My Hot ART

My Hot ART
Merasa insecure



Sean memasuki ruangan Aiden dengan perasaan kesal.


"Kamu kenapa? Muka udah kayak jemuran kusut saja," tegur Aiden yang baru akan mendudukan kursi kebersaannya karena ia pun baru datang.


"Diem lo! Ada rokok nggak? Pusing banget kepala gue!" ucap Sean, sambil menghempaskan bokongnya disofa dengan kasar.


Aiden menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu melemparkan sebungkus rokok beserta korek apinya kearah Sean. Dan dengan sigap Sean menangkap kedua benda tersebut.


"Ada masalah apa sih?" Aiden berjalan mendekati Sean.


"Masalah hati," jawab Sean sambil menyulut rokok.


Aiden mengernyit heran, lalu menyentuh dahi Sean dengan punggung tangannya. "Nggak panas," gumam Aiden.


"Ck! Hati gue yang panas bukan kepala gue! Begok!" umpat Sean, sembari menepis tangan Aiden yang masih menempel dijidatnya.


Aiden tertawa terbahak saat mendengar perkataan Sean. "Siapakah gerangan yang mampu membuat cassanova kelas ikan teri ini panas hati?" tanya Aiden dengan nada mengejek.


"Calon bininya," jawab Gwen yang baru memasuki ruangan Aiden, lalu mendudukan diri disamping Sean, lalu memainkan ponselnya.


Sontak saja Aiden terkejut dan reflek memukul tangan Sean dengan keras hingga rokok yang sedang dipegangnya jatuh diatas lantai.


"Ck!" Sean berdecak kesal, sambil memungut rokok yang sudah jatuh itu dan meletakkannya diatas asbak.


"Kamu sudah punya calon istri? Siapa? Kenapa nggak bilang? Cewek mana yang ketiban sial itu?" tanya Aiden beruntun.


"Kampret lo! Justru tuh cewek yang beruntung dapatin gue," ucap Sean, membanggakan diri.


"Dan awas kalau masalah ini bocor sampai ketelinga Mommy, Daddy atau Malin, berarti kalian berdua yang ember!" ucap Sean penuh ancaman sambil menunjuk dua orang yang berada di sisi kanan dan kirinya.


"Memangnya kenapa?" tanya Aiden penasaran.


"Soalnya ...." ucapan Sean menggantung karena dia sedang memikirkan alasan yang tepat.


"Heh! Malah diam? Bukankah niat baik harus diselenggarakan?" tanya Aiden, sembari menyenggol lengan Sean.


"Iya sih, tapi lo tahu sendiri kalau kondisi gue kayak gini, jadi gue mohon sama kalian berdua jangan sampai pada bocor ke keluarga," pinta Sean, sekaligus beralasan.


"Oke!" jawab Aiden, menyetujui permintaan Sean.


"Tapi aku sudah terlanjur bilang sama Aunty Jeje. Gimana dong?" Gwen meringis sambil memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V di samping telinganya.


Aiden meraup wajahnya dengan kasar, sedangkan Sean langsung melotot horor kepada Gwen, membuat gadis itu ketakukan. "Om, takut," Gwen langsung berpindah duduk disamping Aiden, dan memeluk lengan kekar itu.


"Minggir kamu! Gerah!" ucap Aiden, menghempaskan tangannya yang masih dipeluk Gwen, dan ia segera beranjak dari sana menuju kursi kerjanya.


"Om Ai jahara deh!! Nyebelin bingit!" Gwen cemberut kesal, lalu ingin segera melarikan diri namun tangannya sudah dicekal dulu oleh Sean.


"Dasar lambe turah! Kebiasaan!" kesal Sean, lalu memiting kepala Gwen di sela ketiaknya dan menjitaki kepala Gwen.


"Ampun, Se! Ampun, tapi aku nggak bilang sama Aunty siapa calonmu itu!" Gwen berusaha untuk melepaskan diri namun tangannya pun dikunci oleh Sean..


Aiden hanya menggeleng pelan melihat keduanya yang sedang bergelut itu, tanpa berniat memisahkannya.


Gwen menggigit tangan Sean dengan keras, membuat pria itu berteriak kesakitan dan langsung melepaskan Gwen.


"Lo nggak pernah makan daging ya? Sakit banget tangan gue!" Sean meringis sambil mengibaskan tangannya yang terasa sakit dan perih.


"Nggak pernah! Makanya ini mau makan daging kamu," ucap Gwen lalu mendorong Sean hingga terlentang diatas sofa dan langsung menggelitiki perut Sean.


"Ha ha ha ha haaa, Gwen hentikan ha ha haa." Sean terbahak saat perutnya di gelitiki oleh Gwen. Dan disaat bersamaan Irene memasuki ruangan Aiden.


Irene terpaku saat melihat Sean yang terlihat bahagia bersama gadis tersebut.


Dia tipe Sean banget, tinggi, putih, dan juga cantiknya kebangetan. Batin Irene, lalu ia menelisik penampilannya sendiri yang kalah jauh dari gadis tersebut. Merasa insecure.