
🍀🍀🍀
Keira terkejut dan terpana ketika melihat pacarnya berdiri ditengah-tengah jalan yang bertaburan bunga dengan wajah malu-malu. Pria itu memegang buket bunga mawar berwarna biru, wajah nya tersipu, matanya memandang ke arah Keira.
Apa yang membuatnya malu? dirinya sendiri yang membuatnya begitu. Sebenarnya hal bergenre romantis seperti ini, bukanlah gaya Kelvin dan Keira tau itu.
Keira tersenyum manis memandang ke arah kekasihnya, diiringi lampu berkelap-kelip Keira berjalan ke arah Kelvin. Terlihat hanya ada mereka berdua disana.
Tangan Kelvin gemetaran, dia tak tau harus melakukan apa. Keringat bercucuran di wajahnya tanpa sebab.
Ya ampun! ini lebih menegangkan dari naik rollercoaster saat aku kecil dulu.
Kelvin sudah belajar dari drakor yang dia tonton semalaman dan buku-buku romansa yang sempat dia baca saat waktu nya senggang. Tapi di praktekkan secara langsung, kenapa baginya rasanya sulit?
Kamu pasti bisa Kelvin. Bisa! kamu sudah belajar!. Mendadak Kelvin jadi kaku di depan Keira
"Kelvin, jadi kamu nyari ini?" tanya Keira sambil memegang flashdisk di tangannya. Keira tersenyum, dia menantikan apa yang akan di katakan oleh Kelvin.
Kelvin mau ngapain sih sebenarnya? ada bunga? lampu dipasang dimana-mana? apa yang coba dia lakukan dengan memancingku kemari?. Keira bertanya-tanya.
GLUP
Kelvin menelan ludahnya berkali-kali, ia kehabisan kata-kata dan terlihat blank. Di tempat yang gelap, Naina, Juna, Nisha, Damar dan Theo terlihat bersembunyi di balik semak-semak.
"Woah.. si Kelvin gimana sih, kaku banget!" Damar gereget melihat Kelvin yang tiba-tiba membatu itu.
"Bukannya itu sebabnya kalian menjuluki nya genius cold man" ucap Theo pada Damar dan Juna yang sering mengatakan bahwa Kelvin adalah genius cold man.
"Iya sih benar juga, tapi gue gak nyangka dia sekaku ini. Ya ampun, pengalaman cintanya benar-benar nol banget" Juna sampai tepuk jidat melihat Kelvin yang diam saja.
"Kak Kelvin malu-maluin banget!" Naina juga gereget, dia sudah mengatakan dan memberikan semua yang dia ketahui tentang Keira pada kakaknya. Tapi kenapa kakak nya malah diam saja. Malu sekali Naina dengan Kelvin.
"Ckckck .. dari sini gue tau kalau gak semua orang genius pandai dalam segala hal" Damar mengangguk yakin.
Nisha, Theo, Juna dan Naina juga kompak mengangguk setuju. Disisi lainnya lagi ada Alma dan Bryan yang juga bersembunyi untuk menyaksikan acara lamaran putranya pada kekasihnya. Alma dan Bryan juga sama kesalnya dengan Naina dan teman-teman nya yang menyaksikan semua itu.
"Kelvin kenapa diam aja sih? dia blank apa gimana?!" Alma protes dan greget melihat Kelvin diam saja.
"Dulu waktu aku melamar mu, tidak begini kan? aku tidak kaku begitu kan?" tanya Bryan pada Alma tentang lamarannya dulu
"Kamu tidak kaku begitu" jawab Alma yang teringat bagaimana Bryan melamarnya saat di Paris
"Baguslah! memalukan sekali kalau aku kaku seperti Kelvin. Dia tidak mirip denganku dalam hal asmara, wajah tampannya sama sekali tidak bermanfaat kalau dia tidak bisa berimprovisasi untuk merayu perempuan"
"Bryan? apa kamu menggunakan wajah mu untuk merayu perempuan juga? siapa?" tanya Alma pada suaminya curiga, dia menaikkan satu alisnya
"Tentu saja itu kamu sayang, memangnya siapa lagi" Bryan memeluk Alma dari belakang, dia merayu lagi istrinya. "Oh ya, kita lihat Kelvin lagi!" Bryan mengalihkan pembicaraan mereka
Keira menatap bingung ke arah Kelvin yang hanya berdiri diam saja. Tubuhnya masih gemetaran, padahal saat persentasi dan menghadapi dosen killer saja Kelvin selalu tenang. Ketenangan itu mendadak blank saat dirinya dihadapkan pada gadis cantik bernama Keira Saraswati.
"Kelvin??"
"Flashdisk itu hanya alasan, aku tidak butuh ini" Kelvin mengambil flashdisk itu dari tangan Keira lalu melemparnya ke mana saja.
"Loh, kenapa dibuang?" tanya Keira bingung dengan kelakuan Kelvin
"Kei.. aku mencintai kamu.." Kelvin duduk berlutut di depan Keira sambil menyodorkan sebuket bunga di tangannya pada Keira.
BRUK
"Kelvin.. kamu.." Keira terpana melihat pria sempurna itu berlutut di depannya.
Dia sampai gemetaran seperti ini?
"Maafkan aku, aku tau aku tidak bisa seromantis drama Korea yang kamu tonton. Tapi aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu" ucap Kelvin pada Keira dengan kesungguhan hatinya
Suami? Kelvin sedang melamar aku kah?
DEG
DEG
Hati Keira berdebar mendengar kata suami dari mulut Kelvin.
Suami? Kelvin dan aku apakah akan benar-benar menjadi suami istri?. Batin Keira tidak percaya dengan apa yang dia dengar
Kemudian sebagian lampu menyala lagi di belakang Kelvin, disana terlihat sebuah layar yang menyala. Keira menoleh ke arah layar yang besar di tembok itu. Disana ada foto-foto Keira dari zaman SD sama zaman SMA, disana juga ada foto foto kebersamaan Keira dan Kelvin saat masa pacaran.
Damar lah yang bertugas mengoperasikan layar proyektor itu. Damar ikut terharu karena Kelvin sudah menyukai Keira lebih lama darinya.
Syukurlah Kei, aku pikir Kelvin tidak menyukai kamu sedalam kamu menyukai ku. Ternyata aku salah, dia sangat mencintai kamu dan perasaan nya mungkin lebih dari dalam nya samudra dan luasnya langit di bumi. Sejak awal aku memang tidak bisa masuk ke dalam hubungan kalian. Damar tersenyum pahit menyaksikan dan ikut andil dalam acara lamaran itu, lamaran gadis yang dia sukai dengan pacarnya.
Kapan aku dan Naina bisa seperti ini? kalau saja tidak ada si trouble maker dalam hidup Naina, aku dan Naina pasti sudah bahagia. batin Theo berharap agar dirinya bisa segera melamar Naina. Theo menatap Naina dan Juna dengan sedih.
Kapan kak Theo akan melamar ku seperti ini? bahkan dia saja tidak melihatku. Dia selalu saja melihat Naina. Kapan kamu akan melihatku kak?. Nisha terluka melihat Theo yang masih menatap Naina.
Setelah ini aku akan menyiapkan untuk melamar Naina juga. Pokoknya harus lebih bagus dari lamaran kakak iparku. ucap Juna dalam hatinya penuh tekad, dia memandang ke arah Naina dengan penuh cinta.
Namun senyumnya menghilang saat dia menyadari bahwa ada pria lain yang sedang menatap Naina juga. Yaitu Theo.
***
Foto-foto itu diambil diam-diam oleh Kelvin, tanpa Keira tau kapan foto itu diambil dan kapan dia di foto.
Keira terpana melihat foto-foto tersebut, mulutnya terbuka dan satu tangannya menutup mulut itu. "Kelvin, kapan foto-foto ini diambil? kenapa aku tidak tahu?" tanya Keira keheranan dan terharu.
Entah dari mana datangnya, kelopak bunga mawar biru jatuh dari langit mengguyur tubuh Keira dan Kelvin. Keira tersenyum cerah, matanya berkaca-kaca melihat foto foto di layar besar itu.
Kini giliran Kelvin yang bicara, "Kei.. kamu ingat saat pertama kali kita bertemu? kamu mendekati ku dengan tidak tahu malu, kamu mengajak pria dingin ini berkenalan, lalu kamu menantang ku dengan nilai ujian kenaikan kelas dan ingin jadi temanku. Kamu berhasil! saat itu aku sudah terpesona padamu, selain berhasil mendapatkan nilai ujian yang bagus, kamu juga berhasil meruntuhkan tembok besar di hatiku Kei" Kelvin menatap wanita itu dengan tatapan penuh cinta.
DEG!
Alma juga sama hal nya dengan Naina, dia merasa bangga dan terharu pada Kelvin yang cuek bisa mengatakan hal begitu romantis pada pacarnya. Tapi Alma sedih, karena mungkin setelah ini tak lama lagi anak sulungnya itu akan menikah.
"Jadi, kamu sudah menyukaiku sejak kita masih kecil?" tanya Keira sambil menangis haru, dia tak pernah menduga bahwa Kelvin akan menyukai dirinya dengan waktu yang cukup lama. Dia pikir bahwa dirinya yang menyukai Kelvin lebih dulu, tapi Kelvin lah lebih dulu.
"Benar, sudah selama itu. Bahkan sampai saat ini, sampai sekarang dan sampai seterusnya. Kei, aku mencintai kamu.. aku ingin bersamamu selamanya. Aku tidak dapat menjanjikan banyak hal untuk kamu, aku ingin kamu bahagia, aku janji hanya akan menikahi satu wanita dalam hidupku dan itu hanya kamu"
Kelvin memegang kedua tangan Keira dengan lembut, kali ini dia tidak gugup. Kata-kata yang keluar dari mulutnya itu sebenarnya bukan lah kata-kata yang ada di dalam drama atau di dalam buku. Tapi kata-kata itu keluar dari dalam hatinya begitu saja. Matanya menatap penuh keyakinan pada gadis cantik itu
Kyaa!!
Hati Keira menjerit-jerit, dia seperti berada dalam sebuah drama romansa dan dialah pemeran utama nya. Si Genius dan gadis miskin, mungkinkah dia adalah Cinderella di negeri dongeng? mendapatkan cinta Kelvin adalah hal terbaik yang pernah terjadi di dalam hidupnya.
"Kamu yakin mau menikah denganku? walau aku pernah mengecewakan kamu?" tanya Keira pada Kelvin untuk meyakinkan perasaannya, menghilangkan nya dari keraguan.
"Kei.. jangan bicarakan lagi masa lalu. Itu sudah berlalu dan aku sudah tidak masalah dengan apa yang pernah kamu lakukan. Kecuali jika kamu memang menanyakan ini untuk menolak ku" wajah Kelvin kembali suram.
"Apa maksud mu? aku tidak akan pernah menolak mu!" seru Keira sambil memegang tangan Kelvin
"Lalu, itu artinya kamu mau jadi istriku?" tanya Kelvin sambil tersenyum pada Keira
Gadis itu mengangguk pelan, bibirnya tersenyum manis. Matanya penuh tekad dan keyakinan, dirinya tidak akan insecure lagi. Tugasnya kini hanya mencintai Kelvin dengan sepenuh hatinya, menjadi istri yang baik untuk Kelvin.
Kelvin memberikan bunga mawar dengan warna kesukaan Keira yaitu warna biru pada Keira. Gadis itu menerima nya dengan senang hati.
Kelvin kembali berlutut, dia membuka sebuah kotak cincin yang sebelumnya ada di saku jas nya. Keira terpana melihat cincin berlian berbentuk Love, dengan permata berwarna biru ditengah nya itu.
"Kelvin..."
Ini persis seperti lamaran yang ada di dalam salah satu drama yang pernah aku tonton.
"Semua orang, keluar lah!" ujar Kelvin pada orang-orang yang sedari tadi bersembunyi disana.
Semua orang? siapa?. Keira kebingungan dengan siapa yang dimaksud oleh Kelvin.
Bagian utama dari acara itu akhirnya tiba, setelah dibuat terkejut oleh Kelvin. Keira kembali di buat terkejut kesekian kalinya oleh Kelvin, saat semua orang tiba-tiba muncul dari balik tempat gelap di atap gedung itu.
Mereka keluar dari tempat persembunyiannya dan tersenyum bahagia melihat ke arah Keira dan Kelvin. Keira jadi malu melihat semua orang yang dia kenal dan dekat dengannya ada di sana juga.
"Kelvin kenapa ada semua orang disini? Tante Alma sama om Bryan juga ada disini?" tanya Keira bingung dan malu.
"Mereka disini untuk menjadi saksi pertunangan kita Kei"
"Tunangan?" Keira terperangah
Bukan lamaran saja? tapi langsung tunangan?
"Kamu pernah bilang padaku kalau kamu ingin kalau orang tua kamu menyaksikan pertunangan kita dan hanya orang terdekat saja yang ingin kamu undang. Tapi Kei..tidak apa-apa kah mama dan papa ku yang menjadi saksinya?" tanya Kelvin pada Keira
Tentu saja Keira tidak menolak, dia tersenyum bahagia ketika Alma dan Bryan menjadi saksi pertunangan sebagai orang tua Keira. Karena Keira sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi disisinya.
Kelvin memasangkan cincin berlian itu di jari manis Keira, semua orang disana bertepuk tangan bahagia dengan peresmian hubungan mereka. Setelah itu, mereka semua makan bersama di sana. Ada beberapa pegawai Damar yang menyiapkan makanan.
"Woah, Tante gak nyangka loh ternyata kamu yang dulu nya garang jago masak ya. Kamu juga jadi pemilik restoran sekarang. Hebat!" Alma memuji kesuksesan Damar sebagai koki dan juga pemilik restoran besar, dia tidak menyangka bahwa Damar yang dulu nya begajulan dan slengean bisa jadi sesukses ini padahal Damar bukan berasal dari keluarga kaya.
"Haha iya dong Tante, gini gini Damar hebat kan? gak sangka kan? haha" Damar membanggakan dirinya
"Sukses terus ya buat kamu Damar, nanti Tante mau pesan catering sama kamu aja deh buat pernikahan Keira sama Kelvin" kata Alma titip pesan pada Damar untuk menyewa jasa katering nya.
"Boleh banget dong Tante" jawab Damar dengan senang hati. "Silahkan om, Tante dicoba makanannya ya" kata Damar sopan
Disisi lain ada Juna, Theo, Naina dan Nisha yang duduk dalam satu meja. Mereka tampak menikmati makanan dengan santai dan nikmat.
"Makanan dari restoran Damar enak banget ya" kata Naina sambil makan dengan lahap.
"Iya Nai, aku juga berfikir yang sama" ucap Nisha ramah pada Naina, tampaknya hubungan mereka sudah kembali seperti semula.
"Ya kan??" Naina tersenyum ceria
SRET
SRET
"Kebiasaan deh kalau makan yang ada kecapnya kamu suka belepotan, kaya anak kecil aja!" ucap Juna sambil mengusap sisa sisa kecap di bibir Naina dengan tisu disana.
Theo lihat lah! kamu harus sadar diri, sampai kapan kamu kaya gitu terus? kamu kira aku bodoh? kamu cuma pura-pura pacaran sama Nisha. Juna melirik ke arah Theo yang menatapnya dengan cemburu.
"Udah ah malu, jangan kayak gitu! aku bisa sendiri" Naina menepis tangan Juna, dia tak enak hati melihat ada orang orang disana yang melihatnya.
Egois banget aku, dulu aku menganggap Naina yang menjadi penyebab hubungan ku dan kak Theo menjadi rusak. Padahal ini bukan salahnya, jelas-jelas Naina bahagia bersama Juna. Kenapa kak Theo masih saja..?. batin Nisha yang melihat pancaran cinta Juna dan Naina diantara mereka.
"Arjuna! jangan macam-macam kamu ya sama anak om!"teriak Bryan dari meja seberang pada Juna dengan mata tajam mengancam menatapnya.
"Ahahaha.. enggak kok papa mertua, gak dimacem macemin" Juna tersenyum santai pada Bryan, dengan tidak tahu malu dia mengatakan Bryan adalah papa mertuanya
"Anak itu udah sableng kali ya! aku belum resmi jadi papa mertuamu!" teriak Bryan marah
"Bentar lagi juga bakal jadi papa mertua kok" jawab Juna santai.
"Woah! kamu cari mati ya" kata Bryan kesal pada pria yang bernama Arjuna itu.
"PFut..Hahahaha"
Mendengar perdebatan kecil itu, membuat orang-orang yang ada disana tertawa. Kecuali satu orang yaitu Theo yang hanya berwajah dingin mendengar tawa disana.
...---****---...
Hai Readers! author ada rekomendasi novel tamat yang bagus nih, mampir ya🥰🙏di jamin bikin baper.. jangan lupa Favorit, komen dan like nya juga🙏😚