
Vote ya vote! Pokonya nggak mau berhenti ngingetin. Jangan bosen ya.ðŸ¤
Jeje merasa tidak enak dengan sikap putranya kepada Ayu.
"Kamu bisa tidak, bersikap manis sedikit sama perempuan?" tanya Jeje, mengomeli Aiden setelah Ayu pamit pulang.
Aiden hanya diam tidak bersuara, malah ia terkesan tidak mendengarkan perkataan ibunya.
"Aiden!" tegur Xander dengan nada yang sangat tegas.
Aiden mendongak menatap ayah dan ibunya bergantian. "Sorry," ucap Aiden pelan.
Jeje menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Ayo, kita pulang ke Jakarta sekarang. Nathan dan Kirana kalian yakin ingin menempuh dengan jalur darat?" tanya Jeje dengan suara yang mulai melembut.
"Ya, Mom," jawab Nathan dengan mantap, lalu mengecup kening istrinya dengan mesra.
Aiden memalingkan wajahnya seraya mendengus kesal saat melihat pemandangan yang manyakitkan itu.
Hai hati? Kamu pasti kuat untuk menjalani semua ini. Batin Aiden, mengusap dada kanannya.
Tidak menunggu lama lagi, Keluarga Clark berpamitan kepada Bapak dan Ibu, begitu pula Nathan dan Kirana.
*
*
*
"Kenapa tidak naik pesawat saja, Mas? Aku kasihan lihat kamu nanti pasti lelah," ucap Kirana, menatap suaminya yang sedang fokus menyetir mobil.
"Nanti kalau lelah kita menginap di hotel, kamu mau 'kan? Sudah sah ini," ucap Nathan, terkekeh pelan.
"Dasar mesum!" kesal Kirana, namun wajahnya bersemu merah karena malu mengingat kejadian tadi malam dimana dirinya membantu suaminya untuk mencapai pelepasan.
"Hayo! Mikirin apa?" Nathan mengagetkan istrinya yang tampak melamun.
"Eh, enggak!" kilah Kirana, memalingkan wajahnya yang merona itu.
Nathan tergelak ketika melihat wajah istrinya yang merona, dan ia yakin jika Kirana mengingat kejadian tadi malam.
"Baiklah, Adekku Sayang," jawab Nathan, seraya mengusap pucuk kepala istrinya dengan penuh kelembutan.
Nathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, ia menoleh kekiri dimana istrinya sudah tertidur pulas. Bibirnya melengkung, ia tidak menyangka dapat menikahi Kirana secepat ini dan rasanya seperti mimpi. Kirana yang dingin dan kaku akhirnya bisa di takhlukannya walau awalnya ada campur tangan dari Oma Airin yang mengancam Kirana lebih dulu.
*
*
Perjalanan panjang mereka akhirnya telah selesai. Tepat tengah malam mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir rapih di halaman rumah mewah Keluarga Clark.
Kirana merenggangkan ototnya yang terasa sangat kaku, begitu pula dengan Nathan melakukan hal yang sama.
"Tolong barang-barang yang ada di bagasi mobil dibereskan," ucap Nathan kepada penjaga yang berdiri di dekat mobilnya.
"Baik, Tuan Muda," jawab Penjaga tersebut yang memakai pakaian serba hitam.
"Ayo, Sayang. Kita harus segera masuk dan istirahat," ucap Nathan, lalu menggandeng istrinya memasuki rumah besar tersebut.
Saat memasuki rumah ternyata ada Jeje yang menyambut kedatangan mereka. "Sampai tengah malam begini, Mommy khawatir dengan kalian," ucap Jeje, berjalan mendekati anak dan menantunya.
"Namanya juga menempuh perjalanan darat, Mom," jawab Nathan lalu mencium pipi Jeje. Sedangkan Kirana mencium punggung tangan ibu mertunya dengan sopan.
"Sudah sana istirahat. Pasti Kirana sangat lelah. Mommy punya kejutan untuk kalian," ucap Jeje bersemangat.
Nathan menyipitkan matanya menatap penuh selidik, jika ibunya bertingkah seperti itu patut untuk dicurigai.
"Kejutan apa, Mom?" tanya Kirana.
"Kejutannya ada didalam kamar kalian," jawab Jeje bahagia, setelah itu ia segera pergi dari hadapan anak dan menantunya yang masih bertanya-tanya.
"Kok perasaanku jadi tidak enak ya?" gumam Nathan, berjalan menaiki anak tangga bersama istrinya menuju kamar mereka.
Sampai didalam kamar mata Nathan dan Kirana membulat sempurna saat melihat sesuatu yang tergeletak diatas tempat tidur mereka yang bertabur bunga.
"Mommy!!" teriak Nathan.
Hayo kira-kira Mommy Jeje ngasih kejutan apa ya?? ðŸ¤