
Wanita pemilik tempat pelacuran itu memberikan sejumlah koin emas untuk Liliana. Tak lama setelah itu Liliana menunggu pria yang datang ke kamarnya, dia sudah bersiap dengan senjata tusuk rambut untuk menyerang pria itu.
"Aku penasaran, siapa pria brengsek yang akan menjadi sasaran kemarahan ku! Semua pria memang brengsek, sama seperti Arsen!" Liliana duduk di ranjang nya. Terlintas ingatan sebelum kematian nya, dia sangat marah karena pengkhianatan Arsen dan Adara.
Kata siapa Tuhan tidak tidak sayang padaku? Tuhan masih bersamaku dan tidak meninggalkan ku.Terimakasih Tuhan, aku akan mengubah takdir ku di dalam kehidupan kedua di dalam tubuh ini. Akan aku buat mereka yang menyakiti ku menangis darah!
CEKRET!
Pintu kamar itu terbuka, terlihat seorang pria bertopeng, tubuh tegap dan kulit putih sudah berdiri di depan Liliana. Liliana mendongak melihat ke arah pria itu, matanya merah menyala. Dia menutup pintu kamar itu, mendekati Liliana yang duduk di ranjang.
"Sayang sekali gadis cantik seperti mu harus terjebak ditempat ini dan melayani pria hidung belang," ucap pria itu sambil tersenyum pada Liliana. Senyuman yang mengejek.
"Saya juga benar-benar sial karena terjebak di tempat ini lalu bertemu pria hidung belang seperti anda!" Liliana tersenyum sinis membalas perkataan pria itu, kemudian mulai menyerang si bertopeng dengan tusuk rambutnya.
Gerakan pria itu lebih cepat Liliana, dia menangkis serangan Liliana dan memeluk wanita itu untuk tetap diam. "Lepaskan aku! Dasar pria mesum!" Teriak Liliana sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan pria itu.
"Aku dengar kau masih perawan, apa kau baru ditempat ini nona Lily?" bisik pria itu ke telinga Liliana. Napas nya berhembus di leher Liliana, membuat wajah wanita itu memerah.
Tak lama setelah itu terdengar keributan di luar, terdengar suara orang-orang berlarian."Jangan kabur! Kalian sudah dikepung!"
Liliana tersentak kaget mendengar suara ribut-ribut itu. Dia berusaha berontak kabur dari sana. "Nona, apa kau mau kabur?"
"Bukan urusanmu!" Liliana ketus.
"Kalau tidak mau tertangkap mereka, ikut aku!" Pria itu menggendong Liliana dengan paksa. Dia membawa Liliana keluar dari tempat itu melalui jendela.
Liliana terkejut karena pria itu bisa melompat dari lantai 3, membawanya dengan selamat.
"Kau sudah gila! Kita bisa saja mati!" Gerutu Liliana kesal.
Benar juga, kalau aku tidak dibawa kabur olehnya.. aku pasti sudah ditangkap pengawal pemerintah itu.
"Kau punya cermin, tidak?" tanya Liliana dengan nada ketusnya.
"Cermin?" Pria bertopeng itu memberikan cermin kecil pada Liliana. Dengan cepat gadis itu bercermin dan melihat wajahnya.
Seperti apa kata madam Morena, aku memang sangat cantik.
"Bagus, aku benar-benar cantik! Aku akan mengubah takdir ku sebagai gadis jelek!" Liliana terpesona pada wajahnya sendiri.
Adara, Arsen, kalian tunggu saja!
Liliana berterimakasih pada pria bertopeng dan memberikan cermin itu kembali kepada pemilik nya. "Aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi tuan bertopeng aneh," Liliana berkata dengan nada ketus.
Gadis yang aneh dan juga cantik.
Wanita itu pergi begitu saja meninggalkan si pria bertopeng disana sendirian. Tak lama setelah itu, beberapa pria berpakaian rapi memberikan hormat kepadanya.
"Yang mulia putra mahkota, semua nya telah selesai,"
Pria itu membuka topengnya, terlihat wajah nya yang tampan dengan rambut hitam yang mempesona. "Kerja bagus,"
****
Ingin tau kelanjutannya? Yuk tengok novel terbaru author ya 🥰❤️ mohon bantuan Fav, komen, gift, vote dan like nya juga ☺️