My Hot ART

My Hot ART
Penasaran



Dengan reflek Aiden memejamkan matanya dengan erat, hembusan nafas Gwen semakin terasa menerpa wajahnya.


Gwen semakin mendekatkan wajahnya.


Semakin dekat..


Semakin dekat..


Dan ....


"Pffttttt... ha ha haaa." Gwen tertawa terbahak saat melihat Aiden memejamkan matanya dengan erat. Kemudian Gwen menjauhkan dirinya dari Aiden, dan masih menatap Aiden dengan eskpresi geli.


Aiden langsung membuka kedua matanya, wajahnya bersemu merah saat melihat Gwen mentertawakannya.


Sial! Umpat Aiden didalam hati, karena merasa dipermainkan oleh gadis kecil itu.


Tapi, kenapa aku harus marah? Batin Aiden lagi, namun di dalam hatinya merasa sangat kesal.


Gwen memegangi perutnya yang terasa kaku karena terlalu banyak tertawa. "Om kenapa? Ngarep dicium sama aku?" tanya Gwen, masih tidak bisa menghentikan tawanya.


Aiden tidak menjawab, ia memalingkan wajahnya lalu beranjak dari sana karena merasa sangat malu.


Gwen berhasil membuat pria sedingin es itu mati kutu.


"Om! Sini kalau mau di kiss bilang saja," seru Gwen, menatap punggung Aiden yang mulai menjauh dari pandangannya.


Aiden menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh kebelakang menatap Gwen yang masih terus mentertawakan dirinya.


"MUACCHHHHH!" Gwen memonyongkan bibirnya dan melayangkan Kiss bye kepada Aiden, lalu tergelak keras lagi saat melihat wajah kesal pria dingin itu.


Aiden memejamkan matanya dengan erat dan mengeraskan rahangnya, lalu ia segera menjauh dari sana menuju ruang kerjanya.


"Dasar gadis bau kencur!! Berani sekali dia mengerjai aku!" umpat Aiden saat sudah berada diruang kerjanya. Lalu ia mendudukan dirinya dengan kasar, seraya menyugar rambutnya kebelakang dengan perasaan yang masih terasa kesal.


Sedangkan Gwen yang masih berada diruang tamu masih tergelak keras. "Kena kau! Sekarang aku tahu bagaimana cara menghadapimu, pria kutub utara," gumam Gwen, tersenyum miring. Kemudian ia beranjak dari duduknya dan segera keluar dari rumah tersebut.


"Awas saja aku akan membalasmu, gadis bau kencur," geram Aiden, tidak terima karena sudah dipermainkan oleh Gwen.


"Berani sekali dia dan sangat agresif," gumam Aiden, mengingat tingkah Gwen yang bergitu berani kepada dirinya.


"Pasti dia sudah sering berciuman dengan kekasihnya," gumam Aiden lalu bergidik.


Aiden menegakkan punggung, lalu membuka laptopnya. Dia sangat penasaran dengan sosok Gwen gadis peberani itu.


"Gwen Aurora," gumam Aiden, sembari mengetikkan nama Gwen di laman pencarian Google.


Banyak foto Gwen yang muncul disana terutama saat gadis itu sedang bertanding karate, juga ada biodata gadis tersebut.


Aiden tersenyum saat mengetahui gadis yang menurutnya bau kencur itu ternyata mempunyai segudang prestasi. ia menggulir kursornya dan menatap satu persatu foto Gwen, namun ada satu foto yang membuatnya tertarik.


Ditatapnya dengan intesns foto Gwen yang terlihat cantik natural dengan memakai dress berwarna pink dengan pundak yang terbuka, terlihat lebih dewasa, cantik dan sangat ****.



"CK! Kenapa dia harus berpakaian seperti ini?" gumam Aiden, masih menatap wajah cantik Gwen yang ada di layar laptopnya itu.


"Kenapa aku jadi peduli dengannya?!" Aiden baru tersadar dengan tingkahnya, lalu dengan cepat ia menutup laptopnya.


"Sepertinya aku sudah tidak waras!" gumamnya lagi lalu beranjak dari duduknya, menuju kamarnya.


Namun saat baru memasuki kamar, ia mendengar suara desahaan yang membuat telinganya terasa gatal dan hatinya tercubit.


"CK, mereka sangat tidak tahu waktu!" kesal Aiden lalu keluar dari kamar dan menutup pintunya itu dengan keras


Kasih Like, vote, bunga sekebon dan Kopi sedrum biar emak semangat nulisnya. ❤