Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Ulang tahun Laura



Sejak saat itu kami resmi menjadi pasangan pacaran resmi, yang sudah menikah. Saat itu aku menggenggam tangannya, dan dia menggenggam tanganku, aku juga berusaha untuk memercayai kata-kata nya. Dia bilang mencintai seorang cassanova itu tidaklah mudah, dan disinilah kesabaran ku banyak di uji. Kedatangan perempuan bernama Selina, menjadi bumbu dalam hubungan kami.


*Seharusnya, saat itu aku tidak mempercayainya dan mencintai ku sepenuh hatiku. Karena dia mungkin hanya mencintai ku setengah hatinya.


Sejak saat itu lah penderitaan ku karena cinta di mulai* ..


****


Sepulang dari jalan-jalan seharian, Bryan menyuruh Alma bersiap-siap untuk nanti malam, karena mereka akan pergi ke rumah utama keluarga Aditama.


" Kita mau ke rumah mama?" tanya Alma sambil memotong sayuran, untuk makan siang.


" Iya, hari ini ulang tahun kak Laura " jawab Bryan sambil memakan pisang yang ada di meja.


" apa? kenapa aku tidak tahu? aku belum beli kado buat kak Laura " Alma kaget dan panik sampai tidak sengaja mengiris jari tengahnya dengan pisau. " aduh !"


" Kamu kenapa?" Bryan yang sedang duduk langsung menghampiri Alma dengan panik


" Tidak apa-apa pak, aku cuma tergores pisau sedikit "


" Kamu mulai memanggil bapak lagi! ya sudah mana yang lukanya?" Bryan memegang tangan Alma, melihatnya dengan hati-hati.


Bryan mengisap dan menjilati darah di jari tengah Alma. Gadis itu kaget dan segera menarik tangannya. " Apa yang bapak lakukan?" Wajah nya memerah.


" kenapa wajahmu malu-malu begitu? apa kau terangsang dengan sentuhan ku?" tanya Bryan sambil tersenyum menggoda


" P-pak Bryan !" Alma marah


Lucu sekali melihatnya marah-marah begini.


Bryan tersenyum, lalu ia segera mengambil plester yang ada di kotak p3k. Bryan pun menempelkan plester di jari Alma yang terluka.


" Sudah selesai, lain kali hati-hati. Biar aku bantu masaknya " Bryan menyingsingkan lengan baju nya dan berdiri di samping Alma


" Eh tidak usah pak, aku bisa sendiri kok. "


" Tanganmu terluka, biar aku saja yang bantu memotongnya "


" Ini hanya luka kecil !"


Bryan melihat-lihat bahan-bahan yang ada di depannya. Pria itu menyuruh Alma duduk di depannya dan menontonnya memasak.


" memangnya bapak bisa memasak?"


" Sudahlah jangan remehkan kemampuan ku, ini mau masak apa? aku akan menunjukkan nya padamu " kata Bryan percaya diri


" Aku mau masak pasta, dan itu aku sedang memotong bumbu nya "


" Baiklah, kamu tidak perlu bicara lagi. Aku akan mulai, kamu tinggal tunggu dan lihat saja " Bryan tersenyum percaya diri


Tak, tak tak


Bryan memotong motong bumbu dengan cepat dan hati-hati, bahkan ia memotong dengan benar. Alma melihat pria di depannya itu dengan kagum.


" Aku tau kamu akan terpesona padaku, tapi jangan melihatku begitu. Nanti kamu ngiler " Bryan bersiap-siap menyalakan kompor, dan ia masih sempat-sempatnya melihat Alma yang sedang asyik melihatnya.


" Si-siapa yang terpesona pada bapak !?!" Alma malu sendiri dan menahan senyumnya.


" Lalu kenapa kamu memandangi ku seperti itu?"


" Itu karena bapak sangat seksi " jawab Alma dengan cepat


Apa yang ku katakan? tanpa sadar aku mengatakan isi hatiku!


" Apa? aku seksi?".


" Tidak ! aku salah bicara !" Alma salah tingkah dan mengelak


" Haha.. " Bryan hanya tertawa menanggapi nya.


Beberapa menit kemudian, pasta pun sudah siap dihidangkan. Mereka berdua makan bersama di meja makan layaknya keluarga. Tanpa ada pertengkaran, dengan tenang dan damai.


" Bagaimana pasta ala Bryan Alvaro Aditama? pasti enak kan?" Bryan sangat percaya diri


" Kenarsisan bapak sekarang ini sesuai dengan rasa masak kan bapak "


" Jadi maksud mu, masakan ku enak?" tanya Bryan


" Iya lumayan lah "


" Aku tidak suka mendengar kata lumayan jadi berikanlah bintang "


" Hem.. bintang 3 " jawab Alma yakin


" Apa cuma 3?" Bryan tak terima


" Ini enak, hanya kurang sedikit rasa asin. Jadi bintang 3 saja ya "


Alma penasaran kenapa Bryan yang dari lari sudah kaya bisa memasak dengan cukup baik, Bryan menceritakan bahwa dulu saat kuliah ia pernah tinggal di Amerika, hidup sendiri. Dan disaat itulah ia belajar memasak sendiri. Alma tidak menyangka bahwa Bryan cukup mandiri juga tidak dilayani pelayan sepenuhnya seperti konglomerat lainnya.


Setelah selesai makan siang, sore nya sebelum ke rumah keluarga Aditama. Bryan dan Alma pergi ke Mall untuk membeli kado untuk Laura.


" Pak, kira-kira apa yang disukai kak Laura?" tanya Alma bingung


" Aku tidak tahu "


" Kenapa bisa tidak tau? bapak kan adiknya !"


" Apa aku harus memperhatikan kakak ku sampai ke detailnya? "


" Huu.. ini karena bapak memberitahu kan hal sepenting ini secara mendadak. Harusnya memberitahu nya dari jauh jauh hari, jadi aku sudah mempersiapkan kadonya "


" Kamu ini ternyata suka mengomel seperti ibu ibu ya, sudah pilih saja kadonya, dasar bocah !"


PLETAK


Sentilan dari Bryan mendarat di kening Alma. Gadis itu langsung cemberut kesal pada Bryan. Bukannya membujuk Alma, Bryan malah tersenyum melihat Alma cemberut.


Setelah 1 jam berada di dalam mall dan berkali-kali berkeliling ke toko toko, Alma memilih hadiah sebuah kosmetik. Karena ia lihat kalau Laura suka mengoleksi kosmetik di kamarnya.


" Sudah belanjanya?"


" Iya sudah, ayo kita pergi ke rumah kakek " jawab Alma sambil membawa bungkusan ditangannya


" Jangan pulang dulu, ada satu toko lagi yang harus kita datangi "


Bryan tanpa jaim dan ragu-ragu lagi, ia menggandeng tangan Alma dan membawa gadis itu ke sebuah toko ponsel. Menyuruh Alma memilih ponsel manapun yang ia inginkan. Seperti biasa, para gadis yang sedang berbelanja disana melirik Bryan dengan tatapan penuh pesona. Membuat Alma bersyukur, bisa menikah dengan pria sesempurna Bryan.


Beruntung sekali aku yang tidak sempurna ini, bisa menikah dengan pak Bryan. Dan membuat gadis gadis itu iri.


" Hey ! ini bukan waktunya terpesona padaku, ayo pilih ponsel yang kau mau " bisik Bryan pada istrinya


" A-aku tidak terpesona pada bapak! jangan GeEr ya !" Alma mengelak, dan langsung melihat-lihat ponsel yang ada di toko itu.


Jelas-jelas kamu terpesona padaku, melihatku sampai seperti itu. Masih saja mengelak. Ya, ini memang pesona ku yang sangat menarik


" Tapi pak, apa aku boleh memilih ponsel yang mana saja?" tanya Alma


" Tentu , tenang saja aku yang bayar. Sebagai ganti ponsel mu yang sudah hancur itu "


" Waktu itu harga ponsel yang bapak belikan untukku, berapa harganya?" tanya Alma penasaran


Aku harus membeli ponsel yang harganya paling murah. Aku tidak mau berhutang banyak pada pak Bryan.


" Oh 12 ju.. APA?!!! " Alma kaget sampai berteriak, dan membuat semua orang di toko ponsel itu jadi melihatnya. Alma yang malu langsung bersembunyi di belakang Bryan.


" Kenapa kamu sekaget itu? pilih saja yang paling mahal juga boleh " kata Bryan santai


" Ta-tapi.. "


" Pak, cari ponsel yang terbaru dan paling mahal !" ujar Bryan pada si pemilik toko ponsel tersebut.


" Baik pak " jawab si pemilik toko ponsel itu sambil tersenyum ramah.


" Ja-jangan pak, harganya mahal. Sayang sekali kalau rusak nantinya "


" Kalau rusak kan tinggal beli yang baru, apa susahnya?"


Haa .. memang dasar ya orang kaya


Setelah selesai membeli ponsel dan hadiah untuk Laura. Alma dan Bryan masuk ke dalam mobil, mereka dalam perjalanan ke rumah keluarga Aditama. Di dalam perjalanan Alma mengatakan rasa penasaran nya, kenapa Laura tidak merayakan ulang tahunnya dengan mewah. Dan Bryan hanya menjawab dengan senyuman " kamu akan lihat seberapa mewah nya ulang tahun kakak ku itu "


Alma pikir jika ulang tahun Laura tidak mewah karena di rayakan di rumah saja. Ternyata saat sampai di sana, Alma dibuat takjub dengan rumah keluarga Aditama yang sudah di dekorasi dengan mewah. Bahkan tamu yang hadir pun cukup banyak. Para gadis memakai gaun yang indah, dan para pria memakai setelan jas yang rapi.


" Ayo masuk "


" Tunggu pak, aku tidak akan masuk "


" Kenapa lagi?"


" Bapak tidak lihat, mereka semua memakai gaun yang mewah dan berdandan. Aku tidak berdandan atau pun memakai gaun yang mewah. " jelas Alma


" Tidak apa, kak Laura akan senang kok mau kamu pakai baju apapun " kata Bryan


" Tapi aku malu "


" Kenapa? apa kamu mau terlihat cantik di depan pria lain?"


" Ti-tidak.. maksud ku bukan begitu "


GREP


Tangan Bryan yang kekar itu menarik tubuh Alma ke pelukan nya. Dan hal itu berhasil membuat hati Alma kembali berdebar-debar untuk ke sekian kalinya.


" Jadi kamu mau terlihat cantik di depan siapa?"


" di depan bapak " jawab Alma polos


" Bagiku kamu sudah terlihat cantik sekarang, mau kamu pakai baju apapun. Jadi, sudah begini saja. Paham?" Bryan mendekatkan wajahnya ke arah Alma.


" Eh, kalian sudah datang !" seru Laura yang tiba-tiba sudah muncul ditengah-tengah mereka. Alma langsung mendorong Bryan dan terlihat malu.


" Hey kamu ini !" Bryan terlihat kesal


" Seperti nya aku datang disaat yang salah ya?" gumam Laura merasa bersalah


" Iya, kakak ganggu aja " jawab Bryan sebal


" Hehe maaf "


Laura segera membawa Alma masuk ke dalam rumah. Ia merias Alma dan memberikan nya gaun yang indah. Alma merasa tidak enak, karena Laura yang berulang tahun malah membantunya untuk merias diri. Laura yang bersifat lembut, tidak mempermasalahkan hal itu dan ia senang bisa merias wajah Alma.


" Aku sudah tau sih kamu itu cantik waktu di hari pernikahan, tapi kamu memang sangat cantik. Pantas saja Bryan bisa terpikat sama kamu " jelas Laura


" I-itu .."


" Hubungan kalian seperti nya sudah lebih baik ya, Bryan juga mulai melindungi kamu dari mama. Jujur saja aku tidak pernah melihat Bryan sangat peduli pada seorang wanita sampai seperti itu, dia sangat mengistimewakan kamu " jelas Laura


" .... "


Benarkah begitu?


" Bahkan dia tidak pernah melakukan hal seperti ini pada Selina, apa kamu tau tentang Selina?"


" Ya kak, dia mantan pacar pak Bryan "


" Dia juga adalah temanku "


" Aku baru tau " Alma kaget


" Dia wanita jahat dan licik. Kamu harus hati-hati sama dia " kata Laura tak suka


Seperti nya kak Laura tidak suka dengan Selina itu. Apa itu karena Selina itu pernah meninggalkan pak Bryan? pasti karena itu kan


Pesta ulang tahun Laura pun berlangsung meriah, dihadiri oleh teman-temannya dan keluarga besar juga.


Mereka memberikan kado dan ucapan selamat untuk Laura. Laura sangat bahagia, terlebih lagi karena ada Jason disampingnya. Namun, Laura tidak menyadari kalau Jason terus melirik Alma dengan tatapan genit, Bryan memperingatkan agar Jason tidak bertindak macam macam pada Alma.


Pesta dansa pun di mulai, semua orang berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Bryan yang tidak terlalu menyukai dansa memutuskan untuk diam dan duduk saja bersama Alma.


" Kamu tunggu disini sebentar ya, aku ke toilet dulu "


" Iya pak "


" Alma, aku sudah bilang panggil aku..."


" Bry, Bryan " jawab Alma cepat


Deg, mendadak jantung Bryan berdebar ketika mendengar Alma memanggil namanya tanpa kata depan terlebih dahulu seperti pak atau kak.


" Maksud ku, kak Bryan !"


Ampun deh, aku tidak sopan. Dia pasti marah


" Tidak ,bry.. itu bagus. Belum pernah ada yang memanggilku begitu. Bry, atau Bryan saja " Bryan terlihat senang


Eh? dia tidak terlihat marah.


Saat Bryan sedang pergi ke toilet. Selina datang ke pesta itu dan membuat perhatian semua orang teralihkan dengan kedatangan nya. Tentu saja karena ia adalah model papan atas yang terkenal.


Sungguh tidak terduga, Selina mendapatkan sambutan tidak ramah dari Laura sang pemilik pesta dan peran utama pada malam itu.


" Kenapa kamu bisa ada disini? aku kan tidak mengundang kamu !" kata Laura sinis


Alma yang sedang berdiri tak jauh dari tempat Laura. Melihat dan mendengar apa yang dibicarakan oleh mereka.


" Mama yang ngundang Selina " kata Ny. Delia sambil tersenyum ramah pada Selina


" Selamat malam Tante " Selina tersenyum ramah pada Ny. Delia


Meskipun Laura marah pada ibunya karena mengundang Selina. Tapi Ny. Delia tidak peduli, dan menyambut Selina dengan ramah. Bahkan dengan sengaja, ia memanas manasi Alma dengan berkata kalau Selina adalah satu satunya wanita yang pantas menjadi istri Bryan ketika Bryan bercerai dari Alma.


Hal itu tentu saja membuat hati Alma terluka, harga dirinya sebagai istri Bryan di lukai di depan Selina. Rival, atau bisa disebut juga sebagai orang dari masa lalu Bryan. Laura membela Alma di depan ibunya, dan hal itu menyebabkan pesta ulang tahun Laura menjadi keributan antara ibu dan anak itu.


" Kamu lihat kan? kalau saja kamu tidak datang kedalam kehidupan Bryan, keributan antara Laura dan ibu nya tidak akan terjadi. " bisik Selina pada Alma


" Maaf, tapi ini bukan salah saya. Ini salah anda nona " Alma tidak mau disalahkan


" Kamu!!! kenapa menyalahkan aku?!" tanya Selina sinis


Entah apa lagi yang dikatakan Selina pada Alma, hal itu membuat Alma terkejut, kesal dan meninggalkan pesta tanpa pamit pada Bryan.


...---***---...