Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Kita suami istri



Setelah yakin Alma sudah tertidur pulas di kamarnya karena lampu kamar Alma mati, Bryan juga pergi ke kamarnya sendiri. Wajahnya memerah ia terlihat malu-malu sendiri karena sudah mengatakan perasaan nya pada Alma.


" Gila, ini benar-benar gila. Perasaan seperti ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Saat dulu aku menyatakan cinta pada Selina, tidak pernah ada perasaan seperti ini. Jantungku lagi-lagi.. " Bryan memegang dadanya dan tersenyum sendiri.


Lalu pria itu merebahkan dirinya di atas ranjangnya yang empuk, berusaha mencoba untuk tidur. Malam itu ia kelelahan, setelah mencari Alma hampir semalaman.


🍂🍂🍂


Sinar mentari sudah mulai terlihat menyinari jendela rumah Bryan. Alma sudah bangun pagi meskipun itu adalah hari Minggu dan ia melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya. Ia heran, sudah mau lewat pukul 7, tapi ia belum melihat Bryan.


" Loh? kenapa pak Bryan tidak kelihatan? apa dia sudah berangkat kerja?" gumam Alma yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan minimalis khusus berdua itu.


Aku lihat aja deh ke kamarnya.


Berkali-kali Alma mengetuk pintu kamar Bryan, namun tak ada jawaban dari pria itu. Karena merasa cemas, Alma pun memutuskan membuka pintu kamar Bryan yang tidak terkunci dan masuk ke dalam kamarnya.


Dekorasi kamar Bryan sangatlah elegan, mencerminkan betapa workaholic dirinya. Buku-buku yang tak terhitung jumlahnya, tertata rapi di rak yang seperti perpustakaan itu, meja kerja, alat tulis lengkap, dan lukisan yang mencerminkan kepribadian nya. Alma melihat ranjang Bryan yang penuh dengan bajunya yang berserakan dimana-mana.


SRASHHH


Terdengar suara air mengalir dari kamar mandi di dalam kamar itu. Alma pun yakin kalau Bryan sedang mandi, ia pun berinsiatif membuka lemari kamar Bryan dan bermaksud untuk menyiapkan baju untuk Bryan.


" Eh, baju apa yang harus aku siap kan ya? hari ini kan hari Minggu " gumam Alma bingung


" Baju jalan-jalan saja " jawab Bryan yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandinya, dengan mengenakan handuk di bagian bawah tubuhnya saja.


" I-iya pak "


Aku sudah tau sih kalau pak Bryan itu rajin olahraga, dan tubuhnya juga pasti bagus. Tapi melihatnya langsung seperti ini, tubuhnya sangat bagus. Memalukan kamu Alma, kenapa kamu berfikiran mesum?


" Kamu tidak tanya hari ini aku mau kemana dengan baju jalan-jalan?" tanya Bryan sambil duduk disudut ranjang


" Memangnya ba-bapak mau kemana?" tanya Alma gelagapan


Loh? kenapa dia terdengar gugup begitu? apa dia malu karena pengakuan ku tadi malam?


" Mengajak mu jalan-jalan, kita kan belum pernah jalan-jalan bersama " jawab Bryan sambil menyalahkan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya


" Jalan-jalan? apa bapak tidak sibuk?" tanya Alma sambil menyimpan baju Bryan di ranjang dengan rapi


" Ini hari minggu, jadi aku tidak sibuk."


Sebenarnya aku mengosongkan jadwal ku hari ini, seharusnya hari ini aku olahraga bersama Presdir grup JK. Tapi, aku mau mengajakmu jalan-jalan.


" Maaf saya tidak bisa jalan-jalan bersama bapak "


" Apa?! kenapa?!" Bryan kaget


" Saya mau bertemu dengan pak Leon " jawab Alma jujur


Haruskah dia berkata sejujur itu tentang bertemu pria lain di depan suaminya? ya karena sisi jujurnya inilah aku suka padanya.


" Tidak bisa, kamu harus menemani ku jalan-jalan hari ini. Kita harus jalan-jalan "


Kenapa dia ngotot sekali mengajakku jalan-jalan? lalu setelah pernyataan suka pak Bryan tadi malam, apa hubungan kami sekarang ya? dan kenapa aku tidak marah lagi padanya.


" Tapi pak..."


" Apa kamu akan membantah perkataan suamimu? kamu lupa apa kata kakek?" tanya Bryan


Kalau menyangkut kakek, dia pasti akan menurut. Dia harus pergi denganku, karena aku akan menjelaskan semua nya.


" Baiklah pak, saya akan memindahkan janji saya ke lain hari "


Padahal hari ini aku berniat berterimakasih padanya dengan mentraktir nya makan, tapi tidak apa lain kali saja.


" Oke, bantu keringkan rambutku dong !" ujar Bryan


Terkadang pak Bryan seperti anak kecil.


" Ya baiklah "


Alma tersenyum tulus dan mengeringkan rambut Bryan yang basah menggunakan Hairdryer. " Pak saya sudah menyiapkan sarapan "


" Terimakasih Alma "


Kesambet apaan pak Bryan? tiba-tiba mengucapkan terimakasih. batin Alma heran


" Hey, kenapa kamu diam saja?" tanya Bryan heran melihat Alma yang diam.


" Tidak ada apa-apa pak " Alma tersenyum


Apa dia sedang memikirkan si Leon itu? Bryan mengambil dan mematikan hairdryer yang dipegang Alma dan menarik Alma ke pangkuan nya.


" Ack ! Pak !" Alma kaget


Posisi yang bisa membuat orang lain salah paham, yaitu sekarang posisi Alma yang sedang menindih kaki Bryan.


" Pak Bryan ! apa yang bapak lakukan?" tanya Alma gelagapan


Posisi macam apa ini? kenapa Pak Bryan meletakkan ku di atas kaki nya? dan tangannya memeluk pinggangku. Gawat, jantungku berdebar-debar lagi. Apa yang terjadi?


" Setelah pernyataan ku tadi malam, kamu masih bisa memikirkan pria lain. Apa kamu menganggap perasaan ku itu lelucon?" tanya Bryan


" Apa bapak benar-benar menyukai saya?" tanya Alma ragu


" Aku tidak heran kenapa kamu ragu-ragu, tapi aku serius. Aku menyukaimu "


" Rasanya itu tidak mungkin pak, orang seperti bapak yang sempurna menyukai seseorang seperti saya. Saya jauh dari standar bapak " jelas Alma


" ngomong apa sih kamu? "


" Bapak kan pernah bilang pada saya kalau saya jauh dari standar tipe wanita yang bapak sukai " kata Alma


" Ya itu memang benar, kata-kata mu tidak salah. " Bryan mengernyitkan dahinya, tampak berfikir


" Ya kan? jadi bapak tidak mungkin menyukai saya !" kata Alma yakin


Ya meskipun aku menyukai nya, sudah kuduga pak Bryan hanya main-main saja.


" Seharusnya sih aku tidak mungkin menyukai mu. Kamu memang jauh dari kriteria wanita idaman ku, kamu tidak tinggi, tidak seksi, tidak kaya. Dan terlepas dari semua kriteria wanita yang selama ini aku tanamkan dalam pikiran ku, semua itu jadi tidak berguna. Karena aku menyukai mu " jelas Bryan serius


Alma memperhatikan Bryan yang tampak serius, menilai nilai raut wajah pria yang wajahnya tak jauh dari wajah nya itu. Terlihat keraguan di wajah Alma pada diri Bryan.


" Sial, sudah kuduga kau tidak akan percaya begitu saja. "


" Iya, saya memang belum percaya pada bapak" jawab Alma dengan wajah polos


" Baiklah, sekarang mari kita luruskan semua ini. Aku tidak mau ini hanya cinta sepihak ku saja, jadi apa kau menyukai ku?" tanya Bryan sambil menatap Alma dengan serius


Gadis itu terlihat gelagapan, melihat kesana kemari dan tidak berani menatap Bryan. Bryan mulai tersenyum, ia menyentuh pipi Alma. Mendorong wajah Alma mendekat padanya. Tak sengaja Alma memegang otot otot dada milik Bryan yang terpampang jelas dan telanjang.


Deg, Jantung milik Alma dan Bryan sama-sama berdetak lebih cepat. Merasakan perasaan aneh dalam diri mereka, seperti akan meledak.


" Kalau kamu sulit menjawabnya, aku ada cara yang bagus untuk mendapatkan jawaban darimu. "


" Ca-cara apa itu?" tanya Alma gugup


Kenapa hatiku seperti ini lagi? jantungku seperti kesetrum.


" Kamu hanya perlu diam saja " seringai terlihat di bibir seksi milik Bryan


Bryan memberikan ciuman di bibir merah Alma. Gadis itu tidak menolak ciuman dari Bryan, ia begitu tercengang dengan ciuman mendadak itu.


" Hmphh!"


Dia mencium ku lagi? ini sudah kedua kalinya.


Beberapa saat kemudian setelah itu, Bryan melepaskan bibirnya yang sebelumnya menempel di bibir Alma cukup lama.


" Haah.. saya hampir tidak bisa bernapas " Alma menghela napas nya


" Memang ya kamu belum berpengalaman. " Bryan tersenyum


" A-Apa?"


" Aku sudah dapat jawabanku, kamu menyukai ku juga. " kata Bryan percaya diri.


" Sa-saya.. " Alma langsung berdiri dari pangkuan Bryan, wajahnya memerah.


" Cepat bersiap-siap lah ganti bajumu, kita sarapan bersama, lalu jalan-jalan hari ini " Bryan tersenyum. " Aku harus berganti baju dulu "


Dengan perasaan malu-malu, Alma keluar dari kamar Bryan. Ia masuk ke kamarnya, berganti baju. Lalu Alma sarapan bersama dengan Bryan.


Setelah itu, Alma dan Bryan berjalan kaki menuju ke taman yang tak jauh dari perumahan tempat Bryan dan Alma tinggal.


Di sanalah Bryan menjelaskan tentang wanita yang semalam bersamanya, meminta maaf pada Alma, dan mengakui semuanya. Bahwa Selina adalah mantan pacarnya, cinta pertama nya yang telah membuatnya tidak mempercayai cinta.


Membuat Bryan menjadi seorang playboy. Dan alasan Bryan berbohong pada Alma tentang Selina adalah karena ia tak ingin Alma tau tentang masa lalu nya yang ingin ia lupakan sepenuhnya.


" Baiklah saya mengerti pak " Alma tersenyum lembut


" Kamu tidak marah lagi?" tanya Bryan


" Tidak, lagipula bapak sudah menjelaskan nya. Bahwa wanita yang bernama Selina itu adalah masa lalu bapak kan?"


" Tidak ku sangka kamu sangat pengertian "


" Saya juga tidak menyangka bahwa bapak akan menjelaskan nya pada saya " Alma tersenyum lagi


" Kan aku sudah bilang kalau aku menyukai mu" jawab Bryan serius


" Jika saya menyukai bapak dan bapak menyukai saya, lalu sekarang hubungan kita apa ?" tanya Alma polos.


" Kita suami istri " jawab Bryan singkat padat dan jelas


" Kita memang suami istri, tapi kan suami istri kontrak. Maksudnya, hubungan diantara kita itu apa? " tanya Alma bingung


Apa aku dan pak Bryan bisa disebut pacaran sekarang?


Mungkinkah terlalu cepat untuk menjadi suami istri sungguhan? benar juga. Seperti nya harus dilakukan pelan-pelan.


" Kita pacaran dulu, mulai pelan-pelan dengan pacaran. Lagipula kamu butuh waktu untuk mempercayaiku sepenuhnya bukan?" tanya Bryan


" Ki-kita pacaran?" tanya Alma senang


" Ada apa dengan wajahmu itu?" tanya Bryan heran. " Haa.. apa jangan-jangan kamu belum pernah pacaran?" tanya Bryan


Alma menggelengkan kepalanya. Terlihat kejujuran dari kedua bola mata nya yang berwarna coklat itu.


Syukurlah aku yang pertama. Batin Bryan merasa senang dan lega


" Apa ciuman yang di mobil kemarin itu juga yang pertama?" tanya Bryan


" P-pak Bryan kenapa menanyakan itu di tempat umum seperti ini?! " Alma cemberut dan ngambek pada pria yang ada disampingnya


" Jadi aku yang pertama ya? baguslah " Bryan tersenyum senang


" Namun saya bukan yang pertama bagi bapak " kata Alma kesal


" Itu memang benar, aku tau akan sulit bagimu untuk mencintai cassanova seperti ku. Tapi, berikan aku kesempatan untuk merubah diriku menjadi lebih baik, dan tunggu aku menjadi manusia yang lebih baik " jelas Bryan serius


Tidak aku sangka, pak Bryan akan mengatakan hal hal seperti ini dengan serius. Kakek, seperti nya pak Bryan bisa berubah, dan ada harapan.


" Daripada menunggu, saya malah akan berada di samping bapak dan membantu bapak untuk berubah menjadi lebih baik "


" Kalau begitu aku akan sangat berterimakasih "


Bryan mencium leher Alma dan memberikan tanda merah disana.


Sontak saja Alma memegang lehernya dan matanya celingukan kesana kamari, takutnya di taman itu ada seseorang yang melihat perbuatan Bryan padanya.


" Pak Bryan ! bagaimana jika ada yang melihat?!" Alma terlihat kesal


" Hari ini kita resmi berpacaran dan memulai hubungan baru, itu adalah tanda bahwa kamu adalah pacar ku.."


" Pacaran normal anak remaja tidak melakukan hal seperti ini pak!" Wajah Alma memerah


" Sayang sekali aku bukan anak remaja , aku orang dewasa yang berusia 28 tahun. Gaya pacaran ku tentu saja berbeda dengan mu. Gaya pacaran setelah menikah itu berbeda istriku sayang " Bryan tersenyum menggoda Alma


Mendengar kata sayang dari Bryan membuat Alma malu malu dan senang.


Hari itu mereka habiskan bersama tanpa ada yang terlibat dan menganggu, seperti pekerjaan dan kuliah.


Alma dan Bryan naik ayunan bersampingan dan menikmati bermain ayunan.


" ternyata menyenangkan juga bermain dengan bocah seperti mu, aku melakukan hal hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya " Bryan tersenyum sambil mengayunkan ayunan nya


" Jangan panggil saya bocah pak ! katanya saya sudah jadi pacar bapak?"


" Kamu tidak mau dipanggil sayang , ya sudah ku panggil bocah kecil saja "


" panggilan sayang itu terlalu menggelikan pak " jawab Alma malu-malu


" Menggelikan apanya? wajar saja kan suami istri atau pacaran memanggil sayang " Bryan tersenyum menggoda


Bryan tertawa melihat wajah Alma yang memerah dan terlihat kesal. Ia malah merasa wajah Alma yang sedang marah itu adalah wajah lucu.


...---****---...