
Warning!
Hai Readers! mohon maaf untuk readers yang usianya di bawah 18, harap menyingkir dulu chapter ini.
Dan mohon maaf juga up nya agak lama, ya kalian tau lah kenapa 😁🙏😀
❤️❤️❤️
Dengan hati-hati, Bryan meletakkan tubuh Alma di ranjang yang ada di depannya. Bryan melepaskan ciuman nya. Tubuh Bryan sudah berada di atas tubuh Alma, keduanya sama-sama tersenyum bahagia. Kelopak bunga yang ada di ranjang, bertaburan dimana-mana.
Tercium harum bunga, dan aroma tubuh mereka yang familiar satu sama lain.
" Kamu berkeringat, sebaiknya kita lakukan ini nanti Bry " Tangan Alma menyeka sedikit keringat yang ada di leher Bryan.
" Kamu benar-benar tidak mengerti momen ya? ini adalah malam pertama kita dan kamu mengatakan itu, kamu membuat ku kecewa istriku " goda Bryan, membelai rambut panjang istrinya itu.
" Aku hanya berfikir kalau hari ini kamu pasti cukup lelah, untuk melakukan nya. "
" Benarkah? apa itu bukan alasan karena kamu belum siap?" tanya Bryan yang tangannya menelusuri pipi Alma dengan lembut
Tidak, ini bukan karena aku belum siap.
Kamar yang sama, tempat aku dan Bryan melakukan nya untuk pertama kali. Kenapa begitu melihat kamar ini aku jadi sedikit takut? Apa karena rasa sakit itu?
Bryan melihat mata Alma melirik kesana kemari. Ternyata dirinya sudah salah memilih kamar, harusnya ia tak memilih kamar itu sebagai kamar pengantin mereka. Bryan beranjak dari tubuh Alma dan duduk di sudut ranjang.
Alma melihatnya dan kebingungan, kenapa Bryan tiba-tiba berhenti?
" Bryan, kenapa?" Alma ikut duduk di samping Bryan
" Maaf, seharusnya aku tidak memilih kamar ini. Aku benar-benar bodoh, pengalaman pertama kita saat itu membuat mu takut kan?" tanya Bryan
" Sejujurnya aku memang masih merasa takut, tapi jika bukan karena malam itu mungkin anak-anak kita tidak akan berada di dunia ini Bry. Dan menyatukan kita kembali " Alma tersenyum
" Kamu benar juga. Maafkan aku saat itu yang aku pikirkan hanyalah bagaimana membuatmu kembali di sisiku, tapi ternyata yang aku lakukan malah membuat mu menjauh dariku "
" Tidak! stop, jangan bicarakan lagi masa lalu. Bukankah kita sudah sepakat untuk memulainya dari awal, dan itu dimulai dari sini. Hubungan kita " Alma menatap kedua mata Bryan yang terlihat merasa bersalah
Bryan tersenyum dan memeluk Alma dengan penuh kasih sayang. Tangannya menepuk lembut punggung Alma.
" Iya kamu benar. Aku minta maaf malah mengacaukan semuanya di malam pernikahan kita "
" Tidak, aku yang harusnya minta maaf. Kami berhenti karena aku terlihat takut. Maafkan aku Bry " Alma terlihat merasa bersalah.
Aku harus siap, ini adalah kewajiban ku sebagai istri Bryan.
" Sudahlah, malam ini kamu beristirahat saja. Kita bisa melakukan nya nanti" Bryan berdiri dari ranjangnya
Aku tidak memaksa nya kalau dia masih belum siap. Walaupun aku sudah menahan 7 tahun untuk sampai pada hari ini. Tapi, aku tidak mau menyakiti Alma karena terlalu buru-buru.
Wanita itu ikut berdiri dan memeluk Bryan, lalu mengecup bibir Bryan. Seperti nya Alma bermaksud menggoda Bryan, senyum nya yang manis membuat pertahanan iman Bryan mulai runtuh.
" Alma, jangan seperti ini. Aku tidak akan memaksa mu kok kalau kamu belum siap, jika kamu tidak memberi izin kita lakukan nanti" Bryan memalingkan wajahnya yang memerah karena ciuman Alma.
" Sejak kapan kamu butuh izinku untuk melakukan sesuatu? Bryan, sekarang aku adalah istrimu. Aku akan melakukan kewajiban ku, malam pertama ku dengan mu " Kedua tangan Alma menyentuh pipi Bryan, kakinya sedikit berjinjit.
Sekali lagi ia memberikan kecupan nya, kali ini di pipi suaminya.
CUP
MUACH
Deg!
Wajah Bryan semakin memerah, jantungnya berdebar cepat. Bersamaan dengan itu tubuhnya sudah mulai terasa panas. Apalagi saat Alma berinsiatif untuk memeluk, mencium, dan menyerahkan diri nya padanya.
Alma yang malu sudah berinsiatif duluan, langsung memalingkan wajahnya. Ia sadar bahwa ia sudah melakukan hal yang memukul rasa rasionalitas nya sebagai wanita.
Alma, apa yang kamu lakukan? apa kamu sudah gila? dimana rasionalitas mu? walaupun kamu sudah jadi istri, tapi kan.. ah tidak..
"Setelah menggodaku, kamu malah memalingkan wajahmu. Ada apa? kamu sadar kalau kamu malu?" tangan Bryan melingkar di tubuh Alma, pelukan dari belakang.
"Itu aku.. aku..."
"Jadi kamu bersedia? kamu mau malam ini menjadi milikku?" tanya Bryan
"Kenapa kamu tanya gitu? kamu sudah tau apa maksud nya aku mencium kamu barusan "
"Cih, wanita emang suka pake kode kode an " Bryan tersenyum setelah mendapat persetujuan dari Alma.
Pria itu membenamkan bibirnya di bibir istrinya. Mereka membuka mulut secara otomatis satu sama lain dan menikmati ciuman panas penuh gairah. Lidah mereka bersahutan menikmati alur nya begitu saja.
Panas ditubuh mereka sudah semakin membuncah. Kerinduan selama 7 tahun berpisah membuat keduanya menikmati penyatuan dua bibir mereka. Kedua tangan Alma memegang erat tangan Bryan.
" Hmmph... ahhh..."
Dengan lembut Bryan melepaskan ciuman nya, memberikan jeda kepada Alma untuk mengambil napas.
" Haaah.. haaahh..." Helaan napas Alma terdengar
"Kamu masih saja amatir " Bryan menyunggingkan sedikit senyum di wajah tampan nya
"Aku kan tidak sejago kamu yang playboy " Alma mengerucutkan bibirnya sebal dengan perkataan Bryan.
" Apa benar tidak apa-apa?" tanya Bryan lagi pada Alma
" Aku baik-baik saja " jawab Alma seraya memberikan sinyal pada Bryan untuk melanjutkan nya.
" Aku minta maaf, mungkin malam ini aku akan sedikit kasar " Bryan membuka jas dan kemeja yang ia pakai. Melempar nya begitu saja.
Alma masih terlihat malu melihat Bryan telanjang di depannya, padahal ia sudah melihat Bryan seperti itu sebelumnya. Otot-otot dada nya masih sama, terlihat beberapa pack yang membuat pria itu semakin menawan.
Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada pria tampan, memiliki tubuh atletis seperti Bryan? pikirnya dalam hati.
Mereka masih dalam posisi sama-sama berdiri. Bryan mendudukkan Alma di depannya. Pria itu mencari resleting gaun milik Alma. Sang istri masih merasa malu-malu.
SRET
Bryan membuka resleting gaun pengantin istrinya dengan hati-hati dan perlahan-lahan. Setelah berhasil membuka gaun pengantin itu, Bryan menatap wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan nanar penuh cinta dan gairah seperti sudah siap melahap wanita cantik yang ada didepannya itu.
" Alma, kamu yakin sanggup?" tanya Bryan sambil menciumi tangan Alma, dan memberikan gigitan gigitan gemas nya dimana.
" Ah.. Bry. Aku sudah katakan, kalau aku siap menjadi milik mu malam ini. Kenapa kamu masih bertanya lagi?" Alma tersenyum
" Alma, suamimu sedang tidak waras sekarang. Aku takut kamu akan remuk, aku akan berusaha selembut mungkin, tapi aku tidak janji " Bryan menatap Alma dengan tatapan yang tidak biasa
Bryan mendorong pelan tubuh Alma ke ranjang. Sehingga kini wanita itu telah berada dalam posisi berbaring. Pria yang sudah menahan diri selama 7 tahun itu, akan memulai aksinya di malam pertama mereka yang sebenarnya.
"Hanya kamu, yang mau menerima kotornya diriku di masa lalu. Hanya kamu satu-satunya yang bisa mengampuni dosa dosaku, dan mencintai ku dengan tulus. Hanya kamu satu satunya yang wanita aku cintai. Terimakasih dan maafkan aku, karena suamimu pernah menjadi seorang bajingan. Terimakasih sudah mengajarkan ku arti dunia dan cinta yang sebenarnya " Bryan menyampaikan semua isi hatinya pada Alma.
Alma tersenyum lembut saat mendengar kata-kata manis Bryan, mulutnya tak mampu berkata-kata. Ketulusan hati suaminya sudah sampai ke dalam hatinya.
Malam itu sungguh tak terelakan lagi, mereka memadukan kasih dan cinta mereka. Bryan memulai aksinya dengan kecupan kecupan lembut di mata, hidung, pipi dan bibir. Bryan beralih mencium tengkuk, leher dan dua buah gunung milik istrinya itu.
Wajah Alma terlihat ambigu di mata Bryan. Dan membuat pikiran nya semakin gila.
Perempuan ini benar-benar bisa membuatku jadi gila. Bahkan suaranya saat di ranjang saja terdengar sangat indah dan sekarang dia adalah istriku.
Cumbuan, ciuman, gigitan kecil, gerakan Bryan yang lembut tiba-tiba menjadi kasar dan keras. Beberapa kali Alma merintih agar suaminya melakukan nya dengan pelan-pelan, tapi sekarang Bryan sudah bergerak dengan naluriah nya sebagai seorang pria yang baru saja bangkit.
Erangan, hembusan napas panjang, terdengar menggema di kamar pengantin mereka. Menghiasi malam pengantin mereka yang eksotis dan erotis.
2 jam, 3 jam, bahkan lebih dari itu. Tak hentinya Bryan melakukan aksinya pada Alma, pria itu bahkan belum terlihat lelah sama sekali. Semangat nya belum juga padam.
Alma sudah mulai lelah, bahkan napasnya terengah-engah, ia meminta istirahat pada suaminya.
"Sayang, kumohon haah.. " Helaan napas panjang keluar dari mulut Alma, wanita itu kini berbaring tengkurap di ranjangnya. Matanya melihat Bryan yang belum lelah dan belum berhenti mencumbunya.
"Tidak, ini belum selesai sayang " seringai terlihat di bibir Bryan yang seksi
"Kamu sudah melakukan nya 3 kali! " gerutu Alma
"Belum cukup, aku sudah menunggu 7 tahun untuk membuka nya " Bryan mencium bibir Alma, memberikan nya pemanasan untuk kesekian kalinya.
" Oh tidak !" teriak Alma
Bryan dia benar-benar..
Ia memulai lagi aksinya dan terjadilah pergelutan di ranjang yang sangat panas itu.
Bryan telah mencapai titik maksimum nya, semburan cairan vanilla yang mungkin sudah masuk ke dalam tubuh Alma mengakhiri percintaan mereka. Erangan panjang menjadi penanda nya.
CUP
Kecupan cinta dari Bryan di kening istrinya membuat Alma tersenyum di wajah lelahnya.
" Terimakasih sayang, untuk hari dan malam yang indah ini. Aku mencintaimu " Bryan memeluk istrinya dengan lembut.
Aku sungguh mencintai mu Alma, cinta ku sangat dalam sampai aku tidak tahu dimana dasarnya.
" Aku juga suamiku, aku cinta kamu " Alma mengecup bibir suaminya sebelum ia jatuh tertidur karena lelah sudah bermain semalaman.
🍂🍂🍂🍂
Pagi itu Bryan sudah bangun lebih dulu dari Alma yang masih tertidur. Bryan berbaring dan tersenyum melihat Alma tidur lelap di sebelahnya. Semalam seperti mimpi baginya, akhirnya ia bisa melihat wajah cantik istrinya itu setiap hari. Senyuman bahagia dan kepuasan menghiasai wajahnya.
Kita sudah menikah, tapi aku merasa itu seperti mimpi saja. Padahal semalam kita sudah mengutarakan semuanya isi hati kita. Tapi aku masih tidak percaya, kamu ada di sebelahku sekarang. Dan setiap pagi kamu akan menyambut ku dengan wajah cantikmu, bahkan tidur di pelukan ku. Tuhan, semoga ini bukan mimpi ku.
Bryan mencubit dirinya sendiri dan merasakan sakit di pipinya, meyakinkan bahwa kemarin dan semalam itu bukanlah mimpi.
" Syukurlah ini nyata " Bryan tersenyum bahagia
Tak lama setelah itu, Bryan melihat kedua mata Alma mulai terbuka perlahan-lahan. Sepasang mata indahnya menatap Bryan yang sedang memperhatikan nya.
" Selamat pagi istriku " sambut Bryan dengan senyuman hangatnya
Alma kaget dan langsung duduk di ranjang nya, tak lupa ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Ia sadar bahwa di tubuhnya tidak ada apa-apa kecuali selimut yang ia pakai.
" Bry! Bryan kenapa kamu ada disini?" tanya Alma tercengang
Apa aku bermimpi? ini mimpi kan? kenapa Bryan ada di sampingku? Aduh duh, kenapa tubuhku sakit semua. Jangan-jangan kejadian semalam itu nyata!
Bryan tertawa kecil, lalu memeluk istrinya. " Kamu ngomong apa sih? tentu saja aku ada disini. Jangan jangan kamu lupa ya kalau kita sudah menikah? atau kamu pura-pura lupa, karena kamu malu? " goda pria itu sambil mencium leher Alma.
" Aku .. Kita sudah menikah. " Alma terlihat bingung, rasa malunya kembali saat ia teringat kejadian tadi malam bersama Bryan.
Apa aku benar-benar mengeluarkan suara seperti itu? gila! semalam kenapa aku begitu? memalukan.
" Bangunlah dan pergi mandi, aku akan menyiapkan sarapan untuk mu. Kamu pasti lelah " Bryan tersenyum hangat pada istrinya itu
Dia pasti kaget dan merasa seperti mimpi.
Kemana binatang buas semalam yang menerkam ku? kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi kucing yang patuh?. Alma terpana melihat sikap suaminya yang berubah dalam semalam.
Bryan duduk di ranjang nya, ia khawatir melihat Alma yang masih terlihat lelah meskipun sudah tidur nyenyak.
Alma mulai bergerak dan membawa selimutnya, namun saat ia berdiri tubuhnya tiba-tiba runtuh dan ambruk ke bawah lantai.
BRUKK
Bryan langsung menghampiri Alma dengan sigap, dengan wajah cemas.
" Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Bryan
" Tidak, aku tidak apa-apa!" Alma melirik Bryan dengan mata yang kesal, wanita itu sedang menyindir suaminya.
Aku benar-benar di buat lelah olehnya, bahkan sampai tidak bisa berjalan. Apa ini rasanya di lindas oleh truk?
" Maafkan aku, semalam aku lepas kendali. Seperti nya kamu sudah remuk karena ketidak warasan ku. Nah sebagai bentuk pertanggungjawaban ,aku akan memandikan mu "
GREP
Bryan meraih tubuh Alma yang telanjang dan membawanya ke kamar mandi.
" Apa yang kamu lakukan? aku belum pakai baju !" Alma malu melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benang itu digendong oleh Bryan
" Aku sudah melihat semuanya, kenapa kamu masih malu? aku kan suami mu "
Bryan meletakkan tubuh istrinya di dalam bathtub setelah ia selesai menyiapkan air hangat di bathtub itu. Dengan kedua tangannya sendiri, Bryan mengusap dan membersihkan tubuh Alma.
" Hentikan, aku bisa sendiri. Kamu keluar saja, kata nya kamu mau menyiapkan sarapan untuk ku " Alma malu malu
Ini memalukan.
" sarapan nya sudah ku siapkan kok " jawab Bryan sambil menggosok badan Alma mulai bergerak ke bagian bawahnya.
Dia bahkan bangun lebih pagi dan sudah menyiapkan sarapan untukku? darimana ia memiliki stamina seperti itu? Alma dibuat terpana oleh suaminya
" Ah.. ah.. hentikan, Bry aku merasa aneh. " Alma tertawa kegelian dengan sentuhan Bryan
" Dasar, kamu benar-benar ya.." Bryan berdiri lalu membuka kimono handuknya. Alma kaget dengan tindakan tiba-tiba nya.
"Bryan, apa yang kamu lakukan?" tanya Alma polos
" Ini kamu yang menggodaku ya "
Bryan tersenyum tipis, dengan cepat tangannya bergerak memeluk Alma yang ada di bathtub dan mencium bibirnya.
"Hmphh.. "
Pria itu masuk ke dalam bathtub, Alma terkejut. Apa mereka akan melakukan nya lagi?
" KYAA!! sudah cukup, kamu sudah melakukan nya berapa kali !"
" Kita belum mencobanya di bathtub " goda Bryan
Bahkan mentari sudah mulai terik pun, si pengantin wanita tidak bisa lepas dari si pengantin prianya.
...---***---...