Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 37. Naik kelas malah galau?



...🍀🍀🍀...


🍀


🍀


Sejak saat itu Naina semakin dekat dengan pak Farid dan Juna. Bryan dan Alma juga menjalin hubungan baik dengan pak Farid. Begitu pula dengan keluarga Aditama yang lainnya. Juna dan Theo masih seperti biasanya, mereka masih belum mengatakan perasaan mereka pada Naina. Kedua pria itu masih saja sama, sibuk untuk mencari perhatian Naina. Dan mungkin saja hal itulah yang membuat Naina tidak peka, juga tidak tau isi hati Theo dan Juna.


Hubungan Keira dan Kelvin juga baik-baik saja. Mereka masih menyembunyikan hubungan mereka dari orang-orang. Meskipun kadang Keira suka cemburu jika ada gadis-gadis yang mendekati Kelvin. Tapi, Keira merasa tenang karena Kelvin tidak pernah meladeni gadis-gadis cantik yang mendekat padanya. Seperti yang diharapkan dari Kelvin, ia setia tidak seperti ayahnya yang meninggalkan jejak seorang Cassanova.


Satu minggu pun telah berlalu, ujian kenaikan kelas sudah selesai dilaksanakan semua siswa kelas X, dan kelas XI. Sedangkan untuk kelas XII mereka sedang mempersiapkan untuk ujian nasional dan acara kelulusan mereka. Tak terasa Naina akan segera menginjak kelas dua, dan Kelvin naik ke kelas tiga.


Semua siswa bergumul di mading sekolah untuk melihat hasil ujian mereka. Peringkat seluruh siswa kelas X maupun kelas XI terpampang di mading itu.


"Vin, selamat ya kamu juara umum lagi!" seru Ghina sambil memberikan sebuah kotak untuk Kelvin. Rupanya gadis itu masih belum menyerah untuk mendekati Kelvin.


"Vin, ini hadiah buat kamu" ucap seorang gadis yang ingin memberikan hadiah pada Kelvin


"Kak Kelvin selamat!"


Bukan hanya teman sebayanya saja yang memberikan hadiah dan ucapan selamat untuk Kelvin. Adik kelas bahkan kakak kelas yang akan lulus juga berbondong-bondong ingin memberikan hadiah dan selamat untuknya.


Saat Kelvin sedang sibuk dikerumuni oleh para siswi lainnya, Keira hanya mendengus kesal karena cemburu. Naina pun mencoba menghiburnya.


"Ya, inilah yang harus kamu rasakan kalau pacaran sama orang populer" Naina menepuk bahu sahabatnya itu


"Iya aku tahu, ini konsekuensinya. Gak papalah selama Kelvin tidak memperhatikan orang lain, aku baik-baik aja" Keira tersenyum pahit melihat pacarnya yang selalu ia dekati oleh gadis-gadis.


Aku sebenarnya cemburu. Tapi, bukan salah dia juga kan kalau cewek-cewek itu deketin dia?Ha.. aku juga mau kasih hadiah buat Kelvin, tapi apa dia akan suka hadiahku?. umpat Keira dalam hatinya sambil melihat ke arah Kelvin yang sedang melihatnya juga. Kelvin tersenyum pada pacarnya yang sedang berdiri di depan mading sekolah.


Keira langsung memalingkan wajahnya pura-pura tidak lihat Kelvin dan menatap mading sekolah.


Loh kenapa Keira kaya gitu? apa dia marah? gawat! Kelvin terkejut melihat pacarnya memalingkan wajah darinya.


"Kamu hebat banget, strong, wanita tegar! kalau aku sih udah marah sama cewek-cewek itu" gumam Naina yang ikutan kesal melihat gadis-gadis itu mengerumuni kakaknya.


Tenang aja Kei, aku akan bantu kamu menyingkirkan mereka! batin Naina menatap penuh api membara pada gadis-gadis yang mengerumuni kakaknya.


Naina pun berjalan menghampiri kakaknya itu, ia menerobos gadis-gadis yang sedang ribut-ribut ingin memberikan hadiah pada kakaknya dan cari perhatian pada kakaknya yang tampan itu. Kelvin sendiri sulit keluar dari keadaan itu, ia ingin mengejar Keira yang sudah melangkah pergi dari sana.


Keira, mau kemana? dia kayanya marah?. Kelvin merasa tidak enak melihat Keira pergi dengan wajah sedih


"Minggir minggir kalian! maaf ya, kakak ku gak terima hadiah dari kalian. Kakak ku sibuk dan mau pulang!!" Naina merentangkan kedua tangannya untuk melindungi pacar sahabatnya, sekaligus kakak nya itu.


Kakak, kepopuleran mu ini sungguh meresahkan. batin Naina gelisah melihat fans fans kakaknya.


Bagus, Naina! aku berhutang sama kamu. Kelvin tersenyum licik. Di saat semua perhatian beralih pada Naina, Kelvin diam-diam pergi dari kerumunan para gadis itu dan mengejar Keira yang mungkin belum jauh.


"Kemana Kelvin?" beberapa siswi celingukan kesana kemari mencari keberadaan si geniua cold man yang tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mereka


"Kemana kak Kelvin?" tanya siswi siswi itu kebingungan karena Kelvin tidak ada disana.


"Karena Kelvin nya gak ada, ya udah kita kasih aja hadiahnya sama adiknya"


"Naina titip ya"


"Nai aku juga!"


"Naina cantik deh, aku titip juga ya buat kakak kamu. Bilangin ya dari kak Ghina yang syantik" ucap Ghina sambil menyerahkan sebuah kotak ke tangan Naina.


Kini tumpukan hadiah sudah menumpuk memenuhi kedua tangan Naina. Setelah siswi-siswi itu menitipkan hadiah mereka pada Naina, mereka pun pergi meninggalkan Naina dengan tumpukan hadiah di tangannya. Naina terlihat kesal, ia bahkan sampai jatuh ke lantai bersama dengan hadiah-hadiah itu. Saking banyaknya hadiah yang dibawanya.


BRUK


BRAK


Lah? kenapa jadi ke aku? Kak Kelvin, kamu kakak lucknut!!!


"Nai, kamu gak apa-apa? maaf ya aku lama dari toiletnya!" seru Nisha sambil terburu-buru menghampiri sahabatnya itu.


"Aku gak papa Nis" jawab Naina yang masih dalam posisi terduduk di lantai.


Kak Theo?. Nisha melirik ke arah Theo yang hanya memperhatikan Naina


"Kamu gak papa Nai?" tanya Theo sambil mengulurkan tangan nya untuk membantu Naina berdiri.


"Eh, kak Theo?" Naina menengadahkan kepalanya ke arah Theo yang sedang mengulurkan tangan padanya.


Nisha, dia pasti cemburu. Aku gak boleh buat dia salah paham. Aku sama kak Theo cuma sahabat. Naina melihat wajah sahabatnya yang sedih melihat Theo dekat-dekat dengannya. Setelah ia mendengar cerita dari Keira sebelumnya bahwa Nisha menyukai Theo, Naina jadi agak menjaga jarak dari Theo dan mulai menciptakan momen Nisha dan Theo.


"Nis, bantu aku berdiri!" ujar Naina pada sahabatnya itu


"I-iya Nai" jawab Nisha sambil membantu Naina berdiri.


Theo menarik kembali tangannya dengan perasaan tidak nyaman di hatinya, ia merasa kalau Naina akhir-akhir ini selalu menjauhinya.


Kenapa kamu nolak aku terus Nai? udah seminggu, kamu bersikap seperti ini? Apa aku ada salah?. Theo kebingungan dan sedih


"Makasih Nis, bantuin aku mungutin kotak-kotak ini dong!" seru Naina pada Nisha


"Aku juga bantu kamu ya" ucap Theo sambil tersenyum


"Boleh kak, tolong ya Nisha dan kak Theo juga. Bawain kotak-kotak ini ke mobil pak Jeffry di depan gerbang sekolah!" seru Naina pada kedua sahabatnya itu


Nisha sama kak Theo pasti bakalan cocok kalau pacaran, mereka sama-sama lembut. Ya, hanya ini yang bisa ku lakukan supaya kalian bisa berduaan. batin Naina berharap kedua sahabatnya itu bisa jadian


"Loh, terus kamu mau kemana?" tanya Theo melihat Naina yang melangkah pergi ke arah lain.


"Aku ada urusan sama Juna dan Damar, mau lihat pengumuman di mading" jawab Naina sambil tersenyum


Juna lagi, Juna lagi. Theo kesal di dalam hatinya


"Ah ya Nis, kak Theo, tolong bilangin sama pak Jeffry kalau aku pulang sama Juna" ucap Naina pada kedua sahabatnya itu.


"Iya Nai" jawab Nisha


Theo semakin greget mendengar nama Juna yang selalu disebutkan oleh Naina. Theo juga kesal karena Juna selalu mencuri start darinya, bahkan keluarga Naina juga sudah mulai dekat dengannya.


Theo yang marah, cukup sadar diri kalau ia tak bisa marah karena Naina hanyalah sahabatnya bukan pacar atau saudaranya yang bisa melarangnya bersama siapapun.


Theo dan Nisha memunguti kotak-kotak yang berserakan di lantai, lalu membawanya ke depan gerbang sekolah untuk di simpan di mobil pak Jeffry. Di sepanjang perjalanan, Theo dan Nisha sama sekali tidak saling bicara. Karena Theo hanya diam saja dengan wajah kesalnya, sehingga Nisha tak berani bertanya.


🍀🍀🍀


Di taman belakang SMA Harapan bangsa..


Juna dan teman-teman nya ada dibelakang sekolah. Juna tampak muram, sementara teman-teman nya senang karena mereka naik kelas.


Damar juga terlihat galau, ia duduk di samping Juna. Entah apa yang dipikirkan oleh Damar, hasil ujiannya ataukah Keira?


"Kita naik kelas Bro! kelas dua bro!" Kata Reza pada Bagas yang juga tidak naik kelas sama seperti Juna dan Damar, hanya Nando saja yang naik ke kelas tiga diantara teman-teman terdekat Juna


"Akhirnya kelas dua bro! gak sia sia gue rajin ke sekolah! walaupun nilai gue masih jeblok sih" gumam Bagas merasa bangga pada dirinya yang akhirnya naik kelas


"Congrats, buat kalian semua ya" kata Nando dengan gaya santainya duduk di kursi dan bertepuk tangan kepada ke empat temannya itu


"Cie.. gaya loh yang jadi kelas tiga. Bentar lagi mau UN" kata Reza pada temannya yang bernama Nando itu


"Kakak kelas nih bro!" Bagas menepuk-nepuk bahu Nando dengan bangganya.


"Iya nih, kalian naik kelas lagi dong biar kita lulusnya barengan" Nando tersenyum tipis, berharap agar teman-teman nya bisa lulus bersama dengannya. Diantara teman-teman nya Nando memang paling rajin belajar dan rajin ke sekolah.


"Lo aja yang tinggal kelas, biar lulus bareng kita" kata Reza mengusulkan


"Hahaa" Nando tertawa mendengar usulan konyol dari temannya itu.


Ketiga temannya sedang asyik bercanda tawa seperti biasanya. Tiba-tiba saja pandangan mereka mengarah pada kedua pria tampan yang sedang duduk dibawah pohon, bersandar dengan wajah yang tidak bersemangat.


"Woy! kalian naik kelas kan? kenapa kalian galau?!" tanya Bagas tak paham dengan Damar dan Juna yang malah galau di hari kenaikan kelas mereka.


"Lo juga Jun! Lo masuk peringkat seratus besar kan? hebat Lo Jun, tapi kenapa Lo malah galau?" tanya Nando keheranan melihat kedua sahabatnya yang galau


"Haaahhhhh..." bukannya menjawab pertanyaan teman-teman nya, Juna dan Damar kompak menghela napas panjang bersamaan.


"Lah? kenapa kalian ini? senyum dong senyum, semangat!" seru Reza gemas melihat gelagat kedua sahabatnya yang seperti habis putus cinta.


"Kenapa mereka? kaya vampir kurang darah aja ya" gumam Nando sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya yang galau itu


Apa gunanya naik kelas? apa gunanya sekelas lagi sama Keira?nyatanya Keira udah jadian sama si genius cold man. Apalah aku yang hanya butiran debu ini?. Batin Damar perih melihat Keira dan Kelvin berpegangan tangan di depan sekolah.


#FLASHBACK


Damar yang sudah melihat hasil ujian di mading, bergegas ingin menemui Keira dan memberitahukan nya bahwa Damar masuk ranking 100 besar.


Namun, saat sampai di depan sekolah. Damar melihat Keira dan Kelvin sedang berpegangan tangan.


Itu kan Keira sama cold man?!! kenapa mereka pegangan tangan kaya gitu?! Damar panik dan tercengang melihat Kelvin yang mengejar Keira langsung memegang tangan Keira lebih dulu. Damar diam-diam bersembunyi dan mendengarkan obrolan mereka.


"Kei kelinci ku! kamu marah ya?" tanya Kelvin sambil ngos-ngosan


"Kelvin, kamu apaan sih? nanti kalau ada orang yang lihat gimana? kita masih di depan sekolah loh!" bisik Keira pada pacarnya itu, Keira menepis tangan Kelvin yang memegangnya


"Habisnya kamu marah. Kamu pergi gitu aja, aku kan udah bilang tunggu aku. Kita pulang bareng" gerutu Kelvin pada Keira


"Kamu kan lagi sibuk, mana mungkin aku ngajak kamu pulang bareng" ucap Keira dengan wajah cemberut nya


"Kamu cemburu kan? kamu selalu begini kalau aku dekat gadis lain" Kelvin tersenyum memandang ke arah pacarnya itu, ia senang karena Keira akhirnya cemburu.


"Cewek mana yang gak akan marah, lihat pacarnya di deketin sama cewek lain?" tanya Keira sebal


Pacar? Keira sama si cold man pacaran?!!! sejak kapan?!!" Damar tersentak dan syok mendengar obrolan Keira dan Kelvin. Hati Damar langsung hancur seketika.


"Tuh kan, kamu cemburu? kalau kamu gak mau aku dideketin cewek cewek itu lagi, kita harus publikasikan hubungan kita." jelas Kelvin pada pacarnya, setengah membujuk


"Gak mau ih, jangan dulu!" seru Keira melarang dengan tegas.


Damar yang sedih dan sakit hati, langsung pergi setelah mendengarkan sedikit pembicaraan Keira dan Kelvin. Langkahnya gontai, dan hatinya galau maksimal. Gadis yang ia sukai sudah jadian dengan pria paling populer di sekolah yang tidak mungkin bisa dia kalah kan.


#END FLASHBACK


Sia-sia saja aku belajar, aku gak masuk lima puluh besar. Aku gak bisa minta permintaan sama Naina. Juna terus mendesah tak jelas, matanya memandang ke arah lain


"Ternyata si Junjun ada disini! Hey Junjun!" seru Naina memanggil Juna yang sedang duduk berada di bawah pohon bersama Damar. Juna tidak menggubrisnya dan tenggelam dalam lamunannya sendiri.


Aku harus kasih dia selamat dan kasih semangat juga.


"Eh ada Lo Naina" sapa Reza dan Bagas ramah pada Naina.


"Oh hai Reza, Bagas, Nando" jawab Naina menyapa ketiga teman Juna itu, Naina melirik ke arah Juna dan Damar yang sedang fokus dengan lamunan mereka sendiri.


Nando berbisik pada Naina, entah apa yang dibisikkan nya itu. Naina menghampiri Juna dan Damar yang sedang duduk dibawah pohon.


"Juna.. hey.. Juna.." Panggil Naina pada pria yang ada di depannya itu


"Kenapa Lo ada disini?" Juna langsung berdiri karena terkejut melihat Naina tiba-tiba ada di depannya.


Dia pasti mau marahin aku, karena aku ga masuk lima puluh besar. batin Juna sedih


"Aku disini ya mau ketemu kamu lah" jawab Naina blak blakan


"Ma-mau ngapain?" tanya Juna dengan wajah sedihnya


"Mau kasih kamu ini!" Naina merogoh saku baju seragam nya itu. Ditangan Naina terlihat sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang berwarna merah. Ditengah kotak itu juga ada pita berwarna merah.


"Apa ini?" Juna mengambil kotak persegi panjang dari tangan Naina itu.


"Selamat ya nilai kamu bagus bagus, sebagai guru kamu. Aku bangga" Naina tersenyum tulus memberikan selamat pada Juna. Juna diam saja dan menatap kotak hadiah itu.


BRAK


Juna melempar kotak hadiah itu ke tanah. Naina terkejut melihat nya, apalagi saat Juna menatapnya dengan kesal. Damar dan ketiga temannya yang ada disana juga langsung tercekat melihat sikap Juna pada Naina.


"Juna, kamu kenapa?" tanya Naina sambil memungut kembali kotak hadiah yang dilempar Juna.


Kenapa dia marah? Aku salah apa?


"Gue gak butuh kata selamat dari Lo! gue juga gak butuh hadiah dari Lo! " untuk pertama kalinya, Juna bersikap sinis pada Naina. Juna pergi meninggalkan Naina yang terdiam membeku dengan wajah sedihnya itu.


"Woy Jun! apa apaan Lo? Lo kenapa sih?" tanya Reza setengah berteriak pada Juna yang pergi begitu saja


"Nai, sorry.. si Juna emang lagi badmood dari tadi. Gue yakin dia gak bermaksud kaya gitu sama Lo" Damar mencoba menenangkan Naina yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Iya, dia pasti lagi PNS tuh eh PMS " timpal Nando pada Naina


Si Juna kenapa sih? dia malah marah-marah sama si Naina. batin Bagas heran


Naina membuka kotak hadiah itu, terlihat sebuah bolpoin dan secarik kertas kecil didalam sana. Bolpoin itu hancur saat di lempar oleh Juna. Hatinya sakit dengan sikap Juna.


Naina memberikan kotak itu pada Damar lalu pergi begitu saja meninggalkan ke empat teman Juna dengan perasaan kesal dan sedih.


Aku gak tau kenapa dia marah! aku gak ngerti! tapi kenapa dia merusak hadiah dariku? bodoh amat sama kamu Arjuna! Aku sebal sama kamu, aku marah!


...---***----...