
...🍀🍀🍀...
"Kakak ipar, bisa tolong jelaskan apa maksud kata-kata mu ini?!" tanya Juna langsung memasang mode serius
"Gue kasih Lo kesempatan. Tapi kalau gue lihat Lo nyakitin hati adik gue lagi, Lo abis Jun!!" ancam Kelvin pada Juna yang pernah membuat adiknya terluka
"Gue gak akan ngelakuin itu lagi, janji! tapi Vin, masalah yang Lo bilang barusan tentang orang tua Lo gak akan setuju kalau gue ngajak Naina nikah sekarang itu.. apa maksudnya?" Juna meminta penjelasan tentang ucapan Kelvin.
"Oh itu, karena orang tua gue berniat menikahkan gue dan Naina sesuai urutan" jawab Kelvin sambil menyeruput lagi kopi nya
"Apa?! maksud Lo.. Lo harus nikah duluan sebelum Naina?" tanya Juna menebak nebak
"Betul" jawab Kelvin
"Terus kapan Lo nikah? cepetan dong! seenggaknya gue harus tunangan dulu sama adik Lo" ucap Juna semangat jika menyangkut pernikahan
"Sebenarnya.." Kelvin cemberut lalu menceritakan sesuatu pada Juna tentang hubungan nya dan Keira
#FLASHBACK
Beberapa jam sebelumnya..
Kelvin dan Keira sedang duduk bersama di rerumputan taman sambil menikmati indahnya pemandangan malam di langit. Tak lupa mereka meminum segelas teh hangat yang membuat tubuh menjadi hangat.
"Kei.." panggil Kelvin pada pacarnya
"Hm... ya, Vin?" tanya Keira sambil melirik ke arah Kelvin yang duduk disampingnya
"Kapan kamu mau nikah?" tanya Kelvin yang masih rebahan di karpet atas rumput itu.
"Nikah? aku belum kepikiran kesana" jawab Keira santai.
"Belum kepikiran?" tanya Kelvin sambil beranjak duduk dari rebahan nya.
"Kenapa? kamu mau cepat-cepat nikah? usia kita kan masih muda Vin" Keira tersenyum santai
"Memangnya kamu gak mau cepat-cepat nikah? bukannya perempuan itu biasanya ingin menikah muda?" tanya Kelvin terheran-heran
"Enggak juga, aku tidak mau menikah muda" jawab Keira
"Alasannya?"
"Aku masih mau berkarir dulu" jawab Keira sambil tersenyum lembut pada kekasihnya.
Maaf Vin, jangan bahas dulu soal pernikahan. Aku memang mencintai kamu, tapi kalau menikah.. seperti nya kamu harus memikirkan nya baik-baik, di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dariku.
Kelvin terlihat kaget mendengar jawaban Keira yang seolah menusuk hatinya. Kelvin seperti nya mengharapkan jawaban yang lain dari Keira.
JLEB!
Ternyata ini sebabnya waktu aku ajak nikah, dia gak mau.
"Kei..kamu cinta gak sih sama aku?" Kelvin memegang kedua tangan Keira dengan lembut, matanya menatap Keira penuh perasaan.
"Aku cinta" jawab Keira serius
"Terus kenapa aku mengajak mu menikah kamu gak mau? jangan bilang itu karena usia, atau berkarir dulu, karena aku tidak percaya" tanya Kelvin pada Keira
"Benar, alasannya karena itu kok" Keira memalingkan matanya dari Kelvin
"Keira, menikah itu tidak harus mapan. Apalagi kamu adalah seorang wanita, setelah menikah kamu hanya perlu di rumah" jelas Kelvin dengan suara yang lembut penuh perhatian
"Tapi aku tidak mau di rumah, aku ingin menjadi wanita karir dulu" bantah Keira pada ucapan Kelvin.
"Tidak usah jadi wanita karir, aku yang akan menghidupi mu" Kelvin tersenyum tipis
"Aku mau jadi wanita mandiri dan tidak bergantung pada pria" jawab Keira cepat
"Kalau aku jadi suamimu, aku akan menjadi tempat bergantung mu"
Sanggah Keira, "Aku tidak mau"
"Kamu tidak mau aku jadi suamimu?"
Kenapa aku merasa Keira seperti sedang mencari-cari alasan ya?
"Bukan begitu!"
Kenapa Kelvin terus bertanya?. Keira mulai kesal dengan pertanyaan Kelvin menyangkut pernikahan
"Terus kenapa? kalau kita belum bisa menikah, bagaimana kalau kita bertunangan dulu saja?" ajak Kelvin pada Keira, ia ingin segera mengikat Keira dan meresmikan hubungan mereka.
"Kelvin, apa menurut kamu ini tidak terlalu cepat? kita belum lama bertemu dan kamu sudah mengajak nikah? bukankah kita harus mengembangkan perasaan kita lebih dulu, pernikahan itu bukanlah hal yang bisa di putuskan secara mendadak! perlu pikiran yang matang, untuk masa depan! mengapa begitu mudahnya kamu mengajak menikah?!" tiba-tiba saja Keira marah, ucapannya membludak pada Kelvin dengan nada suara yang mulai meninggi
Kelvin tersenyum pahit, ia melepaskan tangan Keira yang ia genggam tadi. "Hah.. terlalu cepat? aku sudah menyukai kamu dari kecil Kei, bahkan sampai detik ini pun aku masih menyukai kamu. Tidak, dulu aku suka.. tapi sekarang aku cinta. Apa keputusan ini aku ambil dengan mendadak? enggak.. Kei, aku sudah memikirkan ini sejak lama. Seperti nya kamu memang tidak serius padaku, hanya aku saja yang mencintai kamu!!"
Keira terperanjat melihat Kelvin yang marah dan beranjak dari tempat duduknya. "Kelvin, kenapa kamu berfikir begitu? maksud aku kita jalani dulu aja hubungan kita pelan-pelan"
Rupanya kamu masih tertutup Kei, kamu masih saja menyembunyikan sesuatu dariku. Padahal kamu sudah janji. Kenapa aku tidak bisa melihat ke dalam hati dan pikiran mu itu?. Kelvin mendengus kesal
Maaf Vin, bukannya aku gak mau nikah sama kamu. Tapi berilah aku waktu, aku akan memantaskan diriku agar bisa sejajar dengan kamu. Aku akan menggapai tempat tinggi itu agar bisa selevel dengan mu. Keira merasa bersalah karena ia sudah membuat Kelvin kesal dan kecewa padanya.
Namun Keira butuh waktu, ia ingin menjadi sejajar dengan Kelvin. Dalam hal finansial dan segala hal, karena Kelvin sangat sempurna baginya. Keira ibaratkan Cinderella yang dulunya bangsawan lalu menjadi Upik abu dan jatuh cinta pada pangeran tampan dan kaya.
Untuk bersama dengan pangeran itu, Keira harus meraih ke tempat yang tinggi dan memantaskan dirinya, agar bisa sejajar dengan pangeran.
#END FLASHBACK
"Wah, sungguh hubungan yang rumit. Gue gak nyangka Keira benar-benar menolak di ajak nikah sama Kelvin Aldara Aditama yang hebat, haha.." Juna tertawa mengejek calon kakak iparnya itu. Juna tidak menyangka kalau Kelvin akan ditolak oleh Keira, Juna mengira bahwa semua wanita akan tergila-gila pada Kelvin tanpa pengecualian.
"Lo ngetawain gue?" Kelvin menatap sinis ke arah Juna yang mengejeknya.
"Sorry bro, habisnya lucu aja. Gue gak nyangka seorang Kelvin Aldara Aditama yang populer banget dikalangan cewek.. lagi curhat sama gue" Juna tersenyum sambil menyeruput kopinya
Gak nyangka, ngobrol sama si Kelvin bisa asik juga.
"Haahh.. terus gimana? apa Lo ada saran atau kesimpulan?" tanya Kelvin bingung pada kekasihnya yang menolak untuk menikah dan bertunangan.
"Menurut gue dia pasti punya alasan kenapa dia nolak ajakan Lo sekarang" jawab Juna yakin
"Ya gue tau, terus apa alasannya?" tanya Kelvin kesal sendiri.
" Menurut gue.. alasannya bukan karena karir, tapi dia insecure" ucap Juna sambil menunjuk ke arah Kelvin dengan mata penuh keyakinan.
"Insecure? dia insecure kenapa? apa dia malu sama gue, apa gimana?!" suara Kelvin mulai meninggi lagi, ia naik darah setiap membicarakan Keira.
Wanita benar-benar tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dimengerti.
"Bukan insecure sama Lo, tapi sama dirinya sendiri. Kalau gue lihat, si Keira orangnya itu gampang insecure dan gak pede. Gue yakin itu alasan dia nolak ajakan Lo buat nikah" jelas Juna menarik kesimpulan dari curhatan Kelvin padanya
Lah kenapa dia malah curhat padaku? batin Juna keheranan, ia baru sadar kalau Kelvin sedang curhat padanya.
"Terus gue harus gimana? dia nya aja gak terbuka sama gue" Kelvin memegang kepalanya dan tampak bingung
Haruskah aku mengabadikan momen ini? seorang Presdir perusahaan besar, ditolak cinta dan galau karena cinta. Juna tersenyum memandang ke arah Kelvin yang tampak frustasi.
"Woy! Lo malah senyum-senyum gitu? kalau gue belum nikah atau belum tunangan, Lo juga gak bisa ngapa-ngapain sama Naina" Kelvin menyilangkan kedua tangannya di dada
"Jadi intinya Lo pengen gue bantuin Lo?" tanya Juna pada Kelvin.
"Gue gak bilang gitu tuh" Kelvin memalingkan wajahnya.
Dasar, jaim banget si Kelvin. Bilang aja kali, kalau dia mau minta bantuan ku. Pakai ngancam segala, dasar..ckckck. Juna tertawa sendiri melihat Kelvin yang jaim ingin ditolong, lalu menjadikan hubungan nya dan Naina sebagai ancaman.
"Oke oke, gue ada satu saran biar si Keira gak nolak lagi ajakan Lo" Juna terpikirkan satu ide di kepalanya
"Apaan?" Kelvin menatap Juna dengan penasaran
Juna berdiri, kemudian mendekatkan tubuhnya pada Kelvin lalu berbisik-bisik ke telinga Kelvin. Entah apa yang Juna bisikan padanya, dia langsung terkejut.
"Ide gila macam apa itu?!" Kelvin tercengang
"Wanita itu butuh dorongan, percaya deh sama gue.. ini akan berhasil" Juna tersenyum percaya diri dengan idenya itu.
"Apa Lo pernah nyoba trik ini juga?" tanya Kelvin dengan wajah datar nya
Juna menghempaskan tubuhnya kembali ke kursi, "Pernah lah, dan setelah itu cewek-cewek pada nempel sama gue" ucapnya bangga
"Sialan Lo! berapa kali Lo pacaran?! dasar Playboy?!" tanya Kelvin yang tiba-tiba marah dan beranjak dari kursinya.
"Tu-tunggu, Lo salah paham.. gue.. gue.." Juna tergagap, ia bingung menjelaskan nya bagaimana. Kini ia sudah di cap playboy.
"Kayanya gue harus pikir-pikir lagi deh, mau restu in Lo sama Naina apa enggak" Kelvin tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Juna begitu saja.
Drap, Drap, Drap,
Juna berlari menyusul Kelvin yang berada di ambang pintu restoran itu.
"Woah! kakak ipar jangan gitu dong!" teriak Juna merengek pada Kelvin seperti anak kecil
Mati lah! ini gara-gara aku keceplosan.
Saat Juna mengejarnya dengan jahilnya Kelvin menutup pintu itu di depan wajah Juna.
JEBLAK
"Kelvin! sialan Lo!" Juna jatuh tersungkur ke lantai dan memegang hidungnya, ia kesakitan.
Kelvin tidak merasa bersalah sama sekali, ia malah tersenyum sinis lalu pergi begitu saja.
...---****---...