
POV Kelvin Keira
...🍀🍀🍀...
"Unch.. kepalaku sakit sekali" keluh Kelvin saat bangun dari tidurnya lagi itu. Dia beranjak duduk di ranjangnya dan baru sadar kalau dia telanjang.
"Kamu udah bangun, sayang?" tanya Keira yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono handuknya.
"Sa-sayang" Kelvin terlihat bingung karena dirinya telanjang.
Keira mendekati Kelvin sambil tersenyum manis, dia duduk di samping Kelvin.
"Gimana main-main nya kemarin? puas?" sindir Keira dengan tatapan tajam pada suaminya
"Main-main apa sayang?" Kelvin bingung
"Seperti nya kamu tidak ingat apa yang terjadi, bagaimana bisa seorang pria tidak bisa menjaga diri nya sendiri!" Keira menggerutu kesal pada suaminya karena kejadian kemarin
"Apa semalam kita melakukan nya? kenapa aku tidak ingat ya?" Kelvin melihat tanda-tanda merah ditubuh istrinya terutama bagian dada.
"Semalam? kamu melakukan nya dari kemarin sore! ke-ma-rin sore!" teriak Keira marah
"A-Apa?"
"Kamu tidak ingat? hah.. Ya sudah kalau tidak ingat. Cepat pergi mandi, aku mau siapkan sarapan!" Keira beranjak dari ranjang itu, dia melempar handuk pada Kelvin.
Dia tidak ingat apa-apa setelah apa yang dia lakukan semalam? haih..padahal aku sampai kesulitan berjalan seperti ini dan dia gak ingat?. Keira kesal pada suaminya yang tidak ingat yang dilakukannya semalam.
Kenapa Keira jadi galak begini? apa dia ngambek? apa aku ada buat salah?. Kelvin terpana dengan sikap Keira yang terlihat ngambek padanya.
Keira yang akan melangkah pergi keluar kamar, langsung dihadang oleh Kelvin. Pria itu mengangkat tubuh mungil Keira dan membawanya ke ranjang.
"Kelvin! kamu ngapain?!" Keira terheran-heran, kini tubuhnya sudah duduk di sudut ranjang
Kelvin duduk jongkok di depan istrinya, dia menatap gadis yang berwajah marah itu, "Sayang, aku benar-benar tidak ingat apa yang terjadi kemarin ataupun tadi malam. Kamu tolong ceritakan apa yang terjadi?"
"Sebelum itu aku mau tanya dulu sama kamu. Kamu ingat sampai mana kemarin dengan wanita-wanita itu?" tanya Keira sinis dan langsung pada intinya
"Wanita wanita siapa sayang? aku gak ngerti maksud kamu?"
"Aku denger suara wanita manggil kamu sayang, siapa wanita itu? apa benar pak Farel berkata jujur?" omel Keira pada suaminya, dia ngambek.
"Tunggu dulu sayang.. aku sedang berusaha mengingat" kata Kelvin sambil berfikir, dia berusaha mengingat apa yang terjadi kemarin. Ingatannya hanya sampai kedua wanita memaksanya minum. "Ah ya, aku ingat! si gendut itu yang membawa dua wanita untuk mengangguk ku. Tapi, sumpah deh sayang..aku gak ngelakuin apapun sama mereka" Kelvin menjelaskan pada istrinya tentang kejadian kemarin.
"Terus yang masalah minum itu? kamu minum minuman haram itu berapa gelas?!" tanya Keira sedikit menyentak
"Hanya sedikit, itupun karena dipaksa. Mereka meminumkan nya ke mulutku dan aku tak sengaja meneguk nya" jelas Kelvin yakin
"Lalu, apa mereka ada menyentuhmu?"
"Enggak kok"
"Kalau bohong, aku kebiri kamu!" Keira menunjuk ke wajah Kelvin
"Ya ampun galak banget istriku" Kelvin tertawa kecil
"Kelvin, jawab! mereka nyentuh kamu gak?" tanya Keira serius
Imut banget sih Keira kalau lagi ngambek. batin Kelvin melihat bibir mengerucut istrinya yang sangat imut untuknya.
"Iya mereka nyentuh aku" jawab Kelvin jujur
"Dimana bagian yang disentuhnya?" tanya Keira pada suaminya
"Tangan"
PLAK
Keira memukul tangan kanan Kelvin dengan keras. "Auw! aduh..sayang" rintih Kelvin kesakitan
"Apa wanita wanita itu memegang tangan kiri kamu juga?"tanya Keira dengan tatapan tajamnya pada tangan kiri Kelvin.
"Enggak" jawab Kelvin sambil tersenyum manis
"Terus mana lagi yang disentuh, hah?" tanya nya kesal
"Bibir, mereka menyentuh bibir ku" goda Kelvin pada istrinya. "Kalau yang disentuh bibir mau digimanain?" tanya Kelvin dengan seringai di bibirnya
Dengan cepat Keira menggigit bibir Kelvin. "Auchh...!!"
"Kelvin, kamu nakal! masa kamu biarkan mereka menyentuh bibir kamu?" tanya Keira serius
"Kamu kan bilang kalau mereka menyentuh mu" Keira memalingkan wajahnya dari Kelvin
"Lalu kamu percaya?"
"Aku percaya karena kamu yang bilang" gumam Keira sebal
CUP
Kelvin mencium bibir Keira dengan lembut, jari-jari nya memasuki sela-sela jari milik Keira dan menggenggam nya dengan erat.
Napas pria itu mulai memburu, ciuman Kelvin mengarah ke arah yang lain.
"Kelvin.. jangan.." Keira menutup mulut Kelvin yang ingin melahap nya kembali.
"Kenapa jangan?" tanya Kelvin sambil menatap istrinya penuh cinta.
"Apa dari kemarin sore sampai pagi ini tidak cukup?" Keira sudah lelah karena Kelvin melakukan nya dari kemarin sore sampai tadi subuh. Entah berapa kali mereka melakukan nya.
"Kamu menolak ku?" Kelvin kecewa, dia menunjukkan wajah memelas nya pada sang istri.
"Vin, aku bukan nolak kamu hanya saja aku.." Keira tiba-tiba mendorong Kelvin, dia berlari menuju ke kamar mandi.
"Sa-sayang, kamu kenapa??" Kelvin terkejut melihat Keira menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Keira menutup pintu kamar mandi itu, dia mual-mual dan muntah juga. "UWEKKK!! Uwekk!!"
"Sayang, Kei.. kamu gak apa-apa? hey, buka pintu nya sayang!" Kelvin meminta Keira membuka pintunya, dia berdiri di depan pintu kamar mandi dengan khawatir.
CEKRET..
Keira membuka pintunya, dia menghela napas lega karena sudah memuntahkan semuanya. "Haah..."
"Sayang, kamu gak apa-apa? kamu sakit?" Kelvin memegang kening Keira dengan tangannya, dia takut kalau istrinya demam. "Tubuh kamu dingin, sayang"
"Ini semua gara-gara kamu..kayanya aku masuk angin deh" Keira merasakan perutnya sangat tidak nyaman, kepalanya pusing dan tubuhnya dingin. Dia mengeluh ini karena ulah Kelvin semalam padanya.
"Maafin aku sayang, kamu tiduran aja hari ini gak usah kerja atau ke rumah sakit" Kelvin dengan perhatian nya, menggendong Keira sampai ke ranjang.
"Hari ini aku banyak kerjaan"
"Kamu kan ada sekretaris, dia akan berguna disaat-saat seperti ini. Aku akan telpon dokter Haris biar dia memeriksa kamu ya, sayang" Kelvin cemas melihat wajah istrinya, mungkinkah dia sudah menyiksanya akhir-akhir ini? bagaimana tidak? sejak 14 hari mereka menikah, kalau ada kesempatan Kelvin pasti meminta hubungan suami istri itu dengan Keira. Kelvin semakin merasa bersalah.
"Aku gak apa-apa vin, hanya pusing sama mual aja kok"
"Gak boleh, pokoknya hari ini kamu harus diam di rumah. Nurut ya..!!" kata Kelvin pada istrinya.
Dengan penuh perhatian Kelvin memasakkan sarapan untuk Keira, menyeduh teh hangat yang dicampur lemon, juga obat masuk angin untuk Keira.
"Sayang, makan dulu ya. Udah itu minum obat"
"Kelvin, aku beneran gak apa-apa.. aku cuma kurang tidur aja" protes nya pada perhatian Kelvin.
"Jangan bantah! kamu harus istirahat" kata Kelvin cemas
"Terus kamu? gimana?" tanya Keira pada suaminya yang masih memakai baju tidur itu.
"Ya, aku jagain kamu lah disini" jawab Kelvin
"Kamu banyak kerjaan Vin, pergi sana! terus kamu ke rumah sakit, katanya dokter Firlan mau ngomongin soal operasi Naina"
Kelvin terdiam sejenak mendengar ucapan Keira, kemudian dia pun bersiap-siap berangkat bekerja dan sebelumnya dia akan pergi ke rumah sakit lebih dulu. Kelvin menitipkan Keira pada Kayla yang kebetulan sedang menganggur.
"Kay, titip kakak ipar mu ya" pesannya pada Kayla, sebelum berangkat
"Siap kak! tapi kakak ipar gak mau dibawain dokter atau ke rumah sakit aja gitu, takutnya ada apa-apa?" tanya Kayla cemas
"Dia gak mau, kamu coba deh bujuk dia. Kay, kakak berangkat dulu. Kalau ada apa-apa sama Keira, kamu telpon kakak ya" ucap Kelvin berpesan pada Kayla
"Oke kak" Kayla mengangguk setuju
Kelvin mencium kening istrinya sebelum berangkat bekerja dengan mesra, tak lupa dia mengucapkan salam. Dengan berat hati Kelvin meninggalkan istrinya yang sedang sakit di rumah.
...---***---...
Hai Readers, sebelum nunggu novel ini up.. kalian boleh mampir dulu ke novel sahabat author 🥰😍