Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 40. Satu tahun berlalu



Di kamar yang ada di lantai dua rumah itu..


"ACK! Bryan jangan gigit leherku!" ujar Alma pada suaminya, Alma berteriak kesakitan dan geli saat gigi Bryan menggigit lehernya


"Maaf sayang, aku akan bermain lembut. Kamu suaranya jangan keras-keras, nanti anak-anak dengar.." ucap Bryan pada istrinya itu.


"Ini karena kamu tau gak??!" Alma kesal pada suaminya yang sudah membuatnya berteriak.


"Ya udah, begini saja supaya suaramu tidak keluar" Bryan tersenyum lembut, lalu ia membenamkan bibirnya pada bibir cantik milik istrinya.


...🍀🍀🍀...


Malam itu, Kelvin baru saja pulang setelah membantu Keira di restoran dan mengantarnya pulang. Wajahnya tampak berseri-seri bahagia, ia tidak melihat siapapun di ruang tengah. Kemana keluarganya yang biasanya selalu heboh menyambut nya ketika pulang terlambat? kemana pula adiknya yang selalu mengoceh ketika dirinya pulang berkencan?


Kelvin hanya melihat makan malam sudah tersedia di meja makan, tapi belum tersentuh sama sekali.


"Kemana semua orang? mama papa pasti ada di lantai atas, tapi kemana Naina?" Kelvin bertanya-tanya.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, membersihkan dirinya dan mengganti baju. Kelvin keluar dari kamarnya dan mencari Naina yang tidak terlihat di kamarnya maupun dimana-mana.


Kelvin melangkah ke arah taman belakang rumahnya, Naina sedang duduk jongkok di rerumputan sambil menggendong seekor kucing berwarna putih dan bulunya lembut.


"Ngapain kamu disini malam-malam Nai?" tanya Kelvin


"Kakak udah pulang? aku lagi main sama princess" Naina mengelus kucing yang bernama princess itu dengan lembut.


"Bukannya dia udah kabur waktu itu? kok balik lagi?" tanya Kelvin heran melihat kucing yang sebelumnya pernah kabur dari rumahnya itu, kembali lagi


"Gak tau deh, tiba-tiba aja dia balik lagi" Naina tersenyum senang melihat kucing kesayangan nya kembali lagi, setelah sekian lama pergi meninggalkan rumah. Kucing itu pergi seolah mengerti kalau ada yang alergi terhadap nya.


Naina dan Kelvin duduk bersama-sama sambil menatap langit yang berbintang. Mereka mengingat masa kecil mereka dan apa yang sudah mereka alami. Tiba-tiba saja Naina membahas masa lalu yang cukup panjang, Naina seperti sedang mengenang sesuatu.


Naina mengatakan pada kakaknya, bahwa ia berharap agar hubungannya dan Keira selalu langgeng dan damai. Kelvin juga berharap agar adiknya jangan jadi PHP pada pria-pria yang mengejarnya.


Kelvin mengatakan pada Naina agar ia memilih diantara Theo dan Juna."Kenapa aku harus memilih diantara mereka? mereka kan sama-sama temanku"


"Karena mereka suka sama kamu Nai, jadi kamu harus milih dong dan jangan jadi PHP!" ujar Kakaknya mengingatkan


"Mereka juga gak pernah bilang kalau mereka suka aku sebagai wanita, jadi kenapa aku harus milih?" tanya Naina cuek sambil bermain dengan kucingnya


"Jadi mereka masih belum menyatakan cintanya padamu? keterlaluan sekali!!" Kelvin tak habis pikir kalau kedua pria yang selalu mendekati adiknya itu ternyata belum mengatakan perasaan mereka pada Naina.


"Itu berarti aku dan mereka hanya teman kan?" tanya Naina."Lebih baik begitu, karena aku tidak mau putus pertemanan hanya karena hubungan pacaran" Naina memilih disisi netral, tidak Juna dan tidak juga dengan Theo.


Salah satu dari mereka juga tidak ada yang mengatakan perasaannya pada Naina. Hubungan Naina, Theo dan Juna masih mengambang karena dua pria itu belum juga mengatakan perasaannya. Mereka masih tetap dalam zona pertemanan.


🍀🍀🍀


Sampai 1 tahun kemudian...


Hari itu adalah hari kelulusan kelas 3 yang sudah berhasil melewati ujian nasional. Semua orang tampak berbahagia dengan hari kelulusan. Kelvin lulus dengan nilai sempurna dan tentunya nilai tertinggi. Beberapa tawaran dari universitas ternama sudah menantinya maupun di dalam atau diluar negeri.


Namun, Kelvin menolak tawaran-tawaran itu dan mengatakan bahwa ia akan kuliah di universitas dalam negeri saja. Para orang tua murid menghadiri acara kelulusan dan acara penghargaan murid murid terbaik di SMA harapan bangsa.


"Sayang banget loh Vin, kamu nolak tawaran kuliah di luar negeri. Kenapa sih kamu menolaknya, nak?" tanya Bryan keheranan dengan keputusan anaknya itu


"Aku hanya ingin kuliah disini aja pah" jawab Kelvin sambil tersenyum


Aku gak bisa meninggalkan Keira sendirian disini, kami juga sudah janji akan masuk ke dalam universitas yang sama. Jika aku pergi keluar negeri, Keira akan sendirian seorang diri disini dan tidak ada yang menjaganya. batin Kelvin memikirkan pacarnya. Jika Kelvin pergi kuliah ke luar negeri, ia akan meninggalkan Keira sendirian untuk waktu yang cukup lama.


"Bukankah kamu ingin membangun perusahaan teknologi? akan lebih bagus kalau kamu kuliah keluar negeri, sayang" saran Alma pada putra sulungnya itu.


"Gak mah, pah, Kelvin mau kuliah disini aja" jawab Kelvin tegas.


Bukannya Kelvin sangat menginginkan sekolah keluar negeri? lalu kenapa dia berubah pikiran sekarang? Batin Bryan keheranan melihat anaknya yang sebelumnya sangat berantusias untuk kuliah ke luar negeri tiba-tiba saja berubah pikiran, apa hal yang membuat anaknya itu berubah pikiran?


Keira dan Naina yang sedang berfoto-foto memakai ponsel mereka, tidak sengaja mendengar percakapan Kelvin dan kedua orang tuanya. Wajah Keira langsung sedih dan bingung, ia mulai berfikir apakah karena dirinya Kelvin menolak tawaran kuliah keluar negeri?


Apa Kelvin menolak tawaran kuliah keluar negeri karena aku? apa ini karena janji yang kami buat sebelumnya? Gak boleh gini, gak bisa! Kelvin harus mewujudkan mimpinya sekolah keluar negeri. Jika itu benar karena aku, maka aku harus bicara padanya.


Juna cs, Theo, Nisha dan Naina berfoto di hari kelulusan Kelvin itu dengan riang gembira. Canda tawa mengiringi pertemanan mereka yang sudah terjalin selama dua tahun lamanya (khususnya untuk Naina dan Juna cs). Belum ada satupun dari kedua pria itu yang menyatakan perasaan mereka pada Naina.


Bukannya karena mereka takut dengan penolakan, tapi mereka takut Naina akan menjauh dari Theo dan Juna dan hubungan pertemanan mereka yang sudah dekat itu akan hancur oleh kata cinta.


"Yuk kita foto yuk!" ajak Juna pada teman-teman nya sambil membawa kamera ditangannya.


"Yuk yuk!" teman-teman Juna terlihat heboh saat di ajak berfoto oleh Juna.


"Jun, sini gue yang ambil fotonya" Damar mengulurkan tangannya pada Juna dan meminta kamera yang dipegang Juna.


"Lo gak papa fotoin kita?" tanya Juna


"Gak papa, udah Lo kesana aja!" Damar mengambil kamera itu dari tangan Juna. "Lo harus manfaatin kesempatan baik-baik Jun!" bisik Damar pada Juna


Kesempatan baik-baik? apa maksudnya?. batin Juna bingung dengan apa yang dimaksud oleh temannya itu


Damar bersiap-siap dengan kamera milik Juna, ia meminta semua temannya berfoto. Pertama-tama, teman-teman Juna yang mengambil foto. Lalu kini giliran Juna dan Naina yang akan diambil fotonya oleh Damar.


"Ayo dong merapat! jangan jauh-jauhan gitu!" seru Damar yang sebal melihat Juna dan Naina saling berjauhan.


Ternyata benar dugaanku, kalau Naina juga punya rasa sama si Juna. Naina malu-malu di dekat Juna, tapi saat Naina di dekat si mata empat. Dia biasa aja. batin Damar semakin yakin bahwa Naina memiliki perasaan berbeda pada sahabatnya itu.


"Kenapa harus foto berdua sih?" tanya Juna malu-malu.


Si Damar ngapain sih.


Naina sendiri hanya diam mematung, ia merasakan bahwa jantungnya berdegup kencang saat ada di dekat Juna. Perasaan nya menjadi aneh.


"Aku gak mau foto ah" ucap Naina yang juga malu-malu, ia melangkah pergi menjauh dari Juna. Dengan sengaja teman-teman Juna mendekatkan Naina kembali pada Juna karena pada saat itu Theo sedang tidak ada disana.


"Ayo Nai, jarang-jarang kan bisa foto barengan" ajak Reza semangat


"Tapi fotonya jangan berduaan aja dong, sama kalian juga" kata Naina pada Juna cs


"Oke oke, kita barengan aja fotonya. Mar, siap ya!" seru Bagas pada Damar yang sudah berada di depan mereka sambil memegang kamera. Bagas, Reza dan Nando mengisyaratkan pada Damar akan sesuatu. Mereka mengedipkan mata satu sama lain seperti sebuah kode.


"Oke siap!" Damar menunjukkan jempolnya dan tersenyum kepada teman-teman nya. "Satu... dua... tiga...."


Pada saat hitungan ketiga, teman-teman Juna yang katanya akan ikut berfoto bersama Naina dan Juna malah kabur dari sana. Mereka mendorong Naina dengan sengaja ke arah Juna agar mereka berpelukan.


"AHHH!!" tubuh Naina terdorong ke depan Juna.


"Hati-hati!!" seru Juna sambil menangkap Naina yang hampir jatuh.


CEKRET!


CEKRET!


Damar tersenyum saat mengambil gambar Juna dan Naina yang terlihat seperti berpelukan.


"Wow, good picture" ucap Damar yang puas dengan hasil fotonya. Reza, Nando dan Bagas juga tersenyum lebar saat melihat foto Juna dan Naina.


Kamu akan berterimakasih pada ku, Jun. batin Damar merasa bangga karena mengambil foto Naina dan Juna.


Naina dan Juna masih dalam posisi berpelukan, kedua mata mereka bertemu dan saling menatap. Tangan Juna masih memegang tubuh mungil Naina.


Sial! jantungku begini lagi! persis saat pertama kali bertemu dengan nya. Naina cantik banget. Batin Juna terpana melihat gadis cantik yang sedang berada dalam dekapannya itu


Ke-kenapa aku merasa aneh di dekat Juna? kenapa ya?. batin Naina merasakan ada yang berbeda saat berada di dekat Juna, tidak seperti biasanya.


"Ciee...ciee.. wikwiw.. wikwiw.. Junai nih yeehh" ucap teman-teman Juna melihat kemesraan Naina dan Juna. Mereka senyum-senyum melihat pemandangan seperti drakor itu. Naina dan Juna masih berada di dalam lamunan mereka, sampai tak sadar kalau orang-orang di sekitar mulai memperhatikan mereka.


"Ciee.. Naina" ucap Nisha yang baru saja tiba bersama Theo untuk membeli minum.


Berbeda dengan Nisha yang tersenyum senang melihat kemesraan Naina dan Juna. Theo hanya melihat mereka dengan ekspresi marah.


...---****---...