Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 59. Kesempatan kedua



🍀🍀🍀


Pelukan Kelvin membuat Keira merasa aman dan nyaman. Keira tersadar dengan kebodohan nya dulu pernah meninggalkan Kelvin, pria yang sangat ia cintai.


Cinta pertama , pacar pertama, dan harapannya untuk menjadi yang terakhir.


"Kei.."


"Hmm.. " jawab Keira


"Semuanya sekarang tergantung jawaban kamu, aku berikan kamu kesempatan untuk kembali padaku atau pergi selamanya dariku. Pilihlah!" ujar Kelvin tegas, ia tak mau hatinya dipermainkan lagi.


"Kelvin.." pelan-pelan Keira melepaskan pelukannya dari Kelvin


"Pilihlah Kei, kamu mau mengambil kesempatan untuk bersamaku lagi, atau pergi jauh dari ku selamanya dan jangan sampai terlihat lagi olehku" ucap Kelvin sambil menatap Keira dengan penuh keseriusan dan harapan.


Jangan bodoh Keira! jangan sakiti Kelvin lagi, dia sudah memberimu pilihan. Kamu harus memilih, jangan melepaskannya lagi. batin Keira berfikir


"Apapun jawaban kamu, akan aku terima Kei. Tapi kamu harus menjawab ku!"


"Aku akan mengambil kesempatan itu Kelvin, jika kamu memang memberikan nya untukku" Keira tersenyum lembut pada Kelvin


"Kamu serius? kamu tidak akan menyesal? kalau kamu mengambil kesempatan ini, kamu mungkin tidak akan bisa kabur lagi dariku" Kelvin tersenyum, ia meyakinkan Keira bahwa jika Keira sudah kembali padanya maka Kelvin tidak akan membiarkan Keira lari darinya lagi.


"Aku tidak akan kabur lagi dari kamu, aku tidak akan menyesalinya. Kali ini, aku yang akan mengikatmu dengan erat. Dan aku tidak akan pernah pergi dari kamu, kecuali kamu sendiri yang mengusirku " ucap nya penuh kesungguhan hati.


"Aku tidak akan melakukan itu, kecuali kamu sendiri yang ingin pergi" cakap Kelvin


Kedua orang itu saling melemparkan senyuman. Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam mobil, Kelvin berencana mengantar Keira pulang.


"Rumah kamu dimana?" tanya Kelvin


"Gak jauh dari kantor kok" jawab Keira


"Apa selama ini kamu sembunyi disana? kenapa aku gak tau?" tanya Kelvin tak senang


"Enggak kok, aku emang baru pindah ke sana. Setelah aku resmi diterima kerja di A-Tech, aku pikir perusahaan A-Tech bukan perusahaan milik kamu" jelas Keira pada Kelvin


"Memang bukan milikku kok, perusahaan itu kan milik semua orang" Kelvin tersenyum


"Kamu bisa bercanda juga ya walau agak garing" Keira melihat ke arah Kelvin, "maaf Vin"


"Udah berapa kali aku dengar kamu bilang maaf. Stop Kei! udah! kita berencana untuk memulai dari awal kan?" ucap Kelvin yang kesal karena Keira terus menyisipkan kata maaf di setiap obrolan mereka.


"Iya iya deh ma..


"Mau bilang maaf lagi?" Kelvin segera memotong ucapan Keira yang ingin mengatakan maaf lagi padanya.


"Hihi.. Oh ya Kelvin, gimana kabar Naina sama yang lainnya?" tanya Keira penasaran dengan kabar sahabat dan teman-temannya.


"Kalau kamu ingin tau kabar Naina dan yang lainnya, besok datang aja ke galeri nya Naina. Mereka pasti berkumpul disana, aku juga akan kesana" ucap Kelvin memberitahu


"Iya aku akan datang"


Aku kangen sama Naina dan teman-teman lainnya. Tapi, aku mereka akan memaafkan aku ya?


"Mau aku jemput?" tanya Kelvin


"Presdir perusahaan besar datang menjemput karyawannya, itu tidak benar" Keira menggeleng , bibirnya tersenyum tipis


"Salah! yang benar itu pacar menjemput pacarnya" ucap Kelvin percaya diri


"Kelvin.. kamu tuh ya" Keira hanya bisa tersenyum, ia tersentuh dengan kata-kata Kelvin.


Aku tidak tau hati kamu sebesar itu untuk memaafkan aku , Vin. Kamu bahkan masih mau menerimaku kembali, aku tidak akan meninggalkan kamu lagi.


"Kenapa? kamu baper sama aku? atau kamu menyesal sudah meninggalkan ku dulu?" goda Kelvin pada gadis yang duduk di sebelahnya itu


"Aku sangat menyesal, aku benar-benar gadis bodoh. Melepaskan kamu karena uang, ditambah lagi aku tidak mempercayai kamu"


"Bagus kalau kamu tau apa salahmu, jadi mulai sekarang. Andalkan aku sebagai pacar, jadikan aku sandaran kamu dan kalau kamu ada masalah kamu harus cerita. Tidak ada yang boleh ditutup-tutupi lagi" jelas Kelvin pada Keira, keinginan yang sederhana dari Kelvin adalah kepercayaan, menjadi orang yang dipercaya oleh gadis yang ia cintai.


Keira mengangguk, ia menyanggupi apa yang Kelvin katakan padanya. Hatinya sudah bersumpah bahwa ia harus mempercayai Kelvin dan menghargainya sebagai orang yang ia cintai.


"Aku akan terbuka sama kamu Kelvin, aku janji tidak ada yang di tutupi lagi" kata Keira penuh keyakinan


"Ya, aku senang dengarnya" ucap Kelvin dengan mata fokus mengemudi ke jalanan.


Bu Novi dan Sherly, mereka penyebab hidup Keira dan papa nya yang menderita. Tunggu saja, aku akan mengambil lagi semua milik Keira dari mereka. Tenang aja Kei, aku akan membuat mereka yang melukai kamu menderita.


****


Di depan restoran Damar..


Malam itu setelah perbincangan mereka, Naina berpamitan pulang pada Juna dan cs nya.


"Maaf ya ini udah malam jadi aku harus pulang" ucap Naina pada Juna dan teman-teman nya


"Ini baru jam setengah sepuluh Nai, masih siang" ucap Reza merengek


"Iya santai aja dong, kita kan udah lama gak ketemu" kata Nando sambil tersenyum seraya membujuk Naina agar lebih lama di restoran.


"Haha, aku pengennya sih gitu. Tapi papa aku udah nyariin" Naina merasa tak enak juga karena harus pulang lebih dulu


"Iya benar juga, papa nya Naina kan galak" oceh Bagas keceplosan


"A-Apa? papa ku baik kok, Bagas!" seru Naina kesal


"Woy Lo ngomong apa sih!" Damar segera menutup mulut Bagas dengan panik, "Sorry Nai, dia gak maksud ngomong kaya gitu"


"Ayo Nai, aku antar pulang" ajak Juna pada Naina untuk mengalihkan suasana


Ngomong-ngomong, gimana reaksi om Bryan sama Kelvin ya kalau mereka melihat ku?. Batin Juna mulai deg deg an memikirkan Bryan dan Kelvin.


"Gak usah Jun, aku tunggu pak Jeffry aja" jawab Naina


"Eh, udah lah sama aku aja biar cepet" Juna memegang tangan Naina sambil membawa nya keluar dari restoran Damar.


"Cie.. cie.." Damar dan teman-teman Juna yang lainnya menyoraki Juna bersama Naina.


Juna dan Naina sudah berada di tempat parkir, tepat di depan mobil Juna.


"Ayo naik Nai" ajak Juna


"Gak papa nih?" tanya Naina ragu


"Dulu kamu juga biasa naik motor ku. Yuk masuk" ajak Juna


Juna dan Naina sudah berada di dalam mobil, kemudian Juna merasa kebelet pipis. Ia menyuruh Naina menunggu nya di dalam mobil dan Juna kembali ke dalam restoran Damar untuk pergi ke kamar mandinya.


"Loh.. ini kan pensil dariku dulu? kok aku baru ngeh ya?" Naina terkejut dan senang saat melihat ada pensil hello Kitty yang tergantung di depan mobil Juna. "Ternyata dia masih menyimpannya, padahal udah lama banget" Naina tidak menyangka kalau Juna masih menyimpan benda pemberiannya dengan hati-hati.


Drett..


Drett..


Suara ponsel berdering terdengar di mobil itu, Naina memeriksa ponsel yang berdering disana. Naina melihat ponsel berdering di jok tempat duduk kemudi.


"Ini ponsel Juna, aku pikir ponselku"


Tak sengaja Naina menoleh ke arah ponsel itu dan dia melihat wallpaper di ponsel Juna. Juna dan seorang wanita cantik sedang mencium pipi Juna dengan mesra.


DEG!


Hati Naina tersentak melihatnya, terlebih lagi saat yang menelpon ke ponsel Juna. Ada perasaan tidak nyaman di hati Naina melihat foto itu.


Citra sayang calling...


Kemudian, ada sebuah pesan masuk yang tak sengaja terbaca oleh Naina.


...Juna sayang, maafin aku ya.. kita jangan putus ya, aku sayang kamu Jun..❤️❤️❤️...


Juna udah punya pacar, seharusnya dia gak boleh dong nganterin cewek lain pulang selain pacarnya..Gimana perasaan pacarnya nanti kalau dia tau. Mending aku turun aja deh dari sini, aku gak mau pacarnya marah kaya Nisha marah sama aku karena dekat sama kak Theo.


Naina turun dari mobil Juna, ia berjalan ke jalan raya dan untungnya ada taksi yang lewat disana. Naina naik ke dalam taksi itu dan pulang ke rumahnya.


Juna yang baru saja keluar dari restoran Damar, terkejut melihat Naina masuk ke dalam taksi. Juna mengejar Naina, namun mobil taksi yang membawa Naina sudah berjalan jauh.


"Nai! Naina! kenapa dia pergi sih?" tanya Juna kesal karena ia gagal mengantar Naina pulang.


Pria itu kecewa karena Naina pulang tidak bersamanya dan Juna membawa sepatu pentople untuk Naina pakai agar kakinya merasa lebih nyaman, karena dari tadi Juna melihat Naina risih saat memakai heelsnya.


Juna masuk ke dalam mobilnya, ia menyimpan sepatu itu di kursi belakang. Lalu Juna mengecek ponselnya yang menyala.


"Ish,, si Citra ngapain sih masih nelpon nelpon sampai puluhan kali.Ganggu aja" desis Juna kesal melihat riwayat panggilan dan pesan mesra dari seseorang yang bernama Citra itu.


Tiba-tiba saja Juna tersentak kaget dan tidak tahu apa penyebabnya. "Apa jangan-jangan Naina pergi karena lihat pesan dan panggilan ini? atau jangan-jangan dia lihat wallpaper ku dengan Citra yang belum sempat aku ganti? sialan! Juna, mati kamu!!" gumam Juna


Sudah susah payah meminta maaf, masa hubungan kami hancur lagi karena salah paham? ya ampun!


Pria itu panik dan langsung tancap gas menyusul Naina yang berada di mobil taksi. Naina sudah sampai di depan rumahnya, begitu pula dengan Juna yang ngebut menyusul Naina. Mobil Juna berhenti tepat di belakang mobil taksi yang mengantar Naina.


"Juna, ngapain kamu kemari?" tanya Naina keheranan melihat sosok Juna sudah ada di depannya.


"Nai, tadi yang menelpon itu bukan pacar aku. Dia cuma mantan aja dan dia itu cewek gila yang ngejar ngejar aku!" ucap Juna buru-buru menjelaskan, takut Naina akan salah paham


"Oh gitu ya, terus apa?" tanya Naina cuek dengan suara sedikit kesal.


Ternyata Juna sudah banyak berubah, iya juga sih.. 6 tahun sudah berlalu, tentu saja banyak yang berubah. pikir Naina terhadap Juna


Kacau Juna! kacau! lihat wajah Naina! dia seperti nya sudah salah paham. Juna panik melihat Naina yang terlihat cuek lagi padanya


"Se-sebenarnya.. itu... sebenarnya.."Juna mendadak gagap


"Sebenarnya cewek itu masih cinta sama kamu tapi kamu putusin dia. Jun, jangan gitu! ntar karma loh. Saran ku sih, kamu jangan dekat-dekat dengan cewek lain kalau kamu udah punya pacar, intinya kamu harus jaga diri" nasihat Naina pada Juna, meski ia sendiri belum pernah pacaran


"Enggak Nai, aku sama cewek itu gak pacaran. Sumpah deh! aku udah putus! dan soal wallpaper di hp aku, itu tuh aku belum sempat hapus" Juna berharap kata-kata nya di dengar oleh Naina dan gadis itu percaya padanya.


CEKRET


Suara pintu rumah terbuka, Bryan keluar dari rumahnya dan berjalan menghampiri Naina yang sedang bersama seorang pria di dekat gerbang.


"Nai, kamu baru pulang?" tanya Bryan


Wajah Bryan yang tadinya ramah kini berubah menjadi galak saat melihat putrinya sedang berbicara dengan Juna. Pria yang sudah membuat hati Naina terluka.


"Kamu! ngapain kamu kesini?! gak tau malu banget kamu nge PHP in anak ku?!" Bryan menarik kerah baju Juna dengan kesal.


"Pa.. papa udah jangan gitu" pinta Naina pada Bryan untuk menghentikan aksinya.


Kebetulan saat itu juga Kelvin baru pulang, ia langsung turun dari mobilnya lalu melayangkan pukulan ke wajah Juna.


BUK


Juna terjatuh ke aspal setelah pukulan keras Kelvin mendarat ke wajahnya. Pipinya langsung lebam dan berwarna ungu.


"Kelvin, papa baru aja mau mukul dia! eh, kamu sudah mendahului papa" ucap Bryan pada putra sulungnya itu


"Papa kelamaan sih" kata Kelvin yang puas setelah memukul Juna.


"Kakak! papa!" teriak Naina yang panik dan tidak tega melihat Juna terjatuh setelah habis dipukul oleh Kelvin.


"Beraninya Lo muncul lagi di hadapan kami. Setelah Lo ninggalin Naina gitu aja tanpa kabar??!" teriak Kelvin emosi pada Juna


"Gue emang salah, gue pantes Lo pukul. Gue minta maaf" ucap Juna sambil berdiri tegap di hadapan Kelvin dan Bryan.


"Kamu! kamu tau apa kesalahan kamu sama anak saya?!!" bentak Bryan pada Juna


"Papa.. udah dong pa.." pinta Naina pada papanya," Jun, kamu pulang aja Jun.." alih Naina pada Juna dan meminta pria itu untuk pulang


Mereka bertiga mengabaikan Naina yang mencoba melerai papa dan kakak nya memarahi dan menghakimi Juna. Bryan dan Kelvin menatap Juna dengan tajam, penuh emosi.


"Saya salah karena saya sudah pergi tanpa kabar dari Naina. Seharusnya saya.."


"Salah! Bukan itu kesalahan kamu!" pungkas Bryan pada Juna


"Lalu.. apa salah saya om?" tanya Juna sambil menundukkan kepalanya.


Ngalah aja Jun, kamu yang salah disini. Jangan membantah calon mertua.


"Salah Lo itu karena Lo sudah membuat Naina menangis sedih! cuma karena cowok pengecut kaya Lo, Naina sampai galau! hati gue sebagai saudaranya sakit lihat adik gue disakitin kayak gini! kaya gue sendiri yang disakitin.. dan gue gak terima maaf Lo gitu aja!!" teriak Kelvin sambil menunjuk nunjuk ke arah Juna


Kelvin tau bagaimana rasanya ditinggal pergi begitu saja. Dan dia merasakan kesedihan Naina saat ditinggal Juna, walau bukan dalam status pacar, tapi Juna adalah sahabat dekat Naina.


Juna sedih saat Kelvin mengatakan bahwa ia tidak menerima maaf Juna.


"Maafkan saya om, Kelvin, saya..." Juna memegang tangan Bryan dan Bryan menepisnya.


"Pria yang sudah membuat putriku menangis, jangan harap bisa mendekati putriku lagi!" ucap Bryan tegas, ia memegang tangan Naina lalu membawanya pergi


Kenapa papa sama kak Kelvin begitu impulsif?


"Om, tolong om!! Naina juga sudah memaafkan saya, tolong biarkan saya dekat lagi dengan Naina! Berikan saya kesempatan om!!" pinta Juna memohon pada Bryan sambil memegang tangan Bryan dan mencium tangan Bryan


"Gak ada kesempatan buat Lo!! pa, udah bawa masuk aja Naina" ucap Kelvin tegas


Bryan membawa Naina masuk ke dalam rumah,"Pa, jangan gini pa.."


"Om! saya mau nikah sama Naina!!" teriak Juna tiba-tiba


Naina, Kelvin dan Bryan langsung tercengang mendengar omongan Juna dan menatap ke arah Juna.


"Anak gila ini! ngomong apa sih dia?!" Bryan mendengus kesal


...---***---...