Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 17. Dasar tidak peka



Pikiran Juna menjadi tidak fokus saat mengikuti balapan motor yang sedang dijalaninya itu. Pikirannya yang harusnya tertuju pada jalanan, malah tertuju pada Naina dan Theo yang duduk berdekatan.


Posisi pertama sementara saat ini adalah Juna, dibelakang nya juga terlihat beberapa motor yang melaju kencang akan menyusul nya. Termasuk motor Kelvin, dan Axel musuh besarnya dari geng Thanios.


Sialan! kenapa dia ada disini?! gerutu nya dalam hati.


"Woy! pecundang! Lo bakal kalah dari gue hari ini" kata Axel yang sudah berada tepat di samping Juna


"Mimpi Lo! Lo akan selalu di bawah gue, dan Lo yang pecundang!" ejek Juna pada Axel


"Cih!" Axel meludah ke sembarang tempat, tatapannya mengejek Juna.


Ayo Jun, fokus. Kamu harus menangkan pertandingan ini, tunjukkin sama Naina kalau kamu hebat. Apalagi di depan si kacamata itu! Juna kembali semangat, memfokuskan dirinya pada jalanan yang ada didepannya. Ia ingin Naina melihatnya dan terkesan padanya.


Juna bahkan sudah membayangkan hal yang menggelikan, dalam bayangan nya itu. Juna memenangkan kejuaraan dan Naina memeluknya sambil mengatakan padanya bahwa Juna sangat hebat dan Naina mau jadi pacarnya. Sungguh kehaluan yang cukup gila!


BRUM.. BRUM..


Satu persatu peserta mulai melajukan motor mereka dengan kencang. Saling menyusul satu sama lain, dengan semangat berapi-api ingin memenangkan hadiah yang jumlahnya lumayan itu.


Disisi lain, Kelvin malah mengendarai motornya pelan-pelan. Seperti menunggu saat saat tertentu, ia terlihat santai. Entah apa yang ia pikirkan. Apa dia tidak bisa mengendarai motor nya atau bagaimana? pikir Theo, Keira dan Naina keheranan melihat Kelvin yang santai.


Tenyata seru juga naik motor, lain kali minta sama papa belikan motor saja. Kelvin menikmati pertama kalinya ia naik motor, di arena balap juga.


Di tempat duduk penonton, Keira dan Naina menatap Kelvin dengan cemas.


"Nai, Kelvin bisa naik motor kan?" tanya Keira cemas


"Kayanya engga deh, waktu dikasih motor sama om Ken juga ga di pake sama dia." jawab Naina


"Apa? jadi ini pertama kalinya dia naik motor?" tanya Theo tercengang


"Hehe, setahuku sih iya. " jawab Naina polos


Keira dan Theo sama-sama terkejut mendengarnya, mereka melihat Kelvin yang sedang ada di arena balap.


Motorku! gimana nasibnya?! Theo terlihat frustasi


Gimana kalau Kelvin kenapa-napa?. Keira terlihat cemas.


"Kak Theo jangan khawatir, kakak itu orangnya cepat belajar. Pasti dia baik-baik saja" kata Naina menenangkan Keira dan Theo


Tak berlangsung lama setelah Naina menenangkan Theo dan Keira yang cemas pada kakaknya. Entah keajaiban darimana, Kelvin diumumkan sebagai juara 1 dalam perlombaan motor itu. Mengalahkan Juna dan Axel yang selalu menang dalam perlombaan itu.


"Dan juara pertama diraih oleh Kelvin Aldara Aditama!!!" seru MC acara pertandingan itu dengan semangat.


PROK


PROK


PROK


Semua orang disana bertepuk tangan memberikan selamat untuk Kelvin yang mendapatkan juara pertama. Kelvin tidak sombong, ia bahkan terlihat biasa saja walaupun menang pertandingan.


"Tuh kan aku bilang apa, kakak akan baik-baik saja. Dia bahkan dapat juara satu" kata Naina bangga pada kakaknya.


"Benar-benar juara.." gumam Keira dan Risya takjub pada Kelvin.


"Memang ya genius itu bisa melakukan segala hal yang tidak mungkin menjadi mungkin" Theo juga ikut merasa takjub pada temannya itu.


Aku jadi lebih tertarik sama Kelvin. Dia benar-benar sempurna, aku harus mendapatkannya. batin Risya menatap Kelvin dengan takjub.


Kelvin tidak merasa senang dengan hadiah yang ia dapatkan, ia pun meminta tukar hadiah dengan Axel yang mendapatkan juara 3.


"Hey, tukeran hadiah dong sama gue"


"Kenapa? Lo serius? hadiah Lo banyak bro" Axel tersenyum tak percaya


"Seriusan, kita tukeran"


"Ya udah, jangan nyesel Lo ya" kata Axel


Axel menyerahkan ponsel hadiah kepada ada Kelvin, sebaliknya Kelvin juga menyerahkan semua hadiah uang yang didapatkannya kepada Axel.


Kelvin tersenyum memandangi ponsel itu. Sementara itu Juna terus mengoceh karena tahun ini ia kalah dari Kelvin.


"Bagaimana amatiran kaya Lo ngalahin gue? gue kagak terima" gerutu Juna kesal


"Sabar Jun, Lo kagak bisa ngalahin genius" Damar menepuk-nepuk pundak Juna seraya menghiburnya.


"Gue jadi gak kelihatan keren di depan dia! semua gara-gara Lo tau gak Kelvin!" gerutu Juna kesal pada Kelvin


"Berisik banget " jawab Kelvin marah


Juna mendengus kesal mendapatkan kekalahan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Padahal setiap tahunnya ia selalu menang dalam lomba balap motor itu, akan tetapi tahun ini Juna harus menelan kekalahan dari Kelvin yang hanya seorang amatiran. Harga diri Juna terluka sebagai pemenang bertahan, kini predikat nya sudah diambil oleh Kelvin.


Theo, Keira, Naina dan Risya turun ke arena balapan itu untuk memberikan selamat pada Kelvin atas kemenangannya. Kelvin tidak bergeming mendapat pujian, ucapan selamat dari adik dan teman-teman nya itu. Ia malah melempar kotak yang berisi ponsel pada Keira.


"Ini ambil"


"Lalu kenapa diberikan padaku?" tanya Keira bingung


"Aku tidak butuh, aku sudah punya ponsel"


"Tapi ini harganya pasti sangat mahal, aku tidak bisa membelinya"


"Gadis bodoh, siapa yang bilang aku menjualnya? aku memberikan nya padamu" Kelvin mengelus kepala Keira dengan lembut. Lalu ia pun segera menarik tangannya lagi.


Ah, ternyata maksud kakak ikut balapan motor ini demi Keira. Tenang aja kak, aku akan bujuk Keira. Naina tersenyum dan mengerti maksud hati kakak nya itu


Apa? apa mungkin Kelvin suka sama cewek yang ga ada cantik cantiknya ini? apa Kelvin buta?. Risya tersentak, menyadari bahwa Kelvin menaruh hati pada Keira.


Mungkinkah hubungan Keira dan Kelvin sudah lebih dari sahabat? kalau begitu aku dan Naina juga bisa mengubah hubungan itu kan?. Theo tersenyum melihat Naina yang berdiri disebelahnya.


"Tapi.. ini..." Keira terlihat bingung, dan memegang ponsel itu.


"Udah Kei ambil aja, gak papa. Lagian buat apa kakak punya ponsel banyak-banyak, bukannya jadi mubazir kalau ada benda yang tidak terpakai nantinya" kata Naina membujuk sahabatnya itu. Naina tau kalau Keira lemah dengan kata mubazir.


Bagus Nai, ternyata kamu peka dalam situasi seperti ini. Bibir Kelvin menyunggingkan sedikit senyuman pada saudara kembarnya itu.


"I..iya...mubazir sih, Kelvin.. makasih"


Bukannya Kelvin juara satu? dan harusnya dia dapat hadiah uang ya? kenapa malah hp?. Batin Keira heran


"Gak usah makasih, lagian aku ikut balapan cuma buat seru-seru an doang kok. Nai, aku pulang ya" kata Kelvin pamit sambil melihat pesan di ponselnya.


Syukurlah, dia mau terima juga. Aku pikir ini akan sulit. Sekarang Keira tidak akan sulit dihubungi.


"Kenapa kak? kakak gak mau ikut aku kerja kelompok sekalian?" tanya Naina


"Memangnya kamu mau aku ngintilin kamu terus?"


"Gak ah! udah pulang sana, kak!" seru Naina mengusir


"Theo, ayo balik" anak Kelvin


"Gue mau disini sama Naina" jawab Theo


"Lo harus nganterin gue balik, ada yang mau gue omongin sama Lo. Urgent" kata Kelvin serius


"Ya ya oke deh " jawab Theo dengan wajah yang suram


Si Juna jadi bisa berduaan deh sama Naina. Huhhh.. batin Theo sedih


Dengan berat hati, Theo pulang bersama Kelvin. Theo tidak rela meninggalkan Juna dan Naina bersama.


...****...


Setelah perlombaan itu, Juna, Damar, Risya, Naina dan Keira segera pergi kerja kelompok di markas sebuah cafe yang tak jauh dari tempat perlombaan. Sebelum kerja kelompok di mulai, mereka berencana makan siang lebih dulu.


Hari itu mereka seperti nya melewati hari yang panjang. Saat sedang makan siang, Juna sama sekali tidak tersenyum. Wajahnya kusut terlihat seperti baju yang belum di setrika. Naina dan ketiga orang disana juga merasakan bahwa Juna tidak seperti biasanya.


"Juna, kenapa mar?" bisik Naina pada Damar


"Gak tau,coba Lo tanya aja sama dia." jawab Damar


Naina melirik Juna yang duduk di seberangnya dengan hati-hati. Naina keheranan karena melihat Juna yang pendiam seusai lomba balap motor itu.


"Apanya?" tanya Juna sambil menyeruput minuman lewat sedotan


"Kamu keren banget naik motornya, kamu juga dapat juara dua" kata Naina memuji


Mungkin aja kalau sedikit di puji, mood nya akan membaik.Tidak baik kan kalau dia belajar dengan keadaan mood yang jelek.


"Oh gitu ya" jawab Juna kesal


Lah? kenapa dia malah makin kesal.


Sebenarnya yang membuat Juna bad mood bukan karena ia mendapatkan juara pertama, tapi karena Naina yang terlihat dekat dengan Theo sebelumnya, membuatnya kepikiran.


1 jam kemudian..


Setelah 5 orang itu belajar bersama, Damar mengantar Keira pulang. Juna juga berniat mengantar Naina pulang, tapi Naina bingung dan kasihan pada Risya karena tidak ada yang mengantarnya pulang.


"Jun, kamu antar Risya pulang aja. Aku bisa naik angkot atau minta jemput supir ku" kata Naina merasa tak enak


"Gak papa Nai, aku bisa minta jemput supirku juga kok. Kamu pulang aja sama Arjuna" Risya tersenyum manis


"Beneran nih gak papa?"tanya Naina merasa tak enak


"cewek gila! cepetan Lo naik, kalau enggak gue tinggal nih" kata Juna kesal


"Udah Nai pergi aja, Arjuna udah nunggu tuh" kata Risya


Nyebelin banget, kenapa aku yang secantik ini ga ada yang ngajak pulang? gerutu Risya dalam hatinya.


Juna memberikan helmnya pada Naina, Naina terlihat bingung karena helm yang biasanya ia pakai terlihat berbeda. Warna nya pink dan ada stiker hello Kitty disana.


Imut banget helm nya..


Sore itu Juna dan Naina berboncengan naik motor, menuju ke rumah Naina. Disepanjang perjalanan mereka mengobrol.


"Ngomong ngomong, kamu beli helm baru ya?" tanya Naina


"Iya" jawab Juna singkat


Aku ingin bertanya, tapi aku bingung. Sial! aku benar-benar kesal, gimana kalau mereka udah jadian.


"Kalau begitu harusnya aku gak pake helm ini"


"Kenapa?" tanya Juna heran


"Nanti pacar kamu marah" jawab Naina polos


"Apa? pacar? Lo ngomong apa sih?" tanya Juna tak paham


"Helm ini pasti buat cewek, dan kamu beli buat pacar kamu kan? harusnya aku gak pakai.Maaf ya" ucap gadis itu polos


"Hahaha.. Lo ngarang cerita darimana? gue gak punya pacar. Gue beli helm itu buat Lo"


"Buat aku? tapi kenapa?" tanya Naina sambil mengernyitkan dahinya


"Karena cuma Lo, satu satunya cewek yang boleh naik motor gue" jawab Juna


Please Nai, ayo peka. Aku udah kasih kode. Juna gemas di dalam hatinya


Naina terdiam seperti memikirkan sesuatu."Aku tau kenapa, karena ga ada cewek yang mau naik motor kamu selain aku kan? Kasihan banget kamu, itu karena cewek cewek takut sama kamu. Tapi kamu gak usah sampai beliin aku helm segala" Naina tersenyum polos


Enggak! ini bukan jawaban yang aku inginkan, kenapa dia mikirnya kaya gitu? benar-benar gak peka. Harusnya dia nanya kenapa cuma dia yang boleh naik ke motorku? bukannya ngarang cerita seperti ini. Juna terlihat kaget dengan kepolosan Naina.


"Apa kamu ada cewek yang kamu suka, Jun?" tanya Naina penasaran


Lah? kok topiknya jadi kesini? kagak nyambung. Dia benar-benar tidak peka, ya ampun.


"Terus Lo sendiri apa ada cowok yang Lo suka?" tanya balik Juna


"Cowok yang kusuka? ada sih" jawab Naina sambil berfikir


"Si-siapa?" tanya Juna penasaran


"Ada 4 orang" jawab Naina


"empat orang? Lo suka sama cowok empat orang sekaligus?" tanya Juna tercengang dan kesal.


"Iya, aku suka empat orang itu" jawab Naina polos


"Siapa empat orang itu? gue mau tau!"


"Aku suka papa, om Ken, om Leon sama kak Kelvin. Mereka adalah empat orang cowok yang paling aku suka di dunia ini" jelas Naina


"Apa? Nai, Lo mau main main sama gue ya?" tanya Juna


"Main main gimana? aku cuma jawab pertanyaan kamu aja, apa salahnya?" tanya Naina heran mendengar Juna kesal


"Astagfirullah Nai, gue benar-benar kalah dari lo. Lo menang Nai!" Juna tersenyum dan menghela napasnya


Seperti nya memang butuh waktu lama untuk buat dia peka.


"Juna kamu kenapa sih?" tanya Naina polos


"Terus, apa kamu juga suka sama si mata empat? maksud gue si Theo?" tanya Juna


"Aku juga suka sama kak Theo" jawab Naina


Juna tersenyum tipis mendengar jawaban Naina yang mengatakan bahwa ia suka pada Theo dengan wajah polosnya yang terlihat dari kaca spion motor Juna.


"Suka sebagai apa?"


"Hem.. aku suka kak Theo sebagai sahabat yang baik. Dan dia juga sudah seperti kakak ku sendiri" jawab Naina jujur


Theo Theo seandainya kamu dengar ini. Hancur hati kamu, cuma dianggap kakak. Baguslah, kalau kamu menganggap si Theo itu cuma sebagai sahabat dan kakak. Kesempatan ku masih terbuka lebar, akan ku buat kamu peka.


Juna tersenyum puas mendengar jawaban Naina yang menenangkan hatinya itu. Sementara itu Naina terdiam melihat Juna senyum-senyum tanpa alasan.


Beberapa menit kemudian, Naina dan Juna akhirnya sampai di tempat tujuan mereka yaitu rumah Naina.


Naina turun dari motor dan menyerahkan helm yang dipakainya pada Juna. Kemudian Juna merogoh saku celananya.


"Ini buat Lo" Juna memberikan sebuah gantungan berbentuk kue stroberi pada Naina yang ingin diberikan nya dari tadi.


"Kenapa tiba-tiba kamu ngasih ini?" tanya Naina sambil mengambil gantungan cake stoberi itu. " Lucu banget"


"Gue.. mungut itu dipasar malam, gue inget kalau Lo suka kue stoberi.Jadi....gue juga mau bilang ini walau terlambat, gue turut berduka cita soal Alm adik Lo" jelas Juna agak tergagap.


Apa dia ngasih ini karena mau menghiburku?


"Makasih ya Juna, aku suka" ucap Naina sambil tersenyum dan memegang gantungan


"Ya syukur deh kalau Lo suka barang pungutan itu" Juna memakai helmnya, ia terlihat salah tingkah.


"Nai, kok kamu baru pulang jam segini?" tanya Ken dan Bryan bersamaan. Mereka berdua sudah berdiri tepat di belakang Naina.


"Papa, om Ken?" sapa Naina pada Papa dan om nya itu.


Juna juga tersentak melihat kedua pria dengan wajah yang mirip namun auranya berbeda itu. Kedua pria itu menatap Juna dengan tajam, seolah Juna sudah mencuri anak gadis mereka.


Siapa pria ini? dia terlihat seperti preman? Apa dia anak mafia juga? batin Ken tajam


Dia ganteng sih? tapi tetap gantengan aku. batin Bryan


"So..sore om.." sapa Juna gugup


"Ada hubungan apa kamu sama Naina?!" tanya Bryan dan Ken kompak " Kenapa kamu mengantar Naina pulang?!!" tanya mereka lagi kompak


JEDERRRR!!!!


Juna serasa diinterogasi mendapat pertanyaan tajam seperti itu, Juna bisa merasakan ada aura papa dan om bucin pada kedua pria dengan aura menyeramkan di depannya itu.


Kenapa mendadak aku jadi ngeri?


...---***---...