
POV
Kelvin Keira
🍀🍀🍀
Keira tersentuh dengan kata-kata Kelvin, tapi ia tetap meragukan Kelvin. Keira yakin kalau Kelvin ingin pergi kuliah ke luar negeri, namun demi dirinya Kelvin mengurungkan niatnya itu.
Keira segera melepaskan dirinya dari pelukan Kelvin, karena beberapa orang yang lewat di depan restoran itu melihat Keira dan Kelvin yang berpelukan.
"Kei.. bahagiaku gak akan lengkap tanpa ada kamu" Kelvin menatap pacarnya itu dengan penuh kasih sayang
"Kamu yakin Vin? keputusan kamu bukan karena aku saja?" tanya Keira ragu
"Keira kamu tau kan, aku adalah orang yang penuh pertimbangan dan setelah mengambil keputusan aku pasti akan teguh dengan keputusan ku. Aku sudah bilang bahwa aku akan selalu berada di dekatmu dan kita akan selalu bersama. Maka kita akan selalu bersama" Kelvin tersenyum lembut, tangannya membelai pipi Keira.
Kalau aku disuruh memilih, antara kamu dan mimpiku. Aku lebih memilih kamu Kei, karena mimpiku tanpa ada kamu itu gak berarti apapun. batin Kelvin tulus
Kelvin.. kalau demi masa depan kamu, aku akan melakukan apapun. Aku tidak mau kalau aku menjadi penghalang kamu Vin. Aku insecure Vin, kamu terlalu sempurna untukku. Dan apakah aku serakah karena ingin bersamamu?. batin Keira sedih
Keira memaksakan dirinya untuk tersenyum pada Kelvin, ia memegang tangan Kelvin yang menyentuh pipinya dengan lembut.
"Udah ya, aku mau kerja" kata Keira menyudahi pembicaraan itu.
"Iya, telpon atau chat aku kalau udah beres ya. Nanti aku jemput"
"Bukannya kamu ada acara makan malam sama keluarga kamu? gak usah jemput aku, gak papa kok. Kamu makan malam sama keluarga kamu, itu yang penting" kata Keira merasa tidak enak
"Kenapa kamu ngomong gitu?kamu juga kan akan menjadi keluarga ku, kamu juga penting untukku. Nanti aku jemput kamu sekalian makan malam bersama, papa sama Mama ku mau ketemu juga sama kamu" Kelvin mengelus kepala Keira dengan lembut.
"Iya deh" jawab Keira sambil tersenyum
Jadi keluarga? apa maksud Kelvin? aku kan cuma pacarnya?
"Kalau ada apa-apa telpon aku ya" ucap Kelvin perhatian.
Kayanya Keira gak ngeh. Syukurlah..
"Iya Vin" jawab Keira
"Kei kelinci, aku pulang dulu" pamit Kelvin
"Hati-hati Vin" kata Keira mengingatkan
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Kelvin menaiki motornya dan pergi dari restoran itu, Keira melihatnya dengan cemas. Keira merasa sangat tidak percaya diri pacaran dengan Kelvin yang memiliki segalanya dan sangat sempurna.
Saat semua orang tau kalau mereka berpacaran, banyak orang-orang yang mengatakan hal buruk pada Keira. Keira tidak pantas untuk Kelvin, atau Kelvin terlalu sempurna untuk Keira yang biasa saja dan malah tidak punya apa-apa. Mereka bagai langit dan bumi, begitulah istilahnya.
Pembicaraan miring yang negatif tentang Keira bermunculan dimana-mana. Kelvin dan Naina juga teman-teman lainnya selalu membela Keira bila ketahuan ada yang bicara buruk tentang gadis itu. Namun, tetap saja hati Keira tetap tidak tenang. Setengah hatinya senang mendapat pembelaan dari orang-orang terdekatnya, setengah hatinya lagi ia merasa insecure dengan keadaannya.
Apakah ia pantas untuk sosok sempurna seperti Kelvin Aldara Aditama? si tampan genius nomor satu di negara itu? Putra sulung pewaris Aditama Grup, perusahaan adidaya terbesar di negara itu. Kadang Keira selalu bertanya-tanya pada dirinya, harus jadi seperti apakah dirinya agar bisa bersanding bersama Kelvin?
Begitu banyak wanita di luar sana yang menyukai Kelvin, tentunya lebih segalanya darinya. Lebih kaya, lebih cantik, dan lebih baik dari Keira yang tidak punya apa-apa.
***
Keira masuk ke dalam restoran dan mulai bekerja seperti biasanya. Hari itu Hani, pak Irwan dan pegawai lainnya melihat Keira yang tidak bersemangat dalam melakukan pekerjaan nya.
"Si Keira kenapa tuh?" tanya seorang pelayan wanita
"Dari tadi ngelamun terus, dia niat kerja gak sih?" kata pelayan wanita lainnya marah
"Mentang-mentang pacarnya si Kelvin, dia jadi sombong ya. Kerja aja seenaknya" gerutu seorang karyawan lainnya yang iri pada Keira yang pacaran dengan Kelvin.
"Kalian kalau ngomong tuh dijaga ya! jangan sembarangan bicara!" seru Hani kesal dengan pembicaraan julid karyawan lainnya pada Keira
"Cih! apaan sih kak Hani, belain aja dia terus" gerutu seorang pelayan wanita kesal karena Hani terus membela Keira.
"Dia emang kerjanya malas malasan, kami cuma bicara fakta aja kok!" si pelayan lainnya melihat Keira yang sedang mengelap meja dengan tatapan sinis nya
"Hey! bukan dia yang kerja nya malas malasan, tapi kalian! ngapain kalian disini malah ngegosip? kerja sana kerja!" ujar Pak Irwan yang juga kesal dengan para pegawainya yang mengobrol di saat kerja.
"Iya pak iya!" jawab para pelayan itu patuh, mereka pun melakukan pekerjaan mereka masing masing.
Hani dan Pak Irwan pun mulai cemas karena Keira mulai dimusuhi semua karyawan lainnya. Semenjak tau hubungan Keira dan Kelvin, semua orang iri pada Keira. Bahkan ada beberapa teman sekolah Keira yang sengaja datang hanya untuk membuat masalah pada Keira yang sedang bekerja. Terutama Ghina dan kedua temannya itu.
Namun, Keira tak pernah mengatakan nya pada Kelvin. Keira malah berusaha menutupi keadaannya di tempat bekerja. Hani mengerti perasaan Keira, ia tak mau membuat Kelvin sedih dan marah. Tapi, Hani juga berfikir kalau Kelvin harus tau apa yang terjadi pada Keira.
"Enggak kak, Kelvin gak boleh tau hal ini"
"Kenapa? dia pacar kamu dan orang yang ada hubungannya dengan semua ini? dia berhak tau Kei.."
"Gak kak, pokoknya kakak janji ya gak boleh bilang apa-apa sama Kelvin!" seru Keira mengingatkan pada Hani
"Keira.. kamu tuh ya..gak baik menyembunyikan sesuatu seperti ini dari pacar kamu, Kei.." Hani gemas dengan Keira yang selalu tutup mulut kalau ada sesuatu yang terjadi padanya.
"Please kak, nanti aku akan kasih tau sendiri kok" ucap Keira memohon
"Ya udah deh, aku gak akan kasih tau" jawab Hani akhirnya
"Makasih kak" Keira tersenyum
Malam ini aku akan berbicara pada Kelvin tentang kuliahnya ke luar negeri. batin Keira sudah membulatkan tekadnya untuk menyuruh Kelvin kuliah keluar negeri.
Malam itu Kelvin menjemput Keira setelah pulang kerja. Kelvin dan Keira pun berangkat menuju ke restoran yang sudah di reservasi oleh keluarga nya untuk makan malam. 10 menit kemudian mereka sampai di depan restoran mewah itu.
"Vin, aku gak papa nih pake baju ini? aku harusnya ganti baju dulu" kata Keira yang tidak pede dengan baju yang dipakainya. Setelan jeans, dan kaos biasa sederhana.
"Gak papa, aku juga pakai bajunya casual juga kan? ini cuma makan malam biasa, bukan acara formal. Yuk, mama papa ku udah nunggu!" Kelvin tersenyum dan memegang tangan Keira.
Mau seperti apapun penampilan kamu. Aku tidak peduli Kei, karena kamu tetap selalu cantik di mataku. Kelvin merasa kalau Keira adalah wanita ketiga setelah ibu dan adiknya yang paling cantik di dunia nya.
"Oh ya, barusan kamu bilang mama papa kamu yang sudah nunggu. Lalu, Naina kemana?" tanya Keira
"Hehe, ini bukan salah Naina, Vin. Kedua cowok itu aja yang belum mengatakan perasaan mereka. Jadi Naina tidak peka, dan mereka tetap berada di zona teman" kata Keira sambil tertawa kecil
"Kamu benar juga, mungkin Naina akan peka kalau salah satu dari mereka mengatakan perasaan mereka pada nya" Kelvin ikut tersenyum mengingat kepolosan dan ketidakpekaan saudara kembarnya itu.
Kelvin dan Keira berjalan menghampiri Bryan dan Alma yang sudah duduk di salah satu meja di restoran itu. Namun mereka tidak hanya berdua, ada dua orang wanita bersama mereka juga. Seorang wanita paruh baya, dan seorang gadis yang terlihat seumuran dengan Keira.
"Ma, pah" Kelvin menyapa Alma dan Bryan
"Vin, kamu udah datang? sama Keira juga ya?" tanya Alma menyambut Keira dengan ramah
Keira tersenyum hangat, ia mencium tangan Alma dan Bryan dengan sopan.
"Oh ya Vin, ini rekan bisnis papa Bu Novi sama anaknya yang seumuran sama kamu juga. Dia cantik kan?" kata Bryan memperkenalkan sosok ibu dan anak itu pada Kelvin.
Dibandingkan Keira, gadis ini lebih cocok jadi menantu keluarga Aditama. batin Bryan sambil melihat ke arah gadis muda yang ada di depannya itu.
Apa apaan sih Bryan pake ngenalin anak ini sama Kelvin? udah tau ada pacarnya disini.
"Bu Novi, Sherly, kenalkan ini Keira pacarnya Kelvin" kata Alma memperkenalkan Keira pada ibu dan anak itu.
DEG!
Mata Keira dan mata kedua wanita itu bertemu. Mereka sama-sama kaget melihat satu sama lain. Mata Keira berkaca-kaca melihat ibu dan anak itu. Kelvin memperhatikan air muka kekasihnya itu lalu dahinya mengernyit.
Ada apa sama Keira? kenapa dia kelihatan marah?. Kelvin bertanya-tanya melihat Keira.
Kenapa dia ada disini? dan dia juga adalah pacarnya Kelvin Aditama, sial! beruntung sekali dia. Batin Sherly panik melihat sosok Keira.
Apa dia Keira yang itu? anak nya mas Pram?. Batin Bu Novi yang juga kaget melihat Keira
Keira mengepalkan tangannya dengan kesal, matanya menatap tajam kedua ibu dan anak itu yang terlihat panik saat melihat sosok Keira.
"Vin, perkenalan diri kamu dong!" seru Bryan pada putranya itu.
"Perkenalkan nama saya Kelvin" ucap Kelvin datar seperti biasanya.
Setelah Kelvin memperkenalkan dirinya, Sheryl dan Bu Novi pamit pergi karena ada urusan mendadak. Sheryl terlihat tertarik pada Kelvin, ia tersenyum manis tebar pesona pada Kelvin sebelum pergi meninggalkan restoran itu. Namun, Kelvin mengabaikan nya.
Saat akan memulai makan malam, Keira meminta izin untuk ke toilet lebih dulu. Bukannya ke toilet, Keira malah menyusul Sherly dan Bu Novi yang masih berada di dekat tempat parkir restoran itu.
"Tunggu!!" seru Keira dengan wajah yang penuh kemarahan pada ibu dan anak itu.
Bu Novi dan Sherly menoleh ke arah Keira dengan tatapan sinis mereka.
🍀🍀🍀
Di rumah Juna, di dalam kamarnya.
Juna terlihat sedang bercermin. Juna mengacak-acak baju baju yang ada di lemarinya. Lalu membeberkan nya di ranjang, Juna terlihat bingung mau memakai baju yang mana untuk pergi makan malam bersama Naina.
"Aduh yang mana pake nya dong! yang rapi, formal, apa casual informal?" Juna menggaruk-garuk kepalanya, ia sangat bingung dengan baju yang akan ia kenakan. Juna juga melihat ke arah jam yang sudah mau menunjukan pukul setengah 8 malam. Waktu yang sudah disepakati oleh Juna dan Naina untuk makan malam bersama berdua.
"Juna kamu kenapa nak?" tanya Pak Farid sambil tersenyum pada cucu nya itu.
"Opa, Juna bingung mau pilih baju mana nih" Juna kebingungan
"Kamu mau kemana sih? sampai sampai pilih baju seperti itu," Pak Farid tersenyum melihat baju-baju Juna yang berserakan di lantai
"Aku mau makan malam sama Naina, malam ini aku rencananya mau nyatain perasaan aku" jawab Juna jujur pada Kakeknya. Semenjak Naina hadir ke dalam kehidupan mereka, hubungan kakek dan cucu ini membaik dan menjadi sangat dekat.
"Apa?!! wah bagus dong! akhirnya kamu menyadari perasaan kamu juga" kata Pak Farid senang
"Iya Opa, aku gak mau nunda lagi. Udah dua tahun aku menahan perasaan ini. Kalau Naina sampai pacaran sama cowok lain, kayanya aku gak akan pacaran seumur hidup aku deh" gumam Juna sambil duduk di ranjang nya
"Bagus! sudah seharusnya kamu mengatakan perasaan kamu sama Naina. Harusnya sejak dulu, ayo Opa bantu kamu pilih baju ya!" kata Pak Farid sambil tersenyum semangat
"Makasih Opa" jawab Juna ramah
Pak Farid membantu Juna memilih baju yang rapi. Setelah selesai berpakaian rapi, Juna pun mengecek ponselnya lalu ia tersenyum melihat chat yang masuk ke ponselnya itu.
...Angry Cat : Junjun, aku udah di deket taman. Kamu dimana?...
...Jawab Juna : Gue otw, tunggu ya....
...Ok, aku tunggu ya..Papa ku bilang aku gak boleh pulang lebih dari jam 9 malam. ...
...Juna : Siap Angry cat!...
Semua persiapan sudah selesai, Juna bahkan membawa buket bunga dan makanan kesukaan Naina ditangannya itu.
Juna pun segera berpamitan pada kakeknya untuk menemui Naina. Namun, tepat saat akan berangkat menemui Naina. Pak Farid menerima sebuah telpon yang membuat pak Farid langsung tidak sadarkan diri.
"Opa! opa kenapa opa?!! pak Kusno! cepat siapkan mobil, kita pergi ke rumah sakit!!" teriak Juna panik melihat pak Farid tidak sadarkan diri di kursi rodanya.
"Baik tuan muda!!" jawab Kusno panik dan buru-buru menyiapkan mobil.
Juna dan pak Kusno membawa Pak Farid ke rumah sakit. Sementara Naina masih menunggu Juna, gadis itu duduk di kursi taman. Naina menggeraikan rambutnya dan memakai jepitan tidak seperti biasanya. Bahkan ia juga memakai rok, gadis itu tampak cantik dan berbeda, lebih dari hari-hari biasanya.
60 menit sudah berlalu..
"Juna kemana sih? katanya dia udah otw, ini udah satu jam tapi belum datang juga. Apa terjadi sesuatu sama dia?" gumam Naina cemas
Naina mengirimi chat lagi pada Juna, sampai puluhan kali. Karena cemas, akhirnya Naina menelpon Juna yang tak kunjung datang juga.
Tut...Tut...
Nomor yang anda hubungi tidak menjawab, mohon tunggu beberapa saat lagi..
"Loh? kok gak angkat sih? beneran, Juna gak apa-apa kan?" tanya Naina cemas memikirkan Juna yang tidak kunjung membalas pesan ataupun telpon darinya. "Aku tunggu bentar lagi deh.." Naina kembali duduk di kursi nya dan menunggu Juna.
3 jam berlalu dan Naina masih berada disana menunggu Juna. Sampai akhirnya hujan turun dan membuat seluruh tubuhnya basah kuyup. Naina terlihat kesal, rambut nya yang sudah ditata rapi akhirnya berantakan lagi.
Tes,tes, tes..
...---***---...