari pihak ayah maupun pihak ibunya sudah lama tiada.


"Iya boleh kok, anggap kakek sebagai Opah kamu juga boleh" jawab pak Farid dengan senang hati


"Opah apa apaan sih?!" Juna mengernyitkan dahi keheranan


"Juna juga cucu opah" ucap Pak Farid sambil tersenyum melihat ke arah Juna


Naina tersenyum senang, ia menghampiri pak Farid lalu memeluk pria tua itu dengan erat."Opahh" ucap Naina senang


"Bagus, kamu cucu ku juga ya?" tanya Pak Farid sambil tersenyum bahagia melihat Naina yang ceria, "Naina tolong jaga Juna ya, walaupun di luar Juna kelihatan cuek dan galak. Tapi, dia adalah anak yang baik" kata Pak Farid sambil memegang tangan Naina dengan tulus


"Opah apa apaan sih nitipin aku sama si angry cat ini??!" Juna tampak sebal


"Opah, kenapa bisa Opah punya cucu seperti cowok preman ini? sama sekali gak mirip Opa!" seru Naina sebal pada Juna


"APA?!" Juna menatap Naina dengan sebal


Juna dan Naina pun berdebat lagi, Pak Farid dan Kusno hanya tertawa-tawa melihat perdebatan dua remaja itu.


"Haha, jarang sekali melihat tuan muda Juna berekspresi seperti itu" Kusno tertawa kecil melihat Juna yang sedang berdebat dengan Naina


"Benar sekali pak Kusno, aku sangat bahagia melihat mereka. Aku jadi ingat masa muda ku" Pak Farid tersenyum senang


...---***---...


Mohon dukungan nya, ya readers 🙏🙏😘 dengan memberikan like komen dan gift nya untuk author biar tambah semangat 🤗