Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Perceraian kedua Bryan



Belum puas Bryan memeluk Alma, ia juga menumpahkan air mata haru bahagia. Pria itu tak menyangka, bahwa dirinya bisa melihat dan memeluk lagi gadis yang ia cintai dengan sepenuh hatinya.


" Kamu tau sudah berapa lama aku ingin memelukmu seperti ini? sudah berapa lama aku terjebak dalam rindu ini. Tidak sehari bahkan sedetik pun aku lewatkan dengan tidak merindukan mu, aku selalu merindukan mu. Berharap suatu saat kamu kembali padaku. Sekarang kamu ada di depanku, dan ini bukanlah mimpi ku lagi seperti sebelumnya. "


Aku ingin meraih mu, memelukmu. Tapi, aku tidak bisa melakukan nya. Alma kamu harus sadar, pria ini bukan milikmu lagi.


Alma mendorong pelan Bryan, melepaskan tubuh nya dari pelukan Bryan. Ia sempat melihat kedua mata Bryan yang merah, karena jatuh nya air mata. Alma setengah tidak percaya, bagaimana bisa Bryan seorang pria yang kuat, percaya diri, dingin dan cuek bisa menangis karena merindukan nya.


" Hentikan ini pak Bryan, ini sedang di kantor. Anda jangan kurang ajar " Alma mempertahankan wajah dingin nya di depan Bryan. Kedua mata Bryan menatapnya dengan sedih, sikap Alma yang seperti ini sudah menyakiti hatinya.


Baiklah Alma, aku tau kamu bersikap seperti ini karena kamu berfikir statusku masih lah suami orang lain. Sebentar lagi, tunggulah. Aku akan menyatukan keluarga kita kembali.


" Baiklah aku minta maaf sudah menyentuhmu tanpa izin. Aku terlalu terbawa suasana. Mari kita bicara bisnis saja sekarang " Bryan kembali tersenyum, senyum yang pahit melihat kebencian dan cinta yang ada di depannya itu.


" Begitu lebih baik "


Mereka berdua pun menandatangani kerja sama setelah selesai berbincang. Bryan sangat senang karena mulai sekarang ia akan sering bertemu dengan Alma.


" Seperti nya kita akan sering bertemu sekarang, Bu Presdir Alma " Bryan tersenyum


" tolong jangan jadikan kerjasama kita sebagai alasan untuk sering bertemu "


" Aku punya banyak alasan untuk bertemu dengan mu, kamu pilih yang mana? kebetulan atau takdir? " tanya Bryan tersenyum menggoda


" Hentikan omong kosong anda " jawab Alma kesal


" Besok siang aku akan menjemput anak anak kita "


" Apa yang mau anda lakukan?"


" Mereka harus mengenal keluarga papa kandung mereka "


" Baiklah, tapi aku juga ikut !"


Aku tidak akan membiarkan dia dan keluarganya mengambil anak anak ku.


Alma menatap tajam pria yang ada di depannya itu.


Akhirnya dia mau ikut juga. Sudah kuduga rencana ini akan berhasil.


" Baiklah, akan aku kabari nanti. Andre, ayo pergi "


Andre dan Bryan segera pergi meninggalkan perusahaan itu. Setelah kepergian mereka berdua, Alma menghela napas panjang dan duduk di kursi, ia terlihat gusar, bingung.


" Bu Alma seperti nya pak Bryan memiliki ketertarikan pada Bu Alma " kata Viona sambil tersenyum yakin.


" Itu tidak mungkin, dia hanya menginginkan anak anak ku " jawab Alma yakin


" Anak anak Bu Alma? kenapa pak Bryan menginginkan mereka?" tanya Viona bingung


" Tentu saja karena dia adalah ayahnya !"


" A-Apa?!!" Viona kaget karena ia baru tau tentang hal ini


" Sudahlah, ayo kita kembali bekerja !" seru Alma


" Tunggu Bu, saya penasaran ! sebenarnya kenapa Bu Alma bisa mempunyai anak dengan Presdir aditama grup? apa kalian pernah menikah sebelum nya?" tanya Viona penasaran


" Ya. Dia mantan suamiku !" jawab Alma kesal


Mantan suami? hebat sekali Bu Alma, mantan suaminya adalah CEO Aditama grup, yang paling kaya di negara ini. Siapa aku? dimana aku? aku hanya butiran debu..


Viona langsung tercengang mendengar nya. Seketika ia membeku, ia baru tau kalau Bryan punya istri sebelum menikah dengan Selina. Karena sepengetahuan dirinya, Bryan hanya mempublikasikan pernikahan nya dengan Selina.


🍂🍂🍂


Hari itu adalah hari yang sibuk untuk Bryan, juga hari yang membuatnya malas. Sidang perceraian nya dengan Selina akan dilangsungkan pada sore itu. Ia malas bertemu dengan Selina, ia berharap bahwa semuanya cepat selesai.


Setelah 30 menit berlalu di ruang sidang, tanpa banyak berbasa-basi. Selina dan Bryan resmi bercerai tanpa halangan apapun, Bryan bahkan memberikan uang kompensasi yang besar untuk Selina untuk tidak mempersulit perceraian mereka. Perceraian keduanya pun berlangsung lancar.


Selina terlihat sedih dengan perceraian itu. Namun, Bryan terlihat senang karena ia sudah bebas dari pernikahan nya bersama Selina yang tanpa cinta dan seperti neraka baginya itu.


" Kamu senang kita bercerai, Bryan?" tanya Selina


" Tentu saja, memangnya kamu tidak senang? bukankah kamu selalu bilang kalau hidup bersamaku seperti hidup di neraka?" tanya Bryan cuek


" Bagaimana bisa aku senang bercerai dengan orang yang aku cintai? "


Bryan, walaupun hidup bersamamu seperti di neraka. Aku tetap menjalani nya, karena aku pikir hatimu akan kembali padaku.


" Cinta? kamu mengerti apa soal cinta, Selina? dari dulu sampai sekarang kamu tidak pernah mencintai siapapun. " kata Bryan sinis


" Aku mencintaimu Bryan "


" Kalau cinta, tidak mungkin kamu selingkuh dan tidur dengan pria lain " Bryan tersenyum sinis


" Ini semua terjadi karena kamu ! kenapa kamu bersikap seperti ini padaku? karena wanita ja**ng itu, kamu memperlakukan ku dengan buruk selama bertahun-tahun !" Selina menangis


Bryan langsung menghampiri Selina, menatap wanita itu dengan penuh kemarahan. Rasanya Bryan ingin memukul Selina, tapi ia ingat bahwa Selina adalah perempuan.


" Jangan pernah mengatakan hal buruk tentangnya! aku tidak bersikap baik padamu bukan karena dia, tapi karena dirimu sendiri Selina ! cara licik mu, tipu dayamu,membuat aku tidak bisa mencintai mu lagi. Dia bukan wanita j*l*ng, kamu lah yang ****** !"


Bryan melangkah pergi, meninggalkan Selina seorang diri di depan kantor pengadilan agama.


Selina tertampar hatinya oleh kata-kata Bryan. Ternyata di hatinya itu masih tersimpan Bryan, ia masih menyalahkan Bryan yang sudah mengabaikan nya selama bertahun-tahun menjadi istrinya. Ia kira waktu akan membuatnya melupakan Alma dan kembali mencintai nya, tapi nyatanya perasaan Bryan masih sama pada Alma.


Demi mengikat Bryan di sisinya, ia mencari jalan pintas. Mencari pria lain untuk tidur dengannya lalu hamil anaknya, dan pria itu adalah Jason. Cinta satu malam itu tak hanya berlangsung satu malam saja, sejak saat itu mereka semakin sering berhubungan. Sampai Selina mengandung anak dari saudara ipar nya sendiri. Yaitu Risya.


Awalnya Bryan tidak percaya Risya adalah anaknya, namun tes DNA mengatakan kalau Risya adalah putrinya. Bryan tidak tau kalau Selina sudah melakukan untuk membuat pria itu disisi nya. Bahkan sampai hamil anak orang lain, memalsukan tes DNA. Kehadiran Risya, sama sekali tidak berpengaruh terhadap perasaan Bryan pada Selina. Bryan tidak pernah melihat Selina sebagai istrinya.


" Kamu jahat Bryan! selama ini aku sudah berbuat banyak padamu. Kamu yang membuatku menjadi wanita menyedihkan seperti ini. Karena cinta ku padamu, aku kehilangan semuanya. Aku sudah hancur. Baiklah Bryan, kalau memang begini akhirnya diantara kita. Aku juga tidak akan membiarkan kamu bahagia. Meskipun kita bercerai, kamu juga tidak boleh kembali padanya. "


Mata Selina mengeluarkan air mata yang deras, tangannya memegang dadanya yang terasa sesak.


Sorot matanya penuh kemarahan dan sakit hati menatap Bryan yang belum berjalan jauh darinya.


Bryan masuk ke dalam mobilnya, ia bersama Andre di dalam sana. Bryan melihat Selina yang menangis disana, hatinya sama sekali tidak peduli dengan Selina. Ia sudah kehilangan rasanya pada Selina sejak lama, entah itu perasaan suka, atau respect padanya sebagai teman. Tidak ada perasaan tersisa.


" Andre, suruh orang untuk mengikuti Selina secara diam-diam " ucap Bryan tegas


" Tapi kenapa pak?"


Apa mungkin pak Bryan masih mencintai nyonya Selina? ah, apa yang aku katakan? Presdir kan hanya mencintai nona Alma.


" Lakukan saja, dan laporkan setiap gerak-gerik nya padaku "


Ini semua harus segera berakhir, agar aku bisa mendapatkan Alma dan anak-anak ku kembali. Tapi, bagaimana jika Risya memang benar-benar anak kandungku? apa Alma akan menerima nya?


" Baik pak " jawab Andre patuh


" Oh ya, Andre. Sudah kamu kirimkan hadiah ku untuk si kembar?" tanya Bryan semangat


" Sudah pak, mereka pasti sudah menerima nya" jawab Andre


" Baguslah, mereka pasti akan suka hadiah dariku kan?" Bryan tersenyum senang


" Tentu saja pak " Andre ikut tersenyum melihat bosnya itu


" Andre, kita ke rumah Alma dulu sebentar. Aku ingin melihat anak-anak ku " kata Bryan semangat


Aku tak sabar memberitahu kedua bocah pintar itu kalau aku adalah papa mereka.


****


Di rumah Alma, orang-orang banyak berdatangan untuk mengantar hadiah. Hingga hadiah pun menumpuk di tengah rumah Alma. Ada boneka, mobil-mobilan, robot robotan, mainan anak-anak usia 5 tahunan.


" Apa apaan ini? kenapa rumah kita jadi seperti penitipan barang kak?" tanya Naina kebingungan dengan banyak nya orang yang mengantar barang barang ke rumah mereka.


Pasti pak Bryan yang mengirim nya kemari. Dia pikir kami anak kecil yang akan bermain dengan barang-barang yang seperti ini? hu..


" Sudahlah Nai, apa ada barang barang yang kamu suka?" tanya Kelvin pada adiknya.


" Aku suka yang ini saja, yang lain nya tidak " Naina tertarik melihat sebuah boneka kelinci, dan memegangnya.


" Kenapa kalian tidak suka yang lainnya?" tanya Bryan yang sudah berdiri di depan pintu rumah itu bersama Andre.


" Eh, ada om yang kemarin ketemu di mall itu?" tanya Naina


" Panggil aku papa, aku papa mu " Bryan tersenyum dan menjawab dengan percaya diri.


Kelvin dan Naina menghampiri Bryan dan segera memberi salam, lalu menatap Bryan dengan penuh pertanyaan. Melihat dari wajah Bryan yang senang, Kelvin sudah menduga bahwa hasil tes DNA nya sudah keluar.


" Papa? kenapa kami harus memanggilmu papa? " tanya Naina polos


" Apa hasilnya sudah keluar Om?"


Bryan duduk berlutut di depan kedua anaknya itu, ia menunjukkan secarik kertas yang mengatakan hasil tes DNA. Bahwa mereka adalah ayah dan anak.


" Jadi.. jadi om adalah papa ku? papa kandungku?" tanya Naina terpana


Om tampan ini papaku?


" Benar, aku papa kalian " jawab Bryan sambil tersenyum pada kedua anaknya itu dan mengelus kepala mereka.


" Kakak, om ini bilang dia adalah papa kita? "


" Jangan percaya dulu dengannya, kalau dia papa kita. Kenapa dia meninggalkan mama dan kita? kenapa dia baru menemui kita sekarang?" kata Kelvin sinis


Dia memang papaku, dan kami memang punya hubungan darah. Tapi, itu bukan berarti aku bisa menerima nya begitu saja. Aku harus mengetes nya, apakah dia pantas menjadi papa ku dan Naina atau tidak?


Kata-kata Kelvin membuat Bryan tersindir. Beberapa saat kemudian, Bryan duduk berhadapan bersama si kembar. Mereka memperhatikan Bryan dari atas kepala sampai ujung kakinya.


" Kenapa kalian melihat ku begitu nak?" tanya Bryan sambil meneguk teh yang sudah disediakan bi Asih, pembantu baru yang dipekerjakan oleh Alma. Andre siap sedia berdiri di belakangnya.


Kenapa Alma belum pulang ya?


" Jangan panggil kami seperti itu, kami belum menerima mu sebagai papa kami " kata Kelvin sambil menatap tajam ke arah Bryan


Ternyata anak ini tidak mudah dihadapi.


" Kakak jangan begitu, faktanya kan kalau om ini adalah papa kandung kita " kata Naina merasa iba


" Naina jangan luluh dulu, dia sudah meninggalkan Mama dan kita selama bertahun tahun. Aku ingin tau alasannya kenapa om seperti itu?" tanya Kelvin dengan nada yang mengintrogasi


" nak, aku tidak meninggalkan kalian dan ibu kalian. Ibu kalian yang meninggalkan aku "


" Mama pasti punya alasan kenapa dia meninggalkan mu, jadi apa?"


Anak ini, gaya bicaranya mirip dengan pak presdir..Tidak diragukan lagi. batin Andre terpana


Akhirnya ayah dan anak anak itu mengobrol, namun Naina yang polos tidak cukup mengerti obrolan kakak dan papa nya itu. Bryan sengaja meluangkan waktu sibuknya hari itu, untuk bertemu dengan anak-anak nya. Bahkan Bryan bermain dengan anak anak nya, pembicaraan Bryan dan Naina berjalan lancar. Tapi tidak dengan Kelvin yang sikapnya dingin.


Ditengah-tengah percakapan mereka, datanglah Mia yang baru kembali dari luar negeri. Mia kaget melihat ada Bryan di sana.


" Tante Mia !!" seru Naina sambil memeluk Mia dengan gembira.


" Eh? pak Bryan, kenapa anda ada disini?" tanya Mia dengan nada yang tidak senang.


Kenapa dia bisa bersama si kembar? apa jangan-jangan dia sudah tau kalau si kembar adalah anak anaknya?


" Mia, tampaknya kamu tidak menyambut ku."


" Bagaimana bisa saya tidak menyambut bapak? saya sangat tidak senang bapak ada disini " kata Mia sinis


" Sepertinya papa harus pergi sekarang, papa harus pergi kekantor lagi. Sampaikan salam untuk mama kalian, papa akan datang lagi besok "


" Iya, boleh! sering sering kemari ya papa " kata Naina gembira


" Papa?!!" Mia kaget mendengar nya


Nampaknya hati Naina yang polos dan lugu sudah mulai menerima Bryan, bahkan memanggil nya papa dengan mudah. Tapi, Kelvin masih menilai Bryan. Ia tak bisa semudah itu menerima Bryan sebagai papa nya begitu saja.


Bryan sudah tau kalau ia akan kesulitan melunakkan hati anaknya yang satu itu. Bryan berjanji pada dirinya sendiri, ia akan berusaha untuk menyatukan kembali apa yang sudah hilang. Karena ia tau kalau darah lebih kental dari air.


" Keluarga kita akan kembali utuh, papa akan kembali mendapatkan maaf dan hati mama mu juga. Naina, terimakasih sudah menerima papa sayang " Bryan tersenyum lembut dan mengelus rambut Naina yang panjangnya sebahu itu.


Naina tersenyum manis, belum pernah ia merasakan perasaan disayangi oleh Bryan yang baru ia kenal sebentar. Rasanya ia sudah dekat dengan Bryan. Bahkan dengan Leon pun, Naina tak pernah merasakan kehangatan seperti ini.


" Iya papa, papa harus dapatkan hati mama dan kak Kelvin " jawab Naina senang


" Terimakasih sudah mendukung papa, nak " Bryan mencium kening putrinya itu dengan penuh kasih sayang.


Bryan dan Andre pun berpamitan, mereka kembali ke kantor.


🍂🍂🍂


Malam itu Selina sedang mabuk-mabukan di sebuah bar, orang-orang suruhan Bryan masih mengikutinya secara diam-diam. Selina terlihat frustasi, perceraian nya dengan Bryan sangat melukai hatinya.


Cinta, kehidupan nya, sudah ia hancurkan sendiri untuk mendapatkan Bryan. Tapi apa yang ia dapatkan? hanyalah siksaan dari Bryan. Siksaan hati yang tak kunjung berhenti, bahkan sampai mereka bercerai sekalipun. Begitulah akhir dari pernikahan tanpa cinta itu.


🎵🎵🎵


Ponsel Selina berdering, lalu Selina yang setengah tidak sadarkan diri itu segera mengangkat nya. " Bryan? kamu dimana? brengsek kamu ! "


" Selina? kamu mabuk ya?" tanya Jason sambil mengemudi


" Iya Bryan aku mabuk "


" Kamu sampai mengira aku adalah Bryan? kamu benar-benar mabuk. Dimana kamu? aku akan jemput kamu"


" Aku di bar xxxx, kamu cepat kesini Bryan !" teriak Selina pada ponselnya itu


" Setidaknya kamu masih menjawab dengan benar dimana keberadaan mu "


Telpon pun diputus oleh Jason. Beberapa menit kemudian, Jason sampai di Bar itu. Ia melihat Selina dalam keadaan galau. Jason menemani Selina minum-minum disana, tak lupa tangan Jason merangkul Selina bahkan memeluknya dengan mesra.


Kedua bodyguard yang mengikuti Selina, kaget karena melihat ada Jason disana. Terlebih lagi Jason memeluk Selina seperti kekasih yang sedang menghibur kekasihnya. Selina juga tidak menolak pelukan dari Jason.


" Apa kita harus lapor kan ini juga pada Presdir?"


" Kita kan diperintahkan untuk melaporkan apapun, jadi kita laporkan saja "


" Ini gila? tidak mungkin kan pak Jason ada hubungannya dengan nona Selina?"


Kedua bodyguard itu mengambil gambar Jason dan Selina. Lalu mereka mengikuti Selina dan Jason yang masuk ke dalam kamar hotel. Semakin memperkuat keyakinan mereka, kalau Selina dan Jason memiliki hubungan gelap.


...---***---...