Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 155. Suami ngidam



...🍀🍀🍀...


Naina langsung memeluk mama dan papa nya sambil menangis haru. "Mama...papa..."


"Kamu kenapa sayang? Juna, kamu apakan putri kesayangan papa?" tanya Bryan sambil menatap tajam pada menantunya itu.


"Papa, mama.. sebenarnya, Naina menangis karena dia sangat bahagia," Juna tersenyum dan ikut menangis juga.


"Bahagia?" Alma menatap putrinya setelah melepas pelukannya.


"Kamu bahagia kenapa sayang?"


"Mama.. papa, akhirnya aku dan Juna.. kami akan segera menjadi orang tua!" Naina tersenyum lebar, kebahagiaan itu tidak terukur oleh banyak kata.


Bryan dan Alma ikut tersenyum, mereka berdua merasa senang karena mereka akan mendapatkan cucu dari Naina dan Juna. "Alhamdulillah, selamat sayang...selamat, akhirnya," Alma memberikan selamat pada anaknya.


"Selamat ya putri papa, putri papa mau jadi ibu.." Bryan memeluk putrinya dengan perasaan bahagia.


Setelah itu, Naina dan Juna bergegas pulang ke rumah. Hati Juna masih berdebar, dia begitu bahagia karena tau istrinya sedang hamil. Mereka sudah menunggu cukup lama, akhirnya doa mereka terkabul juga.


"Sayang, aku masih ada pekerjaan di galeri. Terus sorenya aku harus pergi ke acara syukuran baby R. Kenapa aku diantar pulang?" tanya Naina heran.


"Maaf, untuk hari ini kamu gak boleh kemana-mana dulu. Kamu di rumah saja ya, dokter bilang kamu harus menjaga kondisi kamu dan gak boleh kecapean,"


"Ini cuma pergi bekerja aja dan juga pergi ke rumah kak Kelvin untuk acara syukuran. Aku gak akan lelah kok,"


"Nai, kamu gak boleh keras kepala. Kamu udah janji lho sama aku?" Juna menoleh ke arah istrinya.


"Hmphhh!"


"Baiklah, kamu boleh pergi ke acara syukuran tapi tentu ada syaratnya,"


Naina menoleh ke arah suaminya dengan semangat, matanya menunjukkan pertanyaan apa.


"Kamu harus pergi denganku," jawab Juna.


"Baik!"


"Kamu juga harus patuh, paham?" Juna mulai bersikap posesif pada istrinya.


"Iya Junjun ku!"


"Oh ya, apa kamu mau sesuatu?" tanya Juna


"Mau sesuatu?"


"Kamu ingin beli makanan? Barang? Atau apa?" tanya Juna semangat. Dia pernah membaca buku tentang kehamilan, karena dia ingin bersiap menyambut anaknya kelak.


"Enggak tuh,"jawab Naina sembari menggelengkan kepala.


"Beneran?"


"Saat ini gak ada sih," Naina berfikir.


"Kalau kamu mau sesuatu, tolong bilang padaku ya, saat itu juga aku akan melakukan apa yang kamu mau,"


Juna tersenyum. Dia tak sabar menantikan istrinya ngidam seperti ini hamil lainnya, dan dia siap jika Naina meminta apapun padanya.


"Hehe, iya baiklah sayang.."


Kenapa Juna jadi aneh ya?


Mereka sampai di depan rumah, Juna langsung menggendong istrinya begitu mereka turun dari mobil. Tindakan Juna itu sangat berlebihan menurut Naina. Tapi Naina tidak bisa mencegah kebahagiaan Juna, dia menurut saja pada suaminya.


Juna bahkan membagi-bagikan kebahagiaan nya pada semua orang di rumah itu dengan membagikan uang. Dia meminta semua orang berdoa untuk keselamatan Naina dan bayinya. Semua orang di rumah Juna terlihat sangat bahagia, tidak lama lagi rumah yang megah dan sepi itu akan terdengar tangisan bayi dalam beberapa bulan.


"Jun, kamu gak perlu melakukan ini. Bukannya kamu harus kerja?" tanya Naina pada suaminya yang sedang memijat kakinya. Juna terus saja tersenyum senang.


"Biarkan aku bermalas-malasan hari ini.. aku ingin menikmati kebahagiaan bersama dengan kamu Nai, bahagia akan menjadi seorang ayah."


Kemudian Juna duduk di ranjang itu bersama Naina, dia mencium bibir istrinya dengan lembut penuh kasih sayang. Tangannya menggenggam tangan cantik Naina.


"Ahh...Juna.."


"Terimakasih Nai, terimakasih sayang.." Juna mengecup kening Naina dengan bahagia.


Naina memeluk suaminya dengan bahagia.


Sore pun tiba, Naina dan Juna bersiap untuk pergi ke rumah Kelvin untuk menghadiri acara syukuran baby R( Raphael).


"Jun, ayo dong! Acaranya mau mulai lho!" Seru Naina memanggil suaminya yang masih berada di kamar.


"Iya sayang iya.." Juna menghampiri istrinya sambil tersenyum. Namun, tiba-tiba saja pria itu menutup mulutnya setelah mencium bau yang aneh.


"Juna kamu kenapa?" tanya Naina heran melihat suaminya seperti mau muntah.


"UWEKKK..uwekkk..."


Juna berlari menuju ke kamar mandi, dia muntah-muntah setelah mencium bau parfum istrinya.


"Lho? Juna kenapa ya?" tanya Naina bingung melihat suaminya muntah-muntah. "Apa Juna masuk angin?" Naina khawatir.


Tak lama kemudian, Juna keluar dari kamar mandi. Dia terlihat lemas setelah muntah-muntah di kamar mandi. Sebaliknya, Naina malah terlihat segar bugar.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Gak tau nih, nyium parfum kamu tuh.." Juna menutup hidungnya.


"Parfum? Aku gak pakai parfum kok," jawab Naina yakin kalau dia tidak memakai parfum.


Juna mengendus baju Naina, dan lagi-lagi dia mual ketika mencium bau dari baju istrinya. "Tuh kan, nyengat banget! Kamu pakai parfum apa sih?"


"Ini bukan parfum, cuma pewangi pakaian aja. Juna apa kamu masuk angin?" tanya Naina cemas.


"Ganti bajunya, bau nya menyengat banget! Bajunya yang gak ada pewangi pakaian ya!" pesan Juna pada istrinya.


"Tapi aku belum pernah pakai baju ini! Baju ini kan hadiah ulang tahun dari kamu tahun lalu!" protes Naina yang tidak mau ganti baju.


"Ganti cepetan! Kamu mau telat ke acara syukuran nya?!" Juna masih menutup hidung nya, dia tidak tahan dengan bau parfum di baju istrinya.


"Oke oke! Kamu tuh ya!" Naina geram. Tapi, pada akhirnya dia menurut juga pada Juna.


Beberapa menit kemudian, Naina sudah selesai berganti baju. Mereka datang ke acara syukuran anak pertama Kelvin dan Keira. Disana terlihat banyak orang yang datang, termasuk pasangan Theo dan Nisha.


Juna pun membuat pengumuman bahwa istrinya sedang mengandung. Juna dan Naina membagikan kebahagiaan itu dengan orang-orang di sekitarnya.


Acara syukuran itu berlangsung dengan lancar, namun saat Juna kembali mual-mual. Semua orang tertawa melihatnya.


"Baru kali ini aku melihat laki-laki bisa morning sickness juga ya," kata Kayla pada suaminya, Damar.


"Dasar si Juna, memang suka aneh-aneh ya dia," Damar tertawa kecil melihat Juna yang terus bolak-balik ke kamar mandi untuk muntah seperti wanita yang sedang hamil.


Semua orang terlihat bahagia, kehadiran baby R dan kehamilan Naina membuat semua keluarga Aditama bahagia.


Sebagai bentuk perwujudan kebahagiaan, Ken memberikan hadiah untuk baby R dan Naina yang sedang hamil. Baby R di berikan mobil mewah olehnya, sontak saja hal itu malah mengundang gelak tawa. Pasalnya, bagaimana bayi mengendarai mobil?


Namun, Keira dan Kelvin bahagia karena mereka sudah dikaruniai putra yang begitu tampan. Terlebih lagi ketika semua orang ikut bahagia dengan kebahagiaan mereka.


Hingga 8 bulan kemudian...


...---****---...


Hai Readers tersayang.. author ada rekomendasi novel bagus nih 😍 buat kalian yang suka cerita teen. Karya author mama Reni keren banget!!