
...🍀🍀🍀...
Keira langsung salah tingkah begitu orang-orang di restoran itu melirik ke arahnya dan ke arah Kelvin.
Kedua anak gadis yang menggoda Kelvin itu juga tidak percaya kalau Keira adalah pacar Kelvin.
"Ah kakak ini bohong aja deh, kakak ngaku-ngaku aja kan?,"
"Iya nih, masa kakak yang ganteng ini pacaran sama kakak yang jelek" ejek salah seorang gadis itu pada Keira
"Apa? aku jelek?!!" Keira tercengang kesal dikatai jelek oleh salah satu anak gadis itu
"Adek adek, cewek ini emang pacar kakak. Dan dia gak jelek, dia adalah wanita yang paling cantik di dunia ini." kata Kelvin sambil tersenyum sambil melirik Keira
Keira langsung melirik ke arah Kelvin dengan penuh pertanyaan. Hati Keira berdebar-debar saat Kelvin mengakui bahwa ia adalah pacarnya.
Waktu pun berlalu dengan cepat, sudah waktunya restoran tutup. Naina, Theo, Nisha dan Kelvin juga ikut membantu Keira untuk menutup restoran bersama pegawai lainnya. Para pelayan wanita disana, hampir semuanya menanyakan nomor telpon Kelvin dan Theo. Namun, Kelvin dan Theo dengan tegas menolak memberikan nomor telpon mereka dengan berbagai alasan.
"Makasih ya kalian udah bantuin aku" kata Keira pada ke empat sahabatnya itu
"Sama-sama Kei, kita kan sahabat.. jadi kalau kamu ada masalah kamu harus membagikan nya juga sama kita" jelas Naina pada Keira
"Iya maafin aku, bukan maksud aku nyembunyiin semua ini",ucap Keira menyesal dan merasa bersalah pada teman-teman nya. Diam-diam Keira melirik pada Kelvin, lalu ia memalingkan wajahnya lagi karena malu.
Aduh, malu banget. Tadi udah ngaku ngaku pacar Kelvin. Dia pasti marah kan?
Kelvin juga melirik ke arah Keira, ia mengira hal yang sama dengan Keira. Mengira Keira marah padanya, karena Kelvin mengaku sebagai pacarnya di depan anak-anak SMP yang tadi mengganggunya.
Kenapa Keira memalingkan wajahnya dariku? Jangan-jangan dia marah karena aku mengaku sebagai pacarnya?
Kakak sama Keira udah berani lirik-lirikan nih. Haha, apa udah ini mereka bakal jadian?
Naina tersenyum begitu ia menangkap sinyal cinta yang ada di depannya, kakak nya yang dijuluki genius cold man itu saling melirik dengan Keira.
"Ya udah pulang yuk, udah malam nih!"ajak Theo, "Besok ujian lagi,"tambah nya
"Kak anterin Keira!" ujar Naina pada kakaknya
"Eh? gak usah Nai, aku bisa pulang naik ojeg kok. Lagian rumahku gak jauh dari sini" Keira langsung menolak tawaran Naina agar Kelvin mengantarnya pulang.
Apa dia benar-benar marah sampai tidak mau diantar pulang olehku? pikir Kelvin dalam hatinya
"Udah, kamu dianter sama kak Kelvin aja. Kak, anterin Keira sampai ke rumah nya dengan selamat" Naina tersenyum dan mendorong-dorong kakak nya ke arah Keira
Saat kedua mata mereka bertemu, keduanya sama-sama canggung.
"Lo anter aja Keira, gue anterin Naina. Kan gue juga bawa motor" kata Theo
"Eh, kak Theo nganterin Nisha." kata Naina sambil melirik ke arah Nisha.
"Terus kamu gimana Nai?" tanya Kelvin
"Aku tunggu kak Kelvin disini" jawab Naina
"Sendirian? mana bisa kamu sendirian disini," ucap Theo cemas
Tak lama kemudian, Hani dan pak Irwan keluar dari restoran. Rupanya mereka masih belum pulang, karena mereka memastikan dulu semua yang ada di dalam restoran terkunci rapat.
"Eh, kalian belum pulang?" tanya Pak Irwan pada anak-anak ABG yang masih berkumpul di depan pintu restoran
"Ini udah malam loh" timpal Hani
"Iya kak Hani, pak Irwan, ini kami baru mau pulang" jawab Keira ramah
Naina pun menemani Hani yang kebetulan sedang menunggu jemputan adiknya di depan restoran. Sementara itu Theo dengan terpaksa mengantar Nisha, padahal tadinya ia ingin berduaan dan mengobrol dengan Naina. Entah kenapa kesempatan tidak pernah datang padanya.
"Nai, yakin kamu tunggu disini?" tanya Kelvin sekali lagi pada adiknya
"Iya Nai, kamu gak papa?" tanya Keira cemas
"Kalian gak usah cemas, kan ada kak Hani yang nemenin aku." jawab Naina santai
"Ya, kamu antar saja Keira pulang duluan karena rumahnya juga gak jauh dari sini. Biar Naina sama aku saja, sekalian nemenin aku" Hani terlihat akrab dengan Naina padahal ini adalah pertemuan pertama mereka. Hani menggandeng tangan Naina seolah Naina sudah akrab dengannya sejak lama.
Beruntungnya Keira punya pacar yang tampan dan baik seperti kakak nya Naina ini. Keira pasti akan bahagia kalau bersama dengan nya. Naina juga sangat imut, seandainya aku punya adik seimut dia
Hani memberikan dukungan penuh Keira dan Kelvin.
"Iya, ada kak Hani kok. Kak Kelvin anterin aja dulu Keira ya. Aku tunggu disini", Naina tersenyum santai
Naina memang pandai mengambil hati orang, dia orang yang terbuka pada semua orang, ceria dan ramah. Itu sebabnya ia mudah dekat dengan orang lain. Dan inilah yang disukai sahabat sahabatnya dari Naina.
"Ya sudah, kamu tunggu disini ya Nai.. jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali" Kelvin mengacak-acak rambut adiknya yang diikat satu itu sampai berantakan.
"Ih kakak! aku bukan anak kecil" gerutu Naina sambil merapikan kembali rambutnya
"Kak Hani, saya titip Naina sebentar ya,"ucap Kelvin pada Hani
Seandainya aku punya adik perempuan seperti Naina.
"Kei, ayo!" ajak Kelvin
"Iya Vin" jawab Keira malu-malu
"Tunggu tunggu!" Naina tiba-tiba menghampiri Keira, lalu memegang tangan nya dengan wajah cemas.
"Eh? ada apa Nai?" tanya Keira keheranan
"Tangan kamu dingin banget, kamu cuma pakai baju tipis. Aduh gimana sih, kamu kan mau naik motor" Naina terlihat cemas, ia melirik ke arah kakak nya seperti mengisyaratkan sesuatu.
Saudara kembar itu seperti berbicara dengan telepati mereka dari mata ke mata.
Apaan sih si Naina ini? maksudnya apa coba? Batin Kelvin bingung
Kakak bodoh! ayo cepat kasih jaket mu sama dia, malah diam aja. Aku udah kasih clue nih!. Batin Naina dengan gerak gerik mencurigakan, matanya mengarah pada jaket yang dikenakan oleh Kelvin.
Oh ya, dimengerti Nai. Thanks sister! Batin Kelvin sambil tersenyum pada adiknya itu.
Lah? mereka ngapain ya? lirik lirikan gitu? lagi perang batin apa gimana? Keira dan Hani bingung melihat kakak-adik itu saling melirik lalu tersenyum satu sama lain, gerak-gerik mereka terlihat aneh dan membuat bingung.
PLUK
Kelvin membuka jaket nya dan melemparnya ke arah Keira. Dengan cepat Keira menangkap jaket yang mengarah tepat ke wajahnya itu.
"Astagfirullah!" Keira kaget karena Kelvin tiba-tiba melempar jaket ke arahnya.
Dasar kakak bodoh! kelihatan gak romantis kaya drama-drama yang aku tonton, pengetahuan asmara kakak nol banget. Nanti pas di rumah aku bakal buat dia nonton drama Korea, biar dia romantis dikit. Dasar kakak bodoh! tsundere bodoh!
Naina sebal melihat kakak nya yang tidak romantis itu. Padahal Naina sudah membayangkan adegan dimana kakaknya yang dingin itu akan memakaikan jaket nya pada Keira dengan cara yang romantis seperti dalam drama romantis yang selalu ia tonton. Tapi, khayalannya hancur dalam seketika.
"Naina benar, malam ini dingin. Kamu harus pakai jaketnya, yuk ah berangkat" Kelvin membalikkan badannya, wajahnya memerah.
"I-iya.." Keira memakai jaket Kelvin tanpa membantah.
Kelvin memakaikan helm pada Keira, lalu mereka berboncengan. Keira juga melingkarkan tangannya pada tubuh Kelvin.
Naina dan Hani tersenyum melihat kepergian mereka. Lalu kedua gadis itu duduk di salah satu anak tangga yang ada di depan restoran. Mereka berdua mulai bergosip dan sepertinya mereka cocok mengobrol bersama.
"Nai, kakak kamu suka ya sama Keira?" tanya Hani semangat
"Kelihatan jelas kan? hehe" Naina tersenyum saat membicarakan kakak dan sahabatnya
"Beneran mereka pacaran?" tanya Hani penasaran
"Kayanya belum deh, tapi mungkin sebentar lagi mereka jadian. Kak Hani mereka cocok kan?"
"Sangat cocok, yang satunya pemalu yang satunya jaim. Cocok banget" Hani juga setuju dengan hubungan Keira dan Kelvin.
"Tos dulu dong kak!" Naina mengangkat tangan kanan nya.
"TOS!" Tangan Hani dan tangan Naina saling bertepuk satu sama lain, "Nai, kamu mau jadi adik kakak gak?" tanya Hani
"Kebetulan kak, aku juga gak punya kakak perempuan. Aku mau jadi adik kakak!!" seru Naina sambil tersenyum cerah
"Benaran mau? asyik!!" Hani dan Naina berpelukan dengan perasaan senang dan girang.
15 menit kemudian..
Seorang anak remaja mengendarai motor sport dan memakai helm hitam, terlihat di depan restoran itu. Hani dan mengenalinya langsung menghampiri pengendara motor itu.
"Dek, udah dateng?" tanya Hani pada pengendara motor itu
"Iya, yuk buruan! aku ngantuk nih kak" kata adik nya kesal
"Maaf de, bisa tunggu sebentar? kasihan adik baru kakak sendirian disana" kata Hani seraya menunjuk ke arah Naina
Adikku ini gak ada imut imutnya sama sekali. gerutu Hani dalam hatinya
"Hah? adik baru?" tanya pria yang tidak membuka helmnya itu.
"Nai! sini Nai!" Hani memanggil Naina yang masih duduk di anak tangga.
Naina langsung menghampiri Hani dan adiknya itu. Naina tersenyum ramah saat Hani memperkenalkan nya pada adiknya.
"Hai, aku Ninaina" kata Naina ramah
Loh? dia kan cewek yang ada di foto? pria itu terdiam saat melihat wajah Naina dari dekat. Pria itu membuka helmnya untuk memastikan bahwa Naina adalah gadis di dalam foto.
...---***---...
Makasih readers untuk dukungan kalian ya🥰🥰🥰 buat aku semangat ngetiknya🤗 insya Allah hari ini aku akan keluarkan lagi chapternya
Tapi, kalian komen dulu ya🥰 dan jangan lupa like nya👍😁