
Alma dan Bryan menjadi tontonan semua orang disana. Setelah berpelukan dengan Bryan, barulah Alma sadar kalau semua orang sedang melihat mereka. Wajahnya merah merona karena malu.
" Apa yang kamu lakukan di tempat umum?" tanya Alma malu-malu
" Kamu malu ya? kalau kamu malu, ayo kita bersembunyi " Bryan tersenyum
" Sembunyi?"
Persembunyian yang di maksud oleh Bryan adalah naik ke menara Eiffel dengan menggunakan lift. Sambil menikmati keindahan malam di sana, melihat bintang-bintang bertaburan di langit.
Ini seperti mimpi? apa benar Bryan melamar ku? apa aku akan menikah dengan Bryan?. Alma menggeleng gelengkan kepalanya, tanpa bicara apa-apa. Wajahnya masih terlihat merah, ia duduk menjauh dari Bryan dan pergi ke sudut kursi yang lain.
Bryan tersenyum melihat raut wajah wanita yang duduk di depannya itu. Pria itu merasa bangga karena telah berhasil membuat Alma terkejut karena nya.
" Alma kemarilah!"
" Ka-kamu mau apa?" tanya Alma curiga
" Kemari lah dan mendekat, aku mau memberitahumu sesuatu. Dan bukankah kamu juga ingin menanyakan sesuatu padaku?" tanya Bryan
" aku tidak mau !"
Sebenarnya Alma memiliki banyak pertanyaan untuk Bryan, tapi ia terlalu malu untuk menatap wajah Bryan apalagi bertanya padanya. Bryan pun berinisiatif mendekati nya dan duduk disampingnya.
" Ngapain kamu duduk disini? disana masih luas !"
" Ya disana memang luas, tapi aku mau disini " jawab Bryan
" Kenapa kamu begitu keras kepala? jangan melakukan sesuatu yang aneh aneh lagi ya, nanti kalau ada orang bagaimana?"
" Tidak akan ada orang lain yang naik kemari " jawab Bryan santai
" kenapa begitu?"
" Kamu tidak tau ya kalau menara ini sudah disewakan "
" Di sewa? lalu kenapa kita disini? harusnya kita keluar dari sini kan?? orang gila mana yang berani menyewa menara Eiffel !" Alma panik
" Hey, orang gila yang kamu bilang itu adalah aku " jawab Bryan
" Apa? APA kamu sudah gila? kamu seriusan menyewa menara Eiffel? berapa harganya? kamu benar-benar tidak waras ya ! haa.. pantas saja tempat ini sepi dari tadi " gerutu Alma yang menyadari bahwa dari tadi hanya ada mereka yang berada di lift itu.
" Benar katamu, seperti nya aku tidak waras " Bryan bersandar di bahu Alma, ia tersenyum senang
" Bryan, kamu.. "
" Aku tidak waras karena aku sangat mencintaimu "
Deg, ucapan pria itu lagi-lagi membuat hatinya meleleh. Berdebar untuk kesekian kalinya, malam itu seperti nya adalah malam yang panjang untuk mereka. Alma tidak mengira bahwa Bryan akan melakukan hal hal yang tidak terduga.
" Su-sudahlah, jangan bicara begitu lagi. Rasanya di dalam sini bisa meledak kalau kamu meneruskan nya, aku sudah cukup terkejut hari ini " ucap Alma gugup
" Baru segitu saja kamu sudah terkejut? " Bryan kembali duduk tegap dan menatap wanita yang ada disebelah nya itu. " Padahal masih ada kejutan lain "
" Kejutan lain?" tanya Alma
Bryan mendudukkan Alma di pangkuannya. Kemudian suara ledakan terdengar di luar.
DUARR
DUARR
ππ
" lihat ke atas sana, hatiku sedang meledak karena mu " Bryan memberikan wanita itu pelukan dari belakang.
Alma melihat ke arah langit, kembang api π terlihat di langit gelap itu. Bersinar terang, melengkapi suasana romantis itu.
" Hatiku juga meledak karena mu, Bryan. Kamu berhasil membuatku terkejut hari ini "
" 7 tahun lamanya aku menunggu untuk saat-saat ini. Kali ini mari kita menikah sungguhan "
" Bicara apa kamu ini? memangnya dulu kita menikah bohongan?" tanya Alma
" Kita memang menikah sungguhan, tapi saat itu kita menikah kontrak. Kali ini, kita menikah karena cinta dan aku sangat bahagia. Terimakasih Alma, kamu sudah mau menerima ku kembali "
" Aku juga berterimakasih padamu, karena selama 7 tahun ini ternyata kamu selalu mencintai ku " Alma menatap pria yang memeluknya itu, kepalanya sedikit menengadah ke atas karena tubuh Bryan yang lebih tinggi darinya.
Bryan mengecup kening Alma dengan lembut dan penuh cinta. Keduanya sama-sama tersenyum bahagia dan menyaksikan kembang api yang bertebaran di langit. Mereka hampir sampai pada puncak menara.
" Wah, indah sekali pemandangan dari atas sini " Alma takjub melihat pemandangan kota Paris dari atas menara itu.
" Tidak seindah dirimu "
Bryan membelai rambut Alma yang panjang, tangan nya menyentuh pipi Alma dengan lembut. Pria itu membenamkan bibirnya di bibir merah milik Alma. Alma tidak menolak, ia menerima ciuman dari Bryan. Ciuman yang penuh dengan cinta dan gairah.
Diiringi suara kembang api meledak-ledak, sama seperti suara debaran jantung mereka. Cinta yang sudah lama terpisahkan pun akhirnya bisa kembali bersatu setelah 7 tahun terpisah karena kesalahpahaman dan ketidakdewasaan mereka berdua.
Keduanya sama-sama bisa mengutarakan isi hati satu sama lain, dilandasi kejujuran dan kepercayaan.
Terimakasih kepada Naina, putriku yang sudah memberikan ku inspirasi. Berkatmu, ibu mu mendapatkan lamaran terindah dalam hidupnya.
Bryan dan Alma melepaskan ciuman mereka, lalu berpelukan. Mereka berada di puncak menara dan menikmati keindahan diatas sana.
πππ
Di Jakarta, rumah keluarga Aditama.
Si kembar, Ny. Delia, Laura dan Kayla baru saja selesai makan malam bersama. Naina langsung membuka laptop nya, gadis kecil itu bermaksud untuk menonton drama kesukaan nya di YouTube. Tak lupa, Naina mengajak Kayla dan Laura untuk menonton drama bersama nya.
" wah wah, Tante gak nyangka kamu ternyata suka drama Korea juga ya "
" Iya tante, walaupun Mama suka bilang sama aku dan larang aku buat nonton drama. Tapi, aku kan Ninaina, pecinta drama Korea "
" Pantesan hidup kamu kaya di dalam drama, Nai " kata Kelvin yang sedang asyik bermain game di ponsel
" Huu ! kakak kayak kabel aja, nyambung terus ! papa juga suka drama kok, sama kaya aku !" gerutu Naina
" Haaahh..Papa tuh bukannya suka drama, tapi itu karena kamu yang maksa Papa buat nonton " Kelvin menghela napas dan fokus pada game nya
" Kakak, bilang aja kakak iri karena papa nemenin aku nonton drama, dan gak nemenin kakak main games. bweee.." Naina sebal pada kakaknya itu
" Ohh.. aku gak peduli tuh " kata Kelvin cuek
" Ckckck..dasar ya anak jaman sekarang " Laura menggeleng-gelengkan kepalanya
" Ayo Ma, ikut nonton juga. " kata Kayla semangat
" Iya iya Mama temenin deh " Laura duduk di sisi Kayla
Saat sedang asyik mencari-cari film untuk ditonton di laptop milik Laura, sebuah video yang sedang viral di sosmed, memperlihatkan wajah Bryan disana.
" Kak Naina, bukannya ini om Bryan?" Kayla menunjuk ke arah foto Bryan yang terpampang di salah satu video di laptop
" APA??" Laura dan Naina pun melihat video yang ada gambar Bryan disana.
Naina membuka video itu. Ketiga wanita itu pun menonton dengan serius. Video itu adalah video lamaran Bryan pada Alma di depan menara Eiffel.
" Bryan? Bryan melakukan hal ini? PFutt.." Laura membekap mulutnya, ia tak percaya bahwa Bryan adiknya yang jaim itu akan melakukan hal yang tidak pernah ia duga.
" Wah.. papa romantis banget, ini persis kaya drama Korea ongoing yang lagi aku tonton. Waktu itu aku juga nonton ini sama Papa!" Naina takjub melihat papa nya melamar Mama nya dengan cara yang menakjubkan dan romantis
" Om Bryan kaya aktor ya, keren..Tante Alma juga cantik banget " Kayla memuji
" Yee.. papa sama Mama mau nikah!" Naina melompat-lompat kegirangan.
Kelvin tertarik dan melihat video itu, ia terpana melihat video lamaran yang viral di sosmed itu. Kelvin tersenyum senang, akhirnya hubungan kedua orang tuanya itu mengalami kemajuan yang pesat.
Ternyata papa ku sangat pintar mengambil hati Mama.
Laura juga semangat, ia segera memberitahukan pada Ny. Delia tentang acara lamaran Bryan yang sukses.
" Benarkah? berhasil?" tanya Ny. Delia
" Iya Ma, gak nyangka kan si Bryan bisa ngelamar cewek sampe kaya gini. Denger denger dia sampe nyewa menara Eiffel, gila kan Ma?" Laura tersenyum
" Wah wah, kalau gini Mama kudu buru-buru menyiapkan rencana pernikahan mereka. Menetapkan tanggal yang baik, fiiting gaun pengantin, foto prewedding, tamu undangan, banyak yang harus disiapkan " Ny. Delia tampak bahagia, senyuman kebahagiaan di wajahnya yang mulai keriput itu terlihat merekah.
" Tenang Ma, Laura juga akan bantu kok " ucap Laura semangat
Kalau Alma nikah sama Bryan, pasti cepat atau lambat Leon bisa melupakan Alma. Dan ini bisa membantu Leon agar dia membuka hatinya lagi untuk yang lain.
" Seandainya kakek kamu masih ada disini, dia pasti senang melihat Alma dan Bryan benar-benar bersatu. " Ny. Delia teringat pak Hardi yang menjodohkan Alma dan Bryan sebelum nya. Sang kakek yang semasa hidupnya dengan gencar selalu mendukung hubungan Bryan dan Alma.
" Kakek pasti akan melihat semuanya dari atas sana Ma, keinginan kakek sudah terkabul. Sekarang Bryan sudah berubah dan dia bersatu dengan Alma seperti yang diinginkan nya. " Laura tersenyum
" Kamu benar Laura, Alma dan Bryan akan segera menikah. Lalu kapan kamu akan menyusul?" tanya Ny. Delia menggoda anak perempuan nya itu
" A-apa? menyusul apa sih Ma?" tanya Laura gugup
" Kamu dan yang dipanggil si om ganteng oleh Kayla itu loh " goda Ny. Delia
" Memang kenapa kalau sekarang teman? bisa jadi nanti kalian berjodoh "
" Aku dan dia gak mungkin lah Ma, gak mungkin orang sesempurna dia mau menerima status ku yang sebagai janda anak satu ini..Dia berhak mendapatkan yang lebih baik " Laura terlihat sedih setelah mengatakan isi hatinya
Mendengar kata-kata Laura, Ny. Delia semakin yakin bahwa anak sulungnya itu memiliki perasaan pada Leon. Ny. Delia menyemangati Laura dengan kata-kata.
" Kalau jodoh gak ada yang tau kan? mau status kamu seperti apapun, jika dia sayang sama kamu dan Kayla. Dia pasti akan menerima semua kekurangan dan kelebihan kamu. " jelas Ny. Delia
" hm..." Laura tidak menjawab dan hanya diam saja. Laura memikirkan Leon, mungkinkah jika Leon akan menerima statusnya sebagai janda dari ibu anak 1?
" Laura dengarkan Mama, selalu ada ujian dan cobaan dalam setiap hubungan. Jika kamu bisa melewati ujian dan cobaan itu, kamu akan mendapatkan kebahagiaan. Kamu bisa lihat contohnya dari hubungan Alma dan Bryan. Berapa lama mereka terpisah sampai akhirnya mereka di persatukan kembali? begitu banyak cobaan dan ujian cinta yang mereka hadapi di masa lalu. Tapi.. kalau sudah jodoh, dan bisa melewati nya bersama. Pasti akan berakhir bahagia " jelas Ny. Delia kepada putrinya itu
****
Setelah menidurkan anaknya Kayla, Laura tampak sedang melamun di balkon kamarnya.
" Alma dan Bryan akan segera menikah dan mengakhiri semua kegalauan diantara mereka. Senangnya.. apa benar kata Mama ya kalau aku pasti akan melewati ujian dan cobaan seperti itu juga dalam hubungan ku? Apa aku bisa bahagia lagi? " gumam Laura
πΆπΆπΆ
Ting !
Laura berjalan masuk ke dalam kamarnya begitu mendengar suara dering telpon dari ponsel nya. Tertera nama Leon disana. Sebuah pesan masuk.
Laura, apa kamu udah tidur?
" Leon?"
Laura segera mengetik dan membalas pesan Leon.
Belum? kamu?
π΅π΅π΅
Setelah pesan dari Laura terkirim dan terbaca oleh Leon. Pria itu langsung menelpon Laura. Laura terlihat kebingungan, ia terlihat gugup saat Leon menelpon.
" Ngapain dia telpon ya? kenapa aku deg degan kaya gini "
Tit !
Laura menekan tombol jawab, dan akhirnya Laura dan Leon pun bicara di telpon.
" Halo Laura "
" Iya Leon, halo " .
" kamu belum tidur? apa Kayla belum tidur juga ?" tanya Leon
" Iya aku belum. Kayla sudah tidur kok, baru saja aku menidurkannya. " jawab Laura
Kenapa hatiku berdebar seperti ini saat mendengar suara Leon?
" Kamu juga belum tidur Leon?" tanya Laura
" Iya, aku sedang memikirkan sesuatu " jawab Leon
" Memikirkan apa?"
" Memikirkan mu dan Kayla " jawab Leon
" eh? kenapa memikirkan ku?" tanya Laura kaget
" Entahlah, menurutmu kenapa aku memikirkan mu dan Kayla?" tanya Leon
" Aku.. ya aku tidak tau kenapa " jawab Laura
Apa maksud nya dia bicara seperti ini?
" Laura, kita ini apa?" tanya Leon serius
" Kita .. kita adalah teman kan?"
" Teman ya, seperti nya kamu harus memikirkan nya lagi Laura. Kita itu teman atau memiliki hubungan yang lain "
Seperti nya Laura masih ragu dengan hubungan ini, apa aku terlalu cepat?
" .... " Laura terdiam, hatinya tersentak mendengar nya
Leon please, jangan buat aku berharap sama kamu. batin Laura
" Laura, kamu masih ada disana kan?" Leon bertanya karena tidak mendengar suara Laura.
" Aku akan memikirkan nya sendiri, Leon. Kita teman atau bukan "
" Kamu tidak usah memikirkan nya sendiri Laura, aku akan bantu kamu memikirkannya. " kata Leon
" Apa maksud kamu?" tanya Laura berhati-hati
" Nanti kamu juga akan mengerti Laura. Mungkin sekarang kamu masih ragu, tapi hatiku sudah lama berpaling darinya. "
Deg, Laura merasa hatinya berdebar. Tapi, ia tak tau berdebar karena apa. Ia tak mengerti maksud perkataan Leon. Berpaling? hati Leon sudah berpaling dari siapa? Apa maksudnya ini adalah harapan untuk Laura agar tidak meragukan nya? Laura sungguh bingung dengan perasaannya sendiri? haruskah ia ragu atau percaya dengan harapan yang diberikan Leon padanya itu?
" Ya sudah, ini sudah malam. Kamu cepatlah tidur "
Ternyata aku memang harus mengucapkan nya secara langsung, tindakan saja tidak cukup membuatnya mengerti di perasaan ku.
" Tu-tunggu Leon, apa kamu sudah tau tentang Bryan dan Alma?" tanya Laura
" Iya, mereka sudah lamaran bukan. Aku melihat video nya sudah viral di sosmed. Kenapa emangnya?" tanya Leon
" Ka-kamu, apa kamu baik-baik saja? " tanya Laura gelagapan
" Aku harus jawab apa supaya hati mu tenang, Laura "
" I-itu.. "
" Tentu saja sebagai seorang kakak aku akan mengucapkan selamat kepada adikku karena dia akan segera menikah dengan pria yang ia cintai. Dan aku juga bahagia, karena ini adalah berita bahagia " jelas Leon tulus dari dalam lubuk hatinya
" Kakak?" Laura terpana mendengar nya
" Iya, karena sekarang Alma sudah menjadi adikku. Ibu ku sudah mengadopsi nya " jawab Leon
" Apa? apa itu benar?" tanya Laura tak percaya
Dari suara bisa disimpulkan kalau Laura senang.
Laura terpana, dalam hatinya ia merasa senang mendengar nya. Tanpa Leon ucapkan lagi, Laura sudah mengerti apa maksud Leon. Dalam hatinya ia merasa senang karena Leon sudah tidak ada perasaan cinta untuk Alma dan menganggap Alma sebagai adiknya.
" Iya itu benar. Apa kamu sudah bisa tidur sekarang?" tanya Leon dengan sedikit senyuman di wajahnya, yang tak terlihat oleh Laura.
" Iya Leon " Laura tersenyum berseri-seri
" Baiklah kalau begitu selamat malam, mimpi yang indah "
" Kamu juga Leon "
" Oh ya, besok mari kita bertemu ibuku "
" Bertemu ibu mu?"
" Iya, akan ku perkenalkan kamu padanya " jawab Leon serius
Setelah menutup telponnya, Laura dan Leon sama-sama merebahkan dirinya di ranjang. Mereka berdua sama-sama tersenyum bahagia.
Apa ini benar-benar lampu hijau untukku? Leon mau memperkenalkan ibu nya padaku?
πππ
Setelah jalan-jalan, makan malam dan melewati malam yang romantis. Alma segera menemui Mike karena urusan pekerjaan, Bryan terus menempel padanya seperti prangko yang menempel pada amplop.
Alma pun diajak kerjasama oleh desainer Sharla dari Paris, malah ada yang menawarkan nya menjadi model di Paris.
" Jadi desainer boleh, tapi jadi model kamu tidak boleh " bisik Bryan pada Alma
Benar juga, bisa-bisa aku dibunuh oleh nya kalau aku menerima tawaran jadi model.
" Iya Bryan kamu tenang saja "
Alma menolak tawaran menjadi model dan menerima tawaran bekerjasama dengan desainer fashion terkenal di Paris.
****
Mike terlihat risih dengan Bryan yang mengitari Alma, mengikuti wanita itu kemana-mana. Padahal hanya urusan pekerjaan saja, tapi Bryan begitu protektif padanya. Anehnya, melihat Bryan protektif seperti itu pada kekasihnya, membuat Mike sedikit tertarik. Karena Bryan tidak pernah seperti itu sebelumnya.
" Hmph.. Bryan melihat kamu begitu protektif kepada wanita mu itu, entah kenapa aku menjadi sedikit tertarik " gumam Mike sambil tersenyum melihat Bryan dan Alma yang berjalan di lorong menuju kamar mereka
...---***---...