Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 2. MOS



Terlihat di depan sekolah, Kelvin baru turun dari mobilnya. Ia sengaja datang terlambat untuk memastikan Naina masuk ke sekolah lebih dulu. Kelvin sudah tau bahwa Naina akan di hukum karena terlambat, jadi ia juga sengaja terlambat. Padahal Kelvin adalah ketua OSIS di sekolah itu, meskipun ia malas sebenarnya menjadi ketua.


"Tuan muda, apa gak apa-apa tuan muda jadi telat gara-gara nungguin non Naina masuk duluan?" tanya Pak Jeffry


"Gak papa kok pak, aku tidak masalah kalau harus terlambat satu hari saja." jawab Kelvin santai


Tuan muda ini terlihat dingin diluar padahal dia baik banget dan sayang sama adik-adik nya. ucap Pak Jeffry dalam hatinya.


Saat Kelvin keluar dari mobil dan Pak Jeffry pergi dari sana, ia melihat sesuatu terjatuh ke jalan. Kelvin pun memungutnya, dan ada name tag tulisan kucing imut disana.


"Ninaina...dasar ceroboh. Dia meninggalkan name tag nya disini, bagaimana caraku memberikan nya?" gumam Kelvin sambil mengambil name tag yang ada di jalan.


Benar saja firasat Kelvin, Naina sedang di hukum oleh seniornya. Dia disuruh jalan jongkok keliling lapangan 10 kali, sambil menaruh tangannya di atas kepala.


Keira dan Nisha merasa kasihan pada Naina yang dihukum oleh salah satu anggota OSIS itu.


"Kei, gimana dong? kasihan Naina" bisik Nisha pada Keira.


"Ya, kita gak bisa ngapa-ngapain "bisik Keira pada Nisha


"Yang lain juga jangan ngobrol ! kalau udah dapat nomor nya, gabung sama orang yang nomornya sama. Cepetan......!!!!" teriak seorang siswi anggota OSIS dengan suara lantangnya


Para murid baru yang lain berlarian setelah mengambil nomor yang disediakan oleh para anggota OSIS, mereka yang mempunyai nomor sama, bergabung dalam satu tim.


Sedangkan Naina masih dalam masa hukuman, ia baru keliling 5 lapangan, kaki nya mulai kaku. Walaupun ia memiliki stamina yang bagus, tapi keliling lapangan yang luas itu sebanyak 10 kali, siapapun pasti akan lelah.


"Kak Ghina yang baik, keliling nya lima kali saja ya?" ucap Naina menawar pada seniornya itu. Wajahnya sudah berkeringat.


" sepuluh! ini hukuman buat kamu yang sudah datang terlambat dan tidak mematuhi peraturan" ucap Ghina sinis


"Berarti aku juga harus di hukum dong?" tanya Kelvin sambil menyilangkan tangannya di dada.


Semua perhatian para siswi disana teralihkan saat Kelvin datang kelapangan. Semua siswi di lapangan langsung melihat ke arah Kelvin, seolah melihat pemandangan yang indah di depan mata.


"Ganteng banget,apa dia anggota OSIS juga?" bisik seorang siswi baru, sambil menatap Kelvin dengan terpesona.


"Bukannya dia itu Kelvin Aditama? si genius itu?" tanya seorang siswi


" Woah.. yang benar? ganteng banget..gila.. " ucap seorang siswi sambil mengigit bajunya saking gemas nya melihat Kelvin.


Ya, aku sudah menduganya akan jadi seperti ini. Inilah sebabnya aku tidak mau sok kenal dengannya di sekolah, bukannya karena aku gak suka. gerutu Naina di dalam hatinya saat mendengar keributan para gadis di sekitar nya yang terdengar jelas.


Terjadi kegaduhan saat kedatangan nya, namun ada beberapa orang yang segan padanya. Karena Kelvin memiliki aura seorang pemimpin yang kuat. Terutama anggota OSIS yang sudah lama mengenalnya.


"Jawab aku sekretaris OSIS? apa aku juga harus di hukum?" tanya Kelvin pada Ghina


"Kenapa kamu harus dihukum Vin? emangnya kamu salah apa?" tanya Ghina sambil memasang wajah ramah dan senyuman hangat pada Kelvin.


Cih, tadi saja dia memasang wajah galak dan sinis padaku. Tapi pada kakak, si galak ini langsung takluk. Naina terlihat tidak terima Ghina memperlakukan nya berbeda dengan Kelvin.


Kelvin memandang ke arah Naina yang masih jongkok. Bibirnya menyunggingkan sedikit senyuman.


Tenang Nai, kakak mu akan bantu kamu kasih pelajaran sama cewek ini. ucap Kelvin dalam hati.


Apa-apaan kak Kelvin ngeliatin aku kayak gitu?. ucap Naina sambil memalingkan wajahnya.


Ghina terpana melihat Kelvin yang dingin tersenyum, ia mengira kalau Kelvin tersenyum padanya.


"Kenapa aku harus dihukum? kenapa kamu masih tanya? aku kan telat juga datangnya, Ghin " jelas Kelvin


"Tapi kamu kan ketua OSIS, kamu pasti punya alasan kenapa kamu terlambat. Dan aku gak mungkin menghukum kamu Vin" ucap Ghina dengan suara yang dibuat-buat.


Aduh aduh, kamu gak lulus kak Ghina. Kakak tidak mungkin menyukai gadis yang menye menye kaya kamu. Naina diam-diam tersenyum menikmati apa yang ia lihat.


"Kok kamu gitu sih? kenapa membeda-bedakan ? bukankah kamu bilang kalau semua orang yang terlambat harus di hukum?" tanya Kelvin dengan tatapan tajamnya


"Tapi .. aku.." Ghina terlihat takut melihat tatapan Kelvin padanya, ia melirik ke arah Naina yang sedang tersenyum.


Sialan banget nih cewek! beraninya menertawakan ku!. ucap Ghina dalam hatinya kesal pada Naina


"Setidaknya dengarkan alasan nya dulu kenapa dia bisa terlambat, jangan asal menghukum nya. " Kelvin mengukur tangannya pada Naina untuk membantunya berdiri. Naina menerima uluran tangan Kelvin, tapi tetap memasang wajah pura pura tidak kenal.


"Iya maaf Vin " ucap Ghina menciut


"Ehem, makasih kak senior " ucap Naina sambil memalingkan wajahnya.


Kak Kelvin keren juga.


"Minta maaf pada adik..."


Naina langsung melirik tajam pada kakaknya itu yang hampir mengatakan sesuatu yang bisa berakibat fatal untuk kehidupan sekolahnya yang damai.


"Adik? siapa Vin?" tanya Ghina bingung


"Ehem, minta maaf pada adik kelas, bukan padaku. Itu maksudnya " jawab Kelvin tegas


Huft.. hampir saja. Naina terlihat lega


Naina mendapatkan permintaan maaf dari Ghina. Entah karena kelamaan jongkok, atau karena lelah, Naina merasakan tulang di kaki kaki nya itu kaku. Bahkan dia tidak berdiri dengan stabil dan hampir jatuh, jika bukan karena Kelvin yang memeganginya.


"Uh.. " Naina berjalan terhuyung-huyung, kakinya lemas.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Kelvin sambil memegang kedua tangan Naina, menopang tubuh adiknya itu.


Semua perempuan langsung memasang mata mereka ke arah Naina dengan tajam.


Aku merasa seperti sedang di serang.Naina merasakan tatapan wanita itu padanya


"HAHA..makasih kakak senior, hati-hati ya nanti kesandung lagi. " kata Naina pada kakak nya itu. " Kakak, jangan buat aku dalam masalah dong." bisik Naina pada kakaknya.


"Sorry, aku lupa Nai" jawab Kelvin setengah berbisik pada adiknya.


Tatapan tajam itu tidak berbenti bahkan setelah Naina melepaskan tangan Kelvin yang memegang tangannya. Keira menghampiri Kelvin dan Naina. Ia bermaksud menolong Naina.


"Nai, kamu gak papa?" tanya Keira cemas sambil memapah Naina


"Iya, kaki ku agak sedikit kaku saja, Kei" jawab Naina


Kelvin melihat ke arah Keira, mereka saling menatap lalu melemparkan senyuman satu sama lain.


Kelvin, dia gak berubah. Dia masih tetap tampan dan keren. Kehadiran nya seperti selebritis saja. Dia tetap bersinar.


"Kamu masuk SMA ini juga?" tanya Kelvin pada Keira, ia tak menyangka bahwa Keira akan satu sekolah dengannya lagi.


Setahu Kelvin, saat kelulusan SD, Keira pindah ke Bandung dan sekolah disana. Namun, melihat Keira kembali satu sekolah dengannya Kelvin merasa senang.


"Iya kakak senior " jawab Keira yang sama-sama tidak ingin terlihat dekat dengan Kelvin di hadapan semua orang. Dan dalam hatinya Keira merasa senang karena dalam sekali lihat Kelvin sudah mengenalinya.


Sebenarnya aku ingin ngobrol sama kamu, tapi kayanya ini bukan waktu yang tepat. Kelvin kamu tidak tau upaya apa yang aku lakukan untuk bisa sekolah disini bareng kamu. ucap Keira dalam hatinya.


Kelvin terlihat tidak senang mendengar Keira yang berpura-pura tidak kenal dengannya. Rupanya Keira dan Naina sepemikiran. Mereka takut terkena masalah kalau terlihat dekat dengan Kelvin.


Apa salahnya jadi orang populer? ini juga bukan mau ku. Kenapa aku harus dijauhi orang-orang terdekat ku? aku kan bukan seleb.


Tanpa bicara sepatah katapun, Kelvin menyerahkan name tag milik Naina pada adiknya itu. "Kei, bawa Naina ke UKS. Dia harus istirahat " ucap Kelvin berbisik pada Keira


"Tenang saja Vin, eh kakak senior " jawab Keira


Keira memapah sahabatnya itu ke ruang UKS untuk beristirahat sebentar. Keira memijat kaki Naina yang terasa kaku.


"Gimana? udah enakan belum?" tanya Keira


"Udah ah, jangan dipijit terus. Aku udah baikan kok. Makasih Kei " Naina beranjak dari ranjang yang ada di UKS


Naina sangat penasaran dan bertanya pada Keira kenapa Kelvin terlihat terkejut saat melihat Keira. " Apa kakak ku tidak tau kalau kamu bersekolah di sekolah ini? kelihatan nya gitu kan"


Apa benar Kelvin terkejut? tapi kenapa ya? apa dia senang atau tidak senang satu sekolah lagi dengan ku?


...****...


Setelah dimarahi habis-habisan oleh guru dan kepala sekolah yang tak lain adalah om nya sendiri. Juna di hukum ,harus mengikuti MOS seperti murid baru lainnya. Juna juga harus mengganti gerbang sekolah yang rusak, dengan membetulkan nya sendiri.


"Sialan! hari ini benar-benar menyebalkan, pagi-pagi udah gelut sama anak anak geng Thanios, di sekolah di marahin pak Anwar, Bu guru sama om, terus ditendang cewek gila " gerutu Juna sebal


Juna terlihat kesal, ia berjalan di lorong setelah keluar dari ruang kepala sekolah. Disana ia kembali berpapasan dengan gadis yang ia sebut sebagai cewek gila.


"Eh ada cewek gila, panjang umur banget Lo ya" Kata Juna sambil berkacak pinggang


"Eh, ada cowok preman." jawab Naina sambil tersenyum santai


"Gue belum bales kelakuan lo tadi cewek gila " Juna tersenyum sinis


"Kamu mau balas aku? yuk sini, aku gak takut. Kamu mau dijewer guru lagi?" Naina menantang Juna


"Wah, Lo ngancam gue?" Juna terperangah, ia sangat sebal pada wanita yang ada di depannya itu.


"Bweee..." Naina dengan sengaja mengejek Juna, menjulurkan lidahnya ke depan. Naina sama sekali tidak takut dengan gertakan Juna.


Sumpah deh! nyebelin banget ini cewek. Harus dikasih pelajaran nih.


Saat Naina berjalan dengan sengaja Juna melempar kelereng ke arahnya. Naina tak sengaja menginjak kelereng kelereng itu.


" Woahh....!!" Naina mulai berjalan tak beraturan, goyang kesana kemari.


Juna tersenyum puas melihatnya, namun bukannya jatuh ke arah lain. Naina malah jatuh ke pelukan Juna. Keduanya sama-sama terjatuh ke lantai.


KYAA!!


HAP!


Juna dan Naina berada dalam posisi yang bisa membuat salah paham. Naina menindih tubuh Juna, dan kepalanya mendarat tepat di dada Juna.


Apa ini yang berdetak kencang?apa ini jantungnya? kenapa berdetak sangat kencang? jangan jangan dia..


Wajah Juna memerah, ia langsung berdiri dan mendorong gadis yang menindih tubuhnya itu. " Lo.. Lo gila ya, Lo berat tau" gerutu Juna


"Apa-apaan? kamu yang ngelempar kelereng itu dan buat aku jatuh." ucap Naina


"Gue gak ngelakuin itu" sangkal Juna


"Mau aku aduin ke guru? ada buktinya disini. Ya sudah, kali ini aku maafin karena kamu udah nolong aku juga. Dan aku juga kasihan sama kamu" kata Naina sambil berdiri


"Hey cewek gila, gue gak butuh di kasihani sama Lo!" ucap Juna sebal


"Kamu harus ke dokter, kayanya ada masalah dengan jantung kamu" ucap Naina dengan wajah serius


"Ja-jantung?"Juna terlihat kaget. " Jantung gue kenapa? gue baik-baik aja "


"Iya, aku dengar jantung kamu berdetak sangat cepat. Itu terdengar tidak normal. Mungkin kamu sakit jantung " Naina menganalisis


Orang ini ngegas terus, gak baik buat jantung nya.


"Lo.. Lo.. gila ya! gue masih sehat " wajah dan leher Juna mendadak memerah.


"Tuh kan, kamu sakit. Lihat leher sama wajah kamu tiba-tiba memerah gitu. Cowok preman kamu harus segera periksa ke dokter, dan jangan banyak ngegas marah-marah, gak baik buat jantung kamu " jelas Naina menasehati Juna sambil tersenyum ramah


Kasihan dia. ucap Naina dalam hatinya.


" Ckckck " Naina berjalan pergi meninggalkan Juna dalam kondisi yang kebingungan.


" Woy! gue masih sehat, gue juga masih waras gak kayak Lo cewek gila!" Teriak Juna pada Naina yang sudah berjalan pergi menjauh darinya.


Jantung ku kenapa? apa benar benar tidak sehat? apa apaan nih, dag dig dug segala. Ucap Juna sambil memegang dadanya.


...🍂🍂🍂...


Hari itu adalah hari yang melelahkan untuk semua calon siswa baru di SMA Harapan bangsa. MOS nya berlangsung sampai sore, semua siswa pun mulai bubaran.


Terlihat di salah satu anak tangga, Naina, Keira dan Nisha sedang duduk bertiga. Merebahkan kaki mereka yang mulai kaku, karena kebanyakan berdiri di lapangan.


"Huft, syukurlah MOS nya cuma satu hari. " kata Naina sambil mengipasi dirinya dengan buku yang dibawanya


"Satu hari pun bisa bikin tepar gini.. apalagi satu minggu. " kata Nisha sambil bersandar di tembok


"Benar, untunglah cuma sehari. Hari yang panjang.. " jawab Keira yang sedang memijat mijat kaki nya yang pegal.


"By the way Nai, tadi ada satu cowok anak baru yang ngeliatin kamu terus. Kayanya dia suka sama kamu" kata Nisha semangat


"Maksud kamu cowok yang ada di barisan paling belakang? si cowok preman?" tanya Naina


"Iya, dia ganteng juga ya walaupun tampilannya kaya preman" Nisha tersenyum


"Haha.. dia bukan suka sama aku, lebih tepatnya ada dendam sama aku." Naina tertawa


"Woah, ada cerita seru apa nih. Ceritakan dong Nai " kata Keira dan Nisha semangat


Naina menceritakan tentang pertemuan nya yang tidak menyenangkan dengan Juna. Kedua sahabat itu tertawa mendengar cerita Naina. " Awas loh benci jadi cinta " kata Nisha menggoda Naina


"Cinta? aku belum mau memikirkan hal seperti itu, aku juga gak ada niat pacaran" kata Naina yakin


Keira dan Nisha saling melirik seperti tidak senang mendengar Naina tidak memikirkan cinta dan pacaran.


Kasihan banget kak Theo, dia udah pasti di tolak mentah-mentah ini mah. batin Nisha di dalam hati


Malangnya nasib mu kak Theo, Naina ku yang polos ini belum ada kepikiran pacaran. Seperti nya perjuangan mu masih panjang. ucap Keira dalam hatinya


Mereka mikirin apa ya sampai serius gitu?. Naina terlihat bingung melihat kedua sahabatnya yang tampak melamun itu.


"Haaahhhhh..... " Keira dan Nisha kompak menghela napas panjang.


Tak lama kemudian, Theo dan Kelvin menghampiri ketiga gadis yang sedang duduk di tangga itu.


"Kakak? kak Theo?" tanya Naina menyapa keduanya


Tumben mereka barengan, biasanya mereka kan kaya magnet u sama s. ucap Keira dalam hatinya


"Nai ayo pulang" ajak Theo dan Kelvin secara bersamaan


Naina terlihat bingung melihat Theo dan Kelvin mengajaknya pulang secara bersamaan.


"Haha, kayanya aku pulang sendiri deh. Bisa bahaya aku pulang bareng salah satu dari kalian. Apalagi bareng kakak " jelas Naina


"Ini udah mau malem Nai, yuk ah pulang. " Kelvin memegang tangan Naina


"Gak, aku mau pulang sama kak Theo sama Nisha aja. Kakak anterin Keira pulang ya, rumahnya jauh dari sini. Dia juga harus naik angkot dua kali " jelas Naina pada kakaknya itu


"Kita bisa pulang bersama" jawab Kelvin


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri kok" kata Keira menolak


Setelah yakin bahwa semua orang sudah pergi, Akhirnya Keira diantar pulang oleh Kelvin bersama pak Jeffry. Sementara Naina, Theo, dan Nisha pulang dengan mobil jemputan yang menjemput Theo.


...---***---...


Hai Readers mohon dukungan nya ya ❤️😊 kasih like, Komen sesudah membaca 😘 makasih banyak untuk kalian yang memberikan gift dan vote untuk nambah semangat author...


Mohon maaf juga kalau update nya suka lama dan jarang crazy up, karena satu bab nya author sudah konsisten dengan 2500 kata.. 🙏😊