Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 12. Pemakaman



...๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚...


Bryan, polisi, dan Andre meminjam ruangan Ian untuk bicara tentang kronologis kejadian itu. Polisi memaparkan bahwa mobil yang ditumpangi si pelaku, oleng dan menabrak Albry yang berada di depan gerbang sekolah nya. Beberapa saksi mata mengatakan bahwa kecepatan mobil yang tinggi itu, Alma tidak bisa meraih Albry yang berada di seberangnya.


Hati Bryan seperti tertusuk pedang dan terluka sangat dalam, ia tak tega mendengar kronologis kecelakaan tragis yang menimpa anak bungsunya itu. Apalagi Alma yang melihatnya secara langsung.


"Lalu dimana si brengsek yang sudah menabrak anakku itu? dia sudah jelas sengaja menabrak anakku" tanya Bryan dengan wajah yang kesal, seperti nya Bryan akan murka.


"Tersangka ada di rumah sakit jiwa pak " jawab polisi


"Kenapa dia ada disana bukannya di penjara?!!" teriak Bryan naik pitam


"Pak presdir, saya mohon tenanglah" Andre berusaha menenangkan Bryan


"Bagaimana bisa aku tenang? anakku mati mengenaskan karena bajingan itu dan bajingan itu malah berada di rumah sakit jiwa?!" Bryan setengah berteriak


"Bapak, mohon dengarkan penjelasan saya dulu. Ada alasan kenapa tersangka di bawa ke rumah sakit jiwa" kata polisi berusaha menjelaskan


"Jelaskan!" ujar Bryan tegas


"Tersangka adalah mantan pasien rumah sakit jiwa, jadi untuk memastikan kondisi mentalnya. Kami membawanya ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa lebih detail" jelas polisi


"Iya, dia sudah gila. Beraninya dia menabrak putra dari Bryan Alvaro Aditama, cari mati...DIA! " Bryan tampak emosi. " Pak polisi pokoknya aku ingin dia dihukum seberat-beratnya, aku tidak peduli dia mau gila atau bagaimana. Dia sudah menghilangkan nyawa putraku, aku ingin dia membayar mahal! " teriak Bryan tegas


"Baik pak, setelah hasil pemeriksaan psikologis tersangka selesai dan terbukti kalau tersangka dalam keadaan waras. Kami akan menindaklanjuti dan menghukum nya sesuai dengan hukum yang berlaku"


"Kalau dia terbukti gila, aku tetap mau dia di hukum!" kata Bryan


Secara hukum negara bahwa prang gila tidak bisa di pidana. Hal itu tercantum,


mengenai alasan pemaaf dapat dilihat dari bunyi Pasal 44 ayat (1) KUHP:


โ€œTiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.โ€


Kemudian, Pasal 44 ayat (2) KUHP berbunyi:


โ€œJika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal, maka dapatlah hakim memerintahkan memasukkan dia ke rumah sakit jiwa selama-lamanya satu tahun untuk diperiksa.โ€


Artinya jika tersangka itu benar-benar tidak waras, maka dia akan bebas dari hukuman dan dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Bryan tidak mau melepaskan orang itu begitu saja.


Pembicaraan nya dan pak polisi tidak berlangsung lancar, karena Bryan yang terus emosi ingin menghukum orang itu sekarang juga. Bryan bersumpah bahwa ia tidak akan melepaskan pembunuh itu.


Niat Bryan yang ingin menemui orang gila si penabrak sadis itu tidak jadi ia lakukan karena ia harus mengurus pemakaman anaknya terlebih dahulu.


Saat Bryan akan menemui Alma dan Naina yang ada di kamar jenazah. Sebuah panggilan masuk dari luar negeri.


"Assalamualaikum, Bryan" suara wanita terdengar tidak asing ditelinga Bryan


"Waalaikum salam kak"


"Bryan, aku dapat kabar dari Kelvin..aku, Leon, Viona dan Ken, ku anak-anak akan segera kesana. Kami memakai helikopter agar cepat sampai. Kamu tenang ya Bryan" kata Laura menyemangati asiknya itu.


"Iya kak cepatlah datang, Kelvin dan Naina sangat membutuhkan dukungan kalian terutama Alma" kata Bryan sedih


"Ya, kami akan segera tiba. Insya Allah, dalam satu jam" jawab Laura


Pasti mereka sangat terpukul dengan kepergian Albry. ucap Laura dalam hatinya.


"Aku tunggu" Bryan menutup telponnya.


****


Setelah mengurus semua prosedur rumah sakit, keluarga Albry segera membawa jenazah itu ke rumah mereka untuk mengadakan doa, dan prosesi pemakaman. Hari sudah mulai gelap, pemakaman Albry harus segera di laksanakan dan tidak boleh di tunda lagi.


Bendera kuning terpasang di depan rumah itu, para tetangga dan kenalan Alma juga kenalan Bryan datang untuk mengucapkan belasungkawa mereka atas meninggalnya Albry Revano Aditama.


Mereka berdoa, terdengar lantunan surat Yasin menggema di rumah Bryan dari orang-orang yang berdatangan melayat.


Alma masih tidak percaya hari itu terpasang bendera kuning di depan rumahnya, ia sama sekali tidak pernah membayangkan nya bahkan dalam mimpi sekalipun.


Baru saja tadi pagi Alma membuatkan anak-anak nya sarapan pagi, bercanda tawa bersama. Kini semua canda tawa yang ia lihat pada Albry kecilnya yang lucu, sudah tidak ada lagi. Ia tak bisa melihatnya lagi.


Alma sudah memakai pakaian hitam dan tudung hitam tanda berkabung, ia sedang berada di dalam kamar Albry, kamar yang dihiasi wallpaper keropi berwarna hijau kesukaan nya.


Ibu yang sedang berduka itu duduk di sudut ranjang yang selalu ditempati anaknya saat malam hari. Terbayang kalau Albry sedang tidur disana dan Alma akan menyanyikan nya lagi pengantar tidur, memandu nya untuk berdoa sebelum tidur.


Saking sedihnya, Alma bahkan membayangkan suara ceria anaknya yang sudah tiada itu memanggil nya saat berada di kamar itu.


Mama.. Mama.. malam ini Albry mau tidur sama Mama..


"Albry... Albry...hiks " Alma menangis sambil memeluk guling boneka keropi yang ada di ranjang itu. Hatinya semakin sakit melihat foto anaknya yang ada di meja.


"Al.. "panggil seorang wanita dari ambang pintu kamar itu.


"Kak Alma...." ucap seorang wanita berambut pendek yang menatap Alma dengan sedih.


Viona dan Laura langsung menghampiri Alma, memeluk ibu yang baru saja kehilangan anaknya itu. Mereka bertiga menangis sedih, merasakan kepedihan dan kesedihan yang di rasakan oleh Alma.


"Sabar ya Al, yang kuat dan tabah. Kamu masih punya kami. Kelvin, Naina dan Bryan juga sangat membutuhkan kamu "


"Semangat ya Al" kata Viona sambil tersenyum pada Alma.


Viona dan Laura memberikan kata-kata untuk menghibur dan menyemangati Alma.


"Terimakasih.. Viona, kak Laura.." Alma tersenyum tipis.


Pada sore itu Albry dimakamkan di makan keluarga Aditama, berdekatan dengan makan nenek, sang kakek, yang semua keluarga Aditama yang sudah tiada.


Kelvin, Naina, Kayla, Alex (8 tahun), dan Sonya (6 tahun, anak Ken dan Viona) berdiri berdampingan. Mereka melihat prosesi pemakaman saudara mereka, diiringi nya dengan air mata, juga doa.


"De, yang tenang di alam sana ya.." ucap Naina sambil menangis dan memegang nisan bertuliskan nama adiknya.


Kelvin memegang bahu Naina dan menepuk-nepuk punggung adiknya. Naina bersandar di pelukan kakak nya itu. Lagi-lagi air mata tumpah dari matanya.


Sementara itu Alma memandangi nisan anaknya dengan tatapan kosong. Bryan selalu disampingnya, memastikan istri dan anak nya baik-baik saja.


Ini semua salahku.. salahku...Albry.. mama salah nak...


Alma masih merutuki dirinya sendiri


****


Tanpa mereka sadari adalah seorang gadis remaja yang cantik berambut pendek, berada di belakang mereka yang sedang berduka. Gadis itu malah tersenyum puas memandangi duka keluarga Aditama.


"Apa yang kalian rasakan ini belum seberapa dibandingkan dengan penderitaan mama ku, aku akan membalas kalian satu persatu." gumam gadis remaja itu dengan mata yang penuh dendam. Matanya berkaca-kaca.


Beberapa menit kemudian, gadis cantik itu pergi meninggalkan area pemakaman dan masuk ke sebuah mobil mewah berwarna hitam.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Kemarin engkau masih ada di sini


Bersamaku menikmati rasa ini


Berharap semua takkan pernah berakhir


Bersamamu..


Bersamamu..


Kemarin dunia terlihat sangat indah


Dan denganmu merasakan ini semua


Melewati hitam-putih hidup ini


Bersamamu


Bersamamu


Kini sendiri di sini


Mencari mu tak tahu di mana


Semoga tenang kau di sana


Selamanya


Aku selalu mengingatmu


Doakan mu setiap malam ku


Semoga tenang kau di sana


Selamanya


Kini sendiri di sini


Mencari mu tak tahu di mana


Semoga tenang kau di sana


Selamanya..


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


...***...


Mau crazy up lagi? kasih dong vote dan gift kalian.. biar author tambah semangat ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ like komen nya juga.