
πππ
Setelah selesai sarapan, Alma dan Bryan juga kedua anak mereka, pergi ke sekolah dasar yang akan menjadi sekolah baru mereka. Ketika anak-anak lain menangis karena ditinggalkan oleh orang tua mereka di sekolah. Kelvin dan Naina terlihat santai, biasa saja.
" Kalian mau Mama tungguin disini? atau Mama jemput?" goda Alma pada kedua anaknya
" Mama, kita kan bukan anak kecil lagi. " gerutu Naina kesal
" Ya ya, Mama tau kalian memang sudah besar. Mama akan jemput kalian nanti ya. Sekarang semangat sekolahnya "
" Anak-anak Papa semangat sekolahnya ya " Bryan tersenyum
" Kami masuk dulu ya Ma, Pa "
Secara bergantian si kembar mencium tangan kedua orang tua mereka, tak lupa juga mereka mengucapkan salam. Lalu secara bersamaan Naina dan Kelvin masuk ke area sekolah. Bryan dan Alma tersenyum melihat kedua anak mereka yang sudah tumbuh besar.
" Sayang, ayo ku antar pulang. " kata Bryan pada istrinya.
" Tidak usah Bry, aku bisa pulang sendiri kok. Kan ada pak Jeffry "
" Baiklah, aku akan naik taksi " Bryan tersenyum dan mencium kening istrinya sebelum pergi bekerja.
" Hati-hati sayang "
" Ya kamu juga "
Setelah melihat suaminya naik taksi menuju ke kantor, Alma pun naik ke dalam mobil bersama pak Jeffry. Tiba-tiba saja Alma merasakan mual-mual lagi.
" Uwek.. uwekk.."
" Nyonya, apa nyonya baik-baik saja?" tanya Pak Jeffry cemas
" Tolong mengemudi lebih cepat pak, saya ingin segera kembali ke rumah.. Uwek.." kata Alma buru-buru
" Apa kita tidak ke rumah sakit saja nyonya?" tanya Pak Jeffry
" Tidak, saya mau kembali ke rumah saja pak "
Apa yang terjadi denganku? sudah 7 hari ini masuk angin ku belum sembuh juga. Apa jangan-jangan aku...
Sesampainya di rumah, Alma langsung memeriksa persediaan pembalut di dapur nya. Dan disana pembalut nya masih utuh sejak sebulan terakhir kali ke berbelanja ke supermarket.
" Oh ya, aku belum datang bulan selama kurang lebih satu bulan ini. Apa jangan jangan aku memang..." Alma terlihat berfikir
***
Bi Asih baru saja selesai membersihkan rumah, dan berencana untuk pergi ke minimarket. Ia melihat Alma sedang berada di dapur.
" Nyonya, apa nyonya butuh sesuatu?" tanya Bi Asih
" Ah tidak ada kok, oh ya Bi Asih mau kemana? " tanya Alma sambil melihat bi Asih yang sudah berganti baju.
" Saya mau pergi ke minimarket nyonya. Bahan-bahan makanan di kulkas sudah mulai habis. "
Kebetulan sekali bahan-bahan makanan di kulkas habis, ya sudah biar aku saja yang keluar sekalian beli testpack untuk memastikan nya.
" Bi Asih, biar saya saja yang belanja. Bi Asih hari ini sudah boleh pulang, bukannya anak bi Asih sedang sakit dan menunggu bi Asih di rumah?" tanya Alma
" Bolehkah saya pulang sekarang Nyonya? ini bahkan belum setengah hari, saya tidak enak nyonya " kata Bi Asih
" Tidak apa-apa kok Bi, tenang saja. Kesehatan anak bi Asih sangat penting. Bibi pulang saja duluan, saya bisa belanja sendiri " Alma memberikan uang di amplop pada ART di rumahnya itu untuk biaya pengobatan anaknya.
Bi Asih sangat berterimakasih atas kebaikan Alma padanya, ia juga merasa sangat beruntung karena Alma yang menjadi majikan nya.
***
Alma bergegas pergi belanja, dan Bi Asih pulang ke rumahnya. Alma berbelanja di supermarket dekat rumahnya, jadi ia hanya berjalan kaki ke supermarket itu.
Alma membeli makanan kesukaan Bryan dan juga kesukaan kedua anaknya. Cemilan, dan bahan-bahan yang sudah habis di kulkasnya.
" Ehm.. Nah, Naina suka kue yang manis-manis. Aku beli saja yang banyakan deh " Alma mengambil cemilan stoberi dan coklat yang ada di dalam satu satu rak supermarket itu dan memasukan nya ke dalam keranjang.
Saat ia memasuki wilayah tempat daging dan telur, perutnya kembali bergejolak. Ia tak tahan lagi ingin muntah, Alma memutuskan untuk menghindar dari area tempat daging berada.
" Huft.. hampir saja "
Tring tring..
π΅π΅π΅
Saat sedang asyik berbelanja, ponsel Alma berdering. Ia mendapat telpon dari Bu Sharla, tentang desain kalung untuk acara fashion show JJ modeling di Paris.
" Bu Alma maaf menganggu "
" Ah iya tidak papa Bu Sharla, ada apa?" tanya Alma
" Bu Alma, bisakah anda jelaskan secara detail nya tentang desain kalung untuk acara fashion show itu? sebenarnya aku kurang mengerti jika hanya melihat dari gambar yang diberikan Bu Mia saja " jelas Bu Sharla
Benar juga, desain itu kan milikku. Walaupun Mia menghandle dulu perusahaan milikku, tidak seharusnya aku meninggalkan perusahaan ku sepenuhnya.
Selama Alma bulan madu, dan sibuk di rumah. Mia lah yang menggantikan Alma menghandle perusahaan nya, sekarang Mia sedang hamil dan akan segera pergi tinggal di luar negeri bersama suaminya. Lalu siapa yang akan menghandle perusahaan nya nanti? Alma kebingungan.
" Baiklah Bu, kebetulan saya sedang senggang. Mari kita bertemu sekarang " kata Alma
" Sekarang ya? oke sekarang saya akan ke kantor Navin " Sharla setuju
Obrolan masalah pekerjaan itu tak berlangsung lama. Alma segera menyelesaikan belanja nya, tak lupa ia mampir ke apotik membeli testpack. Setelah belanja, Alma yang buru-buru pulang ke rumahnya hanya untuk menyimpan barang-barang nya dan mengambil dokumen. Bergegas pergi ke kantornya, tak lupa ia meminta izin pada suaminya sebelum pergi dengan mengirimkan pesan.
" Dia pasti masih sibuk jam segini, makanya dia tidak membalas pesanku." gerutu Alma kepada ponselnya
" Nyonya, kita mau kemana?" tanya Pak Jeffry yang sedang menyetir
" Ke kantor saya pak " jawab Alma cepat
Setelah 10 menit perjalanan, Alma sampai di kantor yang sudah lama tidak ia datangi. Kantor nya masih sama, ia melihat Viona dan Mia sedang berada di ruang presdir.
" Alma, kamu datang?" tanya Mia senang
" Iya Mia, maaf ya merepotkan mu padahal kamu lagi hamil. " kata Alma merasa tidak enak hati
" Tidak apa Alma, jika aku bisa membantumu pasti aku akan bantu. Tapi, aku harus segera pergi bersama Aldo karena pekerjaan nya " jelas Mia yang akan meninggalkan negara itu
" Ya aku mengerti, aku akan mengambil alih dari sini. Terimakasih Mia, sahabatku " Alma memeluk Mia.
" Iya Al, kamu santai saja "
Mia pun segera pulang ke rumahnya untuk menyiapkan kepindahan nya keluar negeri.
Pada saat itu juga Alma mengambil alih kembali perusahaan nya, begitu banyak dokumen permintaan desain di kantornya. Ia berencana untuk membawanya dan mengerjakan nya di rumah.
Hari itu Sharla dan Mike datang ke kantor Alma untuk membicarakan masalah desain. Mike tampak senang bertemu dengan Alma.
" Pak Mike, Bu Sharla kalian mau minum apa?" tanya Alma
" Tidak usah repot-repot Bu Alma, kami tidak akan lama " kata Sharla sambil tersenyum
" Jangan sungkan Bu Sharla, kebetulan waktu saya sedang senggang dan seperti nya pembahasan ini cukup lama " jelas Alma
" Baiklah, kalau gitu saya mau teh chamomile " kata Mike semangat
Baguslah, kalau bisa lebih lama disini. batin Mike senang
" Pak Mike suka teh itu juga? saya juga suka, saya akan buatkan teh nya. Oh ya Bu Sharla mau apa?" tanya Alma semangat
" Saya kopi saja " jawab Sharla
Uh si Mike ini, dia masih tidak menyerah.
Mike bertanya dan heran kenapa Alma yang membuatkan minuman nya dan bukan Viona. Alma menjawab, karena ia mau membuatkannya sendiri dan Viona juga sedang sibuk dengan pekerjaan nya memantau bagian perencanaan desain.
Beberapa menit kemudian setelah membuat teh dan kopi, Alma kembali dan membawakan 2 gelas teh dan segelas kopi untuk menemani rapatnya bersama Sharla dan Mike.
Mike terus saja melihat Alma dengan tatapan tidak biasa dan ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Namun, Alma tidak menyadari arti dari tatapan Mike padanya. Penuh kekaguman, dan terpesona, itulah arti tatapan Mike pada Alma.
Ketika Alma sedang menjelaskan tentang rancangan desain nya, sebuah telpon berdering di meja nya.
Tring..
Tring..
πΆπΆ
" Maaf, Bu Sharla, Pak Mike, tunggu sebentar ya " Kata Alma sambil beranjak dari kursi tempat duduknya
" Silahkan " jawab Sharla dan Mike bersamaan
Alma segera mengangkat telponnya. " Halo, dengan perusahaan Navin disini. Dengan siapa saya bicara?" tanya Alma sopan
" Apakah saya sedang bicara dengan Bu Presdir Almahyra yang cantik istri dari Bryan Alvaro Aditama yang tampan?"
Alma tersenyum senang seketika mendengar suara pria yang terdengar di telpon kantornya itu. Mike dan Sharla yang tak jauh dari sana tak sengaja mendengar percakapan suami istri di telpon itu
" Bryan! aku pikir siapa " wajah Alma langsung merona mendengar suara suaminya " kenapa kamu menelpon ke telpon kantor?"
" Siapa suruh kamu tidak mengangkat telpon ku? aku sudah menelpon mu 5 kali " gerutu Bryan kesal
" Maaf, ponselku dalam mode getar aku sedang rapat dengan Pak Mike dan..
" Apa?! kamu bersama Mike?" Bryan langsung menyambar kata-kata Alma yang belum selesai
" Iya, kamu tenang saja aku bersama Bu Sharla juga kok " Alma langsung menjelaskan pada suaminya, takut suaminya salah paham
" Syukurlah kalian tidak berduaan. Sebenarnya mau kalian berduaan atau tidak, aku akan tetap marah " kata Bryan tak senang
" Kamu tenang saja sayang, sebentar lagi aku pulang dan menjemput anak-anak "
" Tidak perlu. Aku menelpon mu untuk memberitahu kalau kamu tidak perlu menjemput anak-anak, biar aku yang menjemput mereka kebetulan waktu ku senggang. Kamu selesaikan saja dulu pekerjaan mu " jelas Bryan pada istrinya
" Kamu memang suami yang pengertian, tapi tidak perlu. Aku sempat kok menjemput mereka. Sebentar lagi aku selesai " jelas Alma
" Baiklah, kabari aku ya. Aku ada rapat dengan klien penting hari ini dan akan pulang terlambat " kata Bryan
" Iya sayang " Alma langsung menutup telponnya dan melanjutkan rapatnya bersama Mike dan Sharla.
Mike dan Sharla sangat menyukai desain yang Alma rancang untuk acara fashion show itu. Mike dan Sharla juga mengajak Alma untuk ikut acara fashion show di perusahaan Mike nanti. Alma dengan senang hati menerima undangan dari Mike dan Sharla.
" kalau begitu kami harus segera pergi "
" Terimakasih atas pengertiannya Pak Mike, Bu Sharla, karena sudah datang kemarin. Padahal harusnya saya yang datang ke kantor Pak Mike" kata Alma merasa tak enak
" Tidak apa, kebetulan kami memang..." Sharla akan menjelaskan
" Ya, seharusnya kamu sering datang ke kantorku. Aku merasa keberatan karena harus datang kemari " kata Mike sambil tersenyum pada Alma
" Ah.. ya baiklah pak Mike, lain kali saya yang akan datang ke kantor bapak. Mohon maafkan saya " Alma memohon maaf dan memasang senyuman profesionalitas nya
Pak Mike ini bicaranya lembut dan sambil tersenyum, padahal sebenarnya dia menyindir ku. Menyebalkan.
Mike menikmati wajah Alma yang tersenyum palsu padanya.
Dia pasti sedang memaki ku di dalam hatinya. Lucu sekali.
Saat Alma mengantar Mike dan Sharla ke depan pintu, tiba-tiba saja tubuh Alma oleng. Dan hampir menabrak pintu, namun Mike menahan tubuhnya.
" Bu Alma, kamu kenapa?" tanya Sharla cemas
" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mike cemas sambil menopang tangan Alma dan membantunya berdiri tegap.
Wanita itu memegang kepalanya, dan menepis tangan Mike yang menyentuhnya.
" Saya tidak apa-apa "
Kepalaku sangat pusing. keluh Alma dalam hati
" Tapi kamu.. "
" Mike, jangan lupa batasan mu. " bisik Sharla pada Mike
" aku tau " jawab Mike sedih
Iya benar, dia istri sahabatmu. Kenapa kamu memiliki perasaan seperti ini padanya Mike?.
Mike dan Sharla pun pergi dari kantor Navin. Setelah itu Alma juga pergi untuk menjemput kedua anaknya ke sekolah bersama pak Jeffry.
Alma tidak menyadari bahwa Mike dan Sharla mengikuti mobil yang ditumpangi Alma dari belakang.
" Mike, kamu gila ya? kamu mau jadi penguntit?" tanya Sharla kesal para sahabat nya itu
" Aku hanya cemas padanya "
" Kamu tidak perlu melakukan itu Mike, ada suaminya dan keluarga nya yang akan mencemaskan nya. "
" Bukannya awalnya kamu mendukung hubungan ku dengannya? kenapa sekarang kamu marah?"tanya Mike heran
" Itu karena sebelumnya aku pikir kalau suaminya itu Playboy dan tidak mencintainya. Tapi aku salah. Jadi hentikan semua ini jangan mengejar nya lagi " jelas Sharla mengingatkan
" Aku tidak mengejarnya. Aku melakukan ini karena aku hanya cemas padanya "
" Mike, sikapmu ini sama saja dengan kamu yang sedang mengejar nya. Ini tidak benar "
" Lalu aku harus bagaimana? aku tidak berencana merusak hubungan mereka kok. Aku hanya cemas pada keadaan nya. Sharla, kamu tau tidak kalau ini adalah perasaan yang tidak bisa ku kendalikan. Masalah hati ini begitu rumit "
" Mike, kamu ini benar-benar deh.." Sharla pusing dengan kelakuan sahabatnya itu.
Itu benar, hal yang berhubungan dengan hati memang sulit untuk di kendalikan Mike.
" Aku hanya akan memastikan nya dan anak-anak nya pulang dengan selamat. Setelah itu kita pergi " kata Mike sambil memperhatikan mobil Alma yang berhenti di depan sekolah si kembar.
Terlihat banyak anak keluar dari sekolah, dan terlihat beberapa orang tua datang menjemput anak-anak mereka.
" Mama!" Naina menghampiri Alma dengan gembira
" Gimana sekolah nya sayang?" tanya Alma
Kepalaku pusing sekali.
Alma buru-buru mengajak kedua anaknya untuk segera pulang karena ia merasa badannya kurang baik. Si kembar masuk terlebih dahulu ke dalam mobil. Saat Alma akan masuk ke dalam mobil, tak sengaja seorang pria bersepeda motor yang kehilangan kendali mengarah ke arahnya.
BRUM
BRUM
" Bu, Awas Bu! rem motor saya blong! " teriak si pengendara motor itu panik
" Nyonya! hati-hati !" teriak Pak Jeffry dari dalam mobil panik
" Mama ! " teriak Naina dan Kelvin kaget melihat jarak motor dan jarak ibunya berdiri sangat dekat.
" KYAA !!" Alma berteriak
Alma tak sempat menghindar, seseorang meraih tubuhnya dengan cepat. Mereka berdua jatuh ke trotoar bersama-sama. Sementara si pengendara motor itu dan motornya menabrak sebuah warung dipinggir jalan.
Orang yang menangkap tubuh Alma dan melindungi nya, tak lain adalah Mike. Beberapa orang menghampiri mereka berdua dan menanyakan keadaan mereka. Terlihat tangan Mike terluka.
" Mama!"
" Nyonya!"
Si kembar dan Pak Jeffry juga berlari menghampiri Alma dengan panik. Sharla yang tadinya berada di mobil juga menghampiri Alma dan Mike yang jatuh terduduk di trotoar.
" Alma, kamu tidak apa-apa?" tanya Mike sambil menahan sakit ditangan kanannya dan memegang tangan Alma, tanpa sadar. Pria itu menatap Alma dengan cemas
" Pak Mike, kamu terluka.. Argh.. sakit " tiba-tiba saja Alma kesakitan memegang perutnya. Terlihat darah mengucur ke kaki nya yang keluar entah dari mana.
" Alma !" teriak Mike panik " Apanya yang sakit?" tanya Mike cemas
" Mama, Mama kenapa?!" tanya Naina dan Kelvin panik melihat ibunya kesakitan. Kelvin sempat melihat Mike yang terlihat sangat cemas melihat ibunya.
Kenapa om ini bersikap seperti ini pada mama dan melihatnya seperti itu?
" Argh!! perutku, sakit sekali !! ARGH!" Alma memegang perutnya, tampak kesakitan. Beberapa detik kemudian, Alma jatuh tidak sadarkan diri.
" Alma !"
" Mike, cepat bawa Bu Alma ke rumah sakit " kata Sharla
Tanpa pikir panjang, dan tanpa memikirkan tangannya yang terluka. Mike segera menggendong Alma dengan panik.
Alma, kamu tidak boleh kenapa-napa. Mike membawa Alma ke dalam mobilnya.
...---***---...
Hai Readers! mohon maaf untuk bab ini mungkin ada typo typo sedikit, karena author ngetiknya ngebut ππ€
mohon beri like, komen nya ya buat dukung author!