Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 97. Rumpi gaun pengantin



🍀🍀🍀


"Kamu udah pulang Nai?" tanya Kelvin pada adiknya sambil duduk di sudut ranjang


"Iya kak, belum lama" jawab Naina sambil melihat ke arah bajunya yang berlumuran darah terinjak oleh Kelvin.


Ya ampun, bagaimana kalau kak Kelvin atau Keira melihat bajunya?. Naina was-was melihat ke arah baju yang terinjak dibawah kaki Kelvin.


"Nai, kamu kenapa? kok muka kamu pucat banget?" tanya Keira heran melihat Naina yang tiba-tiba terlihat gelisah. Wajahnya juga pucat, terlihat jelas dari bibirnya yang berwarna putih.


"Eh, iya Naina.. kamu sakit ya?" Kelvin menatap cemas pada saudara kembarnya itu.


"Ah.. enggak kok, aku gak papa cuma capek aja" jawab Naina gelagapan.


Aku lupa pake lipstik, memangnya wajahku sepucat itu?. batin Naina ketakutan kalau Kelvin dan Keira akan tau tentang penyakitnya


"Beneran kamu cuma kecapean?" tanya Keira sambil memegang tangan Naina. "Vin.. tangan Naina dingin loh" ucap Keira pada Kelvin


Kelvin memegang tangan Naina, lalu tangannya beralih pada kening Naina. Naina semakin ketakutan kalau mereka berdua akan curiga padanya.


Enggak, ini belum saatnya mereka tau tentang penyakit ku. Naina benar-benar takut bahwa penyakit nya akan menghancurkan kebahagiaan kakak nya.


"Nai, badan kamu dingin loh.. kita ke rumah sakit aja yuk. Waktu itu kamu juga pingsan kan, kita periksa ke dokter. Takutnya ada apa-apa"


"A-aku.. gak usah kak, aku udah periksa ke dokter kok" jawab Naina berusaha tersenyum seolah semuanya baik-baik saja


Kenapa Naina gelagapan kaya gini? apa dia beneran gak apa-apa? .Keira cemas melihat calon adik ipar nya itu gugup dan terlihat pucat.


"Jangan bohong kamu ah! aku bilangin ke mamah loh" ancam Kelvin pada adiknya yang keras kepala itu


"Ka-kalau kakak gak percaya, kakak bisa tanya sama Juna. Aku udah periksa waktu di Maldives dan dokter bilang aku cuma kelelahan" Naina tersenyum senang


"Kalau baik-baik saja kenapa kamu gugup?" tanya Kelvin sambil menatap tajam ke arah Naina


Deg!


Naina yang tidak pandai berbohong dan selalu gugup kalau berbohong, memang tidak bisa membuat Kelvin percaya padanya begitu saja. Orang yang memiliki firasat tajam dan tingkat kepekaan tinggi seperti Kelvin, bisa merasakan ada sesuatu yang salah dengan melihat sikap Naina.


"Kelvin kamu nyeremin tau, lihat Naina sampai ketakutan lihat kamu" Keira tegang melihat Kelvin menatap adiknya dengan curiga.


Naina kelihatan aneh.


"Aku gak bohong, dan aku gak gugup"sangkal Naina sambil tersenyum


Kelvin menatap mata Naina, dia yakin bahwa ada yang salah dengan Naina.


"Kalau gak bohong, mana hasil pemeriksaan nya?" tanya Kelvin menadahkan tangan pada Naina, meminta hasil pemeriksaan.


Naina sangat mencurigakan sejak pembicaraan terakhir kami di telpon. Apa terjadi sesuatu di Maldives?


"Ada kok" jawab Naina tanpa ragu


Melihat reaksi kak Kelvin, dia pasti menyadari ada sesuatu yang salah. batin Naina takut


Naina mengambil sebuah amplop lalu menyerahkan hasil pemeriksaan nya pada Kelvin saat berada di Maldives. Kelvin langsung membuka surat itu, dia membacanya dengan serius.


"Ya, kamu hanya kelelahan" ucap Kelvin setelah membaca isi surat itu.


"Aku kan sudah bilang aku tidak bohong" Naina tersenyum


Syukurlah aku sudah mengantisipasi nya, membuat surat palsu pemeriksaan kesehatan. Naina pintar!. Naina memuji dirinya sendiri


"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat" titah Kelvin pada adiknya. Setelah membaca surat itu Kelvin masih menaruh curiga pada Naina. Kelvin keluar lebih dulu dari kamar itu


"Iya udah Nai, kamu istirahat ya. Aku keluar dulu" ucap Keira sambil beranjak dari ranjang Naina.


"Iya dia sama om Bryan" jawab Keira


"Aku juga mau ikut keluar"


"Eh, kamu kan lagi sakit. Udah istirahat aja disini" kata Keira khawatir


"Aku gak papa kok, yuk kakak ipar kita ke depan" Naina menggandeng tangan Keira dengan senyum manis di wajah nya.


"Aku masih geli dengan panggilan itu" Keira malu


"Kakak ipar harus sudah mulai terbiasa ya" Naina tersenyum manja di depan Keira, "Akhirnya aku punya kakak ipar yang ternyata adalah sahabat ku sendiri. Senangnya, ternyata aku punya kakak ipar yang baik hati" Naina menyandarkan kepalanya pada bahu Keira dengan manja. Dia merasa seperti punya saudara perempuan.


"Hihi, apaan sih Naina.. aku jadi malu" Keira tertawa kecil dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut Naina.


"Maaf ya kakak ipar, kamu punya adik ipar seperti ini" Naina


"Memangnya apa ada yang salah dengan kamu? kamu adik ipar yang baik, kamu juga sahabatku dan kamu tidak akan menindas ku karena aku menikah dengan kakak mu kan?" goda Keira pada Naina sambil tersenyum


"Memangnya aku adik ipar rese seperti yang di drama-drama itu, hehe" Naina tertawa, dia senang bercanda dengan kakak iparnya itu


Aku harap kamu bisa menjaga kakak ku Kei.


Setelah selesai memakai lipstik nya, Keira dan Naina pergi ke ruang tamu, mereka melihat Bryan, Kelvin dan Juna sedang mengobrol santai.


"Biarkanlah para pria mengobrol disana, kita juga ngerumpi saja dulu" ucap Alma pada kedua anak gadis itu.


Alma mengajak Keira dan Naina untuk melihat-lihat dekorasi, tema, dan gaun pengantin yang cocok Keira.


"Kayanya kakak ipar ku ini cocok dengan gaun yang agak terbuka ma, tubuh nya kan bagus?" tanya Naina sambil menunjuk ke salah satu gaun pengantin berwarna putih yang ada di dalam majalah.


"Kamu seperti nya benar sayang, dengan memakai gaun ini akan lebih menampakkan dan memancarkan keindahan tubuh Keira. Tapi sebelum itu kita harus meminta persetujuan Kelvin dulu apakah dia suka gaun ini atau tidak" Alma terlihat berfikir


"Kalau minta izin kak Kelvin kayanya dia gak bakalan setuju deh" Naina menaikan alisnya, dia yakin bahwa Kelvin tidak akan setuju dengan gaun itu.


"Kenapa dia gak setuju? bukankah dia akan senang kalau aku terlihat cantik ya" tanya Keira bingung


"Naina benar, Kelvin gak akan setuju. Keira, cemburunya Kelvin itu mirip sama papanya. Dia gak mau kalau pasangan nya terlihat cantik di depan orang lain. Untunglah kamu ngingetin mama, Nai... hampir saja mama lupa" Alma terlihat berfikir.


Naina mengangguk setuju dengan ucapan mama nya. Keira juga ikut mengangguk-angguk, ia ingat kalau Kelvin pernah marah saat dia menggunakan gaun pendek di pesta kelulusan nya. Kelvin langsung memakaikan jaket nya untuk menutupi tubuh Keira.


"Ahaha.. aku jadi ingat dulu. Kelvin pernah marah sama aku pada saat pesta kelulusan" Keira tertawa kecil


"Ah iya, aku ingat dia ngasih jaket nya sama kamu kan?" tanya Naina menebak


"Benar, jadi saat dia minta untuk merobek baju yang ku pakai itu bukan karena bajunya jelek..tapi karena...."


"Cemburu!!" jawab Naina dan Alma yakin sambil tersenyum


"Ya begitu dia, cemburunya mirip papanya" ucap Alma sambil tersenyum


Ketiga wanita itu akhirnya memutuskan bahwa gaun pengantin itu akan di desain oleh Naina yang sedang mencoba untuk mendesain baju seperti mama nya. Naina setuju dan berjanji akan membuatkan Keira gaun yang bagus dan akan dipakai di hari pernikahan nya dengan Kelvin.


Ditengah canda dan tawa, melihat keakraban mama nya dan Keira. Naina merasa yakin bahwa dia tidak bisa menceritakan penyakit nya pada keluarga nya. Naina takut senyuman itu akan menghilang menjadi tangisan dan kesedihan. Apalagi hati Alma yang pernah terluka akan terluka lagi karena penyakit Naina.


Aku akan menjadi senyuman mama, aku akan cerita semuanya ketika aku sudah sembuh bahwa aku pernah sakit. Supaya mama gak sedih dan gak kepikiran karena aku. Aku akan sembuh ma.


"Eh, Naina kenapa kamu diam saja? ayo sekarang kita pilih dekorasi dan warna untuk tema nya nanti" kata Alma semangat


"Iya mah" Naina tersenyum pada mama nya.


...---***---...