Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Wisuda si kembar



...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Setelah mengakhiri pembicaraan dengan ibu mertuanya, tak berselang lama telpon Alma kembali berdering. Alma langsung mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menelpon nya.


🎢🎢🎢


Tut..


" Ya Ma, ada apa lagi?" tanya Alma


" Mama?"


Suara pria? Alma kaget mendengar nya


" Ini Mike " jawab Mike langsung tanpa ditanya dulu oleh Alma.


" Iya saya tau, barusan saya sudah lihat kok " kata Alma malas


Diam-diam Kelvin kepo, ia melihat dan mendengar ibunya sedang menelpon.


" Ada apa pak?" tanya Alma lagi


" Bu Alma, apa kamu serius benar-benar berhenti bekerja?" tanya Mike cemas


" Kenapa pak Mike bisa tau?" tanya Alma balik


" ten-tentu saja aku tau dari sekretaris mu Viona. Dia yang memberitahukan pada ku kalau kamu tidak pergi ke kantor lagi "


" Saya masih tetap bekerja pak, tapi saya bekerja di rumah. Saya hanya tidak pergi ke kantor "


" Apakah kamu memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga sekarang?" tanya Mike agak kece wa


Kenapa aku bertanya begini? dia pasti berfikir berlebihan.


" Iya pak, saya akan fokus menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya dan melayani suami saya dengan baik " jelas Alma senang


Apa ini artinya aku tidak bisa punya alasan untuk bertemu dengannya lagi? batin Mike sedih


" Oh begitu ya. Oh ya Bu Alma, aku mau menagih janji makan siang denganmu hari ini " ucap Mike


" Maaf pak Mike hari ini saya tidak bisa, saya harus menemani anak-anak saya untuk acara wisuda di sekolah mereka " Alma menolak


" Acara wisuda anak-anak kamu? kenapa kamu tidak bilang?!" tanya Mike agak kesal


Kenapa aku harus memberitahukan nya hal pribadiku?. Batin Alma heran


" Kenapa saya harus bilang? memang apa urusan nya dengan pak Mike? sudah ya pak, saya sudah mau sampai di sekolah anak-anak " Alma dengan cepat menutup telponnya dan wajahnya terlihat kesal.


Mike kesal karena Alma menutup telponnya begitu saja. Ia pun segera menyuruh sekretaris nya untuk mencarikan hadiah untuk kelulusan Kelvin dan Naina.


****


Kelvin menatap Alma dengan curiga, dalam hal seperti ini Kelvin seperti Papa nya. Beberapa pertanyaan muncul di kepalanya,siapa orang yang bernama Mike? kenapa Mike memberikan perhatian pada Alma? apa Mike menyukai ibu nya?


Aku harus beritahu Papa ku yang lugu itu agar lebih berhati-hati. Mama bisa saja di rebut oleh orang lain, orang yang bernama Mike itu harus diwaspadai. Kelvin terlihat berfikir


Dengan semangat, Naina, Kelvin dan Alma keluar dari mobil. Mereka memasuki area sekolah yang sudah di penuhi tamu tamu undangan, tapi Alma merasa heran karena ada wartawan juga disana.


" Eh, kok ramai begini ya? apa ada artis?" tanya Alma bingung melihat banyak orang di depan sekolah. Alma menggandeng tangan kedua anaknya itu.


Para wartawan yang membawa kamera itu langsung berlari menghampiri Alma dan si kembar. Sontak saja hal itu membuat mereka bertiga kaget.


Ternyata para wartawan itu ingin mewawancarai Kelvin yang sebelumnya pernah menjuarai kompetisi matematika. Alma dan Naina bangga kepada Kelvin yang menjadi terkenal berkat kegeniusan dan ketampanan nya.


" Mohon maaf, wawancara tidak diizinkan untuk saat ini. Karena sekarang kami akan memulai prosesi acara wisuda anak-anak " kata Bu Rina selaku kepala sekolah TK tersebut kepada para wartawan


Beberapa penjaga di kerahkan oleh pihak sekolah, di depan ruangan tempat wisuda itu akan berlangsung. Kehadiran Kelvin di sekolahnya sendiri, menjadi keributan para wartawan dan para gadis kecil yang mengidolakan nya.


Seharusnya aku tidak ikut wisuda saja. gerutu Kelvin di dalam hatinya


" Anak Mama yang tampan kenapa malah melamun dan cemberut gitu? ayo ganti baju dan siap-siap sebentar lagi kan acaranya mau dimulai, adikmu sudah bersiap dan tampak semangat juga tuh " jelas Alma pada putranya itu


" Ma, bisakah aku tidak ikut acara wisudanya?" tanya Kelvin


" Apa? kenapa sayang? " tanya Alma bingung


" Aku malas saja " jawab Kelvin cuek


" Ini kan cuma beberapa taun sekali sayang, momen yang jarang terjadi loh. Mama dan Papa akan sangat senang kalau kamu mau ikut " Alma tersenyum menyemangati anaknya itu


" ya sudah baiklah " Kelvin bereskpresi datar seperti biasanya


" Baiklah sayang, Mama akan bantu kamu ganti baju ya "


" Tidak tidak usah! aku sudah besar, dan aku ini pria ! masa ganti baju saja harus ditemani Mama " Kata Kelvin sambil masuk ke dalam ruangan ganti dan segera memakai baju toga nya.


Beberapa menit kemudian setelah Kelvin dan Naina sudah bersiap-siap dengan pakaian mereka. Tak lupa Alma mengambil foto kedua anaknya itu dengan kamera, ia tak mungkin melupakan momen penting kedua anaknya itu.


" Cheers sayang!" ujar Alma sambil menyalakan kamera di ponselnya


" Iya Ma, ayo kak" Naina seperti biasanya selalu semangat dan ceria dalam keadaan apapun, ia menarik tangan kakak nya untuk berfoto dengannya.


Kelvin seperti biasanya, ia tampak tak berekspresi dan tak menikmati momen kelulusan nya dari TK itu.


CEKREK


CEKREK


" Kelvin, sayang! senyum dong " ucap Alma pada anak sulungnya itu


" Iya Ma, aduh males banget " gerutu Kelvin


" Kak senyum dong, ayo senyum. Sayang banget kalau kakak yang tampan ini gak senyum-senyum, jadi mubazir nanti loh " kata Naina pada kakak nya itu


" Iya nih aku senyum nih " Kelvin memaksakan dirinya untuk tersenyum, namun ia malah terlihat seperti nyengir


" Haha itu bukan senyum, tapi nyengir " Naina tertawa


" Lalu aku harus bagaimana? ini sudah senyum"


" Ini nih senyum " Naina menggelitik kakak nya itu dengan senyuman jahilnya, lalu Kelvin yang tidak tersenyum pun malah tertawa tawa.


" Naina kamu iseng ya.. haha..sudah cukup " Kelvin berusaha membalas adiknya tapi ia kalah dengan gelitikan dari adiknya itu.


" Huhu rasain tuh " Naina tersenyum jahil dan puas melihat kakak nya kegelian sampai tertawa-tawa


" Hahaha.. Awas ya kamu nanti aku akan balas kamu di rumah. Dvd drama mu itu akan aku ku musnahkan haha "


" Kakak ini mengancam atau apa sih? bisa bisanya mengancam sambil tertawa haha " Naina tertawa melihat kakak nya itu


Ini momen yang bagus. Batin Alma


Alma mengambil foto mereka secara tidak sengaja, menghasilkan gambar-gambar yang bagus dan alami. Alma senang dengan hasil fotonya.


Tiba-tiba saja senyuman dan tawa anak-anak berubah saat melihat Alma mulai menetes air matanya, ia melihat foto-foto di ponselnya itu.


" Ma, mama kenapa?" tanya Naina yang bingung melihat Mama nya tiba-tiba menangis


" Ma, mama sakit?" tanya Kelvin cemas


" Ahaha.. Mama gak papa kok, Mama cuma merasa bahwa kalian sudah mau masuk SD lagi. Kalian sudah besar, padahal dulu kalian masih berada di dalam kandungan Mama " jelas Alma yang teringat masa-masa sulit nya di Australia saat waktu itu ia harus menjadi orang tua tunggal untuk kedua anaknya.


Kelvin dan Naina memeluk Alma secara bersamaan dengan penuh kasih sayang. Kedua anak yang menggemaskan dan lucu itu mengucapkan terimakasih kepada Mama mereka yang sudah membesarkan dan memberikan cinta untuk mereka.


" Terimakasih mama, karena Mama kamu bisa terlahir ke dunia ini " kata Kelvin lembut


" Iya Ma, terimakasih sudah jadi Mama kami dan selalu sabar menghadapi sikap kami " Naina tersenyum


Alma tersentuh dengan kata kata kedua anak nya yang hampir berusia tujuh tahun itu. Kata-kata yang mustahil diucapkan oleh anak-anak seusia mereka, namun mereka bisa mengucapkan nya dengan penuh ketulusan. Alma merasa sangat bersyukur karena anak anak nya sangat mencintai nya.


Tangan Alma membalas pelukan kedua anak-anak nya itu dan berkata " Terimakasih juga kalian sudah hadir di dalam hidup Mama, membuat Mama bahagia. Mama sayang kalian " Alma menangis


Kelvin dan Naina dengan kompak, mengarahkan tangan mereka ke pipi Alma bermaksud untuk menyeka air mata Mama nya itu.


" Ets ! " Kelvin dan Naina saling menoleh lalu tersenyum satu sama lain


" Anak anak Mama, kalian harus selalu akur dan saling menjaga satu sama lain ya " Alma mengelus kepala anak-anak nya dengan penuh kasih sayang


" Iya Ma, mama jangan nangis lagi ya " Naina mengelus pipi Mama nya dengan lembut


Terdengar suara MC yang menyuarakan kepada semua calon wisudawan dan wisudawati untuk bersiap-siap duduk di kursi mereka masing-masing.


Semua anak-anak sudah memakai baju dan topi toga mereka, duduk di tempat mereka masing-masing. Kelvin dan Naina duduk di barisan paling depan karena mereka adalah salah satu juara di TK itu.


Alma duduk di belakang, bersama para orang tua lainnya. " Huft, syukurlah Kelvin mau ikut wisuda juga. Tadinya aku berfikir dia tidak akan menikmati ini karena gangguan para wartawan itu " gumam Alma


" Tenang saja, wartawan-wartawan itu sudah ku bereskan " jawab seorang pria yang duduk disampingnya.


Alma kaget karena baru saja ia duduk dan ia yakin tak ada siapapun disampingnya, lalu beberapa detik kemudian ia sudah melihat suaminya duduk di sampingnya.


" Bryan, kapan kamu datang? kamu seperti hantu saja " Alma terpana melihat Bryan


" Aku disini kok dari tadi, kamu nya saja yang tidak lihat " kata Bryan


" Cih, dasar pembohong. Jelas-jelas aku tidak melihat siapapun duduk di samping ku tadi" gumam Alma


" Oh, jadi istriku tidak senang aku datang kemari lebih awal?" tanya Bryan sambil menatap Alma


" Tidak, bukan begitu kok. Aku hanya heran kenapa kamu sudah datang lebih awal?" tanya Alma


" Untuk anak-anak ku aku harus datang lebih awal kan " Bryan tersenyum lalu membawakan 2 bungkus hadiah untuk kedua anaknya.


" Kamu sudah menyiapkan semuanya?"


" Iya, aku sudah menyiapkan semuanya. "


Begitu banyak waktu terlewati tanpa mereka. Aku akan menebusnya sekarang.Dan mungkin saja hadiah ini tidak cukup.


" Hai Alma, Bryan " sapa Laura dan Leon pada Bryan dan Alma.


Leon, Kayla dan Laura duduk bersebelahan dengan Bryan. Kayla duduk dipangkuan Leon, mereka sudah dekat dan terlihat seperti ayah dan anak. Bryan senang karena kehadiran Leon bisa membuat Laura dan Kayla kembali tersenyum bahagia.


" Kalian datang juga " sapa Alma


" Iya, kami mau lihat wisuda Kelvin dan Naina " jawab Laura semangat


" Oh ya, Mama mana?" tanya Alma pada Laura


" Mama udah datang kok bareng kami juga, katanya pergi ke toilet dulu tuh. " ucap Laura


" Hem iya deh " Alma tersenyum


" Terus ngapain ya pak Leon yang sibuk juga ada disini?" tanya Bryan pada Leon yang duduk disampingnya


" Apa kamu tidak mengerti situasi nya, adik ipar? kalau kakak mu ada disini, tentu saja aku akan ada disana " jawab Leon


" A-adik ipar? hey, siapa yang kamu panggil adik ipar?" tanya Bryan kesal


" Bryan, tentu saja kamu akan jadi adik iparnya kak Leon. Kak Leon kan akan segera menikah dengan kak Laura haha " Alma tertawa kecil melihat Bryan yang terlihat kesal


Kenapa tidak terpikirkan oleh ku ya? kak Laura akan menikah dengan si Leon ini, lalu otomatis dia akan menjadi kakak ipar ku dong? haha.. menyebalkan. Haruskah aku memberi judul pada kisah ini? judulnya Mantan rival cinta ku menjadi Kakak ipar ku. Sungguh lucu sekali bukan? eh eh .. kenapa aku jadi ketularan drama drama yang selalu Naina tonton?


Bryan tampak tertawa dan senyum-senyum sendiri. Alma, Leon, Laura dan Kayla menertawakan Bryan yang cengengesan sendiri.


" Pfutt.. Al, si Bryan kenapa tuh?" tanya Laura dengan senyuman di bibirnya


" Mama, om Bryan kaya orang gila ketawa Senin hihi " kata Kayla sambil tertawa


" Seperti nya dia syok karena aku akan menjadi kakak iparnya " Leon tersenyum melihat Bryan yang masih tenggelam dalam lamunannya sendiri.


Acara wisuda pun di mulai, semua siswa-siswi TK yang dipanggil naik ke atas panggung secara bergantian. Sampai tiba saat nya Kelvin, Naina dan seorang siswa bernama Hans menerima penghargaan khusus dari kepala sekolah.


" Para hadirin sekalian yang berbahagia, disini saya berdiri untuk menyampaikan kebanggaan dan ucapan selamat kepada para anak didik yang sudah berhasil lulus dari TK xxxx. Terakhir untuk menutup acara ini saya akan memberikan penghargaan kepada 3 orang siswa yang sudah mengharumkan nama sekolah TK xxxx. Beri tepuk tangan yang meriah kepada juara ketiga, Hans Pramistius "


PROK


PROK


PROK


Semua orang bertepuk tangan dengan bangga, saat anak laki-laki yang disebutkan sebagai juara ketiga itu mendapatkan penghargaan sebagai juara ketiga dari nilai terbaik lulusan TK xxxx. Hans menerima piala dan tropi penghargaan dalam bidang olahraga.


Setelah Hans dipanggil, kini giliran Naina yang dipanggil oleh Bu Rina selaku kepala sekolah.


" Sekarang untuk ananda tercinta Ninaina Alysha Aditama, segera naik ke atas panggung !" ujar Bu Rina dengan senyuman di wajahnya


Naina tersenyum dan naik ke atas panggung, ia menerima piala, dan tropi dari lomba melukis dan lomba menulis. Selain itu Naina mendapatkan nilai kedua terbaik setelah kakak nya Kelvin.


" Naina, apa ada yang mau kamu ucapkan nak?" tanya Bu Rina sambil menyodorkan mikropon nya pada Naina


" Aku cuma mau bilang makasih sama Mama, papa, Tante Laura, om Leon, Kayla dan Nenek yang sudah datang kemari. Aku juga mau kasih tau kalian, kalau aku dapat piala besar nih !" Naina tersenyum lebar sambil memamerkan pialanya.


" PFutt.. apa apaan si Naina " Kelvin sampai menahan tawanya melihat adiknya yang polos sedang berada di atas panggung.


Kepolosan Naina sungguh membuat semua orang di ruangan itu tertawa, terutama para orang tua lain yang hadir disana.


" PFutt.. ya ampun, Naina selalu saja bisa membuat orang tertawa " Bryan menahan tawa nya.


" Haha, dia memang begitu " Alma tertawa kecil


" Iya dia bodoh seperti kamu " kata Bryan


" apa kamu bilang? aku bodoh?" Alma tersenyum sinis melihat suaminya itu


" Haha tidak sayang maksudku polos, polos " Bryan


Alma memukul tubuh Bryan dengan keras. " Aku tidak tuli ! huh !"


" Maaf sayang " Bryan memegang tangan Alma


" cucu cucuku sungguh sangat membanggakan " gumam Bu Delia senang


Bryan dan Alma langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan yang pertama kali untuk anak nya itu.


PROK


PROK


PROK


Bu Rina tidak memperbolehkan Naina turun dulu dari panggung, karena akan memanggil Kelvin saudara kembarnya juga ke atas panggung. Di sanalah Bu Rina mengatakan pada semua orang bahwa Kelvin dan Naina adalah saudara kembar yang sama-sama cerdas.


Beberapa orang tua sempat tidak percaya kalau Naina dan Kelvin adalah saudara kembar. Karena sifat Naina dan Kelvin sangat berbeda, yang satunya ceria, yang satunya dingin.


" Pasti orang tuanya bangga banget ya sama mereka "


" Selain wajah yang cantik dan tampan rupawan, anak-anak itu juga cerdas " ucap seorang wanita paruh baya yang hadir disana


Setelah acara wisuda itu selesai, semua anak-anak berfoto dengan keluarga mereka masing-masing dengan wajah yang bahagia.


Naina dan Kelvin juga berfoto dengan keluarga mereka dengan bahagia. Tak lama setelah itu, Bu Delia memberikan kejutan kepada kedua cucu nya itu dan memberikan mereka 2 buah sepeda.


" wah nenek! terimakasih sepedanya " Naina lompat-lompat kegirangan melihat sepada berwarna pink di depannya.


" Nenek, makasih ya " kata Kelvin


" Iya sama-sama. Selamat ya buat cucu cucu nenek yang sebentar lagi mau masuk SD " Bu Delia memeluk kedua cucunya dengan penuh kasih sayang


" Nenek, aku juga mau dipeluk!" ujar Kayla dengan wajah cemberutnya


" Sini sini sayang, aduh maaf nenek lupa.. " Bu Delia merangkul ketiga cucunya dengan penuh kasih sayang.


Mungkin kehangatan ini tidak akan bertahan lama, aku harus menghabiskan waktu dengan cucu-cucu ku lebih banyak. Sekilas terlihat mata yang menunjukkan kesedihan pada diri Bu Delia.


Alma, Bryan, Leon dan Laura melihat itu dengan rasa bahagia. Rasanya kehangatan keluarga mereka sudah lengkap. Di saat itu pula, Mike dan Sharla datang, membawakan 2 buah kado dan 2 ikat bunga ditangan mereka.


" Bu Alma " sapa Sharla dan Mike


" Pak Mike, Bu Sharla?" tanya Alma keheranan melihat kedua orang itu ada di sana.


Bryan langsung terlihat tak senang saat melihat Mike disana.


Mau ngapain dia kesini?


...--***--...


Mohon maaf readers! kemarin author gak up, karena alasan kesehatan πŸ™πŸ˜Š πŸ€—


Jangan lupa ya udah baca like dan komen nya