Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Acara reuni



**Hai Readers! jangan lupa like, komen nya buat dukung karya author ya πŸ˜˜πŸ˜€ kasih Gift dan vote nya juga boleh..


Terimakasih sudah mengikuti ceritanya sampai sejauh ini 😊😘


selamat membacaπŸ™**


******


Setelah pembicaraan nya dengan Laura, Alma kembali makan siang bersama Mike dan Sharla. Kali ini pembicaraan Sharla mulai serius dan berat. Sharla mengajak Alma untuk menetap dan tinggal di luar negeri lalu membangun perusahaan yang besar di Paris.


" Maafkan saya Bu Sharla, tapi saya tidak bisa meninggalkan tanah air saya lagi. "


" Walaupun itu tawaran yang sangat bagus untuk perkembangan karir kamu? yakin kamu mau menolaknya? " tanya Sharla


" Iya Bu Sharla, saya tidak bisa jauh-jauh dari anak-anak saya. Dan anak-anak saya juga suka tinggal disini. Saya tidak akan menyesali keputusan saya Bu Sharla " jawab Alma tegas


Di satu sisi dia adalah wanita yang polos dan lugu, disisi lain dia juga adalah sosok wanita yang dewasa, tegas dan mandiri.


" Sayang sekali, tapi jika itu keputusan Bu Alma. Saya juga tidak bisa memaksa. " Sharla tersenyum


Pembicaraan antara Sharla, Mike dan Alma pun usai, begitu pula dengan makan siang mereka. Alma berencana kembali ke kantornya dan mengendarai mobilnya, namun tiba-tiba saja mobilnya berhenti di tengah jalan.


" Aduh gimana nih " Alma memegang kepalanya, tampak kebingungan. Ia memencet pedal gas nya dan menyetarter mobilnya berkali kali namun mobilnya tak kunjung menyala. " Di saat sibuk dan buru-buru seperti ini, kenapa mobil ku tidak bisa diajak bekerja sama?" gerutu Alma


Alma keluar dari mobilnya, ia terlihat bingung karena tidak tahu apa yang terjadi dengan mobilnya. Matanya melirik kesana kemari, berusaha mencari pertolongan atau mungkin ada bengkel yang ada di dekat sana. Wanita itu sempat terpikir untuk menelpon Bryan.


" Bryan pasti sedang sibuk juga, aku tidak bisa menelpon nya hanya karena hal seperti ini " gumam Alma


Di tengah-tengah kebingungan nya, dua orang pria yang berboncengan menghentikan motor mereka di depan mobil Alma. Lalu salah satu orang itu turun dari motornya dan menghampiri Alma.


" Kenapa mbak? mobilnya mogok ya? butuh bantuan kami mbak?" tanya salah satu pria itu sambil melihat pada Alma dengan tatapan genit


" Ah.. gak usah pak, makasih. " jawab Alma yang terlihat curiga


Alma bermaksud masuk kembali ke dalam mobilnya untuk mengambil ponselnya dan menelpon Bryan. Namun, sebelum ia sampai ke sana, pria mencurigakan itu mengikuti nya.


" Mbak, sini saya bantuin. Ada apa dengan mobilnya?" tanya Pria itu sambil tersenyum ramah


" Tidak usah pak " Alma menolak dengan tegas


Pria itu berani memegang tangan Alma, dan menarik nariknya.


Beruntung nya ada Mike dan Sharla yang kebetulan sedang lewat jalan itu dan menolong Alma yang di ganggu dua orang tidak jelas itu. Saat melihat Mike, kedua orang itu langsung kabur.


" Bu Alma, are you all right?" tanya Sharla cemas


" Saya gak papa, Bu Sharla " jawab Alma


" Lagian kamu kenapa sih berhenti ditengah jalan begini? udah tau jalan ini sepi " tanya Mike heran


" Saya bukan nya sengaja pak, tapi mobil saya mogok. Saya juga tidak tau kenapa " jawab Alma memberikan penjelasan


" Mobil sebagus ini bisa mogok?" gumam Mike


" Ya, mana saya tau. Memangnya mobil yang mogok harus pilih pilih, mobil bagus dan jelek gitu? " Alma kesal


" Kenapa kamu jadi marah sama saya?" tanya Mike sedikit meninggi suaranya


" Saya tidak marah " jawab Alma sambil mengerucutkan bibirnya


kenapa pak Mike mendadak jadi nyebelin ya?


" Loh loh kenapa jadi ribut? Bu Alma ayo ikut bareng kita aja. Bu Alma mau ke kantor lagi kan?" usul Sharla


" Tidak usah Bu Sharla, saya nunggu taksi aja. " jawab Alma.


Aku harus menelpon orang bengkel untuk memperbaiki mobilnya.


" Udah sekalian aja, kebetulan kita juga lewat ke kantor kamu kok " Sharla tersenyum


" Ah tidak usah Bu " jawab Alma tidak enak


Gak enak kalau aku berada di dalam satu mobil bersama mereka. Pasti Bu Sharla mau berduaan sama pak Mike, tapi kenapa dia malah ngajak aku?


" Ayolah, gak papa kok " Sharla dengan sengaja menyeret Alma dan mendorong Alma masuk ke dalam mobil.


" Ta-tapi Bu Sharla, tas sama ponsel saya dan kunci mobil masih ada disana "


" Mike, ambilin gih ! tas, kunci mobil sama hp nya " ujar Sharla


" Biar saya saja pak !" kata Alma


" Udah, Bu Alma duduk saja "


Mike dengan patuh mengambilkan barang-barang yang ada di dalam mobil Alma. Tak sengaja Mike melihat foto si kembar terpampang di depan mobil Alma. Mike tersenyum saat melihatnya.


Anak-anak yang lucu, tampan dan cantik.


Mike dan Sharla mengantarkan Alma kembali kantornya dengan selamat. Tidak lupa setelah itu Alma mengucapkan terimakasih pada Mike dan Sharla.


" Terimakasih, saya doakan semoga kalian berdua cepat menyusul. Kalian sangat cocok" Alma tersenyum polos dan memberikan jempolnya


Sharla dan Mike langsung bengong mendengar nya. Mereka melihat satu sama lain dengan pandangan tidak mengerti.


" Menyusul? apa maksudnya?" tanya Mike bingung


" PFutt.. hahaha.. sungguh gadis yang lugu dan polos " Sharla tertawa terbahak-bahak saat ia menyadari apa maksud dari kata-kata Alma


" Hey, kenapa kami malah tertawa? ada yang lucu?" tanya Mike gagal fokus


" Dia benar-benar deh haha.. " Sharla masih tertawa


Mike heran dan bingung melihatnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sore itu Bryan menyempatkan diri nya pergi menemui Ian di rumah sakit. Entah apa yang akan ia lakukan disana, ia tak ingin ada seorang pun yang tau bahwa ia pergi ke rumah sakit. Bahkan ia tidak bilang pada Alma.


" Datang juga kamu Bryan " Ian menyambut temannya itu dengan senyuman dan jabatan tangan yang akrab.


" Iya bro "


" Tumben kamu sendirian Bryan, kemana si sekretaris 24 jam kamu itu?" tanya Ian


" Di kerjain tugas kantor. " jawab Bryan


Bryan dan Ian masuk ke dalam salah satu ruangan di rumah sakit itu. Ruangan pribadi Ian.


" Kamu yakin mau lepasin sekarang?" tanya Ian


" Iya lah, buat apa aku kesini?" Bryan tersenyum tipis


" Seandainya Alma tau pengorbanan besar kamu ini, dia pasti bakal terharu. Apa dia udah tau kalau kamu operasi vasektomi selama ini dan tidak berhubungan dengan wanita manapun selama 7 tahun?" tanya Ian penasaran


" Dia tidak usah tau hal-hal seperti ini " jawab Bryan


" Ternyata sahabatku ini sangat keren, Cassanova Bryan sudah bertobat " Ian memuji


" Apa kamu mengejekku?" tanya Bryan geram


" Hey sobat ! aku sedang memuji mu "


" Sudah sudah ! ayo cepat lakukan operasi ku " ujar Bryan sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.


Hari itu Bryan meminta operasi pelepasan vasektomi nya yang sudah ia lakukan semenjak ia menikah dengan Selina. Dan sejak saat itu sekalipun Bryan tidak pernah berhubungan intim dengan wanita manapun, bahkan saat dulu Selina masih menjadi istrinya sekalipun ia tak pernah menyentuh nya.


Ian sangat kagum pada Bryan. Pria yang terkenal sebagai cassanova playboy, suka bermain wanita. Bisa tahan selama 7 tahun tanpa berhubungan intim dengan wanita, Ian salut sekali dengan sahabatnya itu.


Akhirnya Bryan bisa bertobat sepenuhnya setelah bertemu dengan Alma, wanita yang sangat dicintainya. Dalam hatinya ia sangat berharap agar Alma, Bryan dan keluarga kecilnya bahagia selamanya.


" Haa.. baiklah kamu siap Bryan?" tanya Ian sambil memakai sarung tangan sterilnya.


" Iya " jawab Bryan


Ini sudah saatnya aku membukanya kembali, karena sebentar lagi aku akan menikah dengan orang yang kucintai. Tubuhku hanyalah miliknya.


Ian pun memulai proses pelepasan vasektomi yang sudah di lakukan oleh Bryan 7 tahun yang lalu. Ya, memang tidak ada gunanya lagi Bryan menutup tubuhnya. Sebentar lagi pria itu akan menikah. Pernikahan untuk seumur hidupnya, meskipun bukan pernikahan pertama nya. Tapi, pernikahan terakhir untuknya.


🌹🌹🌹


Di taman yang tak jauh dari rumah keluarga Aditama..


" Apa aku sudah cocok jadi ibu tiga anak? aku tidak setua itu kan?" tanya Laura sebal


" Kenapa kamu tidak senang? bukankah bagus kalau kamu yang semuda ini sudah jadi ibu dari tiga anak. Mamah muda kan dipanggil nya?" Leon tersenyum


" Memangnya itu bagus? Kesannya aku seperti tua saja " gerutu Laura tak senang


" Tua apanya? kamu masih muda dan masih sangat cantik. "


" Aku cantik?" Laura terlihat malu malu, dan memegang pipinya


Bagaimana pun juga aku lebih tua satu tahun dari Leon. Orang bilang kalau wanita itu akan terlihat lebih tua di depan pasangan nya. Tapi, Leon menganggap ku cantik.


" Cie.. Tante, Tante dibilang cantik " Naina tersenyum menggoda Tante nya itu


" Naina !!"


" Tuh kan apa aku bilang, Mama ku itu cantik cocok untuk om ganteng " Kayla tersenyum polos.


Sementara Kelvin hanya melihat orang-orang itu dengan wajah cuek dan datarnya seperti biasa.


Tambah yang bucin satu lagi, selain Mama dan Papa. Tuhan, kapan kemesraan mereka berlalu. Orang dewasa selalu saja seperti ini. gerutu Kelvin di dalam hatinya


" Haha.. Leon tolong jangan diambil hati ya perkataan anak-anak ini " Laura tertawa canggung


" Kamu serius? padahal kata-kata mereka sudah ku masukkan ke dalam hati loh " Leon tersenyum manis


" A-Apa?" Laura terpana dengan kata-kata Leon. Wanita itu tidak bisa menghindar lagi dari pesona Leon. Berbicara tentang keindahan, Leon adalah salah satunya.


Laura yang tidak memperhatikan jalan dan hanya fokus pada Leon, tak sengaja menabrak seseorang yang ada di depannya. Tubuhnya terpental ke belakang


" KYAA !!"


Tangan kekar Leon memegangi tangan Laura, dan tangan yang satunya lagi meraih pinggang Laura. Menahan agar wanita itu tidak jatuh ke belakang.


DEG!


Keduanya sama-sama berdebar, merasakan detak jantung mereka yang berpacu semakin cepat. Tanpa sadar kepala Laura dan tubuhnya bersandar di dekapan Leon.


Deg, Deg, Deg


Ini suara detak jantung siapa? kencang sekali. Ini suara detak jantung Leon?! tidak mungkin!


Deg Deg Deg


Apa ini? jantungku seperti mau meledak! dia tidak mendengar nya kan?. Leon panik dan segera melepaskan pelukannya.


" Ma-maaf "Leon bicara tergagap


" Ke-kenapa minta maaf? harusnya aku yang bilang makasih. Ta-tapi apa jantung mu baik-baik saja?" tanya Laura yang mendadak menjadi gagap juga


" Jantungku? ke-kenapa dengan jantungku?" Leon kaget


" Suaranya sangat keras, berdebar sangat kencang, aku pikir ka-kamu mungkin sakit " jawab Laura


Keduanya malah saling memalingkan wajah, dan memegang dada mereka masing-masing. Sementara Naina, Kayla dan Kelvin hanya melihat pemandangan itu.


" Kenapa tante Laura sama om Leon jadi gagap gitu ngomongnya?" tanya Naina polos


" Haa..entahlah Nai, coba kamu tanyakan saja pada rumput yang bergoyang" jawab Kelvin cuek dan datar


" ayolah kak berekspresi lah sedikit!" Naina gemas melihat kakaknya yang dingin dan cuek itu.


" Tidak tertarik " jawab Kelvin cuek


" Wah, Mama sama om Leon kaya di drama Korea !" Kayla melihat Leon dan Laura dengan mata yang berbinar-binar


" Benar juga ! adegan seperti ini adalah adegan romantis di drama Korea, kenapa aku baru sadar ya? iya kan kak Kelvin?" tanya Naina


" Aish.. bahkan sekarang Kayla yang polos juga sudah teracuni dengan drama Korea mu itu! " gerutu Kelvin. " Kalian berdua sangat cocok, bicara saja kalian berdua. Jangan ajak ajak aku, kalian menyebalkan! dan tinggalkan aku sendiri ! " gerutu Kelvin kesal melihat kelakuan dua gadis kecil yang lebai di depannya itu


" Kakak ! hey Kakak kenapa marah? kakak mau kemana?!! " tanya Naina kepada kakaknya yang cuek itu dan berjalan lebih dulu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Malam itu setelah pulang dari rumah sakit dan menjalankan operasi. Bryan beristirahat sejenak, di rumah sakit. Ia berangkat bersama Ian ke acara reuni SMA mereka.


" Syukurlah aku tidak ada tugas malam jadi bisa ikut acara reuni "


" Kamu bersemangat sekali "


" Tentu saja dong, sudah lama tidak bertemu teman-teman SMA aku sangat penasaran seperti apa mereka sekarang " jelas Ian " memangnya kamu tidak?" tanya Ian


" Tidak terlalu sih, aku hanya ingin berkumpul bersama kalian sebelum aku menikah. Mungkin ini untuk terakhir kalinya "


" Apa? jadi kamu benar-benar akan mengurung dirimu di dalam rumah setelah menikah?" tanya Ian dengan wajah yang lebay


" Aku geli melihat wajah mu dan cara bicara mu itu Ian, jadi HENTIKAN!" Bryan menatap temannya itu dengan tajam


" Ya ya baiklah " Ian tersenyum canggung


Mereka berdua pun sampai ke tempat di pertemuan reuni SMA itu dilakukan.


Hotel Violet, itulah nama tempatnya...


Semua orang alumni SMA xxx, sudah berkumpul di salah satu ruangan yang ada di hotel itu. Bryan yang tidak terlalu akrab dengan temannya hanya berkumpul bersama Ian, dan kedua temannya yang lain. Mereka mengobrol soal bisnis dan kesuksesan.


Perhatian para wanita disana teralihkan oleh Bryan yang tampak memukau. Beberapa wanita bahkan membicarakan nya.


" Bukannya itu Bryan dari kelas IPA 1?" tanya seorang wanita


" Dia masih saja tampan ya "


" Aku dengar dari berita, dia sudah bercerai dari si Selina. Kenapa kamu gak coba deketin dia lagi Liv?' tanya seorang wanita pada wanita berambut pendek yang ada di samping nya


" Iya Liv, bukannya dulu kamu suka sama dia?" tanya Dian ( salah satu teman Livia )


" Hem.. iya sih. Sekarang juga masih suka kok, tapi kalian tau kan dia sebentar mau nikah lagi " Livia tersenyum sinis


" Ah sayang banget ya "


Bryan tampak bosan dengan acara reuni nya itu, ia pun memutuskan untuk pulang lebih dulu. Tak sengaja Bryan menabrak Livia yang berada di dekat pintu masuk hingga wanita itu menjatuhkan gelasnya ke lantai.


PRANG !!


" Auw.. "


" Eh sori sori, saya gak sengaja " Bryan melihat salah satu jari kaki Livia terluka


" Tidak apa-apa kok Bryan "


" Loh? kamu Livia?" tanya Bryan


" Iya Bryan, lama gak ketemu ya " Livia tersenyum ramah pada Bryan


Bryan makin ganteng aja. Sayangnya dia udah mau jadi suami orang.


Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Bryan membantu Livia mengobati luka di kakinya dengan tangannya sendiri. Livia duduk di sebuah kursi yang ada di lobi hotel itu, dan Bryan mengoleskan obat ke luka yang ada di kakinya.


" Apa perlu aku bawa kamu ke rumah sakit?" tanya Bryan


" Luka kecil kaya gini aja dibawa ke rumah sakit? gak usah lah Bryan " Livia tersenyum


Livia kembali berdiri dan mencoba berjalan menuju ke tempat reuni nya itu. Tubuhnya tiba-tiba roboh tak terkendali, karena sebelah kakinya yang terluka. Tak sengaja Livia berpegangan pada Bryan.


" Ma-maaf Bryan "


" Kaki kamu masih sakit?" tanya Bryan


" BRYAN!"


Suara lantang dari seorang wanita itu membuat Bryan dan Livia terkejut. Posisi mereka masih dalam pose berpelukan dan bisa membuat salah paham siapapun yang melihatnya. Bryan menengok ke arah suara yang sangat ia kenal dan tidak asing baginya.


" Alma?" Bryan juga terkejut karena Alma tidak hanya sendirian disana, ia juga bersama Mike disampingnya.


Bryan melepaskan tangannya dari tubuh Livia dan berfokus pada Mike yang berada di samping calon istrinya. Kedua orang itu akhirnya bertatapan saling curiga.


...--***--...