Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 135. Titip Kayla



...Engkaulah nafasku...


...Yang menjaga di dalam hidupku...


...Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik...


...Kau tak pernah lelah...


...Sebagai penopang dalam hidupku...


...Kau berikan aku semua yang terindah...


...Aku hanya memanggilmu ayah...


...Di saat ku kehilangan arah...


...Aku hanya mengingatmu ayah...


...Jika aku tlah jauh darimu...


...🍀🍀🍀...


POV Damar Kayla


****


Bibir Kayla gemetar, dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh di depan pria itu. Ayah kandung nya yang lebih memilih saudara tiri dan wanita lain daripada dia dan ibu nya. Sakit hati Kayla melihat pria itu. Sakit nya Kayla adalah saat dia teringat masa-masa kecil bahagia dan indah, bersama Laura dan Jason.


"Baik, tidak apa-apa.. kalau kamu tidak mau mengakui papa sebagai papa kamu. Karena memang pria itu yang pantas menjadi papa kamu. Tapi Kay.. bolehkah papa meminta sesuatu sama kamu?" tanya Jason seraya memegang tangan Kayla dengan lembut.


"Minta apa?" tanya Kayla dengan suara dingin dan tegasnya.


"Bolehkah papa memeluk kamu untuk yang terakhir kalinya, nak?" Jason meminta memeluk Kayla, entah apa yang dia maksud dengan kata terakhir kali itu.


Perkataan nya membuat Kayla menoleh ke arah Jason, menatapnya penuh pertanyaan dan rasa penasaran. Ada apa dengan ayah kandungnya itu? Mengapa tiba-tiba dia menemui Kayla dan meminta maaf padanya setelah semua yang dia lakukan? Apa karena dia kesepian hidup sendiri? Ataukah karena dia memang menyesali semua perbuatannya?


Kayla tau bahwa Selina sudah meninggal dan Risya juga mendapatkan hukuman seumur hidup. Pastinya Jason sendirian sekarang, dan Kayla sedikit kasihan pada nya.


"Boleh, silahkan.. tapi jangan lama-lama" pesan Kayla pada Jason.


Jason menangis, bibirnya gemetar, dia menatap Kayla dengan penuh rasa bersalah. Pria itu mendekat ke arah Kayla, kedua tangan Jason meraih tubuh Kayla dan memeluknya dengan lembut.


"Kayla sayang, jaga diri kamu baik-baik ya nak. Selalu patuhi papa dan mama kamu, jangan membantah mereka. Sayangi mereka sampai mereka tua, jadi lah anak baik nak. Papa minta maaf sama Kayla, selama ini papa bukan papa yang baik untuk kamu. Papa hanya bisa menyakiti kamu dan mama kamu, papa menyesal.. papa tidak bisa memberikan kamu masa kecil yang bahagia" Jason memeluk anaknya sambil menangis. Kayla merasa sedih dengan kata-kata Jason padanya, tangannya mulai bergerak ingin membalas pelukan papanya. Tapi, dia mengurungkan niatnya itu.


Kenapa pelukan nya begitu hangat? Kenapa pelukan orang yang sudah menyakiti ku dan mama terasa sangat hangat seperti ini?. Kayla keheranan dengan pelukan Jason yang hangat dan lembut. Apa itu artinya dia begitu merindukan pelukan papa kandungnya? Rasanya berbeda dengan saat Leon memeluknya. Apa ini yang namanya ikatan batin? Begitulah pikir nya dalam hati.


"Udah ngomongnya? Apa sekarang bapak bisa lepaskan pelukan bapak?" tanya Kayla berusaha bersikap sedingin mungkin pada Jason.


Jason melepaskan pelukannya pelan-pelan, kemudian mengelus rambut panjang Kayla dengan penuh kasih sayang. "Kamu masih suka rambut panjang nak? Apa kamu masih suka dikepang juga?" Jason tersenyum pahit, dia ingat kalau waktu kecil Kayla selalu meminta Jason mengepang rambutnya.


Kayla memalingkan wajahnya dari Jason, dia tidak mau mendengar apa yang dikatakan Jason ataupun disentuh oleh Jason. Hati Jason terluka karena Kayla menolaknya, tapi ia tau bahwa ini pantas didapatkannya.


"Saya permisi pak, semoga hari bapak menyenangkan" Kayla pamit, dia menahan air yang akan tumpah di matanya itu. Bibirnya sudah tertarik ke bawah.


"Sampaikan pada mama mu, kalau papa sudah mengakui dosa-dosa papa di depan kamu dan kamu sudah memaafkan papa" Jason tersenyum memandang punggung anaknya. Dia tak menyangka kalau Kayla sudah sebesar itu dan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.


"Apa bapak sudah bertemu mama saya?" tanya Kayla tanpa menoleh ke arah Jason dan membelakangi nya.


"Iya, papa sudah bertemu mama mu dan meminta maaf padanya. Kemudian mamamu bilang agar papa menemui kamu, karena kamulah yang paling terluka oleh perlakuan papa. Papa minta maaf Kay.." Jason menangis menatap putrinya.


Kayla berjalan pergi, dia tak kuat lagi menahan air matanya. Dia tak mau menangis di depan Jason atau siapapun juga. Jason tidak menyusul Kayla, dia masih terdiam disitu.


"Apa kamu masih mau menguping?" tanya Jason pada Damar yang masih berdiri di belakang pintu restoran.


Damar tersentak kaget, ternyata Jason mengetahui keberadaan nya disana.Damar pun menunjukkan batang hidungnya di depan ayah kandung Kayla.


"Ha-halo om" Damar tersenyum canggung di depan Jason.


"Kamu tampan juga, seperti nya kamu adalah pria yang baik. Apa kamu pemilik tempat ini?" tanya Jason langsung mengintrogasi Damar.


GLEK


Damar menelan ludah, dia mendongakkan kepalanya ke arah Jason. Pria tampan blasteran Indonesia-Inggris itu, sedang menatap tajam ke arah nya. Damar melihat pria yang wajah nya agak mirip dengan Kayla, dia yakin bahwa pria itu ada hubungan nya dengan Kayla.


Apa apaan ini? Kok berasa kaya lagi di introgasi polisi ya?. Damar terdiam.


"Kenapa kamu diam saja?" tanya Jason lagi.


"Iya saya pemilik tempat ini pak, nama saya Damar" Damar memperkenalkan dirinya dengan sopan di depan Jason.


"Damar ya, saya papa nya Kayla.. papa kandungnya Kayla, nama saya Jason" Jason tersenyum tipis, di memperkenalkan dirinya juga.


Damar tersentak kaget mendengar Jason mengakui dirinya sebagai ayah Kayla. Sedangkan dia hanya tau kalau Leon adalah ayah Kayla.


"Bukannya papa Kayla itu.."


"Ya benar, papa nya Kayla selamanya adalah Leon. Saya tidak pantas menjadi papanya Kayla" Jason tersenyum pahit, dia mengakui bahwa dia tidak pantas menjadi ayah Kayla.


Jika om ini adalah papa nya Kayla, apa itu artinya dia adalah papa nya Risya juga? Orang yang sudah membunuh adiknya Kelvin dan Naina. Damar masih tidak percaya bisa bertemu dengan sosok ayah kandung Kayla. Damar tidak pernah tau tentang Jason karena Kayla tak pernah bercerita tentang nya.


"O-om.." Damar kehabisan kata-kata.


"Kamu pacarnya Kayla kan? Saya titip Kayla ya" Jason tersenyum, dia langsung mencap Damar sebagai pacar Kayla.


"Eh, sa-saya..." Damar bingung dan gugup di depan Jason. Pria itu tidak menyangkal dan tidak mengiyakan juga pertanyaan Jason.


"Saya percaya kamu bisa membahagiakan Kayla, tolong ya jaga Kayla untuk saya.. kalau kalian menikah nanti, tolong kabari saya" Jason menepuk bahu Damar, dengan harapan Damar akan menjaga putrinya.


"Me-menikah?!" Damar ternganga mendengar ucapan Jason yang mengagetkannya.


"Kayla itu anak yang keras kepala dan manja, tapi dia adalah anak yang baik dan mudah luluh, walau kelihatan kuat tapi sebenarnya Kayla itu lembut dan rapuh" kata Jason memberitahu Damar.


Lembut? Rapuh? Bule nyasar itu?. Damar terdiam mendengar ucapan Jason tentang Kayla.


"Kejarlah dia! Tolong gantikan saya untuk menghibur dia, dia pasti sedang menangis di suatu tempat yang gelap" Titah Jason pada Damar.


"Om tenang saja, saya akan menjaga Kayla" Damar tersenyum, lalu dia berlari menyusul Kayla yang pergi entah kemana.


...---***---...