Stuck In Love CEO

Stuck In Love CEO
Bab 81. Pura-pura



Pov Theo Nisha, Damar


...🍀🍀🍀...


Aku tak mengerti apa yang kurasa, rindu yang tak pernah begitu hebatnya..


Aku mencintaimu lebih dari yang tau


Meski kau takkan pernah tau..


Aku persembahkan hidupku padamu..


Telah ku relakan hatiku padamu


Namun kau masih bisu diam seribu bahasa


Dan hati kecilku bicara..


Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan, kau buat remuk seluruh hatiku..


Semoga waktu akan mengilhami, sisi hatimu yang beku. Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya kau pun mau..


****


Bersama uraian air mata yang mengalir deras dari kedua bola matanya, Nisha mencium bibir Theo dengan lembutnya. Air mata Nisha membasahi wajah Theo.


Theo tidak menolak ciuman Nisha, entah karena dia terkejut dengan serangan yang tiba-tiba itu. Theo tidak mengerti dirinya sendiri, wanita yang sudah dia tolak cintanya berkali-kali, sudah mulai berani mencium nya.


Akal sehat Theo perlahan mulai kembali, tangan kekarnya itu mendorong Nisha. Dia langsung mengusap bibirnya yang basah, yang baru saja bersentuhan dengan bibir cantik milik Nisha.


"Apa yang kamu lakukan?! Nisha apa kamu gila?!" ucap Theo saking tak habis pikir nya dengan kelakuan Nisha padanya.


"Ya, aku sudah gila! aku sudah gila karena aku terlalu mencintai kamu kak..hiks" gadis itu masih menangis. Dadanya sesak karena tak bisa melupakan Theo.


Selama bertahun-tahun tidak bertemu, Nisha tersiksa rindu pada Theo. Nisha adalah orang yang tau benar bagaimana rasanya cinta sepihak yang menyakitkan. Apa yang selama ini dilakukan nya untuk Theo tidak pernah ditanggapinya?


"Kenapa sih.. kenapa segalanya dalam hidup kakak harus Naina? Dia bahkan tidak pernah melihat kamu sebagai pria. Sadar kak! sadar! lihatlah aku yang selalu ada untuk kakak!" ucap Nisha setengah berteriak, dia ingin perasaanya dilihat oleh Theo. Bagaimana sayang dan cintanya dia pada dokter muda yang tampan itu.


"Nisha, aku akan menganggap tidak pernah mendengar ini dari mulut kamu" Theo bermaksud membungkam mulut Nisha dengan menganggapnya tidak pernah terjadi.


Hati Nisha bagai tersayat pisau, menusuknya sangat dalam. Membuat lubang besar dihatinya, lagi-lagi Theo menutup hati untuknya.


Ternyata tidak mudah untuk membuka hati kak Theo. Semuanya dipenuhi oleh Naina dan Naina, aku tidak punya pilihan lain selain mendukung nya dari belakang dan membiarkannya merasakan rasa sakit itu sendiri.


"Gak kak! kakak harus dengar semuanya sampai tuntas hari ini juga. Kakak tidak boleh menutup mata atau pun menutup telinga..karena kakak akan menyesalinya" jelas Nisha pada Theo


"Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan?" tanya Theo akhirnya mengalah


"Ayo pacaran denganku kak! mari kita menjalin hubungan!" ajak Nisha sambil menyeka air matanya.


Jika dengan ini aku bisa dekat dengan kakak, aku tidak apa-apa. Sekali saja.. aku ingin diberi kesempatan.


"Apa yang kamu katakan Nisha?!" Theo menatap tajam ke arah Nisha, kelembutan pria itu menghilang oleh emosinya.


"Kakak mau mendekati Naina tanpa diwaspadai Juna, kan? aku bisa membantu kakak.. huk..huk.."


Tidak baik Theo, tidak baik membuat anak gadis menangis. batin Theo merasa bersalah.


Theo menatap Nisha dengan bingung, dia kasihan juga melihat Nisha menangis. Theo menyeka air mata Nisha yang membasahi pipi nya dengan lembut. "Lanjutkan, aku akan dengar apapun yang mau kamu katakan" ucap Theo melunak


Deg, deg


Nisha merasakan lagi jantungnya berdebar saat Theo dekat dengannya.


Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta sama kamu kak? kalau kamu baik seperti ini?


"Aku.. aku bisa bantu kakak mendekati Naina, dengan pura-pura pacaran dengan ku..kakak bisa dekat dengan Naina tanpa di curigai. Karena kakak punya aku sebagai alasan mu" ucap Nisha dengan berat hatinya, dia berusaha tersenyum.


"Itu terdengar jahat Nisha, aku tidak mungkin melakukan itu" ucapan Theo berarti penolakan untuk tawaran Nisha. Theo tau benar, jika dia melakukan itu untuk wanita lain artinya dia tidak menghargai Nisha untuk nya. Walau Theo tidak menyukai Nisha sebagai wanita, tapi Theo harus tetap menghargai hubungan pertemanan diantara mereka berdua.


"Aku gak papa kak, aku baik-baik saja. Aku ingin membantu kakak! aku janji kita hanya pacaran pura-pura dalam waktu satu bulan saja, dan setelah itu aku akan melupakan kakak selamanya" Nisha berjanji


"Aku akan menyakitimu Nisha, kamu tau itu"


"Ya, aku tau kak. Dalam sebulan ini, kumohon pacaran lah denganku. Kakak juga memiliki keuntungan lain dari pacaran pura-pura ini" Nisha mengatupkan kedua tangannya, seolah mengemis pada pria bernama Theo itu.


Semoga dalam waktu satu bulan itu kamu bisa melupakan Naina kak, aku tidak mau kamu sakit hati lagi.


"Oke, ayo kita coba Nis. Kamu sudah janji setelah satu bulan kamu akan melupakan aku"


Theo tersenyum pahit, dia menyetujui tawaran konyol dari Nisha. Nisha terlihat bahagia dan sedih disaat bersamaan, bahagianya dia bisa berpacaran dengan Theo dan sedihnya karena pacaran mereka hanya pura-pura.


Nisha tersenyum pahit melihat kepergian Theo, Nisha yang berniat kembali pada Naina dan Juna, bertemu dengan Damar di lorong.


Apa Damar dengar semuanya?. Mata Nisha membulat


Damar yang mendengar semua hal itu memilih tutup mulut demi menghargai pertemanan mereka. "Lo jangan khawatir nis, Gue gak akan ikut campur dalam urusan cinta kalian itu. Tapi jika kalian berdua menyakiti Juna ataupun Naina, gue baru akan buka mulut. Nisha, gue sangat berharap agar Lo bisa mendapatkan cinta Lo. Dalam waktu satu bulan itu, buatlah si Theo menyerah pada Naina" Dengan setulus hatinya Damar mendoakan kebahagiaan untuk perjalanan cinta Nisha.


Ternyata dia dengar semuanya, apa yang aku bicarakan dengan kak Theo.


Nisha terharu dengan doa tulus Damar padanya, Nisha mengangguk mengiyakan semua perkataan Damar.


"Damar, makasih banyak..tolong rahasiakan ini ya" pinta Nisha pada Damar


"Lo tenang aja. Rahasia Lo sama si Theo, aman ditangan gue. Semua orang punya cara tersendiri dan berbeda-beda untuk mendapatkan cintanya dan menurut gue cara Lo hebat Nis. Jangan menyerah! " Damar menepuk pundak Nisha mendoakan agar Nisha mendapatkan hati Theo dengan caranya sendiri, Damar menyemangati Nisha dengan ucapan dan senyuman nya.


"Makasih banyak Damar, ternyata kamu baik banget" Nisha terharu


"Gue emang baik kok dari dulu" Damar tersenyum ceria pada Nisha


"Oh ya mar, tentang Keira dan Kelvin apa kamu sudah dengar?" tanya Nisha yang membuat Damar terdiam.


Pria itu tersenyum pahit, dia melihat Nisha dengan mata yang tegar seolah tak terjadi apa-apa.


"Hahaha mereka mau nikah kan? eh.. maksud gue tunangan"' Damar tertawa, tawa yang dipaksakan.


"Kamu gak papa?" tanya Nisha menanyakan perasaan Damar mendengar berita itu.


"Gue baik-baik aja, gue sehat kok. Emang Lo gak lihat wajah gue? seger gini!" bibir Damar tersenyum lebar, namun matanya mulai berkaca-kaca.


"Maksud ku hati kamu, apakah baik-baik saja?" tanya Nisha dengan mata menatap sedih ke arah Damar


"Emangnya hati gue kenapa? fine kok, gue malah bahagia kalau teman gue mau nikah" jawab Damar dengan senyuman yang dipaksakan.


Sakit hati ku sebenarnya, sakit banget. Damar membatin


"Bohong banget, heh!" Nisha tersenyum melihat Damar


"Kenapa gue harus bohong? haha.. gue serius" Damar lagi-lagi memaksakan dirinya untuk tertawa di depan Nisha.


"Kenapa harus bohong? itu karena kamu suka sama Keira!" ucap Nisha langsung pada intinya


JLEB


"Woah! bisa gak sih jangan buat hati gue jleb kaya gini?" Damar memegang dadanya, dalam keadaan patah hati Damar masih bisa tersenyum secerah itu.


Dia masih bisa senyum saat mendengar cewek yang dia suka mau tunangan sama cowok lain. Iri aku padamu mar, hatiku tidak sebesar kamu. Nisha menatap kagum ke arah Damar


"Jadi, kamu bakal nyerah gitu aja sama Keira dan Kelvin? kamu gak akan berjuang dulu gitu?" tanya Nisha penasaran


"Berjuang? haha.. berjuang itu untuk orang yang punya kesempatan, tapi sejak awal gue gak punya kesempatan itu" Damar tertawa lagi dengan ceria.


Karena Keira sudah terikat kuat dengan Kelvin. Tidak ada celah bagiku untuk masuk ke dalam hubungan mereka.


"....." Nisha terpana mendengar kata-kata Damar


"Kenapa? gue sweet banget kan? awas Lo terpana sama gue ya" Damar sangat percaya diri


"Cih!! heh! siapa yang bakal jatuh hati sama kamu?!" Nisha tertawa dengan kelakuan Damar.


"Udah dulu ya, pokoknya gue doain semoga Lo dan Theo memang berjodoh. Good luck!" Damar memberi semangat pada Nisha untuk memperjuangkan cintanya.


Kamu masih ada kesempatan Nis, kalau aku.. kesempatan ku sejak awal tidak ada. Pupus..


Dan sejak hari itu, pacaran pura-pura Theo dan Nisha di mulai. Mereka sering bertemu dan mengobrol, namun pertemuan mereka selalu berada ditengah-tengah pertemuan Juna dan Naina.


Disisi lain, Kelvin sibuk dengan urusan kantornya. Hubungan Kelvin dan Keira baik-baik saja tanpa ada masalah, kecuali satu orang yang mengacau. Yaitu Sherly yang selalu datang ke kantor untuk bertemu Kelvin.


Kadang Keira cemburu, namun dia tau bahwa Kelvin tau batasan nya dan Keira sangat percaya padanya.


Hari itu Kelvin sudah menyiapkan segalanya untuk melamar Keira di depan semua anggota keluarga nya. Cincin dan segala hal sudah di atur nya dengan bantuan Farel.


"Farel, semua sudah beres kan?" tanya Kelvin pada sekretarisnya itu, sambil berjalan masuk ke dalam lift.


"Sudah siap pak!" jawab Farel dengan senyuman profesional nya, dia mengekori Kelvin dari belakang.


"Bagus" Kelvin tersenyum cerah menyambut nanti malam yang akan menjadi malam paling indah dalam hidup dan masa depan nya bersama Keira.


...---***---...