
Di sebuah Klub malam, Bryan, Jason, Ian, dan Mike sedang berkumpul di tempat yang sama. Padahal sudah lama Bryan tidak ke klub, tapi kali ini pria itu malah minum-minum. Saat semua temannya ditemani oleh perempuan perempuan malam/ pemandu lagu, Bryan hanya menyendiri dan minum-minum di pojokan.
" Kamu kenapa Bryan? sudah lama kamu tidak datang ke klub dan gabung bareng kita sejak kamu menikah. " tanya Mike heran
" Mike, kami tidak tau ya? teman kita ini udah bucin sama mantan istrinya " jawab Ian
" Apa? masa sih? bukan nya kamu masih bucin sama si Selina?" tanya Mike tak percaya
" Kalian berisik " kata Bryan sambil meneguk habis minuman yang ada di gelas kecil nya
" Dia udah pergi, udah jangan pikirin dia lagi. Selina jelas-jelas seribu kali lebih baik dari cewek kampungan itu " Jason tersenyum menyeringai.
Bryan langsung berdiri dan melayangkan tinjunya di wajah Jason.
BUK
Ian dan Mike kaget melihat Bryan yang begitu emosi pada Jason, yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri. Bryan menarik baju Jason dengan kasar.
" Sekali lagi kamu bilang dia kampungan, atau menghina nya ! aku akan bilang pada kakakku, Laura semua kebusukan mu !" seru Bryan mengancam
" Wah wah, ternyata kamu masih ada perasaan sama mantan istri kamu itu. Kenapa kamu tidak kejar dia saja? itupun kalau dia masih mau sama kamu " Jason tersenyum sinis, memanasi keadaan Bryan yang sudah panas.
" Hey hey ! bro, udah dong. Kita kesini buat have fun, bukan buat berantem. Kita baru aja kumpul setelah sekian lama. Kalian malah berantem ?" Mike menengahi Bryan dan Jason
Bryan pun kembali duduk, ia tersenyum sinis saat melihat ke arah Jason, ia mengirim pesan lewat ponselnya. Entah kenapa siapa.
15 menit kemudian, seseorang membuka pintu ruangan tempat 4 sekawan itu berkumpul. Terlihat Laura sudah berdiri disana, dengan wajah yang marah menatap suaminya yang sedang memeluk wanita lain.
" HAH? rapat? jadi kamu sedang rapat sayang?" Laura tersenyum tipis, matanya tajam menatap Jason.
Mendadak semua orang yang ada di ruangan itu menjadi diam. Jason kaget melihat Laura bisa tiba-tiba ada disana, ia melirik ke arah Bryan dengan kesal. Ia susah menduga kalau kedatangan Laura ada hubungannya dengan Bryan.
" Brengsek kamu Bryan !" Jason langsung berdiri dan mendorong wanita yang sedang ia peluk itu.
Terlihat seringai di wajah Bryan, ia terlihat puas melihat kakak nya memergoki suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain.
" Jangan salah kan adikku, aku justru sangat berterimakasih padanya. Karena dia sudah menunjukkan kebusukan mu, Jason " kata Laura dengan mata berkaca-kaca melihat Jason.
" Sa-sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. " Jason gugup dan terlihat ketakutan
" Silahkan saja kamu teruskan rapat nya !" seru Laura kesal
Wanita itu berlari meninggalkan klub dengan rasa marah dan sedih.
" Bryan kamu benar-benar keterlaluan "
" Kenapa jadi aku? jangan buang buang waktumu disini lagi.. Cepat pergi susul kakak ku, dan berdoalah semoga dia masih bisa memaafkan mu " senyum sinis tertarik di bibir Bryan
" Sialan ! aku tidak akan seperti kamu yang diceraikan istrimu, lihat saja !" seru Jason yakin
Bryan tertohok mendengar kata-kata Jason, kenapa ia tidak mempertahankan saja Alma saat itu? apakah masih ada kesempatan nya untuk memiliki Alma? apakah Alma akan kembali kalau mendengar tentang pertunangan Bryan dan datang untuk menghentikan nya. Bryan berharap Alma akan kembali padanya dengan cara itu, apakah semuanya akan berjalan sesuai rencananya atau malah menjadi petaka untuk hubungan nya dan Alma?
Sementara itu Jason berlari mengejar Laura, berharap wanita itu masih mau memaafkannya.
🍂🍂🍂
Di Australia..
Leon, Alma dan Mia sampai di rumah. Sesampainya disana, Alma langsung berbaring di tempat tidurnya.
" Mia, maaf. Saya perlu bicara berdua dengan Alma. "
" Baik pak, saya keluar ya. " kata Mia
Mia menutup pintu kamar nya rapat-rapat. Alma membalikkan badannya, ia tak ingin memperlihatkan dirinya yang sedang menangis di depan Leon.
" Kamu menolak untuk meminta pertanggungjawaban Bryan, lalu kamu mau apa setelah ini? apa yang akan kamu lakukan dengan bayi yang ada di perut kamu?" tanya Leon tegas
" Tolong jangan tanya aku kak "
" Alma, maaf aku terkesan ikut campur urusan kamu. Aku cuma mau baik-baik saja dan tidak kesulitan di masa depan. Atau kamu mau menggugurkan anak itu saja?" tanya Leon mengetest Alma
Wanita itu kaget dan langsung duduk, ia memandangi Leon dengan tajam. " Tidak akan, aku tidak akan menggugurkan bayi ini..Bayi ini tidak bersalah !"
" Benar, bayinya tidak bersalah. Lalu kamu harus meminta tanggungjawab pada Bryan, dia adalah ayah dari anak ini " ucap Leon
" Tidak, aku tidak bisa "
" Dia ayahnya kan? dia berhak tau keberadaan bayi ini. Kamu harus memberitahu nya, aku akan membantu kamu. " kata Leon dengan hati yang berat dan perih.
" Tapi.. "
" Kamu mau anak kamu diejek karena tidak punya ayah? lahir tanpa ayah ? kamu sanggup membesarkan anak ini sendirian? setidaknya kamu harus beri kesempatan pada Bryan untuk tau tentang bayi ini, dan setelah itu adalah urusan kalian mau bagaimana. Setidaknya, kamu harus mencoba membuka hati kamu untuk anak kamu "
Penjelasan lembut dari Leon. Dimengerti oleh Alma dengan baik, bagaimana bisa ia membiarkan anak nya lahir tanpa ayah, diluar nikah? Dengan hati yang berat, Alma pun memutuskan untuk memberitahu pada Bryan tentang anak mereka dan memberikan Bryan kesempatan. Setidaknya Bryan harus tau kalau Alma sedang mengandung anaknya.
Setelah itu, 3 Minggu kemudian Leon dan Alma naik pesawat kembali ke Jakarta untuk menemui Bryan. Meskipun dokter bilang tidak baik untuk Alma menaiki pesawat, tapi Alma tetap bersikeras untuk pergi ke Indonesia. Maka dari itu, Leon sampai menyewa pesawat pribadi demi keamanan Alma.
Hati Leon terluka, dan sedih harus mendukung Alma menemui Bryan. Pikiran negatif mulai bermunculan di kepalanya, jika Alma bertemu dengan Bryan akankah mereka kembali bersama? Leon yang lembut di luar itu bahkan sangat takut kehilangan Alma. Meskipun begitu ia tetap mendukungnya.
Mereka sampai di bandara, sore itu. Alma terlihat berkeringat.
" Kamu capek? mau aku belikan minuman? atau kita istirahat dulu?" tanya Leon cemas
" Aku tidak apa-apa kak, kita langsung aja ke rumah keluarga Aditama. " Alma tersenyum senang
Apa kak Bryan akan senang kalau tau aku hamil anaknya? itu benar, aku harus memberikan kesempatan terakhir pada hubungan ini. Karena sekarang ada bayi kami di dalam perutku. Nak, mari kita bertemu ayahmu.
Leon tersenyum pahit melihat Alma yang senang. Dalam hatinya terasa perih.
Kamu sesenang itu mau bertemu dengan Bryan? kamu masih mencintai nya Al. Walaupun begitu, aku akan selalu mendukung kebahagiaan mu.
" Ya udah, kalau kamu capek dan butuh sesuatu. Kamu bilang ya "
" Iya kak makasih kakak sudah mendukung dan membantu aku sampai sejauh ini " Alma tersenyum
" Hmm.." Leon hanya menjawab singkat dengan senyuman
Leon dan Alma pun sedang dalam perjalanan ke rumah keluarga Aditama. 15 menit kemudian perjalanan menggunakan taksi..
Alma dan Leon sampai di rumah keluarga Aditama, namun disana tidak ada siapapun. Hanya ada bi Inah dan penjaga rumah. Bi Inah sangat senang bisa kembali melihat Alma. Begitu juga dengan Alma.
" Non, semua orang tidak ada disini "
" Kemana mereka bi?"
" Semuanya sedang pergi ke rumah nona Selina"
" aku tau alamatnya Al, ayo kita kesana "
Leon dan Alma terburu-buru pergi. Padahal bi Inah ingin memberi tau Alma tentang pertunangan Bryan dan Selina yang kebetulan di laksanakan pada hari itu.
****
Sesampainya di depan rumah Selina, Alma dan Leon terkejut melihat banyak orang yang masuk ke rumah Selina, dan ada wartawan juga disana. Alma dan Leon segera lari dan masuk ke rumah Selina bersamaan dengan para tamu itu.
Sementara itu, Bryan terlihat gugup. Ia belum juga memasangkan cincinnya di jari Selina, padahal semua orang sedang menantikan adegan itu.
Alma? apa kamu benar-benar tidak akan datang dan menghentikan semua ini?
" Bryan, ayo pasangkan cincinnya ke jari ku " Selina tersenyum senang dan menyodorkan tangannya ke depan Bryan.
Ny. Delia, Jason, Laura dan kedua orang tua Selina juga ada disana. Bryan melirik ke arah Andre seolah mengisyaratkan sesuatu, dan Andre menjawab Bryan dengan menggeleng.
Wajah Bryan tampak kecewa, ia masih menunggu Alma sampai akhir. Selina terlihat mulai kesal karena Bryan diam saja saat semua mata melihat ke arah mereka.
Dia pasti tidak datang? ternyata tidak ada kesempatan untukku.
Bryan sudah tidak mundur lagi, hatinya sudah menciut karena orang yang ia tunggu tidak kunjung datang. Akhirnya ia memasangkan cincin di jari manis Selina dengan wajah yang terpaksa.
Tepat saat prosesi pertukaran cincin itu selesai, Alma dan Leon muncul. Menyaksikan Bryan bertunangan, dan semua orang bertepuk tangan bahagia.
PROK
PROK
" Selamat ya "
Saat keadaan ramai di ruangan itu, Alma malah meneteskan air matanya. Hancur sudah harapan dan kesempatan nya untuk membangun hubungan kembali dengan Bryan.
" Al.. "
" Kita pergi kak "
" Kita udah jauh-jauh kesini, setidaknya kamu harus bicara sama dia dulu " kata Leon sambil memegang tangan Alma
" Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengannya kak " Alma menahan air matanya sekuat mungkin agar tidak jatuh.
" Tapi..
" Kak, kumohon bawa aku pergi.."
Aku tidak sanggup lagi menahan semua derita ini.
Air mata yang mengalir deras itu membuat Leon luluh. Leon pun membawa Alma pergi dari pesta pertunangan mantan suaminya itu. Saat sampai di gerbang pintu rumah Selina, Andre mengejar Alma dan Leon.
" Non Alma ! " seru Andre
Itu benar-benar non Alma, Alhamdulillah. Syukurlah. Ternyata non Alma benar-benar masih peduli pada pak Bryan.
Saat Alma dan Leon akan menaiki taksi, mereka menghentikan langkah mereka.
" Non, ayo ikut saya. Kita harus temui pak Bryan " kata Andre
" Ngapain saya ketemu dia lagi? Pak Andre, tolong sampaikan padanya. Semoga dia bahagia dengan hidup barunya " kata Alma tegas
" Nona, nona Alma salah paham.. sebenarnya pak Bryan.. "
BRAK
Pintu mobil tertutup.
Andre tidak sempat menyempurnakan kata-kata nya, karena Alma dan Leon sudah naik ke dalam taksi. Andre sudah menduga kalau Alma salah paham pada Bryan, dan Bryan sudah salah merencanakan ini sejak awal.
" Presdir, apa yang anda lakukan? cara anda sudah salah sejak awal. Kalau begini, bagaimana caranya di perbaiki?" gumam Andre kebingungan
Andre segera masuk kembali ke dalam rumah Selina, dan mencari Bryan untuk memberitahukan nya tentang Alma.
****
Alma dan Leon sudah sampai di bandara, mereka seperti nya akan kembali ke Australia dengan pesawat pribadi yang sudah disewa Leon.
" Alma, kamu jalannya jangan buru-buru begitu. Nanti kamu jatuh.."
" Akh.. "
GREP
" Baru saja aku bilang agar hati-hati, hampir saja kamu jatuh "
Leon menangkap Alma yang hampir jatuh karena tersandung sepatunya sendiri.
" Kamu bukan satu tubuh lagi, ingatlah ada bayi di dalam perut kamu Al. Kamu harus selalu berhati-hati. "
" Iya, aku lupa.. aku lupa.. maaf.. maafkan aku kak hiks "
Kenyataan memang tak mudah diterima oleh Alma. Sekarang ia merasa seperti wanita yang berada di dalam drama drama di tv, ia mengalami nya sendiri. Hamil tanpa suami, dan anaknya nanti akan lahir tanpa ayah.
Bryan sudah meninggalkan dirinya sepenuhnya, pertunangan nya telah membuat luka yang dalam di hati Alma. Belum cukup mengkhianati nya, ia bahkan meninggalkan benih di rahimnya. Sungguh bejat kelakuan Bryan !
Kini Bryan sudah menghancurkan semua harapan Alma, sekarang Bryan sudah menjadi pria bajingan bagi Alma. Semua kepercayaan, cinta, hancur dalam sekejap mata. Alma sudah bungkam.
Alma menangis tersedu-sedu, dan di sanalah Leon ada untuk menghibur nya.
Mereka pun kembali ke Australia...
Dan Bryan tidak pernah lagi mendengar kabar tentangnya.
*****
6 tahun kemudian..
Di taman bermain anak-anak..
" Ma, mama ! " seorang gadis kecil tersenyum memanggil mama pada Alma, gadis itu sedang berada di ayunan.
" Ya, sayang?"
" Mama ! aku disini !" kata seorang pria kecil yang sedang memanjat di sebuah pagar besi.
Alma tersenyum memandangi kedua anak itu.