Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Ingatlah hari ini



Di depan restoran itu, Bryan segera memarkirkan mobil nya dengan buru-buru sampai mobilnya menabrak tong sampah yang ada di depannya. Ia keluar dan berlari dari mobilnya dan segera berlari dengan wajah panik.


" Hey ! mas hati-hati dong !" ujar seorang security


" Maaf pak, ini darurat !"


Alma kamu jangan sampai nerima dia, aku mohon. Jangan !


Beberapa petugas keamanan menghentikan Bryan untuk masuk ke dalam restoran, karena restoran itu sudah di reservasi oleh Leon. Bryan tidak peduli, ia menerobos masuk ke dalam restoran dan langsung berlari menuju ke atap. Pria yang memakai piyama tidur itu, berharap kalau ia tidak terlambat menghentikan lamaran Leon pada Alma.


Bryan sampai di atap Restoran itu, napasnya terengah-engah. Ia melihat Leon yang sedang duduk di kursi, sementara Alma sedang berjalan meninggalkan nya sambil menangis.


Bryan bisa merasakan suasana mereka tidak terlihat seperti habis lamaran. Bryan menghampiri Alma yang menangis. Alma tercekat melihat Bryan ada disana.


" Kamu.."


" Ada apa ini? kenapa kamu menangis?" tanya Bryan keheranan


Leon tiba-tiba menghampiri Bryan dan memukulinya hingga pria itu terjatuh. Alma kaget dengan tindakan Leon yang tiba-tiba.


" Apa yang kamu lakukan?!" Bryan terkejut dan marah, ia langsung membalas pukulan Leon.


Mereka pun saling baku hantam, saling memukul satu sama lain.


" Tolong hentikan ! Kak Bryan, kak Leon ! " ujar Alma yang berusaha melerai keduanya.


" Pak, tolong hentikan mereka !" seru Alma kepada 2 orang pria yang sedang memainkan biola.


Kedua pria itu berusaha melerai keduanya. Namun, mereka sudah terlanjur babak belur. Alma terlihat kesal dan cemas melihat keadaan kedua pria yang ada di depannya itu.


" Apa yang kalian lakukan? kenapa kalian berkelahi?" tanya Alma menangis sedih


" Dia yang mulai duluan! kamu tanya saja dia" Bryan menunjuk ke arah Leon. Bryan menyeka darah yang ada di sudut bibirnya


" Kamu menang Bryan. Selamat untukmu " ucap Leon sambil tersenyum sinis melihat ke arah Alma dan Bryan.


" Apa maksud mu?"


" Selamat karena sudah menang dariku, tapi kamu harus tetap takut. Karena aku akan mengawasi mu!" Leon menarik baju yang dipakai Bryan, pria itu terlihat seperti sedang mengancam


" Leonardo Maxton? apa maksud kamu? menang apa?" Bryan tak mengerti


" Selamat kamu sudah memenangkan hatinya! tapi jika kamu menyakiti nya, aku akan ada untuk menghajar mu! jika kamu berani menyakiti nya lagi ! kamu akan mati ditangan ku, Bryan Alvaro Aditama! "


Hati Leon terasa perih saat mengatakan nya kepada Bryan, namun ia tau bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan, hubungan mereka tidak akan baik.


Bryan dan Alma saling melirik satu sama lain. Apa maksud dari perkataan Leon pada Bryan adalah restu untuk hubungan mereka? Dalam hatinya Bryan merasa senang, apa itu artinya Alma menolak Leon?


" Kak Leon.. "


" Kamu harus menjaganya Bryan, peranku hanya sebagai kakak nya saja. " Leon tersenyum pahit


Leon, kamu harus kuat. Kamu pasti bisa move on. Kamu hanya butuh waktu. Asalkan Alma bahagia, kamu harus ikhlas.


" Aku berjanji padamu, aku akan menjaga nya. Kamu bisa percaya padaku " Bryan tersenyum


" Jika aku melihat dia menangis sedikit saja, atau mengeluh sedikit saja tentangmu, aku akan merebutnya darimu dan membawanya ke pelaminan " ucap Leon mengancam


Ini yang terbaik untuk mu kan, Alma? kamu akan bahagia. Dan aku akan pergi.


" Kesempatan itu tidak akan datang padamu, aku tidak akan membiarkan nya "


Leon dan Bryan tersenyum dan berjabatan tangan sebagai tanda perdamaian dan janji Bryan untuk selalu menjaga Alma dan membuat gadis itu dan kedua anak nya bahagia.


Alma terharu dengan kebesaran hati Leon menerima perasaan nya pada Bryan, juga hubungan mereka. Alma menyerahkan gelang yang diberikan oleh Leon sebelum nya. Pria itu hanya tersenyum dan memandangi Alma dengan tatapan sakit hati.


" Kak Leon, kamu adalah pria yang baik sangat baik. Kamu pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Maafkan aku kak " ucap nya pada Leon


" Tidak apa, aku hanya berharap kamu selalu bahagia Al. Aku akan ada disisi kamu sebagai kakak mu. " Leon tersenyum pahit.


Cinta sepihak nya kini harus berakhir dengan menyakitkan, penantiannya selama ini harus diakhiri dengan luka. Pada akhirnya cinta tau kemana dia harus pulang. Dan Leon kini mengembalikan cinta Alma pada Bryan, orang yang seharusnya.


Leon menaruh gelang itu di saku jas nya, emosinya yang tadi sudah sedikit terlampiaskan saat ia memukul Bryan. Meskipun begitu, hatinya masih terasa sakit. Pria itu pulang sendiri menaiki mobilnya. Meninggalkan Bryan dan Alma di restoran itu, dan menyuruh mereka berdua untuk makan bersama di restoran yang sudah di reservasi Leon.


Namun, bukannya makan malam. Alma malah mengobati luka lebam di wajah Bryan. Suasana diantara mereka jadi canggung, entah kenapa.


" Ehem, Alma jadi kamu bilang pada Leon kalau kamu cinta sama aku?" tanya Bryan


" Enggak!" Alma langsung menyangkalnya dengan cepat


" Bohong, kamu pasti bilang padanya kalau kamu masih cinta sama aku kan? " goda Bryan


" kepedean itu penyakit, seperti nya kamu harus berobat deh kak Bryan "


" Kalau soal kamu, aku akan selalu pede. Pada akhirnya cinta ku kembali pulang ke tempat asalnya " Bryan tersenyum senang


" Ki-kita pulang yuk, lukanya sudah selesai aku obatin " Alma berdiri dari kursinya, wanita itu tampak gugup.


" Kamu belum makan malam loh, makan malam dulu yuk " ajak Bryan


" Tidak, aku mau pulang. Ini sudah malam "


" Tapi aku belum makan malam, temani aku dulu " Bryan memegang tangan Alma dan menunjukkan wajah manja nya


" Haa...baiklah " Alma kembali duduk di kursinya, saat melihat sikap manja Bryan ia jadi teringat Kelvin. Saat anak itu akan meminta sesuatu, pasti akan bersikap manja padanya.


Mereka pun duduk makan bersama. Alma masih terlihat sedih, ia memikirkan Leon. Bryan pun menghibur nya. " Dia akan baik-baik saja, walaupun sekarang dia terluka "


" Aku tau, tapi aku tetap merasa bersalah "


" Kamu akan semakin merasa bersalah dan melukainya kalau kamu terus menjalani hubungan dengannya. Begini lebih baik " Bryan tersenyum dan menyeka sisa air mata yang ada di sudut mata Alma. " kamu tuh sudah jelek, kalau menangis tambah jelek lagi "


" Apa? aku jelek?" Alma mengerucutkan bibirnya, ia tampak kesal


Bryan tersenyum melihat wajah Alma yang sedang marah itu, tampak imut dan sangat cantik di matanya.


" Aku sedang marah dan kamu malah tersenyum bodoh seperti itu! bukannya menenangk.."


Belum sempurna kata-kata yang keluar dari mulut Alma. Bryan sudah menyosor bibir Alma dengan kecupan manis, dan mengejutkan nya.


CUP


Alma terpaku, dan memegang bibirnya, matanya melotot saking kagetnya.


" Kamu cantik, tadi aku hanya bercanda " ucap Bryan dengan senyuman tipisnya yang menggoda.


" Kak Bryan.."


Setelah selesai makan, Bryan menggandeng tangan Alma dan berniat mengantar Alma pulang. Kali ini Alma sangat berhati-hati saat Bryan mendekati nya. Ia takut jantungnya terkena serangan mendadak lagi dari Bryan.


Sudah lama aku ingin menggandeng tanganmu seperti ini Alma. Mulai malam ini dan kedepannya semuanya akan terwujud.


Mereka berdua sampai di depan mobil Bryan.


" Ayo, aku antar kamu pulang !" ujar Bryan semangat


" Tidak usah, aku bawa mobil kok " tolak Alma


" Naik mobilku saja "


" Tapi, kayaknya kamu harus segera pulang. Kamu pakai baju yang tipis, sendal terbalik, orang-orang dari tadi pada ngeliatin kamu " Alma tersenyum melihat pria yang ada di depannya itu, tampaknya setelah mendengar Alma makan malam dengan Leon, Bryan langsung pergi dengan buru-buru.


" Sendal terbalik?" Bryan melihat ke arah kaki nya, benar saja. Sendalnya sampai terbalik.


" Haha.. " Bryan dan Alma tertawa


Alma akhirnya naik ke dalam mobil Bryan, karena Bryan memaksanya. Bryan segera menelpon Andre untuk membawa mobil Alma ke rumah nya. Dengan cepat, si sekretaris 24 jam itu langsung datang dan mengikuti perintah Presdir nya.


" Dasar pak Presdir ! aku sedang tidur lelap, langsung disuruh kemari. Untunglah gaji ku besar " gerutu Andre sambil masuk ke dalam mobil Alma. Pria itu menguap seperti nya masih mengantuk


15 menit kemudian, Bryan dan Alma sampai di depan rumah Alma. Alma berpamitan untuk segera masuk ke dalam rumahnya. Namun, Bryan terus saja memegang tangannya dan menggenggam nya dengan erat.


" Kak Bryan, aku mau masuk ke dalam rumah "


" Silahkan saja kalau mau masuk "


" Tapi kamu terus memegang tanganku, bagaimana bisa aku masuk ke dalam rumah? "


" Habisnya ini seperti mimpi sih, rasanya aku tidak mau melepaskan genggaman tangan ku dari mu. Aku takut kamu akan melarikan diri lagi " Bryan mencium punggung tangan cantik milik Alma dengan penuh cinta


" Sebentar lagi saja ya, aku masih ingin berpegangan tangan denganmu seperti ini. Sudah sejak lama aku menginginkan hal ini, dan sekarang kamu sudah membuka hatimu lagi untukku. Taukah kamu betapa senang nya hatiku?" Bryan menatap wanita itu dengan penuh perasaan, tangannya masih menggenggam tangan Alma.


" Ya sudah 5 menit saja ya !"


Alma tersenyum manis, Bryan juga tersenyum bahagia. Pria itu tak menyangka setelah 6 tahun lebih, ia bisa melihat lagi wanita yang sangat ia cintai dan sekarang mereka akan bersama lagi.


" Alma "


" Hmm ya?"


" Jadi sekarang kita apa? kita jadian kan?" tanya Bryan


" Kamu saja belum bilang perasaan mu, mana bisa disebut jadian. "


" Apa aku harus bilang lagi?"


" Entahlah " jawab Alma cuek


" Baiklah, aku memang tidak bisa menang darimu. Almahyra, aku mencintaimu " Bryan tersenyum dan memegang kedua tangan Alma


Hati Alma seperti akan meloncat-loncat, mendengar pernyataan cinta yang tulus dari Bryan. Saat akan menjawab pertanyaan Bryan, Kelvin dan Naina muncul secara tiba-tiba menghampiri kedua orang tua mereka.


" Jangan jawab dulu Ma !" ujar Naina


" Tidak bisa semudah itu !" kata Kelvin


Jadi akhirnya Mama memilih papa. Dalam hatinya Kelvin merasa puas dengan keputusan Alma.


" Anak-anak? kenapa mereka belum tidur?" gumam Bryan bingung


Sontak saja Bryan dan Alma melepaskan tangan mereka, saling menjauh. Mereka kaget melihat kedua anak itu masih belum tidur.


" Kenapa kalian belum tidur? ini sudah malam loh sayang "


" Mama jangan langsung terima papa begitu aja " kata Naina menegaskan


" Loh kenapa? bukannya kalian ada di pihak papa? kalian tidak mau kalau papa jadi papa kalian?" tanya Bryan dengan wajah memelas di hadapan kedua anaknya itu.


Alma terlihat cemas, ia takut kalau Naina dan Kelvin menolak Bryan.


" Bukannya gitu pah ! aku cuma mau papa melamar mamah dengan cara yang romantis, kaya di drama drama Korea gitu loh " ucap Naina semangat


Bryan dan Alma sama-sama bernapas lega, ternyata si kembar tidak menolak hubungan mereka.


" Benar, papa gak bisa dong gitu aja dapetin jawaban ya dari Mama. Mama, jangan langsung setuju ya " Kelvin tersenyum


" Iya kalian benar, mana ada yang mengatakan cinta dengan memakai piyama tidur dan juga di depan rumah. Itu sungguh tidak romantis bukan?" Alma tersenyum kepada kedua anaknya


" Alma, kenapa kamu ikut ikutan mereka juga?" tanya Bryan sebal


" Tentu saja aku harus setuju dengan anak-anak ku " ucap Alma


" Baiklah baiklah, nanti papa akan melamar mama mu dengan cara yang romantis seperti yang kalian inginkan " Bryan tersenyum


" Ya, papa harus seperti CEO yang ada di drama-drama ya "


" Papa kan kaya dan tampan, harus melamar Mama dengan cara yang paling sempurna. " ucap Kelvin menambahkan


" Kalian ini ya ! " Alma tersenyum dan memeluk kedua anaknya yang menggemaskan itu.


Mendengar tawa Alma dan kedua anaknya, Bryan terlihat senang. Ada juga penyesalan di dalam hatinya, kenapa tidak dari dulu ia bersama dengan Alma dan anak-anak nya. Meskipun begitu, ini belum terlambat untuknya kembali bersama orang-orang yang ia cintai.


Ini artinya mereka sudah menerima ku bukan? ternyata seindah dan sebahagia ini rasanya, melihat orang orang yang aku cintai tersenyum senang. Aku akan mewujudkan keluarga yang utuh untuk kalian semua.


Ketika Alma memeluk kedua anak kembarnya, Bryan dengan lucunya ikutan memeluk mereka.


" Aku juga ikut dong "


Kelvin dan Naina langsung mendorong Bryan, tidak memperbolehkan papa nya itu memeluk mama nya sebelum mereka sah menjadi suami istri. Kini larangan tegas di berlakukan oleh si kembar untuk Mama dan papa nya.


Ya Tuhan, tantangan apa lagi ini? apa masih lama menuju happy ending?


Melihat wajah Bryan yang kesal, Kelvin dan Naina malah asyik menertawakan papa mereka itu. Karena sudah malam, Bryan pun pamit pulang. Sebelum itu Bryan mengingatkan kepada Alma tentang sesuatu, sebelum wanita itu masuk ke dalam rumah.


" Almahyra! tunggu !"


" Ya?" Alma membalikkan badannya, melirik ke arah Bryan yang berteriak memanggil nya


" Tanggal 6 Agustus 2019 hari Selasa, jangan lupa !" ujar Bryan semangat


" Apa maksud kamu? itu kan tanggal hari ini?" Alma terlihat bingung


" Benar. Jangan lupa hari, tanggal, tahun dan suasana hari ini. Karena hari ini adalah hari kita jadian " Bryan tersenyum manis


Alma langsung ngeh, dan tersenyum malu. Wajahnya menjadi merah merona. Jadian? aku dan Kak Bryan jadian?


Bryan pun melambaikan tangannya kepada Alma, sebelum ia masuk ke dalam mobilnya. Bukan hanya Alma saja yang berdebar, Bryan nyatanya lebih senang lagi. Ia bahkan berteriak teriak di dalam mobil saking senangnya.


" Yes ! Yeess !! akhirnya !! akhirnya !!"


Di saat Bryan dan Alma mulai merasakan kebahagiaan, di tempat lain Leon sedang patah hati.


****


Mobil Leon berhenti di salah satu Supermarket yang masih buka, ia melihat jam nya menunjukkan pukul 10 malam. Pikiran nya masih berkunang-kunang memikirkan Alma dan Bryan.


Sambil memilih-milih minuman yang ada di dalam kulkas, Leon melamun.


Apa ini pilihan yang benar untuk melepaskan perasaan ini? apa aku benar-benar harus move on dari perasaan ini? Alma kelihatan benar-benar bahagia bersama Bryan, dan terlihat terpaksa bersama denganku. Ya Allah, aku sudah berbuat hal yang benar kan?


BUKK


" Aduh " gerutu seorang anak kecil menabrak Leon yang sedang melamun, dan membuat botol yang ada di tangan Leon jatuh ke lantai


TAK


" Kamu gak papa de?" Leon tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada anak kecil itu.


Anak kecil jam segini masih berkeliaran dan belum tidur? kemana orang tuanya?


Gadis kecil itu adalah Kayla, putri Laura dan Jason. Tangan kecil nya mengambil botol minuman Leon yang terjatuh.


" Maaf om, aku jalannya gak lihat-lihat " ucap Kayla dengan wajah imutnya, mengembalikan botol minuman itu pada Leon.


Om ini ganteng banget. Kayla menatap Leon dengan terpesona


" Gak papa kok, om nya yang salah udah ngelamun di sini " perlahan Leon tersenyum kecil pada Kayla


Tak lama kemudian, Laura berkat menghampiri anaknya itu. Sambil membawa keranjang yang berisi belanjaan disana.


" Kayla, kamu anak nakal ya ! mama kan udah bilang jangan lari-lari !" ujar Laura kepada anak nya yang baru berusia 4 tahun itu.


" Kamu?" Leon melihat ke arah Laura dan sedikit terkejut melihatnya


" Pak Leon?" Laura tersenyum pada Leon dan menyapanya


" Mama kenal om ganteng ini?" tanya Kayla dengan senyuman polosnya


Setelah selesai berbelanja, Laura, Kayla bersama dengan Leon mengantri di kasir. Leon membayar semua belanjaan Laura dan Kayla. Laura lupa membawa dompetnya, karena ia terburu-buru mengejar Kayla yang malam itu ingin membeli coklat ke supermarket. Mereka bersamaan keluar dari supermarket itu.


Melihat wajah Leon yang lebam-lebam, Laura sedikit cemas dan memberanikan dirinya untuk bertanya " Pak Leon seperti nya anda habis berkelahi?"


" Ya, aku habis berkelahi "


" Apa anda ini Presdir atau bos mafia?" Laura tersenyum kecil


" Aku habis berkelahi dengan adik mu " jawab Leon sambil tersenyum tipis


" Dengan Bryan?" Laura tercekat kaget mendengar Leon berkelahi dengan adik nya.


...---***---...


Hai Readers! jangan lupa like dan komen nya ya 😘 kasih gift juga boleh.


Maaf ya author belum bisa mengabulkan crazy up. Author ada tugas lain di rumah ❤️😘 tapi kapan-kapan, author akan berusaha crazy up ya