Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 52. Rasa bersalah Keira



...🍁🍁🍁...


Setelah selesai penyambutan karyawan baru, Kelvin segera menemui Keira yang sudah menunggu nya di ruang presdir. Lebih tepatnya, Keira dipaksa untuk masuk ke dalam ruangan itu.


Keira menunggu Kelvin dengan cemas, tubuhnya gemetar, wanita itu menggigit bibir dengan gemas. Apa yang harus ia katakan? bagaimana ia harus bersikap di depan Kelvin? Keira sangat bingung.


"Pak, maaf sebenarnya kenapa hanya saya yang disuruh menunggu disini? dan apa bapak tau apa yang akan dibicarakan oleh pak presdir pada saya?" tanya Keira pada Farel yang masih berdiri di dekat pintu, menunggu Kelvin datang


"Untuk hal itu saya juga kurang tau. Mbak bisa tanyakan nanti pada pak Presdir nya langsung" jawab Farel dengan senyum profesional nya


CEKRET..


Pintu ruangan itu terbuka lebar, terlihat sosok pria tampan tinggi mempesona berdiri disana yang membuat jantung Keira deg degan. Sampai gadis itu tak berani menatapnya.


DEG


DEG


Itu Kelvin! itu benar-benar Kelvin. Keira panik


"Anda sudah datang pak" sambut Farel pada Kelvin


Kelvin tidak menjawab apa-apa, fokusnya terarah pada Keira yang hanya menundukkan kepalanya di depan Kelvin. Tatapan mata Kelvin tak lepas dari Keira.


Ternyata ini benar-benar kamu Keira. Kelvin tersenyum sinis


Farel bisa merasakan kalau ada sesuatu antara Kelvin dan Keira. Terlebih lagi saat Keira mengangkat kepalanya ke arah Kelvin. Kedua mata mereka bertemu, mereka saling menatap untuk waktu yang lama.


Kelvin kenapa kamu menunjukkan senyuman seperti itu padaku? kamu tidak membenciku kan? Kelvin aku rindu kamu. Mata Keira mulai memandangi Kelvin dengan berkaca-kaca.


Tadinya aku ingin meminta penjelasan. Tapi sepertinya lebih baik aku menyiksamu saja. Orang yang sudah mengobrak-abrik hatiku, tidak akan aku lepaskan.


Terlalu dalam luka hati Kelvin, sampai pria itu mengatakan ingin balas dendam pada Keira yang sudah meninggalkan dirinya bertahun-tahun lalu. Ketika dirinya sedang sayang sayangnya pada Keira, malah ditinggal pergi begitu saja.


Ada apa dengan pak presdir dan nona ini? apa mereka saling mengenal sebelumnya? dilihat dari sisi manapun seperti nya ini bukan cinta pada pandangan pertama. Atau mungkin saja cinta lama bersemi kembali. Aku pernah dengar dari Bu Sherly kalau pak Presdir pernah pacaran satu kali, apa dia pacarnya di masa lalu?


Farel menganalisa tatapan Keira pada Kelvin, ia mulai menebak-nebak ada apa diantara mereka.


"Farel, keluar!" seru Kelvin pada sekretarisnya itu


"Baik pak, apa perlu saya tutup pintunya?" tanya Farel sembari tersenyum menggoda bos nya.


"Farel!!" bentak Kelvin pada sekretaris itu, tak luput dari tatapan tajam nya.


Astagfirullah! lagi-lagi senyuman mematikan itu!


Farel langsung menciut, ia tersenyum lebar menunjukkan giginya. Farel melangkah pergi, lalu menutup pintu ruangan itu tanpa menguncinya.


Kini hanya Kelvin dan Keira berdua saja di ruangan itu. Suasana disana terasa hening karena keduanya sama-sama diam, untuk waktu yang cukup lama.


Keira masih gemetar, ia ingin mengatakan sesuatu tapi lidahnya beku. Gadis itu ketakutan kalau dia akan mengeluarkan kata-kata yang salah pada Kelvin. Presdir Aditama teknologi itu juga menatap Keira dengan tajam, ia menantikan apa yang akan dikatakan oleh Keira.


Apa yang mau kamu katakan Keira? apa kamu akan diam saja terus seperti ini? Aku menunggunya. Kelvin menyilangkan tangan di dada.


Kelvin, aku bingung.. aku harus bilang apa. Haruskah aku tanyakan kabar mu lebih dulu? atau haruskah aku memulainya dengan kata maaf?


"A-apa kabar Kelvin?" tanya Keira sambil tersenyum, senyum yang dipaksakan.


Apa kabar? jadi itu pertanyaan pertama mu padaku? bagaimana bisa kamu bertanya sambil tersenyum seperti itu? benar-benar tidak tulus. ucap Kelvin sakit hati


Tampaknya kemarahan Kelvin masih tetap sama pada Keira. Kelvin ingat jelas semua yang dilakukan Keira pada nya. Dan itu tidak mudah dilupakan oleh Kelvin.


"Maaf, apa kita saling kenal?" tanya Kelvin dengan seringai di bibirnya.


Keira, kamu akan jawab apa?


Keira terpana, Kelvin bersikap seolah-olah ia tak pernah mengenalnya. Keira sudah menduga dari sikap dingin Kelvin padanya, Kelvin pasti marah.


Ya, aku tau kamu pasti marah Vin. Aku memang pantas diperlakukan seperti ini. Tidak apa, jika itu bisa membuat kamu lebih baik. Keira menahan kesedihannya dengan sikap Kelvin


"Seperti nya kita tidak saling kenal pak, maafkan saya" jawab Keira dengan senyuman pahit dibibir nya. Hati Keira terluka dengan sikap Kelvin padanya.


Tidak saling kenal? bagus sekali Keira Saraswati! jadi seperti ini lah kamu. Tidak punya hati. batin Kelvin kesal dengan jawaban Keira padanya. Kelvin mengepalkan tangannya dengan kesal.


Pertama kali setelah lima tahun tak bertemu, Keira dan Kelvin sama-sama bersitegang. Meskipun keduanya masih merasakan rasa yang sama.


"Kamu tau kenapa saya memanggil kamu kemari?" tanya Kelvin sambil duduk di kursinya, wajah Kelvin terlihat dingin dan tegas. Tidak ada ramah-ramah nya sama sekali.


Sampai-sampai Keira bisa merasakan dingin nya sikap Kelvin, Keira mengira kalau Kelvin sudah berubah banyak. Berubah menjadi Kelvin yang dingin dan tidak berekspresi.


"Saya tidak tau alasan bapak memanggil saya kemari" jawab Keira sambil menatap Kelvin dengan tatapan sedih


Kelvin, kamu berhak bersikap seperti ini.. kamu berhak Vin. batin Keira


Kenapa kamu menatapku seperti itu Keira? kalau kamu sendiri bersikap pura-pura tidak kenal padaku. Apa benar bahwa aku tidak penting dalam hidup kamu? Kamu tidak tahu betapa tersiksanya aku selama ini.


Kelvin merasa luka hatinya terbuka saat melihat sosok Keira muncul lagi dihadapannya.


Akhirnya mereka berbicara soal bisnis, Keira yang terpilih sebagai karyawan dengan nilai tertinggi, berhak menentukan di tim atau divisi mana ia akan bekerja. Setelah itu ia juga sudah terikat kontrak dengan perusahaan A-Tech selama 5 tahun.


Kelvin menyuruhnya menandatangani kesepakatan untuk tinggal di dalam satu divisi. Keira termenung diam.


"Pilihlah di divisi mana kamu akan bekerja, lalu tanda tangani kontrak persetujuan ini" ucap Kelvin sambil menyodorkan 3 surat persetujuan di depan Keira.


Baguslah, ternyata selama kamu pergi. Kemampuan mu berkembang pesat dan selama ini kamu tinggal di Bandung..


Kelvin bangga karena Keira mampu mencapai nilai terbaik di universitas nya.


Perusahaan ini, adalah perusahaan yang selalu aku impi impikan. Tapi kenapa disini harus ada kamu Vin? aku harus bagaimana? seandainya aku tau kamu ada disini, aku akan pergi saja.


Keira mengambil bolpoin, ia memilih divisi perencanaan. Kelvin mengambil kontrak asli itu dan menyimpannya. Sedangkan salinan nya pada Keira.


"Kalau begitu, kamu bisa kelu..."


BRAK


Pintu ruangan itu lebar, seorang wanita berambut semi panjang terlihat diambang pintu. Keira terkejut melihat wanita itu, dibelakangnya juga ada Farel.


"Kelvin ternyata kamu disini? aku bawakan makan siang loh" ucap Sherly sambil tersenyum membawakan satu kotak di keresek putih yang ia bawa.


Senyuman Sherly menghilang saat melihat Keira ada di depannya. Namun Sherly berpura-pura tidak kenal padanya.


Kenapa dia ada bisa ada disini? batin Sherly merasa terancam dengan kehadiran Keira disana.


Sherly? kenapa dia terlihat akrab dengan Kelvin? apa Sherly benar-benar sudah mengambil hati Kelvin?


"Farel, apa saja kerja mu?" tanya Kelvin pada Farel kesal


"Maafkan saya pak, seperti biasa nona Sherly selalu menerobos masuk" jawab Farel jujur


"Berani beraninya sekretaris rendahan seperti kamu memfitnah ku?! itu tidak benar Kelvin, dia saja yang kerjanya tidak becus" Sherly melihat sinis ke arah Farel


"Maaf pak, seperti nya saya harus pergi. Hari ini adalah hari pertama saya bekerja" Keira menundukkan kepalanya di depan Kelvin, layaknya bawahan pada atasan.


Benar juga, ini sudah lima tahun. Dia pasti sudah melupakan aku. Bahkan dia pura-pura tidak mengenaliku. batin Keira perih melihat mantan saudara tirinya berdekatan dengan mantan kekasih nya yang sangat ia cintai.


Kelvin semakin kesal dengan sikap Keira yang dinilainya tak peduli, dingin padanya saat ia berdekatan dengan Sherly.


"Kalau begitu keluarlah!" ujar Kelvin dengan wajah dinginnya pada Keira. Nada bicara sedikit meninggi.


"Baik pak" jawab Keira pelan, ia air matanya lalu berjalan pergi keluar dari ruangan itu.


Sherly menatap Keira dengan sinis, sebelum Keira pergi, Sherly membisikkan sesuatu ke telinganya. Keira hanya mengangguk saja. Setelah selesai mengantarkan makanan untuk Kelvin, Sherly segera pergi keluar dari ruangan Kelvin lalu menemui Keira di lorong lantai dasar.


"Ada apa?" tanya Keira pada Sherly


"Apa yang Lo lakukan disini? apa uang dari gue sama mamah masih kurang?" tanya Sherly sinis, ia tak senang dengan keberadaan Keira di dekatnya.


"Memangnya kenapa kalau aku disini?" tanya Keira sinis


"Gak tau malu ya loh? 5 tahun lalu siapa yang udah nolong Lo dari kemiskinan! gue dan ibu bahkan kasih Lo uang lebih buat pergi jauh-jauh dari kota ini. Kenapa Lo malah balik kemari?" tanya Sherly kesal


Aku salah, seharusnya saat itu aku tidak pernah meminta bantuan mereka. Keira menyesali semua perbuatannya di masa lalu.


"Semua uang yang pernah kalian berikan, aku akan ganti semuanya. Mana nomor rekening kamu?" tanya Keira


"Apa??" Sherly tercengang mendengar pertanyaan Keira. "Jangan sok sok an ya Lo! Lo gak akan pernah dapatkan hati Kelvin lagi, dia udah benci sama Lo! baginya Lo cuma mantan, masa lalunya dia! Gue lah yang masa depannya!!" teriak Sherly


Kalau dia dekat-dekat sama Kelvin, bisa-bisa kesempatan ku semakin tipis mendapatkan Kelvin. Kelvin pasti goyah olehnya.


Pembicaraan mereka tidak berakhir baik, malah berakhir dengan perdebatan. Sherly ingin Keira pergi dari perusahaan itu, tapi Keira menolak. Keira mengatakan bahwa ia akan mendapatkan hidupnya kembali.


Pembicaraan mereka berakhir dengan satu tamparan keras di pipi Keira dari Sherly. Gadis itu mengancam akan membuat Keira menderita kalau Keira mendekati Kelvin lagi.


Aku akan menebus kesalahanku. Meski tidak mendapatkan hati Kelvin lagi, aku akan mendapatkan maafnya. Itu sudah cukup. Tindakan pengecutku, aku harus menebusnya.


"Apa kamu gak papa?" tanya Lyla sambil menghampiri Keira yang baru saja ditinggal pergi oleh Sherly.


Keira terperangah melihat Lyla yang tiba-tiba saja muncul di depannya.


"Astagfirullah!"


"Maaf Kei, kamu kaget ya? padahal dari tadi aku berdiri di belakang sana" Lyla tersenyum seraya menunjuk ke arah belakang tembok yang tak jauh dari tempat Keira dan Sherly bicara.


"Kamu.. apa jangan-jangan kamu?" tanya Keira menebak nebak, Keira terlihat resah. Ia khawatir kalau Lyla mendengar semua pembicaraan nya dengan Sherly


"Apa Kelvin yang dimaksud itu adalah Presdir perusahaan ini?" tanya Lyla


"Jadi kamu dengar semuanya?" tanya Keira sambil menepuk jidatnya


"Iya maaf ya, aku gak sengaja. Tapi beneran kan kamu mantan pacar Kelvin yang legendaris itu?" tanya Lyla dengan tatapan nanar yang membara pada Keira. Jiwa penasarannya meronta-ronta.


"Mantan pacar legendaris?" tanya Keira dengan wajah polosnya, ia tampak bingung.


Mereka pun bicara ditempat lain sambil makan siang di kantin kantor. Lyla masih penasaran dengan apa yang ia dengar, ia bertanya pada Keira tanpa henti.


"Hei kamu belum jawab pertanyaan ku! kamu mantan pacar pak Kelvin?" tanya Lyla setengah berbisik pada Keira.


"Kamu janji ya gak akan kasih tau siapa-siapa, kalau aku kasih tau?" tanya Keira


Lyla mengangguk pelan, ia tersenyum dan menunjukkan tanda janjinya dengan kelingkingnya.


Lagi-lagi Lyla mengingatkan ku pada Naina, Nai aku kangen kamu. batin Keira teringat pada sahabatnya.


Keira menceritakan secara singkat bahwa ia memang mantan kekasih Kelvin. Lyla tak percaya bahwa ia bertemu mantan kekasih Kelvin yang di bicarakan oleh orang banyak.


"Wah! ternyata benar-benar kamu mantan pacarnya? mulai sekarang aku fans kamu Kei!!" Lyla tersenyum


"Loh? kok fans sih?" tanya Keira yang mengira bahwa Lyla akan marah padanya seperti wanita wanita lainnya.


"Karena kamu sudah berhasil menjadi pacar pertama, cinta pertama dan mantan pertama dari pak Kelvin yang genius dan sempurna itu. Aku harus berguru sama kamu nih, gimana cara meluluhkan hati pria keren!" Lyla bersemangat


"Haha.. apaan sih kamu? aku kira apa?" Keira tertawa kecil, sambil menyeruput minuman lewat sedotan.


"Tapi benaran loh, kamu hebat Kei.. kamu bisa pacaran sama pria idaman wanita, lalu meninggalkan nya begitu saja. Sebenarnya kenapa kalian putus? apa salah satu dari kalian selingkuh?" Lyla berekspresi serius saat menanyakan hal ini pada Keira.


Keira membeku dan tak mampu berkata-kata. Pertanyaan itu sangat menusuk hatinya.


🍀🍀🍀


Pagi itu Naina dan Theo sampai dibandara Jakarta. Mereka dijemput oleh keluarga mereka disana.


Theo dijemput oleh Vera dan Ian. Mereka mengatakan selamat pada anaknya yang sudah lulus dari sekolah kedokteran dengan waktu yang cepat dan nilai bagus. Kelak Theo akan mewarisi rumah sakit papa nya.


Disisi lain mereka terkejut melihat Theo dan Naina yang bisa berjalan bersamaan. Saat itu juga ada Nisha dan salah satu temannya memperhatikan Theo, Naina dari kejauhan.


"Halo om, halo Tante. Lama gak ketemu ya?" sapa Naina pada Vera dan Ian. Tak lupa Naina memberi salam pada Vera dan Ian dengan sopan.


"Hai Naina, udah lama ya gak ketemu. Kamu makin cantik aja deh" Vera tersenyum ramah pada Naina.


"Naina, om dengar kamu juara satu desain ya? selamat ya Naina" Ian tersenyum bangga pada Naina


"Iya om, tante makasih" ucap Naina sambil tersenyum ramah


"Oh ya, mana yang jemput kamu?" tanya Vera


"Kayanya mama papa masih di jalan" jawab Naina sambil melihat kesana kemari, mencari cari sosok papa dan mama nya yang katanya akan menjemput nya.


"Naina sayang!" seru Alma dari kejauhan sambil melambaikan tangannya pada Naina.


"Naina!" panggil Bryan pada putrinya.


"Mama!! papa!!" Naija tersenyum lebar melihat papa dan mama nya yang menjemput nya.


Nisha melihat Naina dari kejauhan, dengan tatapan tajam dan sinis. Ada hati yang iri melihat Naina akrab dengan Bu Vera dan Ian.


"Tuh kan, apa aku bilang? itu yang kamu bilang sahabat? udah jelas dia menikung kamu" Alya memanasi Nisha yang sedang melihat keakraban Naina dengan keluarga Theo.


Naina, aku gak tau kalau kamu begitu munafik!


...---***---...