
🍂🍂🍂
Alma kebingungan melihat Naina seperti bersembunyi di dalam mobil, gadis kecil itu duduk di bawah jok mobil.
" Nai, apa yang kamu lakukan disana?" tanya Alma heran
" Mama, Mama diam dulu " Naina celingukan melihat ke arah luar jendela seperti ketakutan.
Seperti nya sudah aman. Naina pun kembali duduk di jok mobilnya setelah mobil yang ia tumpangi jauh dari lingkungan sekolahnya. Naina bernapas lega.
" Kamu kenapa sayang? apa ada yang menganggu mu di sekolah?" tanya Alma khawatir
" Iya ma, eh enggak ma. Gak ada " jawab Naina buru-buru
" Sayang, kamu kenapa? ayo bilang sama Mama? Kelvin, adik kamu kenapa? " tanya Alma sambil merangkul kedua anak nya dengan penuh kasih sayang.
" Tau tuh mah, dia aneh. Dia bilang gak mau kenal sama aku di sekolah dan juga dia gak mau dekat-dekat sama aku " Kelvin menyilangkan tangannya di dada
Benar juga, ini aneh. Saat masuk sekolah, Naina bersikeras tidak mau sekelas dengan Kelvin, sebelumnya dia juga merengek-rengek tidak mau satu sekolah dengan kakak nya itu. Ada apa dengan Naina?
" Nai sayang, kamu kenapa seperti nya tidak suka bersama-sama dengan kakak mu? apa ada yang membuatmu tidak nyaman sayang?" tanya Alma lembut
" Aku bukannya tidak suka dekat dengan kakak, hanya selama di sekolah saja aku tidak mau dekat-dekat dengan kakak. " jawab Naina dengan wajah cemberut
Naina mengingat kenangan nya saat di TK. Ketika semua orang tau kalau Kelvin adalah kakak nya, semua teman-teman perempuan nya yang adalah fans Kelvin, mulai memburu Naina dan mendekati nya karena ia adalah adik Kelvin. Bahkan tak jarang dari teman-teman nya yang mengirimkan hadiah untuk Kelvin lewat dirinya.
Hal itu sangat membuat Naina sibuk dan terganggu, Naina tidak mau kalau semua itu terulang lagi di sekolah barunya.
" Lalu apa alasannya? kakak mu itu populer, tampan, cerdas, kenapa kamu tidak mau berjalan bersamanya?" tanya Alma
" Itu karena .. karena kakak terlalu populer, aku tidak mau dekat-dekat dengannya. " gerutu Naina
" Oh jadi salahku ya karena aku populer? jadi kamu tidak mau dekat-dekat denganku? kamu tidak suka aku populer? atau bagaimana?! " tanya Kelvin sebal
" Bukan gitu kak! populer itu bagus, aku suka punya kakak yang populer! tapi, aku tidak mau direpotkan lagi dengan urusan anak-anak perempuan seperti waktu TK ! Kakak juga saat itu malah diam saja saat aku diganggu oleh fans kakak !" ujar Naina mencurahkan semua isi hatinya.
" Itu.. itu aku " Kelvin tidak bisa membantah, memang ia diam saja saat adiknya di dekati oleh teman-teman perempuan nya karena dirinya.
Alma tersenyum, seperti nya ia mengerti apa yang menjadi kekhawatiran Naina. Dengan lembut dan perlahan, Alma menjelaskan kepada kedua anaknya untuk saling menyayangi dan jangan merasa minder satu sama lain. Ia juga menasehati Kelvin untuk membantu Naina dalam keadaan apapun.
" Naina kamu tidak boleh begitu, menyembunyikan fakta kalau Kelvin adalah kakak mu itu tidak baik nak. Jika mereka tau, biarkan saja. Dan untukmu Kelvin, ketika orang-orang menganggu adikmu kamu jangan diam saja. Kamu harus membantunya, paham?"
" Tuh kakak dengar, kan apa kata Mama? jadi semua ini salah kakak yang tidak mau membantuku !" gerutu Naina
" Siapa yang bilang ini salahku? Mama tidak bilang ini kesalahan ku! kamu jangan menyimpulkan sendiri ya" gerutu Kelvin kesal
" Ini memang salah kakak kok!" Naina tidak mau kalah dari kakaknya
" HUH!" Naina dan Kelvin saling memalingkan wajah mereka dengan kompak.
" Ya ampun kalian ini.. bertengkar lagi. Dede bayi nya jadi pusing melihat kalian bertengkar " Alma memegang perutnya
Pak Jeffry yang sedang menyetir hanya senyum-senyum mendengarkan perdebatan ibu dan kedua anaknya itu.
Kelvin dan Naina langsung penasaran dengan apa yang dikatakan Mama nya tentang adik mereka yang masih ada di dalam kandungan. Si kembar mendekati perut Mama mereka.
" Benarkah adik bayi bisa merasa pusing Ma?" tanya Naina penasaran
" Oh ya Ma, bu guru juga pernah bilang kalau bayi di dalam perut bisa merasakan perasaan ibunya. Apa itu benar Ma?" tanya Kelvin polos
" Itu benar, jika Mama sedih, atau sedang kesal, dede bayi juga bisa merasakan nya. " jawab Alma
" Kakak, kalau begitu kita tidak boleh buat Mama kesal nanti adik bayi nya sedih " kata Naina cemas
" Bukannya kamu yang buat kesal Mama?" tanya Kelvin menuduh
" Kakak yang mulai duluan!" ujar Naina
" Aduh duh.. kalian tuh berantem lagi. Mama pusing, adik bayi juga pusing nih " Alma memegang kepalanya.
" Mama jangan marah, jangan pusing, kasihan nanti adik bayi nya "
" Karena siapa Mama pusing dan marah?" tanya Alma pada kedua anaknya itu
" Itu gara-gara .. Dia ! " Kelvin dan Naina kompak
" Kalau kalian tidak mau adik bayinya sedih, ayo sekarang maafan dulu. Adik bayinya mau lihat kak Kelvin sama kak Naina maafan " Alma tersenyum melihat kedua anaknya.
" Kak Naina? aku dipanggil kakak.. akhirnya aku dipanggil kakak " Naina terlihat senang karena Alma memanggil nya kakak
" Ayo saling minta maaf satu sama lain, adek bayi nya sedih loh " pinta Alma kepada kedua anaknya
Kelvin dan Naina pun berjabatan tangan dan saling merangkul satu sama lain. Mereka berbaikan dan mulai tersenyum. Mereka juga mengelus perut Alma dengan penuh kasih sayang, berharap agar mereka segera bisa melihat adik mereka.
" Kalian harus ingat ya, mau kalian ada masalah atau bertengkar seperti apapun. Kalian harus tetap saling menjaga, kalian harus tetap berbaikan seperti ini? kalian adalah saudara yang tidak akan terputus hubungan nya oleh apapun. Paham?" Alma menasehati kedua anaknya itu, mengelus kepala si kembar dengan lembut
" Iya Ma, kalau kami bertengkar kami akan cepat berbaikan kok " kata Kelvin
" Iya benar Ma. " Naina tersenyum
" Bagus anak-anak mama memang smart, sekarang kita ke rumah tante Laura dulu ya "
" Mau apa Ma?" tanya Naina dan Kelvin
" Kita mau jemput Tante Laura sama Kayla, hari ini kita akan jalan-jalan " jawab Alma
" Yee!! jalan-jalan!"
****
Beberapa menit dalam perjalanan, Alma dan si kembar sudah sampai di rumah keluarga Aditama/ rumah Laura dan Leon. Disana Laura dan Kayla tampak sedang bersiap untuk jalan-jalan bersama Alma dan si kembar.
Selagi si kembar mengganti baju, Alma dan Laura duduk di sofa sambil menikmati jus yang dibuat oleh Laura.
" Jus nya segar sekali, terimakasih sudah membuatkan nya kak Laura " Alma menikmati jus mangga buatan Laura
" Sama-sama, kebetulan aku juga sedang ingin minum yang segar-segar. Oh ya, selamat ya aku dengar dari Bryan tentang kehamilan mu " Laura tersenyum tulus
" Iya kak, aku tidak menyangka akan secepat ini. Alhamdulillah, Allah masih percaya pada ku dengan memberikan ku amanah ini " Alma memegang perutnya dengan penuh rasa bahagia dalam hatinya
" Bryan pasti bucin banget ya sama kamu? apalagi dia tau kalau kamu hamil lagi. Gak kebayang deh bucin nya gimana haha " Laura tertawa mengingat kelakuan adiknya yang sudah bucin dengan adik iparnya
" Iya kak, awalnya kemana-mana aku pergi, aku harus ditemani bodyguard. Tapi sekarang tidak lagi, karena aku sudah melarangnya. Oh ya kak, apa sudah ada kabar baik?" tanya Alma pada kakak iparnya itu
" Kabar baik apa?" tanya Laura sambil menyimpan gelas yang ia pegang ke meja di depannya.
" sudah ada gejala atau belum?" goda Alma sambil melihat tanda merah di leher Laura. Menyadari Alma menatap lehernya dengan senyuman menggoda, Laura jadi malu dan menutupi lehernya.
" Hehe gejala apa nya? masih terlalu awal untuk kami. Kami baru menikah 10 hari " jawab Laura
Dasar Leon! ternyata dia mencium bagian ini juga. Semalam dia benar-benar agresif. Wajah Laura memerah memikirkan malam yang panas bersama suaminya.
Alma ikut tersenyum, ia bahagia melihat Leon dan Laura bahagia. Memiliki hubungan yang baik meskipun pertemuan mereka cukup singkat untuk menuju ke pernikahan. Ternyata kedua pasangan itu cocok satu sama lain.
.
.
Hari itu Laura, Kayla, Alma dan si kembar menghabiskan waktu jalan-jalan ke Mall dan sorenya mereka pergi ke taman yang tak jauh dari rumah keluarga Aditama.
Ketiga anak itu bermain dengan bahagia di taman. Sementara kedua ibu-ibu itu sedang mengobrol disisi lain.
🍂🍂🍂
Bryan dan Andre tampak sibuk dengan dokumen yang bejibun menumpuk di mejanya untuk ditanda tangani dan diperiksa. Beberapa laporan dari bagian keuangan dan lainnya, juga diperiksa secara langsung oleh Bryan. Sampai sore itu, dokumen yang ada di meja kerja Bryan mulai menipis.
" Pak presdir, anda belum makan siang. Lebih baik kita tunda dulu dokumennya "
" Ya ampun bagaimana aku bisa lupa! Makan siang cinta ku !" Bryan langsung buru-buru membuka kantong kresek berwarna merah, dan mengambil kotak makanan berwarna biru.
" Makan siang cinta?" gumam Andre sambil melihat Bryan membuka kotak bekal yang sudah disiapkan istrinya itu.
" Andre, ini semua salahmu. Kenapa kamu tidak mengingatkan ku untuk makan siang?! " tanya Bryan kesal
" Saya sudah mengingatkan bapak dari tadi, tapi bapak terus saja melihat dokumen nya " jelas Andre
" oh, jadi kamu mau menyalahkan ku karena aku lupa dan tidak mendengarkan mu?!" tanya Bryan kesal " Hampir saja aku tidak memakan makan siang buatan istriku, kamu benar-benar menyebalkan ya Andre " gerutu Bryan kesal
Ya Tuhan, aku salah apa lagi? Baiklah Andre, kamu sudah terbiasa dengan ini. Inilah hidupmu, dia bos mu. Haa.. gerutu Andre dalam hatinya
" Maafkan saya pak Presdir, ini salah saya karena tidak mengingatkan anda tentang makan siang. Seharusnya saya mengingatkan anda lebih keras lagi " Andre tersenyum profesional
" Bagus lah kalau kamu tau kesalahan mu, kalau begitu kamu juga pergi makan siang sana!" seru Bryan
" Saya sudah makan siang pak " jawab Andre
" Apa? Kapan? beraninya kamu makan siang lebih dulu dariku?" tanya Bryan kesal
" Tadi siang kan, bapak yang menyuruh saya makan siang lebih dulu " Andre menunjukkan wajah yang sedih.
" Aku yang menyuruhmu?! aku tidak melakukan nya, dan ini baru jam makan siang kan?" tanya Bryan bingung
" Pak, ini sudah sore " jawab Andre sedih
" Sore?" Bryan terpana mendengar nya
Tanpa sadar aku bekerja dan lupa waktu.
Bryan memakan makanan dari istrinya itu, ia tak tega membuang semua makanan yang sudah dibuatkan Alma untuknya. Selagi beristirahat, Bryan membuka ponselnya dan ada beberapa pesan dari Alma. Pesan yang mengingatkan nya untuk makan siang, dan jangan terlalu lelah bekerja, Alma juga mengirimkan foto jalan-jalan nya bersama Laura, Kayla dan si kembar pada Bryan. Pria itu tampak senang dengan pesan pesan yang dikirimkan oleh istrinya. Ia merasa diperhatikan, dan Alma yang sangat mencintai nya.
Senyum manis tertarik di bibir Bryan ketika melihat foto-foto di ponselnya itu. Bryan segera mengganti wallpaper di ponselnya dengan foto Alma dan kedua anaknya. Tak lupa, Bryan membalas pesan pesan dari istrinya itu agar tidak cemas.
...Sayang, aku pulang terlambat dan akan makan malam diluar. Kamu dan anak-anak makan duluan saja ya. Dede bayi ku juga makan yang banyak ya, jangan rewel....
" Sebentar lagi, akan bertambah satu anggota keluarga baru yang akan mengisi wallpaper ponselku. Aku sayang kalian semua " Bryan mencium ponselnya, yang ada wallpaper Alma dan si kembar yang sedang tersenyum cerah.
Bryan dan Andre bersiap-siap untuk pergi menemui klien nya dari Mony fashion. Bryan menatap foto keluarga nya yang terpasang di dinding ruang kerjanya sebelum pergi menemui klien nya.
****
Malam itu Bryan menemui klien nya dari Mony fashion di sebuah restoran mewah. Livia dan seorang pria dari Mony fashion menyambut ramah Bryan dan Andre yang akan menjalin kerjasama dengan mereka.
" Selamat datang Pak Bryan " ucap seorang pria tampan dengan wajah yang ramah. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Presdir dari Mony fashion dan Livia sebagai wakil nya. " Nama saya Nico Alphonso, saya adalah Presdir Mony fashion "
" Senang berkenalan dengan anda " Bryan dan Nico berjabatan tangan.
Mereka berempat duduk, dan 4 gelas minuman sudah tersaji di depan mereka. Seorang pelayan datang ke meja mereka untuk mencatat pesanan.
" Pak Bryan anda mau makan apa?" tanya Nico
" Saya mau kopi saja " jawab Bryan
" Eh tidak baik loh minum kopi saja, kita kan akan makan malam bersama. " Nico tersenyum ramah
" Kalau begitu saya mau spageti saja " jawab Bryan
Perutku sudah kenyang karena belum lama aku makan masakan Alma.
" Mbak, jadinya spageti 1, steak 2, chicken nugget 1, teh 2, es kopi 2 " kata Nico kepada pelayan yang ada disana.
" baik pak, mohon tunggu sebentar "'
" Mbak, spageti nya jangan pakai pedas ya. Pak Bryan tidak suka pedas " ucap Livia pada pelayan itu
Andre, Nico, dan Bryan langsung menoleh ke arah Livia. Pelayan itu pun pergi setelah mengiyakan perkataan Livia. Andre pun mulai curiga pada bos nya itu, apakah Bryan pernah ada hubungan dekat dengan wanita yang bernama Livia itu?
Ada apa dengan Livia dan pak Bryan? seperti nya mereka pernah dekat?. Batin Nico melihat kedua orang yang duduknya saling berhadapan itu.
" Terimakasih, tapi Bu Livia tidak perlu melakukan semua itu " kata Bryan tidak senang
" Maaf, aku hanya teringat kebiasaan lama " kata Livia sambil menatap lawan bicaranya itu dengan tatapan tidak biasa. Ditambah dengan senyuman ramah dan genit.
Wanita ini genit sekali kepada Presdir. Andre terlihat tidak senang dengan tatapan Livia pada Presdir nya itu.
Livia menatap Andre dengan tajam dan sinis " kenapa sih dia menatapku begitu? sekretaris saja belagu! tentu saja itu diucapkan Livia di dalam hatinya
" Bu Livia seperti nya anda lupa kalau kita harus berbicara formal " kata Bryan dingin
Andre merasa lega dengan sikap Presdir nya yang dingin pada Livia.
Bagus pak Presdir, ternyata anda benar-benar sudah berubah. Sudah ada Bu Alma yang cantik dan baik, anda tidak boleh berpaling.
" Maafkan saya pak Bryan " ucap Livia sambil merapikan rambutnya yang terurai, ia terus memasang senyuman palsunya.
Kenapa Bryan bersikap dingin sekali padaku? padahal dulu aku selalu memperhatikan nya dari jauh. Setelah dia benar-benar melupakan Selina, aku berencana mengambil alih hatinya. Tapi ada wanita lain lagi yang sudah mencuri hatinya. Padahal aku lebih dulu daripada Selina dan istrinya yang sekarang. Livia meremas tangannya dengan kesal.
Setelah makan malam itu selesai, mereka membicarakan masalah bisnis dengan serius. Sikap Bryan sangat profesional, namun Nico terlihat santai.
" maaf, seperti nya saya harus pulang karena pembicaraan nya sudah selesai " Bryan tersenyum datar seperti biasanya, ia melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
" Pak Bryan ini masih siang, baru jam 10. Bagaimana kalau kita mampir dulu ke klub milikku sebentar saja? ada di dekat sini kok" Nico membujuk Bryan
" Maafkan saya, tapi istri saya sudah menunggu di rumah " Bryan menolak dengan lembut
" Ayolah pak Bryan, sebentar saja kok. Istri anda juga pasti tidak keberatan kan? cuma sebentar saja "
Bryan merasa tidak enak hati karena sudah berkali-kali menolak ajakan Nico. Ia pun setuju untuk ikut dengan Nico ke salah satu Klub malam miliknya. Bersama Andre dan Livia juga.
Alma pasti sudah tidur jam segini. Lagipula ini hanya sebentar saja, aku hanya mampir lalu pulang.
🍂🍂🍂
Tak terasa waktu pun berlalu..
Denting jam terdengar di kesunyian malam, menunjukkan pukul 12 malam lewat. Alma terlihat duduk di sofa, ia masih menunggu suaminya pulang. Sambil memegang ponsel nya, takut-takut kalau suaminya itu mengirimi nya pesan atau menelpon nya.
" Kenapa belum pulang juga? ini sudah jam 12.. dia tidak mungkin makan malam dengan klien nya sampai jam segini kan? apa terjadi sesuatu padanya?" ucap Alma cemas
Alma mengambil ponselnya dan segera menghubungi suaminya dengan cemas.
Tutt... Tut....
" Bry, ayo angkat. Aku cemas Bry " gumam Alma sambil meletakkan ponselnya ke telinganya, ia terlihat cemas. Bahkan sampai jalan mondar-mandir kesana kemari.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon coba beberapa saat lagi...
" Tidak aktif? baiklah, ayo kita coba telpon pak Andre, pak Andre pasti bersama nya " Alma segera mencari nomor telpon sekretaris suaminya itu dengan cemas.
...---***---...
Alhamdulillah masih sempat up, walaupun ngos ngosan di sela-sela waktu senggang. Semoga reader puas ya 😂
Makasih buat yang kasih gift, vote, dan like nya. Jangan lupa komen nya juga ya 🙂 buat yang mau kasih gift atau vote nya boleh banget kok 👍🙂