Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 6. Kerja paruh waktu



Ghina dan ketiga temannya pergi setelah melihat Naina dan Keira yang terlihat dekat dengan Kelvin. Mereka menyangka kalau Naina cari perhatian pada Kelvin. Seperti nya Ghina CS merencanakan sesuatu untuk Naina dan Keira.


Kedua gadis itu berjalan bersama ke depan kelas Nisha untuk mengajak nya pulang bersama. Tapi ternyata Nisha sudah pulang duluan, akhirnya Keira dan Naina berjalan sampai ke depan halte bus bersama, mereka berdua berjalan sambil mengobrol dan menunggu pak Jeffry menjemput Naina.


"Nai, ada hubungan apa kamu sama cowok yang namanya Arjuna itu?" tanya Keira kepo


"Hubungan apa maksudnya? haha, aku sama dia gak ada hubungan apa-apa, kecuali benci dan saling tidak suka" Naina cemberut


Memikirkan nya saja sudah membuatku kesal. Huhh! apalagi kalau ada orangnya? setiap hari aku harus bertemu dengannya. Menyebalkan!


"Benci apa benci nih? haha, kayanya dia naksir sama kamu Nai" Keira tersenyum melihat ke arah temannya itu.


"Naksir? bwee.. gak mungkin lah"


"Tapi aku rasa dia naksir kamu, cowok gangguin cewek bukan karena gak ada alasan kan?"


"Ada alasannya, karena dia gak suka sama aku" jawab Naina


"Terkadang kamu gak peka ya Nai, kamu masih aja sama kaya dulu" Keira tersenyum pada temannya itu.


"Gak peka?" tanya Naina dengan wajah polosnya


Tiba-tiba saja saat Naina dan Keira sedang berjalan dipinggir jalan, Juna bersama Damar dan teman-teman geng nya yang lain mengendarai motor dengan cepat. Lalu Juna dengan jahilnya menarik tas gendong Naina hingga tas itu jatuh ke jalan.


"Kamu lagi? benar-benar menyebalkan ya kamu cowok preman!" gerutu Naina sambil mengepalkan tangannya pada Juna.


"Hey ini gak lucu ya, kalian gangguin terus temanku!" seru Keira sambil mengambil tas Naina yang jatuh di jalan.


Juna dan teman-teman nya tampak menikmati kedua wajah gadis yang tampak kesal itu.


"Hahaa rasain Lo cewek gila" kata Juna sambil menertawakan Naina dan Keira.


Naina tidak tinggal diam begitu saja menerima perlakuan Juna yang sudah membuatnya kesal. Gadis itu menendang motor yang di kendarai Juna dan Damar hingga mereka berdua jatuh ke aspal bersama motornya juga. Teman-teman Juna yang lain nya, turun dari motor. Mereka marah pada Naina yang sudah menendang motor Damar, dan membuat Damar juga Juna jatuh.


BRUAK


"Woy! gila Lo ya!! mau nyelakain teman-teman gue?" tanya Bagas sambil turun dari motornya, pria itu menarik kerah baju Naina dengan kasar.


"Ahh!!" teriak Naina kaget mendapat perlakuan kasar itu.


"Gas, Lo gila ya? Lo mau pukul dia? dia cewek bro !" ujar Reza pada Bagas yang terlihat emosi.


"Gas, tenang gas.. santai bro, gue sama Juna gak papa" kata Damar yang berusaha menenangkan emosi Bagas yang sedang meluap.


Bagas adalah teman Juna yang paling emosian diantara semua teman Juna yang lain. Bagas dengan berani menarik baju Naina, matanya menatap tajam pada Naina. Ia tak terima kalau Juna dan Damar dibuat jatuh oleh Naina, sekalipun dia adalah wanita.


"Lepasin Naina!" Keira memukul punggung Bagas dengan tas nya.


"Gue gak peduli Lo cewek atau bukan, gue ga akan biarkan siapapun nyakitin teman-teman gue! " Bagas masih menarik baju Naina dengan keras.


Juna menengahi mereka berdua, ia menarik Naina dan mendorong Bagas. Keduanya sama-sama emosi.


Tak sengaja Naina jatuh ke dalam dekapan Juna. Dan hal itu membuat keempat teman Juna tersenyum melihatnya.


"Stop Bagas! gue sama Damar gak papa, gue kan udah pernah bilang jangan sakiti cewek. Cewek itu buat dilindungi, itu moto geng kita" Juna menatap tajam ke arah temannya itu.


"Sorry, gue emosi. Gue inget moto geng kita" Bagas terlihat merasa bersalah. " Tapi kenapa Lo meluk dia?" tanya Bagas


Juna langsung mendorong Naina dengan wajah yang kaget. Ia salting di depan teman-teman nya.


"Ngapain Lo peluk peluk gue hah?" tanya Juna sambil menggaruk lehernya.


Kenapa si Juna malu-malu? leher sama telinga nya merah? apa dia lagi gugup di depan cewek ini?. ucap Nando di dalam hatinya, ia tersenyum melihat temannya yang malu-malu itu.


"Kamu yang narik aku ke pelukan kamu, lagian siapa juga yang mau di peluk kamu? dasar cowok preman" Naina sebal


"Gue.. gue gak sengaja"


"Yuk Kei pergi, malas aku debat sama cowok preman ini. Aku harus menghemat tenaga buat debat sama dia besok" kata Naina pada temannya itu


"Apa? dasar cewek gila! gue juga malas debat sama Lo!" Juna mendengus kesal


"Cieee.. ciee.. Juna malu malu ni yee..." goda Reza dan Nando pada temannya itu


"Kalian berisik tau gak! S-siapa yang malu-malu? "Leher dan telinga Juna memerah seperti kepanasan.


"bau baunya mau ada BBC nih " goda Damar


"Apaan tuh?" tanya Nando


"Benci bucin Cinta wkwk" jawab Damar sambil tertawa melihat temannya itu.


"Udah ah cabut! banyak bacot Lo pada " ucap Juna pada keempat temannya.


Naina mengabaikan teman-teman Juna yang menggodanya. Gadis itu tidak banyak bicara lagi saat pak Jeffry sudah datang menjemput nya. Sekalian juga Naina menawarkan untuk mengantarkan Keira. Namun gadis itu menolaknya dan berkata bahwa ia tidak akan langsung pulang ke rumah.


Naina dan Pak Jeffry pun pergi ke sekolah Albry untuk menjemput nya. Sementara itu Keira pergi ke sebuah restoran yang tak jauh dari rumahnya.


****


Di dalam restoran itu, terlihat sudah banyak pelanggan yang datang untuk makan siang atau sekedar ngopi ngopi di sana.


Seorang pria berusia 40 tahunan, menyambut nya dan bertanya padanya kenapa Keira sudah datang jam segini ke restoran? padahal jam kerja nya belum di mulai. Pria itu adalah bos nya di tempatnya bekerja paruh waktu, sekaligus pemilik restoran itu, namanya pak Irwan.


Keira menjawab bahwa ia sudah pulang sekolah lebih awal karena proses *** nya belum berjalan efektif. Keira segera menuju ke dapur dan membantu rekan kerjanya mencuci piring kotor.


"Eh Kei, kamu sudah datang?" sambut Hani ramah, dia adalah teman kerja Keira yang usianya sekitar 25 tahunan.


"Iya kak, aku pulang sekolah lebih awal" tangan Keira sibuk mencuci piring dengan sabun dan busa pencuci piring.


"Terus kamu langsung kesini kan? Kakak kagum sama kamu, kamu masih muda dan memiliki semangat kerja yang tinggi" kata Hani sambil membereskan piring yang sudah di cuci oleh Keira ke tempatnya.


"Kalau tidak begini, bagaimana aku bisa membantu mbok Darmi membiayai hidup kami sehari-hari? aku harus memanfaatkan waktu dengan baik kak, waktu adalah uang" Keira tersenyum ceria.


Gadis itu tampak menikmati pekerjaan nya dengan senang hati, ia tidak mengeluh meski harus bekerja di usia muda. Keira juga pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar nya, senyum manis dan cerianya bisa membangkitkan semangat orang-orang yang ada di sekitarnya.


Padahal ia baru bekerja selama 4 hari di restoran yang sederhana itu, tapi dia sudah mengenal semua karyawan yang ada disana dengan baik. Dan semua orang disana menyayanginya, karena ia paling muda dan paling semangat diantara semuanya. Semangat nya di usia yang muda dan tak pernah mengeluh itulah yang membuatnya menjadi panutan semua orang.


Pekerjaan Keira tidak terlalu sulit karena mendapatkan rekan kerja yang semuanya baik padanya. Keira tidak ingin punya musuh, baginya musuh satu seperti punya seribu musuh dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan satu sama lain.


Hani menepuk kepala Keira dengan penuh kasih sayang. " Aku juga punya adik yang seumuran dengan kamu, tapi dia tidak memiliki sikap seperti kamu. Kamu semangat ya, kalau butuh bantuan apapun. Bilang sama kakak, insyaallah kakak akan coba membantu kamu.." ucap Hani pada Keira dengan setulus hatinya.


"Terimakasih kak Hani " Keira tersenyum ramah, ia melanjutkan cuci piringnya dengan semangat.


Anak yang baik, pasti nanti semua jerih payah kamu akan terbayarkan. Akan ada hal indah menanti mu. Hani memandang Keira dengan kagum.


Pak Irwan memasuki area dapur, ia melihat Keira dan Hani yang sedang mencuci piring. Wajah pak Irwan terlihat resah gelisah.


"Ada apa pak Irwan?" tanya Hani sembari melihat ke arah bos nya itu.


"Di depan lagi banyak tamu, anak-anak SMA banyak yang nongkrong. Kita kekurangan pelayan" jelas pak Irwan bingung


"Biar saya saja pak" Keira berdiri dengan semangat


"Apa kamu bisa?" tanya Pak Irwan


"Iya pak saya bisa kok, percaya sama saya."


"Ya sudah, ganti baju sana cepat! terus keluar layani pelanggan ya" ucap pak Irwan


"Siap pak!" seru Keira sambil tersenyum


Hani tersenyum melihat semangat Keira yang selalu membara.


Keira agak sedikit berhati-hati, karena ia takut kalau ada anak-anak yang satu sekolah dengannya ada di restoran itu dan tau kalau dia bekerja paruh waktu. Bukan karena malu, tapi karena Keira tidak mau terkena masalah di sekolah. Keira juga tidak mau kalau sahabat sahabatnya sampai tau ia bekerja paruh waktu.


"Huft.. kayanya tidak ada anak yang satu sekolah denganku yang datang kemari. Syukurlah, lagian mereka juga tidak mungkin datang kemari. Jaraknya kan jauh dari sekolah, dan gak mungkin mereka anak-anak orang kaya akan datang ke restoran yang sederhana ini" gumam Keira merasa lega


"Kei, ada pelanggan di ujung tuh nomor 22! kamu layani mereka ya " teriak salah satu pelayan, rekan kerja Keira. Tampaknya ia juga sedang sibuk mencatat pesanan para pengunjung.


"Baik kak Dewi " jawab Keira patuh


Gadis itu berjalan menuju ke meja 22 yang berada di ujung dekat jendela. Langkah nya tiba-tiba terhenti saat melihat ketiga orang pria berseragam SMA itu yang duduk di meja nomor 22.


DEG!


Hatinya berdebar ketakutan melihat ketiga pria yang tidak asing baginya itu, kaki nya tidak bisa bergerak. Tubuhnya mendadak membeku. Wajahnya menyiratkan kata " GAWAT!"


Itu kan.. itu kan kak Theo, Kelvin sama kakak kelas yang tadi kenalan sama aku di sekolah? kenapa mereka bisa ada disini? Keira terlihat panik.


Disisi lain, Theo, Kelvin dan Rio sedang menunggu pelayan yang datang untuk mencatat pesanan mereka.


"Mana sih lama banget pelayan nya? gue udah laper nih" gerutu Theo sebal


"Biasanya pelayan nya cepat tanggap kok, kemana yah?" tanya Rio sambil celingukan kesana kemari mencari si pelayan.


Sementara Kelvin asyik memandangi jendela dan view yang ada disana. Sebuah view danau, dan taman yang ada di depan restoran itu. Kelvin menyandarkan kepalanya di jendela. Kelvin tidak menyadari bahwa beberapa orang yang ada disana heboh karena mengenalinya.


"Kemanapun Lo pergi, Lo selalu bersinar ya Vin. Seandainya gue jadi lo " ucap Rio iri melihat para gadis yang ada di restoran itu menatap kagum pada Kelvin.


"Kalau gue sih cukup jadi diri gue sendiri, Lo juga harus gitu yo " kata Theo sambil membuka buku yang ada di tas gendongnya. Tujuan mereka kesana adalah kerja kelompok untuk tugas Kimia.


Ketika kedua temannya itu sedang membicarakan tentang dirinya, orang yang dibicarakan nya itu terlihat acuh, dia hanya diam saja dan menikmati pemandangan yang ada di depan restoran itu. Dia sedang memikirkan hal lain, dan tidak peduli dengan pandangan orang-orang padanya.


Albry sama Naina kan paling senang lihat kolam yang ada ikannya. Lain kali aku ajak mereka kesini deh. Kelvin tersenyum melihat kolam kecil dan taman yang indah disana.


"Dia malah senyum-senyum sendiri tuh, oh ya si pelayan tuh kemana sih. Udah haus nih" gerutu Rio


Tak lama kemudian seorang pelayan wanita memakai masker dan topi datang menghampiri mereka bertiga.


"Maaf mas lama, mas mau pesan apa?" tanya pelayan itu


Mereka harusnya tidak mengenaliku kan..kalau seperti ini? aku juga membuat suara ku berbeda.


Kelvin yang sedang menikmati pemandangan langsung terperangah, memperhatikan pelayan yang ada di depannya itu. "Suaranya seperti nya aku kenal.." ucap Kelvin dalam hatinya.


Kenapa Kelvin melihatku begitu? dia gak mungkin mengenaliku kan?. Keira menyadari bahwa Kelvin sedang memperhatikan nya.


"Mba lama banget sih, saya pesan minuman es teh susu, lo pesen apa Theo? Lo juga Vin?" tanya Rio pada kedua teman kelompoknya itu.


"Gue Thai Tea aja 1, si Kelvin pasti pesen Vanilla es jangan terlalu banyak gula " Kata Theo yang sudah tau kesukaan Kelvin.


Keira segera menulis pesanan yang disebutkan oleh Theo dan Rio dengan cepat. Kelvin tiba-tiba tersenyum saat melihat gelang yang ada ditangan Keira.


"Lo benar-benar niat ya jadi adik ipar si Kelvin, sampai-sampai Lo tau minuman kesukaannya " kata Rio


"Lo ngomong apaan sih?" tanya Theo pura-pura tak mengerti


"Prepare yang bagus Theo " Rio tersenyum dan memuji temannya itu


"Ya itu karena kita sudah berteman bertahun-tahun, wajar lah kalau gue tau kesukaan nya si Kelvin" jelas Theo


Setelah mencatat pesanan itu, Keira meminta pada Theo, Rio dan Kelvin untuk menunggu sebentar. Pandangan Kelvin tidak lepas pada pelayan yang bermasker itu.


Kenapa dia bekerja disini? Apa benar kata Naina kalau hidupnya sesulit itu? bukankah Naina bilang kalau dia punya uang dari neneknya?


Beberapa menit kemudian, Keira keluar dan membawa minuman yang sudah di pesan oleh Kelvin, Theo dan Rio. Segera setelah itu Keira melangkah pergi meninggalkan meja itu.


Huft, syukurlah mereka seperti nya tidak mengenaliku. batin Keira merasa lega


Kelvin memegang sesuatu di tangannya yang ia ambil dari tangan Keira lalu menyimpannya disaku.


Rio, Theo dan Kelvin pun mengerjakan tugas kelompok mereka sambil minum dan makan siang di restoran itu. Memang restoran itu sering di kunjungi orang-orang muda, khususnya bagi pelajar yang numpang WiFi an, sekedar ngopi, atau mengerjakan tugas sekolah mereka.


Setelah menyelesaikan tugas kelompok, Theo, Rio dan Kelvin membereskan buku-buku yang berserakan di meja itu ke dalam tas mereka masing-masing.


"Akhirnya beres juga, emang bener deh kalau ngerjain nya sama dua orang genius cepet selesai nya" Rio terlihat lega


"Jangan lupa persentasi nya besok" ucap Kelvin dengan wajah datarnya seperti biasa.


"Tenang aja Vin, gue mau hapalin tuh rumus Kimia yang udah kalian ajarin" kata Rio semangat.


"Ya udah yuk cabut yuk. Eh.. tapi sebelum itu, Vin gue minta nomor Naina dong" kata Theo


"Kenapa minta sama gue? minta aja sama dia sana!" ujar Kelvin


"Gue masih gak percaya si cantik imut itu saudara kembar loh'


"Cuma kita bertiga yang tau soal ini, jadi jangan ember ya. Kalau semua orang tau Naina adiknya Kelvin, dia bisa ngambek" jelas Theo pada temannya itu mengingatkan.


"Hem oke oke, tapi kenapa dia sampai nyembunyiin tentang Kelvin? padahal Kelvin populer, harusnya dia senang dong punya kakak kayak gini. Ya walaupun agak kaya es kutub Utara sih" gumam Rio sambil melirik pada Kelvin


"Haha.. justru itu masalahnya"


Dari dulu Naina selalu terganggu dengan banyaknya fans Kelvin. Jika cewek cewek di sekolah tau kalau Naina adiknya Kelvin, bisa bisa mimpi hidup di sekolahnya yang tenang jadi hancur. Ya aku ngerti Naina sih. gumam Theo di dalam hatinya


"Masalah? apa masalah nya Vin? Yo? cerita sama gue dong" kata Rio penasaran


Berisik banget ini si Rio, bukannya cepat pulang dia malah bicara terus. Kalau gini caranya, aku susah mau nemuin dia. gerutu Kelvin di dalam hatinya.


Kelvin pun berbisik pada Theo untuk membawa Rio pulang duluan karena dia ada urusan. Sebagai sogokan, Kelvin memberikan nomor ponsel Naina pada Theo.


"Thanks banget Vin, kebaikan Lo ga akan gue lupain " kata Theo sambil menatap ponselnya dengan senang


Apa ini artinya Kelvin setuju kalau aku dekati Naina?


"Ya sudah, cepat pergi! Ah ya, ini bukan berarti gue setuju Lo sama adik gue. Gue masih pilih-pilih" kata Kelvin tajam


Alamak! gak sangka si Kelvin kakak bucin. batin Rio kaget melihat Kelvin yang pendiam bisa bicara seperti itu pada Theo.


"Baiklah gue ngerti, setidaknya Lo udah mulai terbuka sama gue. Thanks nomor nya.. Yuk Rio cabut!". Theo merangkul pundak temannya itu dan mengajak nya pergi dari restoran.


Setelah yakin kedua temannya sudah pergi, Kelvin kembali duduk di meja itu dan memesan minuman juga beberapa camilan dibungkus untuk kedua adiknya di rumah.


Saat itulah ia melihat si pelayan bermasker sedang mencari cari sesuatu di sekitar nya.


Kemana ya? gelang persahabatan ku. Aku yakin menjatuhkan nya disini.


"Apa mbak cari ini?" tanya Kelvin pada Keira sambil menunjukkan gelang rajutan berwarna merah muda.


"Ah iya saya cari itu.." Keira senang melihat gelangnya sudah ditemukan oleh Kelvin


"Iya kamu pasti cari ini " Kelvin tersenyum tipis.


DEG!


Ya ampun, seperti nya aku sudah ketahuan deh.


Kelvin menatapnya dengan tajam penuh pertanyaan.


...--***--...


Bisa Up lagi sore atau malam.. 🙏🤗 tapi kalian like sama komen dulu ya buat dukung author nya..