Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 72. Baikan



*Like tembus 100, komen 20.. author double up


...Ku ingin kau tahu...


...Ku ingin kau selalu...


...Dekat denganmu setiap hariku...


...Sudahkah kau yakin...


...Untuk mencintaiku...


...Ku ingin hanya satu tuk selamanya...


...Ku tak melihat dari sisi sempurna mu...


...Tak perduli kelemahan mu...


...Yang ada aku jatuh cinta...


...Karena hatimu...


...Cintaku tak pernah memandang siapa kamu...


...Tak pernah menginginkan kamu lebih...


...Dari apa adanya dirimu selalu...


...Cintaku terasa sempurna karena hatimu...


...Selalu menerima kekuranganku...


...Sungguh indah cintaku...


...🍀🍀🍀...


Presdir Aditama tech itu menunggu Keira untuk bicara padanya. Apa alasan sebenarnya ia menolak untuk menikah cepat? apakah karena karir? seperti nya bukan.


"Kamu tidak akan bisa menghindar lagi!" Kelvin mengunci tubuh Keira dengan kedua kaki dan kedua tangannya. Karena dari gerak-gerik nya, Keira seperti ingin kabur lagi.


"Kelvin! kamu apa-apaan sih? lepasin aku gak?!" pinta Keira pada kekasihnya itu.


"Tidak akan, katakan dulu baru bisa pergi. Aku punya seribu cara untuk membuatmu tinggal lebih lama disini, lalu semua orang akan mulai menggosipkan mu" Pria itu tersenyum menyeringai dan mengancam Keira dengan pekerjaannya.


Aku harus bagaimana? seperti nya ku gak bisa kabur lagi. Apakah aku harus memberitahukan semuanya pada Kelvin? tapi.. aku malu.


"Iya aku akan katakan. Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya sama kamu, Vin.."


"Hem.. apa?"


"Apakah aku pantas bersanding dengan kamu?" tanya Keira dengan bibirnya yang mengerucut, ia tidak percaya diri.


"Kamu menolak pernikahan dan bertengkar denganku hanya karena ini?" Kelvin mengerutkan dahinya, begitu mendengar pertanyaan Keira ia menyimpulkan semua masalah ini berawal karena keira yang insecure.


Si Juna itu memang pandai menebak. Ternyata Keira insecure bukan karena malu denganku, tapi itu karena dia merasa tidak pantas untukku.


"Jangan bilang hanya! ini sangat penting untukku, jawabanmu menentukan ke arah mana hubungan kita!" ujar Keira tegas, ia ingin jawaban dari Kelvin.


Kelvin tersenyum, kedua tangannya membelai pipi Keira yang lembut itu. "Seperti nya aku masih kurang meyakinkan mu, perasaanku padamu itu apa adanya Kei.. aku mencintaimu tanpa melihat kamu siapa dan aku siapa, cinta itu bukan ada apanya tapi apa adanya. Aku mengajakmu menikah karena aku serius... hanya kamu satu satunya wanita yang ingin aku nikahi, tidak ada yang lain Kei.."


"Aku bukannya tidak percaya pada perasaan mu, tapi aku tidak percaya pada diriku. Dibandingkan wanita wanita di luar sana yang suka padamu, aku ini bukanlah apa-apa.. aku..."


Kelvin mengecup bibir Keira dengan manisnya, kedua mata Keira membulat mendapatkan kecupan manis dari kekasihnya itu.


"Jangan pikirkan orang lain! apalagi wanita-wanita yang mengejar-ngejar ku, aku tidak suka mereka. Yang aku sukai hanya kamu Kei, mau seberapa cantik dan seberapa tinggi status mereka.. kamu yang paling unggul di hatiku, kamu harus tau dan yakin dengan itu. Jadi, jangan insecure lagi ya sayang?" kata Kelvin sambil meletakkan kedua tangan Keira di pipinya.


Harus bagaimana lagi aku meyakinkan kamu Kei? bahwa kamu satu satunya orang yang bisa mengambil hatiku dan satu satunya orang yang paling berharga untukku.


KYAA!!


Hati dan jantung Keira benar-benar berdebar debar saat mendengar kata-kata dan suara lembut penuh perhatian Kelvin kepadanya. Dengan segenap jiwa raganya, ia memberikan Keira semangat untuk lebih percaya diri bahwa dia lebih unggul dari wanita manapun di dunia ini karena dia memiliki cinta dan hati Kelvin.


Betapa beruntungnya aku memiliki kekasih yang pengertian seperti kamu. Namun aku malah tidak bersyukur, hampir saja aku kehilangan kamu lagi karena sikap ku yang pengecut ini. Kelvin berkata benar, aku harus percaya diri.. bahwa aku unggul di hatinya. Aku tidak mau kehilangan nya lagi.


Keira memeluk Kelvin sambil menangis, ia menyesali semua sikapnya pada Kelvin. "hiks hiks.."


"Hey, kenapa kamu nangis? katakan sesuatu dong!" Kelvin kebingungan dengan Keira yang menangis di pelukan nya.


"Maafkan aku Vin, maaf.. lagi-lagi aku menyakiti hati kamu. Sikapku ini sudah benar-benar keterlaluan, aku tidak mau kehilangan kamu Vin. Aku cinta kamu Vin, aku sayang kamu.. aku janji, aku gak akan insecure lagi. Aku janji aku akan lebih percaya diri" ucap Keira sambil menangis


Kelvin tersenyum manis, ia membalas pelukan Keira dengan lembut. Kebahagiaan kini terpancar di wajahnya. Keadaan berbanding terbalik dengan tadi saat mereka bertengkar.


"Iya iya, aku maafin.. udah jangan nangis lagi" bujuk Kelvin pada Keira sambil mengusap air mata nya dengan lembut penuh perhatian


"Benaran kamu gak marah lagi? huk.. huk.."


"Iyah enggak, asalkan kamu sudah menyadari kesalahan kamu. Aku Its okay dengan semuanya Kei, janji ya kamu harus lebih percaya diri" Kelvin yang selalu dingin pada orang lain itu tersenyum lembut di depan pacarnya.


Keira mengangguk sambil tersenyum yakin,"Iya.. aku adalah wanita yang mengambil hati kamu, aku unggul dari wanita manapun di dunia ini, karena aku adalah pemilik hati kamu dan kamu pemilik hatiku"


Juna, selamat kamu lolos. Caramu berhasil, nyawamu juga selamat. Kelvin tersenyum mengingat Juna


"Benar, harus begitu. Kamu harus percaya diri dan percaya padaku. Maaf juga sudah membuat kamu cemburu dan menangis" Kelvin menyesali perbuatannya yang sudah membuat Keira menangis


"Jadi, tadi itu kamu pura-pura sama Sherly?" tanya Keira sambil melirik ke arah Kelvin dengan kedua mata polosnya.


"Iyalah, masa aku mau tunangan sama cewek menor itu. Levelku turun dong" Kelvin tertawa kecil, "Ah ya, lalu bagaimana tentang pernikahan? atau pertunangan?"


"Ah iya.. tentang ini, aku rasa aku masih butuh waktu Vin" Keira masih terlihat ragu dan berfikir.


"A-Apa??! waktu lagi?!!" seru Kelvin terkejut dan kesal dengan jawaban Keira yang ragu itu.


"Tu-tunggu dulu! aku bisa jelaskan Vin..bukannya aku ga mau.. tapi..."


****


Di galeri Albry, Naina terlihat sedang melukis di dalam ruangannya. Ia melukis foto neneknya yang sudah usang (Bu Delia), ia bermaksud mengabadikan foto neneknya dengan menuangkan nya ke dalam kanvas. Hatinya sedih bercampur senang karena ia melukis sosok neneknya yang sudah tiada itu.


"Seandainya nenek masih ada disini dan liat Nai, Nai udah jadi pelukis nek. Bukannya Naina gak ikhlas nenek pergi begitu cepat, tapi Naina sedih karena nenek kita tidak bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersama. Tapi aku tau kalau Allah sayang banget sama nenek, makanya Allah membuat nenek berada disisi-Nya..nenek pasti bahagia disana kan?" Naina tersenyum lebar melihat lukisan neneknya yang hanya tinggal bagian baju nya saja di gambar.


Naina mengambil cat warna merah untuk memberi warna pada baju yang dikenakan neneknya di dalam lukisan. Namun, semilir angin kencang menerpa kanvas itu hingga terjatuh ke lantai.


BRUK


"Anginnya kencang banget.." Naina membungkukkan tubuhnya untuk mengambil lukisan neneknya itu.


Tes tes tes


Warna merah darah menodai lukisan Bu Delia, tepat di bagian bajunya yang belum diwarnai. Naina terkejut mendapati salah satu bagian tubuhnya yang berdarah.


...---***---...