
Pov Naina Juna
...🍀🍀🍀...
"Pak sekretaris, siapa wanita itu? apa dia pacar pak Presdir?" tanya Caroline kepo, dia ikutan kesal melihat seorang wanita memeluk dan mencium Juna yang notabene nya adalah kekasih Naina.
"Wanita gila itu! dia ternyata kembali lagi" Ardi pucat pasi melihat wanita yang memeluk bos nya itu
"Wanita gila??!" Carol melirik ke arah Ardi dengan mata penuh pertanyaan
"Dia adalah mantan pacar terakhir Pak Arjuna,dan disebut juga sebagai wanita gila" jawab Ardi cemas melihat raut wajah Naina yang tidak baik pada Juna dan Citra
"Mantan pacar? haah.. ternyata Presdir mu playboy juga ya. Harusnya aku mendukung Bu Naina dengan dokter itu saja" Carol menyilangkan tangan di dada, dia menatap kesal pada Juna.
Naina sendiri merasa seperti orang asing disana, tanpa bicara apa-apa dia melangkah pergi sembari menarik kopernya.
"Carol, ayo pergi" ajak Naina pada Carol sambil melirik sedikit ke arah Citra yang masih memeluk Juna.
"Ya, siap Bu" jawab Carol sambil berjalan mendekati Naina
Sebelum pergi, Citra memandangi Naina dengan sinis tanpa tau apa sebabnya. Dengan tidak sopan, Citra memberikan Naina tatapan menilai dari atas sampai ke bawah. Naina sebal dan mengabaikan tatapan wanita yang berpakaian tidak senonoh itu.
Siapa wanita ini? baru tadi malam kamu bilang kalau kamu tidak akan punya wanita lain. Apa semua cowok sama aja? Ah, aku baru ingat kalau wanita ini yang pernah menjadi wallpaper di ponsel Juna. batin Naina kesal pada Juna
Wanita ini terlihat biasa saja, dia tidak secantik aku. Sudah jelas bukan seleranya Juna. batin Citra yakin
Juna menyusul Naina, namun Citra terus menempel padanya. Membuat Juna tidak berkutik, wajah nya sudah pucat melihat Naina yang diam dan mengabaikan nya, itu artinya dia sedang marah.
Gawat! Naina marah, Naina salah paham.
"Sayang, kamu mau ke hotel tempat kamu menginap kan? ayo bareng sama aku yuk, aku juga mau kesana" ajak Citra sambil memegang tangan Juna dengan genit.
Juna menepis tangan Citra, dia menegur wanita itu agar menjauhi nya dan jangan bertindak di luar batas. Juna sudah mengakhiri hubungan mereka sejak lama, tapi Citra masih saja menempel padanya. Juna gusar dibuatnya, ditambah lagi Citra sangat posesif dan cemburuan saat mereka pacaran dulu.
"Citra kamu apa-apaan sih! kamu ngikutin aku ya?!" tanya Juna dengan wajah yang merah dan mata marah
"Kamu lupa ya? dimana pun kamu berada, aku akan selalu ada disana" Citra tersenyum santai seolah tidak terjadi apa-apa, Juna yang marah saja juga diabaikan nya.
"Kamu benar-benar sudah gila! kita udah putus!" Juna menegaskan pada Citra bahwa hubungannya dan Citra sudah berakhir.
Apa dia benar-benar kemari karena mengikuti ku? dia benar-benar
"Putus? siapa yang bilang kita putus? kita belum putus Jun" Citra tersenyum manis pada pria itu.
"Kamu jangan memancing amarahku ya!" Juna naik darah dengan sikap dan kata-kata Citra
"Kamu kan yang bilang putus, aku gak pernah bilang setuju" kata Citra dengan polosnya
"Hentikan semua ini! kita sudah putus. Ardi! cepat kemari!" teriak Juna dengan suara yang keras
"Ya pak?" Ardi langsung siap siaga berdiri di samping Juna
"Kamu tahan dia, aku mau susul Naina" bisik Juna pada Ardi, memerintah nya.
Ardi menelan ludahnya, dia tampak tidak senang dengan perintah Juna yang satu ini. Dilihat dari wajahnya yang langsung pucat pasi begitu mendengar perintah Juna.
Menahan wanita tidak waras itu? kenapa pak Presdir harus memberiku tugas seberat ini? keluhnya dalam hati. Sebelumnya Ardi pernah diberikan tugas seperti ini oleh Juna dan Ardi di buat jengkel, kesulitan setengah mati oleh Citra. Ardi tak ingin itu semua terulang kembali, wanita gila itu mungkin akan membuatnya pusing seperti sebelumnya.
"Iya pak" jawab Ardi lemas
"Tahan dia! jangan sampai dia menggangguku, kalau dia mendekatiku dan Naina, kamu yang mampus!" ancam Juna pada Ardi.
Haihh..
Juna berlari dengan cepat mengejar Naina yang akan naik taksi, Citra juga mengekori Juna. Namun, Ardi menghadang jalan Citra dengan sekuat tenaga. Citra menatap marah ke arah Juna dan Naina yang masuk ke dalam mobil taksi bersama-sama.
"Minggir kamu sekretaris si*lan!" seru Citra sambil mendorong-dorong tubuh Ardi dengan kesal dan tenaga yang dia miliki.
Kuat juga wanita gila ini. Ardi hampir kewalahan menghadapi Citra.
"Maaf Bu Citra, saya hanya menjalankan perintah" ucap Ardi tetap teguh pada pekerjaan nya menghadang jalan Citra.
"Siapa wanita itu? apa dia pacar baru Juna?!" tanya Citra dengan suara yang marah bertanya pada Ardi
"Itu bukan urusan Bu Citra" jawab Ardi dengan suara yang dingin
"Dia siapa? cepat bilang!!" Citra menarik baju Ardi dengan kasar dan menatap nya murka.
"Maaf Bu saya tidak bisa mengatakan nya" jawab Ardi yang melindungi privasi Juna dan Naina.
Di dalam mobil taksi itu, Juna duduk di samping Naina di kursi belakang. Sementara Caroline ada di kursi depan. Mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju hotel tempat mereka akan menginap selama berada di Maldives.
"Ngapain sih kamu ngikut ngikut?" tanya Naina sinis tanpa melihat ke arah Juna.
"Nai, Nai jangan salah paham. Wanita itu dia memang mantan pacarku, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dia cuma orang yang lewat. Maafin aku Nai, aku udah buat kamu marah" jelas Juna dengan cepat pada Naina, sambil mengatupkan tangannya seraya memohon maaf.
"Kamu berisik, tau gak!" seru Naina kesal dan pusing. Bayangan wanita itu memeluk dan mencium Juna tidak bisa hilang dari kepalanya.
"Nai.. please.. maafin aku, aku juga gak tau kalau dia bakalan kemari dan menemui aku"
"Berapa banyak Jun?" Naina memegang kepalanya, dia sangat gusar pada pria yang duduk disampingnya itu
"Apa?" Juna bingung
"Berapa banyak wanita yang kamu pacari?" tanya Naina tegas. Selama ini dia tak pernah tau betapa wanita yang dipacari oleh Juna.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Hei.. itu kan cuma masa lalu, jangan dibahas ya" Juna mencoba mengalihkan pertanyaan Naina.
Jika Naina tau berapa kali aku pacaran, aku pasti disangka Playboy. Ya, aku memang tidak setia seperti Naina yang menjaga dirinya. Aku bodoh. Juna merasa bersalah pada Naina karena dia memiliki banyak hubungan dengan gadis lain saat jauh dari Naina.
"Ya udah sih ya, kalau kamu gak mau jawab" kata Naina ketus menanggapi Juna yang bersilat lidah mendengar pertanyaan nya.
Carol mendengar hal itu dan dia terkejut karena ia baru kali mendengar Naina marah pada seseorang.
"Nai.." Juna memegang tangan Naina dengan lembut
Naina menepis dan menyingkirkan tangan Juna darinya, "Kalau kamu gak mau bilang berapa mantan kamu dan orang-orang di masa lalu kamu. Aku gak mau ngomong sama kamu. Lebih baik kita batal aja nikahnya" ucap Naina kesal dengan Juna
Deg!
Juna tercengang mendengar kata-kata Naina.
...---***---...