
πππ
Mike berlari ke arah dapur dengan cepat, ia melihat Alma tampak ketakutan dan berdiri di sudut ruangan itu.
" Ada apa?! kenapa kamu berteriak?" tanya Mike cemas
Sharla juga sampai di dapur dan melihat Alma tampak ketakutan.
" Bu Alma, kamu kenapa?" tanya Sharla cemas
" A-ada kecoa. " jawab Alma takut sambil memegang tangannya.
" Kecoa? mana?" tanya Mike sambil melihat-lihat ke lantai yang ada di sekitar Alma
" bukan disitu, tapi di sini !" ujar Alma seraya menunjuk tepat ke arah rok nya. Wanita itu tampak kegelian.
Mike langsung mendekat ke arah Alma, ia juga meminta maaf dengan singkat karena akan menyentuh rok Alma. Kemudian menangkap kecoa itu dengan tangan kosong nya. Mike hendak memukul kecoa itu.
" Jangan dibunuh, kasihan. " ucap Alma pada Mike
Mike hanya menggelengkan kepala lalu membuang kecoa itu ke luar jendela apartemen nya. Sharla langsung menghampiri Alma dan menanyakan keadaan nya, takut takut kalau ibu hamil itu terluka.
" Jadi Bu Alma berteriak karena kecoa?" tanya Sharla sambil tersenyum
" Iya, saya takut dengan kecoa. " jawab Alma malu
" Ya ampun, tangan kamu terluka? kenapa ini?" tanya Sharla yang kaget melihat jari telunjuk Alma yang merah.
" Oh ini, tadi saya panik dan tidak sengaja memegang teko panas " jawab Alma
" Obati dulu luka mu " ucap Mike sambil memalingkan wajahnya dari Alma.
" Ini hanya luka kecil, dan teh nya.."
" Sharla akan membawanya, kamu obati dulu lukamu. Ikut aku " ucap Mike memotong kata-kata Alma.
Wanita ini selalu saja membuat kegaduhan, dan pandai membuat orang cemas.
" Iya, saya yang akan bawa teh nya. Bu Alma obati saja dulu lukanya " Sharla tersenyum
Setelah mengobati sedikit luka yang ada di jari Alma. Alma meminta maaf kepada Mike dan Sharla yang sudah membuat kegaduhan di apartemen Mike hanya karena kecoa. Selain itu, Alma juga mengucapkan terimakasih karena Mike sudah menyelamatkan nyawanya tempo hari.
" Saya berterimakasih pada pak Mike yang sudah menyelamatkan saya dan satu nyawa lagi yang berada di dalam tubuh saya. Dan maafkan saya karena baru datang sekarang untuk berterimakasih secara langsung " ucap Alma seraya melihat ke arah Mike yang tampak bingung.
Pria itu terus menatap Alma dengan tatapan yang tidak biasa.
Pak Mike kenapa ya? apa mungkin kepalanya terbentur juga makanya dia sering melamun? bukankah ini berbahaya?
Alma cemas melihat Mike yang melamun. Mike teringat akan sesuatu.
#FLASHBACK
Sehari sebelum nya..
Di depan apartemen Mike..
πΆπΆ
Ting Tong.. Ting Tong..
KLAK
Mike membuka pintu apartemen nya setelah mendengar bel berbunyi, ia terkejut melihat Bryan sudah berdiri di depannya dengan wajah dinginnya. Bryan membawa beberapa bungkusan makanan dan seorang wanita paruh baya disampingnya.
Mike melihat Bryan dengan wajah penuh pertanyaan, namun ia menyimpan pertanyaan nya dulu di dalam hati. Mike mempersilahkan sahabatnya dan wanita asing itu masuk ke dalam apartemen mewah ya.
Bryan dan Mike sama-sama duduk di sofa yang saling berhadapan, dan di depan mereka sudah tersaji 2 gelas berisi teh hangat dan satunya lagi kopi.
" Ada apa kamu kemari?" tanya Mike yang kesulitan mengambil gelas dengan tangan kirinya
Bryan menatap sahabat nya waktu SMA itu dengan tajam. " Tentu saja aku kemari untuk menjenguk sahabat lama ku. Apa tidak boleh?" ucap Bryan seraya menunjukkan senyuman nya yang dingin
" Terimakasih " Mike tersenyum dan menyeruput teh hangat nya pelan-pelan.
" Tidak, aku lah yang harus berterimakasih padamu. Karena menolong istri dan anakku kamu jadi terluka "
Entah kenapa kata-kata yang meluncur dari mulut Bryan itu membuat Mike tidak nyaman. Suara Bryan yang dingin, tatapan mata tajam dari sahabatnya itu membuat hati Mike agak sedikit terhenyak.
" Aku hanya kebetulan saja ada disana, jika istrimu adalah orang lain aku juga akan menolongnya " jelas Mike
" Benarkah? kenapa aku tidak percaya ya?" tanya Bryan sinis
" Terserah saja, kalau kamu tidak percaya " Mike berusaha menyudahi obrolan mereka
" Oh ya, aku dengar kamu tidak punya pembantu rumah tangga. Kamu sedang terluka, dan aku kemari membawakan seorang asisten rumah tangga untuk membantumu di rumah " jelas Bryan
" Itu tidak perlu, aku punya pembantu rumah tangga sendiri yang selalu datang setiap pagi ke apartemen ku " tolak Mike
" Oh begitu ya? lalu aku harus bagaimana? aku dan istriku tidak mau berhutang padamu. Bagaimana kalau aku mengirimkan salah satu model di perusahaan ku untuk menemani mu disini supaya kamu tidak kesepian?" tanya Bryan sambil tersenyum menyeringai
" Bryan! apa yang kamu katakan? apa maksud mu menawarkan ini padaku? kamu tau kan aku bukan tipe pria yang seperti itu !" suara Mike mulai meninggi, ia terlihat marah pada pria yang ada di depan nya itu
" Iya aku tau dari dulu kamu tidak suka bermain dengan wanita, kamu tidak seperti aku yang memiliki jejak Cassanova. Kamu pria yang setia, dan jika ada wanita yang kamu sukai kamu hanya akan melihatnya saja... " Bryan tampak kesal, ia terdiam sejenak. Lalu kembali melanjutkan kata-kata nya " Tapi kenapa kamu harus melihat istriku?"
DEG!
Mike terpana mendengar kata-kata Bryan, ia tidak menyangka bahwa perasaan nya akan ketahuan secepat itu.
" Aku tidak mungkin melakukan nya! siapa yang melihat istrimu?" elak Mike
" Mike, Mike.. jangan kamu pikir aku tidak tau? kamu pikir aku bodoh?! bahkan orang-orang disekitar mu menyadari perasaan mu. Tapi itu tidak penting bagiku. Izinkan aku menanyakan satu hal saja, kita masih teman kan?" tanya Bryan tajam
" Kita.. tentu saja kita adalah teman, selamanya akan seperti itu "jawab Mike ragu
Bryan mendengar keraguan dari jawaban Mike. Sekarang Bryan sudah yakin ternyata Mike benar-benar menyukai istrinya lebih dari yang ia kira. Sampai-sampai rela mengorbankan nyawanya untuk Alma. Bryan marah, kesal dan cemburu.
" Tidak Mike, kita sudah bukan teman lagi. " Bryan tersenyum dingin
" Bryan..tapi kenapa? " tanya Mike bingung
" Ketika kamu sudah melewati batasan dengan mencintai istri ku, mulai saat itu juga kamu sudah bukan teman ku lagi Mike. Aku harap kamu menjauhi keluarga ku. " Bryan menahan kekesalannya, tangannya terkepal gemas ingin memukul Mike. Namun, kenangan masa SMA nya bersama Mike membuatnya mengurungkan niatnya.
" Maafkan aku Bryan, aku akui aku menyukai Alma. Tapi, aku tidak bermaksud menghancurkan hubungan kalian. Sungguh, aku hanya ..." Mike berusaha menjelaskan pada Bryan
" Jangan beralasan lagi. Jangan sebut nama istriku dengan mulutmu ! Jika kamu masih mau berteman denganku, singkirkan perasaan menjijikan mu itu dari istriku, atau pergi jauh dari kehidupan kami! " Bryan mengancam
Alma tidak boleh tau tentang perasaan Mike padanya. Tidak boleh. Bryan mengepal tangannya dengan erat
Perasaan menjijikkan? perasaan ini disebut sebagai perasaan menjijikkan? Mike mengernyitkan dahinya, ia tidak terima dengan apa yang dikatakan Bryan.
" Bryan, aku tau aku salah karena aku menyukai istrimu. Tapi, kamu tidak bisa menyebut perasaan ku ini sebagai sesuatu yang menjijikan. Perasaan ku murni dan tulus "
" Cuihhh! murni? tulus? jatuh cinta pada istri orang kamu bilang itu bukan perasaan yang menjijikan?!"
Bryan melayangkan tinjunya ke wajah Mike. Ia tidak tahan lagi dengan pria yang sudah tidak tahu malu di matanya itu. Mike jatuh tersungkur di karpet apartemen nya, membiarkan dirinya di pukuli tanpa melawan. Sudut bibir Mike berdarah akibat ulah Bryan, pukulan dari Bryan cukup keras.
Aku tau tidak mungkin aku bisa masuk diantara mereka apalagi merebut nya dari suaminya. Aku hanya ingin mencintainya sepihak seperti ini saja. Sejujurnya aku ingin melupakan nya, tapi perasaan ini tidak bisa di lupakan begitu saja.
Hatinya merasa bersalah pada Bryan, seperti nya persahabatan diantara mereka sudah diambang kehancuran atau malah hancur karena perasaan Mike.
" Kenapa kamu tidak melawan ku HAH?!" teriak Bryan pada pria yang satu tangannya sedang terluka itu.
" Baiklah, aku salah.. Bryan aku salah.. aku akan mencoba melupakan nya, perasaan ini. Aku akan berusaha.. " Mike terlihat galau, ia berusaha berdiri sendiri menopang tubuhnya.
" Jadi kamu memilih pertemanan kita?" tanya Bryan tersenyum sinis
" Ya, aku memilih pertemanan kita. " jawab Mike sambil menyeka darah di sudut bibirnya
" Pilihan yang bagus, jika aku melihat mu macam-macam lagi dengan istriku. Aku bukan hanya akan mematahkan tangan mu yang satu nya, juga bahkan kedua kakimu itu, kamu tau kan aku bukanlah orang yang pemaaf "
Bryan menatap tajam Mike. Sekali lagi mengingatkan pada Mike untuk tidak menunjukkan perasaan nya pada Alma dan sebisa mungkin menjauhi istrinya.
Dengan kemarahan tanpa penyelesaian yang benar-benar menyudahi pertengkaran mereka. Bryan pergi dari apartemen Mike. Di sanalah Mike berjanji tidak akan berbuat baik pada Alma dan menaruh hati lagi padanya. Demi rumah tangga Bryan dan Alma.
Mike apa yang kamu lakukan? hentikan perasaan ini! Bryan maafkan aku..
Mike memaki dirinya sendiri.
#END FLASHBACK
Mike tenggelam dalam lamunannya, ingatan tentang Bryan dan dirinya. Sharla dan Alma memanggil nya berkali-kali namun pria itu malah melamun. Sampai saat Alma berteriak barulah Mike menoleh dan sadar.
" Kebakaran!!" teriak Alma
" PFut..." Sharla menahan tawa saat Alma berteriak kebakaran
" Seperti nya ada kebakaran di hati bapak " jawab Alma sambil tersenyum
" Ini tidak lucu " gerutu Mike kesal, lalu kembali duduk ditempat duduknya.
" Kamu kenapa sih? ada masalah ya? malah melamun?" tanya Sharla heran
" Tidak apa-apa " jawab Mike
Alma tidak bisa tinggal diam melihat Mike terus seperti itu, ia pun mengutarakan kecemasan nya. Meminta Mike untuk memeriksakan dirinya ke dokter, Alma berfikir kalau ada yang salah dengan kepala Mike.
Namun, Mike menolak nya dan berkata bahwa dirinya baik-baik saja. Sejujurnya tangannya yang terluka tidak terasa sakit, tapi yang terasa sakit adalah hatinya.
.
.
Mereka bertiga pun membicarakan masalah bisnis, Alma juga membawa kalung desain nya untuk dipakai di fashion show JJ modelling 3 hari lagi.
" Wah, kalung nya sangat bagus dan indah, lebih bagus dari gambarnya. " Sharla memegang kalung kalung desain Alma.
" Ya aku juga setuju " timpal Mike setuju
Mendengar pujian tulus dari kedua rekan bisnisnya, membuat Alma termotivasi untuk membuat desain yang lebih baik lagi.
" Tapi bagaimana ini? kamu kan masih terluka? sedangkan fashion show nya 3 hari lagi " tanya Sharla cemas
" Tanganku akan sembuh sebelum itu, dan sekarang pun aku sudah baikan "
" Pak Mike saya mohon izinkan seorang perawat untuk merawat anda disini, saya akan memanggilkan ..."
" TIDAK usah, kamu hanya menganggu saja. Jangan ikut campur lagi! " Mike memotong kata-kata Alma yang belum selesai
Jangan luluh Mike, kamu sudah melakukan hal yang benar. Ingat persahabatan mu dan Bryan, kamu sudah janji. Mike berusaha meneguhkan hatinya.
Aku mengerti Mike ingin menjauhi nya, tapi cara ini tidak benar.
DEG!
Alma tersentak lagi, sudah beberapa kali kata-kata di potong oleh Mike dan entah berapa kali Mike bicara sambil membentaknya. Alma tidak mengerti apa yang salah darinya?
BRAK
Wanita hamil itu menggebrak meja, dan tampak kesal dengan Mike. Ia pun pamit pulang duluan, karena kesal dengan sikap Mike yang tidak ia mengerti.
" Saya tidak mengerti apa yang salah dengan saya atau yang salah dengan pak Mike. Saya hanya mencoba membantu karena saya merasa bertanggungjawab atas keadaan pak Mike. Tapi, saya tidak suka dibentak oleh orang lain yang tidak dekat dengan saya alias orang asing " Alma mengepal tangannya erat, kata-kata pedas mulai keluar dari mulutnya.
DEG!
Kali ini giliran Mike yang terkena serangan mental dari Alma, mendengar kata orang lain yang tidak dekat dengan saya dan orang asing memiliki maksud lain dalam pikiran nya. Apakah Mike hanya orang asing untuk Alma? begitulah pikir nya dalam hati.
" Bu Alma, anda tenang dulu ya. Tidak baik emosi saat sedang hamil " Sharla berusaha menenangkan Alma yang terlihat marah, menepuk bahu Alma.
Aku berniat baik membantu nya. Tapi dia malah membentak ku dan bersikap kasar padaku sejak tadi! aku tidak tahan lagi.
" Saya tidak tau salah saya apa pada bapak. Atau bapak ada masalah apa dengan Bryan, tapi jangan melibatkan saya dalam masalah kalian. Saya tidak suka!" ujar Alma kesal. " Bu Sharla, saya pamit dulu. Kita bertemu lagi saat fashion show saja "
Alma melangkah pergi dari apartemen Mike dengan mata yang berkaca-kaca. Wajahnya merah karena marah. Bahkan ia mendorong pintu dengan keras setelah keluar dari Apartemen Mike.
" Sabar Alma, sabar. Jangan marah, itu tidak baik untuk bayi di kandungan mu.. sabar " ucap wanita itu sambil mengelus-elus dada nya. " Lebih baik jemput Naina dan Kelvin lalu ajak mereka jalan-jalan " Alma tersenyum mengingat kedua anaknya.
Beberapa menit setelah Alma pergi, Sharla menasehati Mike tentang sikapnya yang tidak benar pada Alma.
" Aku tau kamu mau menjauhinya dan menyingkirkan perasaan mu, tapi sikapmu ini salah Mike. Mana bisa kamu membentak, bersikap kasar padanya !" ujar Sharla
" Diam! kamu membuatku pusing " Mike tampak bingung dan gusar.
" Terserah kamu! aku cuma mau mengingatkan mu kalau cara kamu ini salah. "
Sharla yang kesal juga menyusul Alma pergi dari apartemen Mike meninggalkan pria itu sendirian.
Mike tampak galau dengan perasaan nya sendiri. " Maafkan aku Bryan, aku minta maaf. Seperti nya ini akan sulit "
πππ
Di depan sekolah dasar Permata 1, Kelvin dan Naina tampak sedang menunggu ibu mereka datang menjemput.
" Kak, aku mau jajan dulu kesana ya " ucap Naina seraya menunjuk ke arah warung kecil yang ada di sebrang jalan.
" Mau aku temani ga?" tanya Kelvin
" Gak usah kak, sebrang kan saja aku kesana!"
" Oke !"
Kelvin menyebrangkan adiknya ke seberang jalan. Naina dan beberapa anak lainnya terlihat sedang membeli jajanan yang ada di warung itu.
" Bu, aku mau agar-agar nya satu ya !"
" Ibu warung, aku beli kue nya dua ya "
Begitulah anak-anak kecil terdengar riuh di warung itu, membeli jajanan kesukaan mereka. Termasuk Naina dan teman teman nya.
Sementara Kelvin memperhatikan adiknya dari jauh, dan tersenyum diam-diam.
Padahal baru masuk sekolah dasar 10 hari, tapi Naina cepat sekali akrab dengan semua orang yang ada di kelas nya bahkan anak kelas lain. Kenapa dia tidak mau sekelas denganku ya? Dia juga bersikeras tidak mau orang tau kalau aku adalah kakak nya. Sebenarnya kenapa?
" Ternyata kamu bisa senyum juga ya, aku pikir kamu tidak bisa " ucap seorang gadis kecil berkepang dua, gadis itu tersenyum lembut.
Kelvin kembali ke wajah datarnya, senyuman yang tadi ditujukan untuk adiknya itu menghilang. Kelvin mengabaikan gadis itu.
" Kamu selalu diam di kelas, tapi ternyata diam-diam kamu sudah naksir anak kelas 1-b " gadis kecil itu nyengir dan melihat ke arah Naina
" Kamu bicara apa sih?" tanya Kelvin malas
" Kamu suka Naina ya?" goda gadis itu pada Kelvin
" Apa kita berada di usia untuk naksir seseorang? dan juga siapa kamu? " tanya Kelvin dingin
" Aku teman kamu " jawab gadis kecil itu
" Teman? Oh aku tidak tahu, aku tidak ingat punya teman seperti kamu " jawab Kelvin cuek
" Jangan jangan kamu juga tidak tahu namaku?"
Apa dia hanya fokus pada pelajaran saja dan cuek dengan orang-orang di sekitarnya? dia menyebalkan, tapi dia tampan dan imut ... gumam gadis kecil itu di dalam hatinya
" Kenapa aku harus tau?" tanya Kelvin datar
" tentu saja karena kita teman sekelas, kita juga duduk sebangku! " ujar Gadis kecil itu kesal
" Oh gitu ya " pandangan Kelvin hanya tertuju pada Naina, ia takut kalau adiknya sudah selesai jajan dan tidak bisa menyeberang jalan.
Kenapa Naina lama sekali jajannya? apa aku susul saja?
" hey! kamu dengar aku tidak sih? Kelvin?" tanya gadis kecil itu
Gadis kecil itu terus melihat ke arah Kelvin yang memperhatikan Naina. Ia pun yakin kalau Kelvin naksir pada Naina.
Tak lama setelah itu, mobil yang tidak asing berhenti di depan warung tempat Naina jajan. Alma keluar dari mobil itu dan segera menyambut anaknya. Alma melambaikan tangannya pada Kelvin yang ada di sebrang jalan.
Kelvin yang melihat Mama nya, bergegas pergi menyebrang. Namun gadis kecil itu memegang tangannya dan menahannya.
" Namaku Keira, kamu harus ingat ya! aku teman sebangku kamu. Dan aku kenal Naina, aku akan membantu kamu dekat dengannya " Keira tersenyum pada Kelvin.
" HAH??" Kelvin terpana dengan kata-kata teman sekelas nya itu.
Apa yang ada di otak gadis kecil ini? ternyata ada juga orang yang sikapnya sama seperti Naina? membantuku dekat dengan adikku sendiri? konyol.
Kelvin menyebrang dan masuk ke dalam mobil bersama ibunya. Sementara Naina sudah naik lebih dulu.
...---***---...
β€οΈβ€οΈβ€οΈ
Alhamdulillah hari ini masih sempat up walaupun malamππ mohon maaf ya readers bila hasilnya kurang maksimal pada Chapter ini, author masih sibuk sama anak yang lagi sakit. Entahlah besok bisa update seperti ini atau tidak. Doakan saja ya readers, semoga semuanya lancar dan anakku cepat sembuh.
Sebenarnya sudah gereget mau crazy up novel ini, dan sudah ada rencana mau menamatkan, tapi ada kendalanya terus. ππ
Mohon dukungan nya ya readers π